Tuesday, 28 January 2014

Mukomuko Online



Caleg Perempuan Bukan Pelengkap!
POLITIK RM – Munculnya anggapan keberadaannya hanya sebagai pelengkap atau pendamping caleg lain, kalangan politisi perempuan Kabupaten Mukomuko yang maju pada Pemilu tanggal 9 April nanti tersinggung. Mereka menganggap isu itu sengaja digembor-gemborkan oleh lawan politik untuk menjatuhkan politisi wanita. Seperti yang dialami salah seorang politisi PAN Dapil III Mukomuko, Roslinar.
Roslinar merasa dirinya telah diserang oleh lawan politiknya dengan mengisukan jika dirinya sebagai caleg nomor urut 3 PAN hanya sebagai pelengkap untuk mencukupi 30 persen kuota perempuan dan juga untuk mendampingi istri Bupati Mukomuko, Hj Rosna Ichwan yang maju sebagai Caleg Provinsi Nomor Urut 4.
Dikatakan Roslinar, ia serius maju dengan target memenangi pemilu. Karena itu penting untuk mendorong perempuan lebih maju dan bisa menghasilkan kebijakan yang bisa menyelesaikan masalah. Terutama menyangkut tindakan ketidakadilan kepada kaum wanita, anak-anak dan masyarakat lemah. Sebab wanita memiliki perasaan lebih halus dari laki-laki dalam hal memberi perhatian kepada sesama. Sebagai bukti keseriusannya, bersaing dengan caleg lainnya, sejak awal Roslinar terus membangun komunikasi dengan masyarakat, serta ikut dalam berbagai kegiatan, baik kepemudaan, bantuan sosial dan juga dalam hal lainnya.
‘’Saya merasa dirugikan dengan isu, jika saya hanya sebagai pelengkap dan mendampingi. Isu itu sebagai bentuk serangan yang tidak sportif. Saya maju karena ingin duduk dan berjuang untuk perempuan, anak-anak serta kaum lemah. Saya berjalan bersama Ibu Rosna, karena beliau juga maju sebagai caleg PAN Provinsi. Selaku kader PAN saya dukung ibu dalam berbagai hal, apalagi selama ini kita tahu, beliau aktif terjun ke masyarakat,’’ kata Roslinar dengan nada kesal.
Roslinar berharap semua bisa berpolitik dengan santun, tidak menjatuhkan lawan dengan cara yang tak sportif. Begitu juga kepada caleg perempuan lain, diharapkan bisa terus maju. Seluruh perempuan tak perlu berkecil hati terhadap isu skeptis yang mungkin sengaja disebarkan terhadap caleg-caleg perempuan. Saatnya menunjukkan, perempuan itu berkualitas.
‘’Kalau selama ini perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap dari kuota 30 persen, saya ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa melakukan banyak hal seperti yang dilakukan oleh Laki-laki,’’ tegas wanita Asli Ipuh dan berdarah Malin Deman ini.
Salah seorang tokoh Mukomuko, H Hamdani Makir, SH, M.Hum, berpesan caleg perempuan jangan berkecil hati. Isu itu berkembang bukan tanpa alasan, kenyataannya ada diantara caleg perempuan yang diusung untuk memenuhi kuota saja. Namun juga banyak mereka yang serius dan bisa memenangi pemilu. Kalau perempuan diberi kesempatan, ia yakin mereka punya kemampuan untuk berbuat kebih banyak.
‘’Pelengkap itu tidak semua caleg perempuan, ada mereka yang serius dan punya kans besar menang. Juga sebaiknya dalam politik, jangan saling menjatuhkan dengan cara yang tidak baik dan bisa memancing ketidak nyamanan,’’ tutupnya.(jar)

Sistim Pemilu Membingungkan Masyarakat
//Musfar: Pelaksana Pemilu Kurang Aktif
POLITIK RM – Menurut Musfar Rusli, Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko, masyarakat masih buta pengetahuan soal pemilu. Sementara pelaksana pemilu yang punya kewajiban melakukan sosialisasi belum juga aktif memberi keterangan kepada masyarakat.
Dikatakan Musfar, banyak persoalan pemilu yang sampai sekarang tidak diketahui oleh masyarakat, termasuk caleg sendiri. Semestinya KPU melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan seluruh caleg atau partai menyampaikan tentang pemilu. Juga banyak pertanyaan dari masyarakat yang meski mereka jawab.  Hingga dengan demikian, pemilu bisa berlangsung dengan sukses. Parahnya lagi, kata Musfar, beberapa petugas PPS dan PPK yang sempat ia tanyai juga belum sepenuhnya paham.
‘’Kalau tidak disosialisasikan dari sekarang, bagaimana kita paham dengan sistim pemilu. Yang mana surat suara utuk kabupaten, provinsi hingga pusat tidak jelas. Anehnya jangankan masyarakat, petugas KPU saja sejauh ini masih belum menguasai, kami telah mengujinya,’’ kata Musfar.
Masih dikatakan Musfar, ada beberapa hal yang menurutnya bisa merusak kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Diantaranya warna surat suara, tata cara pencoblosan yang benar dan termasuk aturan-aturan pemilu lainnya yang bersifat teknis.
‘’Kalau di daerah lain, kami melihat KPU dan Panwasnya cukup aktif, namun aneh di Mukomuko, pemilu tidak begitu menggema. KPU kurang sosialisasi dan juga caleg kebingungan,’’ tutupnya.(jar)

Bappilu Hanura Tak Bisa Diandal
POLITIK RM – Empat Orang Caleg dari Partai Hanura untuk DPRD Provinsi Bengkulu sejauh ini kian aktif berjuang mencari dukungan sebanyak-banyaknya. Mereka optimis, minimal 1 kursi untuk provinsi akan diraih. Apalagi caleg mereka tersebar di tiga dapil di Mukomuko. Di lain sisi, sangat disayangkan keberadaan tim pemenangan pemilu (Bappilu) Hanura bentukan DPD Provinsi Bengkulu yang belum terlalu maksimal bergerak. Sedianya bappilu mengorganisir pergerakan caleg untuk memudahkan.
Caleg Nomor 1 Hanura untuk DPRD Provinsi, Anton Hidayat, mengungkapkan saat ini mereka bergerak pelan-pelan namun pasti. Dimana setiap caleg punya basis masing-masing untuk dibina secara terus menerus.
‘’Kami merasa yakin meraih jatah satu kursi, karena melihat komposisi yang cukup baik. Dari 12 partai peserta pemilu, kita boleh dikatakan lumayan berpeluang. Sebab beberapa parpol, hanya satu caleg saja yang berjalan,’’ kata Anton.
Namun Anton mengakui, mereka terpaksa berjuang total melakukan kampanye. Caleg Hanura tidak bisa mengandalkan bappilu, karena sejauh ini belum tampak pergerakannya.
‘’Kita mengandalkan bappilu juga tidak ada gunanya, lebih bagus bergerak sendiri dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Yang jelas saya terus memberi support kepada caleg di bawah dan kawan-kawan,’’ tutupnya.(jar)

Polres Siapkan Linmas Profesional
POLITIK RM – Bertempat di Balai Pertemuan Ipuh Sakti, Kecamatan Ipuh, Polres Mukomuko melakukan sosialisasi dan pelatihan linmas untuk pengamanan pemilu. Sebanyak 178 Linmas dari tiga kecamatan yaitu Ipuh, Malin Deman dan Air Rami disiapkan untuk mengamankan jalannya pelaksanaan  pemilu bersama dengan Polres Mukomuko, TNI dan Satpol-PP. Dibutuhkan petugas yang Profesional agar terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Pelatihan yang dibuka senin lalu ini, berlangsung selama 5 hari secara bergiliran di lima lokasi yang berbeda. Dimana untuk Kecamatan Pondok Suguh, Sungai Rumbai dan Teramang Jaya dipusatkan di Kecamatan Pondok Suguh. Selanjutnya Kecamatan Teras Terunjam, Selagan Raya dan Penarik di pusatkan di Kecamatan Penarik. Kemudian 6 kecamatan lainnya dipusatkan di Kota Mukomuko dan Lubuk Pinang.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol.  Laba Meliala, S.Ik didampingi Kasat Sabara, AKP. Hasdi dan Kasat Binmas, AKP. Rufaicen, SH mengatakan bahwa di dalam pelatihan, linmas dibekali segala sesuatu yang dibutuhkan. Karenanya pihak kepolisian berharap agar peserta pelatihan bisa serius menyerap arahan yang disampaikan.
‘’Sesuai dengan Undang-Undang, kami menyampaikan materi pelatihan terkait pemilu, teknik pengamanan dan stimulasi pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sehingga terciptanya kondisi yang kondusif,’’ ungkap Kasat Sabara.
Kepala Satpol PP, AKBP PP Iskameri, S.Pd, M.Si mengatakan, pelatihan linmas sebagai upaya untuk menyonsong kesiapan pelaksanaan pemilu nanti. Selain pelatihan juga akan di lakukan stimulasi. Karena dalam pelaksanaan nanti linmas akan dikomando lansung oleh Satpol PP.
‘’Disini kami menjelaskan agar semua linmas serta mengerti dan memahami tupoksi yang harus dilakukan pada saat pemilu nanti. Karena pihak kami yang akan mengkomandokan langsung. Selain itu kami juga menjelaskan dengan rinci hal yang harus dilakukan termasuk honor linmas juga turut disampaikan,’’ tutup Iskameri.(dum)

Mundur dari Persaingan Lebih Bijak
Hamdani : Ketimbang Nanti Stress
POLITIK RM – Hari pencoblosan tersisa 2 bulan lebih lagi, dari 296 caleg yang maju sebagai peserta pemilu 2014, hingga saat ini tak sampai separohnya yang terus bergerilya mencari dukungan. Selebihnya diam dan menghilang dari persaingan politik. Ada beberapa alasan mundurnya para caleg ini dari persaingan, diantaranya tak siap dengan anggaran yang dibutuhkan dan tidak siapnya mereka disegi mental serta dukungan. Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh Mukomuko yang juga dosen senior Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum, mereka yang cepat sadar tidak akan bisa menang dengan mundur dari persaingan jauh lebih bijak.
Dalam dunia politik, kecukupan dana dan juga nama besar ditengah masyarakat adalah tuntutan. Jika dua ini belum ada, maka caleg tidak akan bisa keluar sebagai pemenang pemilu. Maka sebaiknya kalau sudah demikian adanya, pilihan mundur dari persaingan jauh lebih bijak, ketimbang mamaksa diri yang berdampak buruk ke depannya.
‘’Saya pikir mereka yang mundur sudah bisa mengukur kemampuannya, sebab  mau tidak mau, kalau mengikuti alur persaingan, anggaran harus ada dan juga punya nama di tengah masyarakat. Untuk apa kita payah-payah hasilnya tidak memungkinkan,’’ kata Hamdani.
Dampak dari caleg yang memaksa bersaing dengan tidak memiliki kemampuan bermacam-macam. Diantaranya stress dan keretakan dalam rumah tangga hingga masalah lain. Namun bukan berarti peluang duduk tidak ada, semua caleg punya peluang. Mereka yang tidak bergerak sama sekali hari ini, bukan tidak mungkin bisa meraih dukungan lebih banyak, sebab semuanya tuhan yang menginginkan.
‘’Kalau kita katakana tidak mungkin, bukan berarti mustahil mereka yang tak punya nama besar bisa duduk, karena garis tangannya ada. Namun secara kasat mata dan kemampuan manusia, dua faktor diatas harus ada. Punya uang saja tidak cukup, juga sekedar dikenal saja juga tidak menjamin,’’ tutupnya.(jar)


Caleg Perempuan Kurang Populer
POLITIK RM – Jumlah caleg perempuan Kabupaten Mukomuko yang maju pada pemilu 2013 lebih dari 30 persen dari total caleg di Mukomuko. Namun sayangnya dari jumlah itu hanya beberapa saja caleg perempuan yang total terjun untuk mengejar target memenangi pemilu. Sebagian besarnya sesuai dengan prediksi banyak pihak sebelumnya, jika caleg perempuan sekedar memenuhi syarat yang diminta Komisi pemilihan umum (KPU), yaitu 30 persen kuota perempuan.
Ada beberapa faktor penyebab lemahnya komposisi caleg perempuan pada pemilu 2014. Diantaranya mereka terkendala dengan amunisi untuk bergerak menyamapi kaum lagi-laki dan juga sebagai besar caleg perempuan merupakan politisi dadakan. Tidak banyak dari mereka yang sudah berbuat jauh sebelumnya, hanya dikenal saat ini saja.
Dosen senior Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum mengatakan untuk melahirkan dewan perempuan cukup sulit, karena figurnya susah dicari. Caleg yang ada sekarang, menurutnya bukan politisi yang punya gebrakan atau sudah berbuat sebelumnya. Mereka hanya tiba-tiba muncul sebagai politisi lantaran ikut-ikutan atau sekedar memenuhi kuota saja. Sementara terjun ke dunia politik tidak cukup bisa mendekati masyarakat saat pemilu saja.
‘’Kita tahulah, kalau politisi perempuan yang terlihat saat ini, sebagian besar tidak punya dasar. Maka mereka sulit bersaing dengan caleg laki-laki yang sedikit banyaknya sebelum terjun sudah berkecipung di tengah masyarakat. Belum lagi kendala dana dan sebagainya, maka kita sulit untuk bisa mencetak dewan perempuan,’’ kata Hamdani.
Perempuan sendiri, selama ini juga sulit bersatu untuk mengakat kaumnya di parlemen. Untuk pendidikan, pada dasarnya perempuan sekarang cukup bagus. Namun mereka kurang tertarik dengan dunia politik, lebih memilih terjun ke dunia kerja, seperti pegawai dan sebagainya. Mudahan kalau tidak pemilu sekarang, ke depannya ada perubahan persaingan perempuan dalam menuju kursi parlemen.
‘’Kalau pendidikan, kita tidak ragukan lagi. Bahkan kalau jadi dewan, perempuan rasanya cukup baik. Sebab mereka punya kelembutan dan prasaan lebih baik,’’ tutupnya.(jar)

Didukung, Bang Ken Akan Menang
POLITIK RM – Dukungan untuk Bang Ken atau H. Ahmad Kenedi, SH.MH terus berdatangan. Terkhusus di Mukomuko Bang Ken diperkirakan akan keluar sebagai pemenang. Pasalnya nama Bang Ken, terlepas ia mantan wali kota Bengkulu, bagi masyarakat Mukomuko sudah tidak asing dan ia juga sebagai sosok yang ikut menyukseskan pemekaran Kabupaten Mukomuko saat itu. Maka wajar saja, sebagai ungkapan bangga dan terimakasih atas perhatiannya selama ini.
Dihubungi, Bang Ken mengaku bangga karena rekan-rekan seperjuangannya terus memberi suport. Sebab ia bisa maju sebagai calon Dewan Pimpinan Daerah (DPD) nomor 2 atas masukan dan dukungan dari banyak pihak. Maka kepercayaan orang-orang yang menginginkannya mewakili Bengkulu ini harus ia pegang dan berusaha sekuat mungkin untuk bisa memenangi pemilu mendatang.
‘’Kita berterimakasih atas dukungan dari kawan-kawan yang ada,  mudahan saja kepercayaan dari masyarakat ini bisa mengantar saya ke DPD periode 2014 - 2019. Saya sangat berharap semua bisa memberi masukan dan dukungan,’’ kata Bang Ken.
Maju sebagai calon DPD, Ahmad Kanedi sudah mengantongi data dan fakta apa yang harus ia perjuangkan. Terutama di Mukomuko, Bang Ken paham betul. Sebab ia rutin mengunjungi kawan-kawan seperjuangannya dan meninjau kondisi masyarakat. Selain di Mukomuko, dukungan untuk Bang Ken, dai kabupaten lainnya juga tidak kalah besarnya. Sebab Bang Ken merupakaan putra Bengkulu yang terus bergerilya jauh dari rencananya maju sebagai calon DPD.
‘’Kalau memang nanti diberi kepercayaan, kita sudah punya data apa yang harus diperbuat. Kita mengenal masyarakat dan kebutuhan mereka, terutama dalam menunjang perekenomian,’’ tutup Bang Ken.(jar)

Bendera Parpol Berkibar di Depan Rumah PPL
POLITIK RM – Kampanye yang dilakukan para calon anggota legislatif (Caleg), baik secara langsung ataupun melalui timnya mulai melenceng dari aturan yang ditetapkan. Titik-titik lokasi pemasangan atribut kampanye,  baik itu bergambarkan si caleg atau parpol pengusungnya sembarang saja. Contohnya di Desa Sibak, di depan rumah Petugas Pengawas Lapangan (PPL) Panwaslu Mukomuko dipasangi bendera salah satu parpol. Sontak saja, hal itu membuat PPL atas nama Irwanto berang dan kecewa. Apalagi pemasangan tersebut sepengetahuannya tanpa ada izin ataupun pemberitahuan.
Dikatakan Iwan, sejak awal ia sudah mengingatkan pada caleg dan juga pengurus parpol untuk di depan rumahnya tidak dipasangkan atribut kampanye. Sudah menjadi aturan, selaku petugas pengawas pelaksanaan pemilu di tingkat desa, Iwan harus netral. Keberadaan atribut parpol membuat image negatif di mata orang, dimana seolah-olah Iwan memberi dukungan pada salah satu partai politik atau caleg.
 ‘’Saya harus netral selaku petugas pengawas, maka kalau bendera di pasang depan rumah saya tidak setuju. Saya melihat caleg asal pasang saja bendera tanpa izin dari pemilik tempat atribut itu dipasang,’’ kata Irwanto.
Bukan hanya di depan rumahnya, tim sukses caleg maupun kader dan simpatisan parpol juga harus berpamitan terlebih dulu sebelum memasangkan atribut, apapun itu bentuk dengan si empunya rumah. Sebab rumah pribadi berbeda dengan lokasi umum seperti halnya rumah makan, warung kopi dan tempat usaha lain.
‘’Sebaiknya ada sikap saling menghargai dan komunikasi yang baik, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari. Saya bukan apa-apa, seluruh partai memang tidak diizinkan dipasang depan rumah,’’ tutupnya.(jar)


Bambang Ajak Sukseskan Pemilu 
POLITIK RM - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Bambang Soeroso, yang kembali maju pada pemilu saat ini memanfaatkan kunjungannya ke Mukomuko dengan galang aspirasi masyarakat Mukomuko. Saat hadir di Mukomuko kemarin, ia sempat bertatap muka langsung dengan organisasi masyarakat, pemuda, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, petani dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain mendengar aspirasi warga, Bambang mengajak masyarakat untuk menyukseskan perhelatan pesta demokrasi, Pemilu Legislatif pada 9 April mendatang.
Bambang menilai pembangunan di Kabupaten Mukomuko sejauh ini sudah berkembang pesat, setelah menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) sekitar sepuluh tahun lalu. Namun dalam menata PNS menurut Bambang masih perlu ditingkatkan. Pelayanan terhadap petani, nelayan dan masyarakat secara umum harus ada perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Menurut Bambang, ini penting bagi masyarakat untuk menempatkan pilihan kepada seorang wakil rakyat nantinya.
‘’Ini yang memacu kita untuk turun langsung ke daerah kabupaten/kota agar informasi, baik keluhan maupun masukan dari masyarakat bisa digalang. Di Mukomuko, termasuk daerah yang perkembangannya cukup baik setelah terbentuk DOB, namun masih banyak yang mesti ditingkatkan lagi dan butuh diberikan dorongan untuk pembangunannya. Termasuk di segala sektor,’’ ungkap Bambang.
Bambang juga mengimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilu. Itu tidak lain sebagai bentuk kepedulian terhadap negara adalah dengan ikut serta dalam memberikan hak suara.
‘’Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pemilihan wakil rakyat dan anggota DPD, dengan demikian kita harapkan masyarakat menggunakan hak pilihnya, sebab itu salah satu wujud kita peduli dengan negara,’’ demikian Bambang.(nek)

NasDem Dapil II Mengklaim Kompak
POLITIK RM – Persaingan internal caleg dalam satu partai untuk mendapat dukungan terbanyak diprediksi banyak pihak lebih panas daripada tingkat  persaingan caleg berbeda parpol. Anggapan ini tidak dibenarkan oleh para penggawa Partai NasDem yang menghuni Dapil II. Sesama caleg NasDem mereka kompak saling bantu dan bahu-membahu untuk menutupi kekurangan sama lain. Persaingan bagi mereka adalah dengan caleg partai politik lain.
Seperti diungkapkan oleh salah satu caleg NasDem, H Paulus Sabar Sudiyo,  S.Sos dimana sesama caleg NasDem mereka selalu kompak menjaga hubungan baik dan berkomunikasi. Bahkan pada saat tertentu mereka bersamaan berkumpul dengan warga. Baginya, sesama caleg NasDem tujuan utama adalah memenangi pemilu. Masing-masing caleg fokus mencari dukungan di basis masing-masing.
‘’Kalau persaingan internal kami tidak pikirkan itu, sebab target utama kita membawa partai menang lebih dahulu. Persaingan yang harus dihadapi adalah dengan caleg partai lain, kami selalu berkomunikasi dan bersama-sama, saling bantu dan menutupi kelemahan masing-masing,’’ kata eks Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko ini.
Caleg nomor urut 1 ini mengaku bangga karena seluruh caleg NasDem di  Dapil II aktif bergerak dan punya kemampuan. Tentang anggapan banyak orang, NasDem parpol paling berpeluang menang, terkhusus di Dapil II karena dihuni oleh tokoh ternama, seperti dirinya, HM Maril, Wagiran dan lainnya, Sabar enggan ambil pusing.
‘’Kata orang caleg NasDem hebat-hebat, mungkin saja iya. Namun yang pasti kami tidak terpengaruh atas ungkapan itu. Semua harus berusaha, sebab tidak ada caleg yang tak berpeluang, selagi berusaha,’’ tegasnya.
Wagiran sendiri mengakui, mereka selalu berusaha mencari dukungan, baik saat bersama-sama maupun bergerak sendiri-sendiri. Persaingan yang mereka utamakan dengan caleg asal partai lain. Sesama caleg NasDem mereka selalu menjalin kebersamaan dan saling mengingatkan dan menutupi. Karena dengan demikian, target memenangi pemilu bisa dicapai.
‘’Kita kompak berusaha mencari dukungan sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan dan kesempatan yang ada. Kita partai baru, perlu banyak sosialisasi dan juga kerja keras agar mendapat dukungan,’’ tutupnya.(jar)

NasDem: Pelanggaran Pemilu Tak Tersentuh
POLITIK RM – Berbagai dugaan pelanggaran diduga terus terjadi yang dilakukan oleh para peserta pemilu maupun timnya. Diantaranya dugaan money politik, berupa bagi-bagi uang, barang hingga pengoralan jalan dalam desa oleh caleg. Namun sayangnya sejauh ini petugas yang diberi kewenangan untuk menindaklanjuti masalah ini, belum mampu menjalankan fungsinya.
Disampaikan oleh Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko, Musfar  Rusli, bukan rahasia lagi, isu caleg bagi-bagi dan caleg bantu pengoralan jalan tersebut, bahkan terjadi di semua dapil. Ini sesuai aturan pemilu yang ditetapkan, jelas-jelas pelanggaran, namun sampai sejauh ini, tidak ada satupun yang diproses .
‘’Sebetulnya bukan sekedar isu lagi, semua sudah mengetahui caleg  serak koral jalan dan bagi-bagi uang hingga barang. Namun sayang kenapa tidak ada proses terhadap pelanggaran ini,’’ kata Musfar.
Soal jawaban tidak ada laporan, menurut Musfar bukan jawaban seorang petugas yang dibayar dengan uang Negara. Ditetapkan ada pengawas pemilu hingga ke tingkat desa untuk melakukan pengawasan langsung bukan menunggu laporan. Ia menduga petugas belum menguasai apa yang harus ia kerjakan, lantaran kurang diberi pelatihan tentang pemilu ini.
‘’Nampaknya Panwalu perlu memberi pelatihan kepada petugasnya di bawah, baik panwcam atau PPL. Kalau mereka tidah tahu ada pelanggaran tidak mungkin, hanya kurang dilatih dan belum serius,’’ tegas Musfar.
Eks Ketua DPRD Mukomuko, H. Paulus Sabar Sudibyo, S.Sos juga mengakui dugaan pelanggaran pemilu itu terjadi saat ini. Diantaranya di Dapil II  ada informasi pengoralan jalan oleh caleg. Termasuk isu caleg bagi-bagi sudah biasa. Namun untuk sekarang, tindakan seperti itu masuk dalam kategori pelanggaran pemilu atau tidak, ia belum tahu pasti.
‘’Makanya kita tanyakan, apakah tindakan semcan itu pelanggaran atau tidak, kalau ia kenapa tidak ada tindak lanjutnya. Namapnya harus ada sosialisasi lebih intens dari pelaksana pemilu kepada caleg atau petugasnya,’’ tutup Sabar.(jar)

Wednesday, 22 January 2014

Kabupaten Mukomuko Berpolitik

Dinilai Berjasa, Kans Mbah Limin Besar 
POLITIK RM – Dari beberapa nama Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Mukomuko yang berdomisili di SP 5, Desa Tirta Makmur dan Tirta Mulya, Kecamatan Air Manjuto, nama Sulimin atau yang akrab disapa Mbah Limin memiliki kans besar meraup dukungan penuh. Dari keterangan sejumlah warga saat ditemui Radar Mukomuko (RM) kemarin, sosok Mbah Limin dinilai berjasa saat merintis membuka wilayah penduduk transmigrasi di Kabupaten Mukomuko bersama-sama pemerintah. Karenanya, sebagai bentuk hormat dan penghargaan terhadap Mbah Limin, warga menyatakan dukungan.
‘’Kalau di SP 5 ini, Sulimin masih kuat, karena warga masih mengingat jasa-jasanya pada saat pembukaan wilayah transmigrasi dulu. Selain itu, Sulimin juga mempunyai jaringan yang cukup luas, bukan hanya di daerah penduduk transmigrasi tapi juga dengan warga asli Mukomuko. Kalau untuk caleg yang lain mungkin jadi pelengkap administrasi  saja,’’ ungkap Gani, warga Tirta Makmur.
Sementara dari pandangan Tomo, juga warga Tirta Makmur yang akan menyaingi perolehan suara Sulimin adalah Edi Sutanto dan Purwanto.
‘’Contoh nyata dari Sulimin, pada saat menjabat kepala desa dulu pernah dia didemo warga. Tapi begitu mencalon lagi masih terpilih. Itu membuktikan bahwa Sulimin masih mempunyai pendukung yang militant dan kuat. Itu baru di SP 5 saja, jaringan dia (Sulimin, red) di SP lain juga kuat,’’ analisa Tomo.
Berbeda lagi dengan salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Pur, begitu panggilan akrabnya. Pur yang mengaku tidak mengikuti betul perkembangan politik di Kabupaten Mukomuko mengisyaratkan mendukung calon yang ia kenal dan rumahnya berdekatan. Calon tersebut adalah Edi, asal Partai Golkar. 
‘’Kalau saya paling pilih yang dekat saja. Kita nggak enak, ada calon yang dekat kenapa harus pilih yang jauh dan enggak kita kenal,’’ kata Pur polos.(cw2)


Kepindahan Alamsyah Cs Tidak Mempengaruhi PDIP
POLITIK RM – Rupanya bukan baru-baru ini Alamsyah dan beberapa kader Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mukomuko mengundurkan diri dan pindah ke partai lain. Dijelaskan pentolan DPC PDIP, I Wayan Adnyana, Alamsyah cs sudah lama tidak bergabung di PDIP. Dan semenjak ketiadaan mereka, tidak mempengaruhi eksistensi partai. Termasuk dalam menghadapi pemilu.
Sekalipun sebelumnya Alamsyah menjanjikan kemenangan bagi partai barunya, NasDem, I Wayan memastikan partainya tidak tinggal diam. PDIP tetap optimis akan keluar sebagai pemenang pemilu.
‘’Mereka (Alamsyah cs) memang sudah lama tidak bersama dengan kami (PDIP), maka kalau ada mereka menyatakan pindah ke partai lain, itu sama sekali tidak berpengaruh apa-apa dengan partai,’’ tegas I Wayan.
Sekretaris DPC PDIP, Mujiono, S.IP turut membenarkan bahwa Alamsyah cs tidak terdaftar dalam kepengurusan partai sejak lama. Soal pernyataan Alamsyah dirinya ada mengantongi SK dari DPP, itu bukan menandakan bahwa Alamsyah merupakan kader yang ‘’spesial’’ di PDIP. Semua pengurus PDIP memang  di SK-kan langsung dari pusat.
‘’Kami tidak merasa ada yang kurang, sebab mereka sudah lama, itu bisa saja, ke partai manapun mereka pindah wajar saja. Bukan saja di tingkat kabupaten, di pusat orang pindah partai biasa saja,’’ kata Mujiono.
Terkait alasan kepindahan Alamsyah cs karena kecewa kepada pengurus PDIP, terutama yang sudah berhasil duduk di kursi legislatif sama sekali tanpa  sepengetahuan Mujiono. Mujiono juga membantah jika selama ini, pihaknya tidak memperhatikan partai dan kader-kader.
‘’Kita selalu bersama dan memikirkan partai, kalau khusus untuk memanjakan pengurus tidak mungkin, banyak rakyat yang harus kita layani selaku anggota dewan,’’ tutup Mujiono.(jar)

Pentolan PKB Ngaku Jadi Korban Black Campaign
POLITIK RM - Masa kampanye Pemilu 2014 yang sudah berlangsung cukup lama, berangsur tak sehat lagi. Untuk mendapat dukungan dan merusak dukungan bagi lawan masing-masing, aksi dugaan black campaign (kampanye hitam, red) mulai merajalela. Seorang caleg disebutkan tak segan-segan menjelek-jelekkan lawan politiknya, baik dalam perahu yang sama, apalagi berbeda partai.
Kondisi ini diakui oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB) Kabupaten Mukomuko, Adrizon N. Adrizon sendiri merasa sudah menjadi korban aksi dugaan black campaign oleh lawan politiknya.  Berbagai isu mengenai keburukan dan kelemahannya disebarluaskan ke publik, padahal tidak demikian adanya versi Adrizon.
‘’Kita sangat menyayangkan aksi black campaign ini, perbuatan itu sudah merugikan orang lain dan masyarakat. Saya merasa sudah menjadi korban dan juga kawan-kawan lainnya. Isu yang tidak benar mereka kembangkan di tengah masyarakat hingga membentuk opini,’’ kata Adrizon.
Ia meminta para caleg mencari dukungan dengan cara yang benar dan lebih bermatabat. Aksi black campaign merupakan kejahatan dan dapat merusak hubungan sesama. Persaingan politik hanya terjadi  sesaat saja, seharunya hubungan baik sesama tetap dijaga. Untuk caleg PKB ia menekankan, untuk tidak melakukan cara yang salah dalam berkampanye.
Juga ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom mengakui isu politik kotor oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sudah terjadi diberbagai tempat. Seakan-akan ada caleg yang begitu bagusnya, hingga berani mengisukan lawannya dengan tidak baik. Kepada caleg Hanura, ia juga mengingatkan agar lebih menggunakan hati nurani dalam memenangi pemilu.
‘’Masyarakat tahu siapa yang terbaik dan tidak layak, kenama harus saling jatuhkan dengan cara tidak baik. Mari berjuang bersama dengan hati nurani,’’ tutup Hermansyah.(jar)

Rebut Mago Dapek-Dapek Joa Rp 10 Juta
//Persembahan Yuan Rasugi Sang
POLITIK RM – Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko. Yuan Rasugi Sang anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Dapil Provinsi Bengkulu yang saat ini kembali maju sebagai kandidat calon DPD Nomor 20 meluncurkan program berbagi uang atau mago Dapek—Dapek Joa (DDJ). Caranya mudah, gunting iklan sang senator yang berada di halaman depan Koran Harian Radar Mukomuko (RM) lalu isi biodata dan pesan untuk sang senator. Masukkan dalam kotak yang sudah disiapkan di kantor RM setiap harinya. Semain banyak mengirim semakin besar kesempatan mendapatkan uang. 20 orang yang beruntung berhak atas uang Rp 5 juta per bulan atau Rp 10 juta untuk dua bulan.
Pengundian pertama dilakukan pada akhir Februari mendatang. Bagi mereka yang beruntung keluar sebagai pemenang, selain membawa pulang uang, juga akan berpoto bersama dengan sang senator untuk diterbitkan di RM. ‘’Silakan gunting iklan sang senator yang ada di halalam depan Radar Mukomuko, isi dan langsung masukkan ke kotak di kantor Radar Mukomuko, nanti akan diundi langsung oleh sang senator kalau beliau tidak ada agenda di luar,’’ kata Siti Hadijah, karyawati RM.(jar)

2.208 Pemilih Masih Dikaji
POLITIK RM – Jumlah pemilih sah terakhir pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko adalah, 119.095 jiwa. Angka ini setelah dikurang sebanyak 7000 lebih pemilih yang diragukan keberadaanya, sebab diduga ganda dan juga tidak lengkap data dan nomor NIK lainnya. Dari 7000 yang dipangkas ini, sebanyak 2.208 jiwa masih dikaji kembali keabsahannya. Data ini berdasarkan laporan berita acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko pada rapat sabtu lalu.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Sofia Diana, SE menerangkan rapat yang digelar pada sambtu lalu dihadiri sekitar 5 parpol saja dan undangan lainnya. Rapat ini bukan berupa pleno tetapi penyampaian berita acara hasil invalid data pemilih oleh KPU. Dimana dalam temuan beberapa waktu lalu, terdapat 7000 data pemilih diragukan. Alhasil dari 7.000 ini terisisa sebanyak 2.208 suara yang akan ditindak lanjuti kembali, selebihnya dinyatakan data bermasalah dan langsung di hapus.
‘’Data yang masih dikaji lagi kebenarannya ini, kita serahkan kepada Dinas Kependudukan, untuk dicari nomor NIKnya, sebab data ini hasil dari pendataan oleh PPK di lapangan, maka bisa jadi mereka betul-betul belum mendaftar di dukcapil atau sebagainya,’’ kata Diana.
Lanjutnya, jumlah ini masih bisa berubah seketika, sebab KPU akan terus melakukan hingga beberapa hari sebelum pemilihan dilakukan. Maka masyarakat bisa melaporkan, bila tidak menemukan namanya dalam data pemilih yang sudah disebar luaskan oleh KPU sejak beberapa waktu lalu. Termasuk koreksi jumlah pemilih yang sudah ada,dari data ganda dan hal lainnya juga akan dilakukan kembali. KPU menargetkan, pemilih yang terdaftar betul-betul ada dan menggunakan hak pilihnya.
‘’Kefalitan data menentukan ukuran suksesnya pemilu 2014, maka KPU terus menyesuaikan setiap data pemilih hingga beberapa saat sebelum pemilihan dilakulan,’’ papar Diana.
Ketua KPU, Dawud, S.Ag juga menegaskan data pemilih yang diragukan akan ditelusuri kembali keberadaannya. Ini untuk menghindari data yang tidak benar, hingga mengakibatkan persentase golput tinggi. Dalam koreksi sejak beberapa waktu lalu sesuai temuan panwaslu dan PPK ada sekitar 7000 pemilih yang diragukan datanya. Terakhir dari jumlah ini masih tersisa sekitar 2000 orang lagi.
‘’Kita berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan masyarakat terdaftar sebagai pemilih dan data yang masuk betul-betul sesuai. Maka kawan-kawan PPK dan PPS selalu kita ingatkan,’’ tutupnya.(jar)

Incumbent Jadi Sasaran Empuk

POLITIK RM – Maju kembali sebagai calon anggota legislatif (Caleg),  seorang incumbent tentunya memiliki kelebihan dan juga kelemahan. Satu pihak diuntungkan dengan nama besarnya dan diperkirakan memiliki modal cukup untuk kampanye. Disis lain mereka harus menghadapi berbagai isu politis yang diciptakan oleh lawan politiknya. Kebanyakan yang diungkit adalah kelemahannya saja.
Suasana ini diakui oleh salah seorang politisi Partai Demokrat asal Dapil 2 Kabupaten Mukomuko, Sardiman. Menurutnya sebagai calon incumbent serang politik dari lawan-lawannya sudah menjadi hal biasa. Serang yang datang dari berbagai sisi, setiap gerakan mereka didikte sedemikian rupa, namun isu yang berkembang kebanyakan negatifnya saja. Terutama yang menjadi serangan empuk adalah soal pembangunan, kondisi jalan yang belum merata bagus, misalnya. Dewan menjadi sasaran untuk disalahkan, sementara pembangunan sudah sukses tidak disebutkan.
‘’Kita serahkan saja kepada masyarakat, yang jelas berusaha sesuai kamampuan dan cara masing-masing. Kita selaku incumbent ini bergerak serba salah. Isu yang dikembangkan yang tidak sukses saja, yang sukses tidak. Saya sadari itu, padahal untuk perjuangan, semuanya kita usahakan,’’ kata Sardiman.
Untuk target, sosok yang akrap disapa Eman motor ini, tidak berani pasang target muluk-muluk dalam persaingan kali ini. Baginya mampu mempertahankan jumlah suaranya pada pemilu 2009 lalu sudah maksimal. Kalau memang memungkinkan untuk kemenangan bagi partai, ia akan berjuang lebih keras agar bisa meningkatkannya. Terkait dengan caleg yang berani pasang target hingga 2 ribu suara, menurut Eman, semua hanya Mop saja.
‘’Kalau persaingan, sekarang lebih keras, sebab caleg lebih giat, untuk sebuah partai yang lolos, jumlah suara meningkat. Namun perolehan caleg, diperkirakan berkurang, sebab pembagian suara antar calon lebih rata,’’ tutupnya.(jar)

Kehadiran Rio Capella Ditunda
POLITIK RM – Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Patrice Rio Capella dipastikan gagal datang ke Mukomuko dalam waktu dekat. Jika tetap jadi datang, diperkirakan mendekati waktu pemilihan mendatang atau saat masa kampanye terbuka dilangsungkan. Penundaan ini seiring dengan kesibukan para caleg dan pengurus untuk berkampanye di dapil masing-masing.
Disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril, pihaknya sudah memikirkan matang-matang rencana kehadiran Rio ke Mukomuko pada bulan ini. Maka hasilnya dipastikan urung datang dengan waktu penundaan belum diketahui batasnya. Rencananya Rio akan ke Mukomuko pada saat kampanye terbuka dilangsungkan.
‘’Kalau dalam waktu dekat ini tidak ada agenda Rio ke Mukomuko, kita usahakan nanti tetap datang, kemungkinan mendekati waktu pencolosan pemilu. Sekarang kita fokus bergerak di dapil masing-masing mengejar target menang,’’ kata Busril.
Lanjutnya, gagalnya kehadiran Rio, selain kesibukan  masing-masing caleg dan pengurus juga terkait dengan aturan. Rencananya kahadiran Rio akan disambut ribuan massa NasDem dan juga kegiatan kampanye lainnya. Sementara aturannya, saat ini belum diizinkan mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Yang pasti beberapa petinggi NasDem akan didatangkan ke Mukomuko saat masa kampanye.
‘’Kita sudah siapkan, karena aturan belum boleh mengumpulkan massa dalam jumlah besar, maka kita sesuaikan saja waktunya nanti. Yang pasti NasDem Mukomuko akan mendatangkan tim pengurus pusat dan provinsi pada waktuya,’’ tutup Busril.(jar)

Hiburan Warga Jadi Panggung Politik
POLITIK RM – Ada hal yang menarik jelang pelaksanaan pemilu saat ini, para politisi yang masuk dalam barisan peserta pemilu makin percaya diri dan menggunakan berbagai kesempatan untuk menampakkan wajahnya. Termasuk pesta yang digelar masyarakat, baik seperti pesda desa dan perkawinan dalam keluarga lainnya, seolah-olah menjadi panggung politik para caleg. Mereka selalu tampak hadir, hingga menyumbangkan berbagai hal, termasuk ikut nyanyi di atas panggung.
Menanggapi hal ini, salah seorang politisi senior Mukomuko, H Tarmizi menganggap biasa saja. Itu bagian dari rumus seorang politisi mendekatkan diri kepada masyarakat. Tidak hanya di Mukomuko, daerah lain juga sama saja. Bahkan orang yang sebelumnya tak dikenal oleh masyarakat, langsung bicara mengenai kemajuan Mukomuko ke depan. Soal pengaruh tampilnya caleg di pesta-pesta, pada dasarnya tetap ada, sebab mereka langsung bertemi dengan warga.
‘’Saya rasa itu wajar dan memang harus dilakukan, setidaknya menampakkan diri kepada masyarakat. mengenai pengaruhnya tak dipungkiri tetap ada, setidaknya caleg lebih dikenal masyarakat. Kalau sama-sama kita masih wajar, ada yang sebelumnya sama sekali tak dikenal, tiba-tiba datang dan bicara soal kemajuan Mukomuko,’’ kata Tarmizi.
Yang lebih baik dan besar pengaruhnya, menurut Tarmizi adalah aksi door to door atau berkunjung dari rumah ke rumah. Karena masyakat Mukomuko pada dasarnya sangat menghargai aksi saling kunjungi tersebut dan selalu diingat. Namun untuk pilihan utama masyarakat tetap pada caleg yang terdekat hubungannya, baik hubungan kekeluargaan dan kedekatan dalam berbagai hal lainnya. Sejauh ini menurutnya door to door sekarang sudah banyak dijalani caleg.
‘’Kunjungan ke tempat pesta dan ada musibah mungkin perlu, namun soal bicara pengaruh, kunjungan dari rumah ke rumah lebih efektif. Masyarakat memilih kebanyakan berdasarkan kedekatan dan hubungan baik,’’ tutupnya.(jar)

Thursday, 16 January 2014

Pemilu Mukomuko 2014

Kandidat






Bengkulu Barat 3

 
Presidium Bengkulu Barat Dukung Ichwan Maju Pilgub
IPUH - Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat, HM Rifa’I Amir, SH menyatakan dukungannya penuh pada Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM maju pencalonan Gubernur Bengkulu mendatang. Bukan sebatas pribadi, Rifa’I memastikan tokoh-tokoh lain yang tergabung dalam presidium dan juga masyarakat memberikan dukungannya. Sebab majunya Ichwan Yunus diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di Kabupaten Mukomuko kedepan, serta pastinya kelancaran perjalanan pemekaran Bengkulu Barat.
Terkait isu yang berkembang bahwa wacana pemekaran Bengkulu Barat ditunggangi misi politis sejumlah kandidat cagub dari daerah lain, Rifa’I dengan tegas menampiknya. Termasuk kehadiran salah seorang bupati dalam acara deklarasi yang bertempat di lapangan Medan Jaya, Ipuh lalu, Rifa’I mengaku tidak ada melayangkan undangan. Sebaliknya, anggapan bahwa pihak panitia acara deklarasi tidak berkoordinasi ataupun mengundang Ichwan dan jajaran untuk hadir, Rifa’I menerangkan pihaknya sudah mencoba untuk menemui langsung Ichwan namun belum berhasil.
‘’Jadi ini yang ingin kita luruskan, kita sangat mendukung Bupati Mukomuko (Ichwan, red) maju sebagai calon gubernur Bengkulu. Bahkan saya pastikan semua masyarakat dari enam kecamatan di calon wilayah Bengkulu Barat ini mendukung full. Kita sama sekali tidak ada berhubungan dengan kandidat calon gubernur lainnya. Baik itu dari Kepahiang, Bengkulu Utara ataupun daerah lain. Kita bukannya tidak melibatkan bupati, pemerintah Kabupaten Mukomuko ataupun DPRD. Tetapi untuk saat ini kita masih mengumpulkan data lapangan. Kita pun sudah empat kali mencoba menemui beliau (bupati, red) namun belum berhasil bertemu langsung,’’ jelas  Rifa’I kemarin.
Rifa’I lebih lanjut meminta kepada semua pihak untuk tidak berupaya membuat jurang antara wilayah yang menurut rencana memekarkan diri menjadi sebuah kabupaten dengan kabupaten induk, yakni Kabupaten Mukomuko. Sembari terus bergerak, Rifa’I telah memberi komando pada jajaran presidium untuk membantu Pemkab Mukomuko, terkhusus Ichwan Yunus  merealisasikan program-program pembangunannya.
Secara terpisah, Ichwan menerangkan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi disertai dokumen-dokumen yang menjadi dasar dan persyaratan rencana pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat. Karenanya Ichwan lebih menilai Bengkulu Barat masih sebatas wacana.
‘’Itu kan masih sebatas wacana. Dan lagi yang mendeklarasinya itu  siapa,’’ singkat Bup.(dum)

Sang Senator Bertekad Lanjutkan Perjuangan
POLITIK RM – Yuan Rasugi Sang, S.Sos, MH ‘’Sang Senator’’ yang kembali bersaing pada pemilu 9 April mendatang masih yakin akan mendapat dukungan dari masyarakat untuk kembali mewakili Provinsi Bengkulu sebagai anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI). Ditemui disela-sela kehadirannya pada saat deklarasi Presdium pemekaran Bengkulu Barat beberapa waktu lalu, ‘’Sang Senator’’ dengan percaya diri, yakin masyarakat masih menginginkannya untuk menjabat.
Sejauh Yuan masih fokus menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD RI, terkait dengan gerakan kampanye untuk kembali duduk, Yuan Rasugi Sang mengaku tetap dilakukan bersama dengan masyarakat dan tokoh yang menginginkannya. Sebagai wakil dari daerah, ia harus mengunjungi setiap daerah untuk meninjau dan mendengar aspirasi mereka terkait pembangunan serta cita-cita lain dari masyarakat Bengkulu.
‘’Kita biasa-biasa saja, menjalankan tugas yang dipercayakan dan berusaha melakukan yang terbaik. Untuk pemilu 2014 saya juga berusaha semaksimal mungkin disela-sela kesibukan sekarang. Mudahan saja dan saya yakin masyarakat yang menentukan wakilnya,’’ kata Yuan.
Mengenai basis suaranya, Yuan mengaku secara global Provinsi Bengkulu dibawah binaannya dan menjadi kewajibannya selaku anggota DPD untuk memikirkan dan memperjuangkan kemajuannya. Termasuk Kabupaten Mukomuko baginya bukan daerah yang asing, sebab ia memiliki keluarga besar dan rekan-rekan seperjuangan yang siap memberi support untuk dirinya. Harapannya masyarakat Mukomuko terus bersemangat dan memberi dukungan, karena itu akan menentukan lanjutan dari perjuangannya saat ini.
‘’Mudahan saja, bagi saya semuanya masyarakat yang harus kita bela dan bisa, termasuk di Mukomuko ini, adalah daerah kita sendiri, mudahan saja masyarakat menginginkan saya untuk duduk lagi melanjutkan tugas yang ada,’’ harap Yuan.
Mengenai kehadirannya saat deklarasi Bengkulu Barat pada (12/1) lalu, Sang Senator ini mengaku karena punya beban dan diminta untuk hadir. Tidak ada gerakan politik dibalik kehadirannya tersebut, sebab sebagai anggota DPD ia harus menampung aspirasi masyarakat. Ia menyatakan siap mengusung rencana pemekaran ini di DPD RI nantinya, karena sudah layak dan masyarakatnya juga sudah sangat siap.
‘’Kita hadir sebagai anggota DPD demi masyarakat, karena diminta oleh kawan-kawan untuk ikut menyaksikannya. Tidak ada gerakan politik, perjuangan pemekaran ini wajar dan bisa saja terjadi,’’ tutupnya.(jar)

Baliho dan Spanduk Caleg Dilirik Panwaslu
POLITIK RM – Spanduk dan baliho caleg yang mulai hiasi jalan dan berbagai tempat di Kabupaten Mukomuko mulai dilirik oleh Panwaslu Mukomuko. Setiap pemilik alat peraga kampanye sudah didata dan masuk dalam catatan dugaan pelanggaran pemilu oleh peserta pemilu. Jika terbukti melanggar akan ditindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH mengatakan ia sudah mengerahkan seluruh anggota Panwasli Kecamatan (Panwascam) dan petugas Panwaslu lainnya untuk melakukan peninjauan keberadaan alat peraga caleg tersebut. Jika memang terbukti melanggar aturan pemilu sebagai mana yang diatur pada peraturan KPU dan undang-undang yang berlaku, maka akan ditindak.
‘’Kita sudah minta petugas di lapangan untuk mendata dan mempelajari keberadaan baliho dan juga spanduk tersebut, yang jelas kita cek dulu dan bandingkan dengan aturan yang berlaku, kalau melanggar tentu ditindak,’’ kata Padlul.
Selagi tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan menimbulkan masalah di lapangan, maka mereka tidak punya hak untuk menindak setiap peraga caleg yang terpasang. Sebab selaku petugas pengawas pemilu, mereka menjalankan tugas sesuai aturan yang ada. Selain peraga yang terpasang berupa spanduk dan peraga lainnya, masih ada beberapa dugaan pelanggaran oleh peserta pemilu yang mereka catat untuk dipelajari.
‘’Yang jelas kita melakukan tugas sesuai perintah dan undang-undang, kalau memang tidak pelanggaran dan diluar wewenang panwas, maka kami tidak akan mempersoalkan. Pelanggaran bukan hanya spanduk dan baliho bisa jadi dalam bentuk lain,’’ tutupnya.(jar)

DPD PAN Gelar Rapat
//Bahas Caleg, Pilpres Hingga Pilkada
POLITIK TM – Kemarin para petinggi Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko yang dipimpin langsung ketua DPD Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM menggelar rapat penguatan. Yang jadi pokok bahasan dalam rapat ini terkait pemenangan pemilu 2014, yaitu kesiapan dari caleg, tim pemenangan dan partai sendiri. Juga sempat singgung mengenai persiapan menghadi Pilpres dan Pilkada baik Bupati maupu Gubernur.
Sekjen PAN Mukomuko, Eranardi, S.IP mengatakan cek kesiapan ini amat penting dilakukan. Tujuannya untuk menjaga kebersamaan antar kader PAN dan juga mengenai peningkatan peluang untuk memenangi pemilu atau setidaknya mengejar target yang sudah disepakati. Dalam hal ini tentu kesiapan caleg dalam bersaing menjaga basis suara dan mendapatkan dukungan secara merata menentukan. Termasuk gerakan dari tim pemenangan yang dipercaya oleh partai sejauh ini bagaimana?
‘’Kroscek kekuatan caleg dan tim di lapangan ini penting, Ketua DPD menginginkan setiap caleg bergerak aktif mencari suara sebanyak-banyaknya. Target partai yang sudah disepakati sejak awal menimal 5 kursi harus dicapai,’’ kata Era.
Pada pertemuan ini, Ketua DPD yang juga adalah Bupati Mukomuko ini, mengingatkan kepada setiap caleg temui langsung warga, sampaikan visi dan misi partai. Caleg PAN tidak diperkenankan memberi kepada masyarakat yang masuk dalam ketegori money politik. Yang paling penting adalah menjual figur caleg dan tokoh PAN itu sendiri kepada masyarakat. sebab sejauh ini kader dan petinggi PAN masih diidolakan masyarakat Mukomuko.
‘’Banyak pesan disampaikan ketua untuk kita dalam rangka memenangi pemilu ini, diantaranya peringatan bagi caleg untuk bergerak, jangan melakukan praktek tidak baik dalam pemilu namun harus tetap bisa menang,’’ tegasnya.
Kader PAN lainnya, Chaidirrisman, SH yang juga hadir pada rapat ini, mengatakan, persiapan memenangi pemilu rutin dilakukan oleh partai. Terutama menyangkut kesiapan dari caleg dan kelemahan yang dihadapi. Secara besama dipecahkan untuk menjaga suara PAN di setiap sudut. Ia merasa yakin, kemenangan 2014 nyaris bisa dipastikan bisa digapai partai berlambang matahari putih ini.
‘’Pesan dari ketua ini sangat penting, meski pada dasarnya PAN sudah punya kans besar menang, namun satu hal perlu diingat perjuangan panjang dan semua harus bergerak,’’ tutupnya.(jar)

Tuesday, 14 January 2014

Radar Mukomuko Amris










Politik 2014 2

6 Anggota PPK Diganti
POLITIK RM – Hasil peninjauan ulang terhadap petugas Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, untuk sementara dipastikan sebanyak 6 orang PPK akan diganti dengan yang baru. Jumlah ini masih berpeluang bertambah, jika memang ada temuan yang mengakibatkan anggota PPK dianggap tidak layak. Adapun alasan pergantian diantaranya, petugas PPK memiliki hubungan kekeluargaan dengan Calon Anggota Legislatif (Caleg), pendidikan tidak cukup dan juga hasil penilaian kinerjanya kurang memuaskan.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengatakan 6 orang yang sudah dipastikan diganti ini, setelah melakukan telaah dengan baik dan juga sesuai keterangan beberapa pihak yang dapat dipercaya KPU. Syarat menjadi anggota PPK adalah berada pada posisi indipendent, memenuhi syarat dan mampu menjalankan tugas dengan baik. Jika itu dilanggar, maka mau tidak mau harus digantikan.
‘’Kita sudah pelajari dengan baik SE dari pusat, maka mau tidak mau mereka yang tidak mencukupi syarat sesuai aturan harus digantikan. Untuk sementara ini hanya 6 orang saja, kalau memang ada laporan dan temuan lain nanti, bisa saja kita pertimbangkan yang lainnya untuk diganti,’’ kata Dawud.
Untuk calon pengganti sekarang sedang mereka seleksi, yang jelas adalah calon PPK yang sebelumnya masuk 10 besar penjaringan. Namun sayangnya, Dawud belum bisa menyebutkan dari mana saja dan siapa saja PPK yang akan diganti tersebut. Untuk SK pembaharuan atau pengangkatan kembali PPK yang sudah ada akan keluar dalam minggu ini. Harapannya semua bisa melanjutkan pekerjaannya dengan baik untuk suksesnya pemilu.
‘’Kita sedang persiapakan SK untuk pengangkatan baru PPK, diusahakan dalam dua hari ini bisa selesai dan mereka bisa meningkatkan kinerjanya untuk menyukseskan pemilu 2014,’’ papar Dawud.
Anggota KPU lainnya, Sofia Diana, SE senada mengungkapkan, selesi ulang PPK mereka lakukan secara langsung. Data yang didapat tentang keberadaan seorang petugas sudah falid. Harapan mereka kerjasama KPU dan PPK bisa lebih baik lagi. Karena tugas ke depannya akan lebih berat dihadapi, kalau tidak siap maka pemilu terancam tidak sukses.
‘’Harapan kami, semua bisa bekerja lebih baik lagi, sebab tugas yang akan dihadapi jauh lebih berat, beberapa saat lagi pemilihan akan dilakukan, selanjutnya Pilpres sudah menunggu,’’ tutupnya.(jar)

Politik Butuh Biaya Bukan Berarti Politik Uang
POLITIK RM – Nama besar atau terkenal saja tidaklah cukup untuk mengantar seorang caleg ke kursi panas gedung wakil rakyat. Terus apa saja yang dibutuhkan? Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga sebagai dosen senior Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum mengatakan, amunisi juga merupakan faktor paling menentukan untuk seorang politisi mencapai tujuannya.
Dijelaskannya, politik itu butuh biaya, bukan berarti money politic. Mulai dari anggaran sosisalisasi hingga pembiayaan aktivitas politik itu sendiri. Meski seseorang memiliki nama besar dan dikenal, kalai tidak melakukan sosialisasi saat sudah terjun ke dunia politik maka sulit mencapai tujuannya.
‘’Politik adalah gerakan seseorang menuju tujuannya, maka dalam pemilu legislatif, nama besar saja tidak cukup. Butuh dana untuk menjalankan misi dan mencapai tujuan, uang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kampanye seperti kaos serta alat pendukung lainnya’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, kecuali di Amerika dan beberapa daerah yang sudah maju lainnya, seorang yang diinginkan masyarakat bisa memenangi pemilu, meski tidak memiliki modal besar. Namun bukan juga mereka tidak punya dana, sebab masyarakat yang mendanai langsung. Untuk Indonesia, sejauh ini belum ada keinginan dari masyarakat sedemikian. Bukan berarti masyarakat yang salah, namun prilaku itu sudah demikian sejak lamanya. Kendala anggaran inilah, menyebabkan kepemimpinan di daerah ini sulit membaik. Orang yang hebat tidak punya dana tetap tidak bisa, akhirnya mereka yang sudah bermodal tetap bertahan.
‘’Maka pergantian kepemimpinan itu sulit dilakukan, sebab mereka yang sudah lama punya dana untuk membiayai politik. Sedangkan politisi muda yang dikenal cerdas, tertinggal dalam hal pendanaan,’’ tutupnya.(jar)

DPD NasDem Matangkan Persiapan Caleg
POLITIK RM – Untuk mengincar kemenangan pada Pemilu nanti, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko terus mematangkan persiapan. Kemarin lusa, segenap caleg dan petinggi NasDem Mukomuko menggelar rapat bersama di sekretariatnya di Kelurahan Banda Ratu Kecamatan Kota Mukomuko. Pokok pembahasan dalam pertemuan ini adalah pematangakan kesiapan memenangkan pemilu.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menerangkan, pertemuan tersebut dihadiri oleh para pengurus dan caleg. Mereka membahas mengenai kesiapan dan apa saja yang sudah dilakukan untuk memenangi pemilu. Evalusasi ini untuk lebih mematangkan kesiapan dan ketepatan dari setiap langkah politik para caleg dan kader. Caleg yang sudah gencar diminta terus meningkatkan perjuangan dan caleg yang selama ini belum banyak bergerak diharapkan bisa melakukan kampanye semaksimal mungkin.
‘’Kita rapat meninjau kesiapan dan langkah yang sudah dilakukan oleh kawan-kawan selama ini. Semua kita harapkan bergerak dan melakukan yang terbaik demi mencapai target memenangi pemilu 2014 nanti,’’ kata Busril.
Beberapa hal yang paling utama adalah penggunaan atribut oleh caleg selama ini. Juga menampung kemungkinan ada masukan terkait kebutuhan caleg menghadapi masa kampanye ini. Mengenai rencana kedatangan Patrice Rio Capella sendiri belum menjadi prioritas. Pasalnya selain menyesuaikan dengan jadwal Rio, mereka juga harus merumuskan, bagaimana Rio hadir langsung kampanye secara besar-besaran.
‘’Kalau sekarang ini, kampanye belum boleh dilakukan secara besar-besaran, untuk mendatangkan Rio bukan hal yang mudah. Maka kemungkinan kita sesuaikan dengan masa kampanye terbuka nanti. Yang penting saat ini persiapan kita,’’ tutupnya.(jar)

//Syamsuri Wakil Rakyat yang Peduli
SANTAI namun pasti, itulah gambaran pintas sosok dari H. Syamsuri Rustam, ST calon anggota DPRD Mukomuko Dapil III Nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sudah dua periode ia mewakili masyarakat Dapil III di DPRD Mukomuko dan pencalonannya kali ini adalah yang ke tiganya. Tidak ada alasan untuk mencela sosok ini selaku calon Incumbent. Meski sudah dua periode menjabat sebagai anggota dewan, ia tetap Syamsuri seperti sebelumnya. Tidak ada kesan kemewahan dalam hidupnya apalagi kesombongan setelah menjabat. Ia tidak memiliki rumah mewah seperti kebanyakan dewan dari daerah lain, apalagi kendaraan yang mahal.
Alasan itulah salah satu, mengapa masyarakat Dapil III masih terus ingin mengutusnya sebagai wakil rakyat. Termasuk PAN sendiri, ingin tetap mempertahankan sosok Syamsuri sebagai caleg DPRD Mukomuko demi menjaga basis dukungan yang sudah ada. Soal perannya sebagai anggota dewan juga tidak diragukan lagi. Berbagai kebijakan dan program pemerintah selama kurang lebih 10 tahun terakhir tidak ada yang lepas dari keikut sertaannya selaku dewan. Juga tidak sedikit lagi pembangunan yang sukses ia perjuangkan untuk Dapil III ini. Mulai dari jalan, jembatan, infrastruktur pertanian serta bantuan-bantuan sosial lainnya.
Sosok Syamsuri juga dikenal sebagai wakil rakyat yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia tidak pernah segan membantu masyarakat yang membutuhkan, baik melalui uang pribadinya maupun dengan cara memperjuangkan masyarakat agar mendapat bantuan dari pemerintah untuk pengobatan dan sebagainya. Bahkan baru-baru ini ia mengunjungi salah seorang penderita lumpuh di Kecamatan Air Rami, Desi, setelah mengetahui dari Koran Radar Mukomuko, jika ia butuh bantuan untuk penyakit lumpuh yang dideritanya. Syamsuri sempat memberi bantuan dan mengajak para donatur bersama-sama membantunya. Ia juga berusaha agar korban bisa dibantu pemerintah daerah untuk pengobatan.
‘’Kita melakukan apa yang bisa dilakukan, masyarakat memberi kepercayaan, harus kita jalani sesuai apa yang diinginkan meraka. Kita harus bersukur dan tidak melupakan tugas dan tanggungjawab selaku wakil rakyat,’’ ujar Syamsuri.
Wajar masyarakat Dapil III ingin terus mengutusnya sebagai wakil rakyat.
Pada periode berikutnya, Syamsuri ingin melakukan lebih baik lagi dan melanjutkan apa yang belum sukses diperjuangkannya. Soal basis, Syamsuri memiliki dukungan yang tersebar di seluruh daerah Dapil III, meskipun ia berdomisili di Kecamatan Ipuh.(jar)

Panwascam Tuding Atribut Caleg Melanggar
POLITIK RM - Ketua Pengawas Kecamatan (Panwascam) Air Dikit, Apriansyah, menerangkan dari penelusurannya banyak Calon anggota legislatif (Caleg) yang diduga melanggar peraturan pemilu. Pelanggaran dimaksud berupa pemasangan atribut di jalur yang semestinya steril.
‘’Terus terang saja, memang secara aturan mereka para Caleg yang memberanikan diri untuk memasang baliho di tempat umum itu jelas melanggar aturan. Seperti di wilayah kita, memang sudah banyak baliho yang terpasang, padahal memang belum waktunya,’’ ungkap Apriansyah kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Apriansyah menyebutkan, pihaknya akan mencoba melakukan penertiban dengan melakukan tindakan persuasif dengan caleg maupun timnya. Jika memang tidak diindahkan nantinya, pihaknya akan melayangkan surat resmi ke Panwaslu Kabupaten untuk ditindaklanjuti.
‘’Hingga sekarang ini kita sudah memiliki data sementara dan itu tetap akan kita laporkan jika mereka tidak sesegera mungkin untuk membuka balihonya. Sebelumnya kita mencoba untuk melakukan pendekatan kepada Caleg untuk memberikan teguran lisan, kalau memang tidak bisa di tertibkan, tunggu saja langkah selanjutnya,’’ imbuh Apriansyah.
Hasil temuan di lapangan, di kawasan Desa Sumber Sari, Pondok Lunang ditemukan beberapa baliho caleg yang terpampang di tepi jalan raya. Ada yang dipasang di batang pohon dan ada juga sengaja untuk memasang baliho di rumah-rumah warga.
‘’Bagi Caleg yang melanggar aturan itu bisa dituntut secara hukum nantinya, kita tunggu saja tanggal mainnya. Yang jelas kita komit untuk melakukan penertiban,’’ demikian Apriansyah.(nek)

Politik 2014 Mukomuko 1

NasDem dan PBB Paling Miskin
//Dana Kampanye 2014
POLITIK RM – Dari 12 Partai Politik (Parpol) yang ikut pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko, Partai Bulan Bintang (PBB) terkategori paling miskin jumlah dana kampanyenya. Dimana sesuai dengan laporan dana kampanye yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, dana kampanye parpol ini pada pemilu 2014 hanya Rp 150 ribu saja. Kemudian disusul oleh Partai NasDem dengan jumlah Rp 1 juta saja. Sementara parpol keuangan kampanyenya tertinggi yang dilaporkan ke KPU Mukomuko adalah PDI Perjuangan sebesar Rp. 371.050.000.
Dana kampanye terbanyak kedua yang dilaporkan ke KPU adalah Partai Amanat Nasional (PAN) berjumlah Rp 247 736 000, disusul Partai Demorat Rp 220 000 000, Hanura 202.190 000, PKP Indonesia Rp 196 300 000, PKS Rp 150 612 182, Gerindra Rp 122 958 314, PPP Rp 98 938 000, PKB Rp 90 893 500 dan Partai Golkar Rp 71 800 000 . Jumlah ini sesuai dengan rekapan KPU hasil laporan dari rekening kampanye partai politik.
 Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag didampingi anggotanya Sofia Diana, SE menjelaskan jumlah keuangan partai ini sudah mereka rekap dan dilaporkan. Terkait dengan jumlahnya sesuai laporan dari pengurus partai tersebut. Mengenai ada dugaan parpol dan caleg tidak melampirkan seluruh dana kampanyenya, merupakan tanggungjawab masing-masing partai tersebut.
‘’Soal jumlahnya kita enggan mengomentari, yang jelas dana itu sesuai laporan dari setiap partai yang sudah masuk ke KPU. Kalau ada yang tidak dilaporkan itu tanggungjawab dari masing-masing partai tersebut,’’ kata Dawud.
Juga anggota KPU lainnya, Dedy Desponsory, S.HI mengatakan dana partai yang masuk nantinya akan diaudit oleh tim khusus dari KPU dan Panwaslu. Jika ada kesalahan terutama menyembunyikan, maka dampaknya dianggap illegal dan suara partai tersebut terancam dibatalkan.  Dari awal pihaknya sudah memberi imbauau agar melapor. Caleg tidak bisa main-main dengan aturan PKPU No 17 tentang pelaporan dana kampanye yang dilakukan baik sebelum dan sesudah Pemilu legislatif 9 April 2014. Sanksi dan hukuman adalah dibatalkannya suara caleg yang tidak melaporkan dana kampanye tersebut. Kemudian hal ini bisa saja dilanjutkan ke pengadilan oleh partai politik karena pasti merugikan partai dengan hilangnya suara.
‘’Ada penyataan tertulis di atas materai yang mewajibkan Caleg untuk melaporkan dana kampanye. Apabila dilanggar tentu ini merupakan pelanggaran hukum,’’ tegas Dedy.(jar)

Pemilihan DPR-RI, Dana Dijagokan
POLITIK RM – Sama-sama diketahui, dari 48 orang caleg DPR RI Dapil Provinsi Bengukulu asal 12 Partai Politik (parpol) yang maju pada pemilu 2014 ini, tidak ada satupun yang berasal dari Kabupaten Mukomuko. Terus siapa yang akan menang, apa alasan 119 ribu lebih masyarakat Mukomuko memilih mereka. Menanggapi hal ini tokoh ternama Kabupaten Mukomuko, H Hamdani Makir, SH, M.Hum lebih menjagokan pilihan kepada sosok Dana Anugerah Raffliansyah, caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Dapil Bengkulu nomor urut 2.
Alasannya, Dana satu-satunya caleg DPR RI yang masih ada darah Mukomukonya, meskipun diketahui Dana baru hadir ke Mukomuko saat pencalonannya. Namun sejarah keluarganya sudah cukup alasan mengapa mendukungnya. Ketimbang memilih caleg yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah,’’ ini. Untuk ketokohan dan juga kemampuan, semua caleg yang maju untuk DPR – RI sudah tak diragukan lagi.
‘’Kenapa saya katakan Dana Anugerah lebih berhak dipilih, kita tidak ada calon yang benar-benar berasal dari Mukomuko, hanya dia yang ada sedikit kaitannya dibaca dari sejarah keluarganya dulu. Saya rasa itu cukup alasan masyarakat Mukmuko memberi pilihan,’’ kata Hamdani Makir.
Di daerah lain, masyarakat fokus mendukung caleg yang merupakan putra-putri daerah mereka sendiri, lantaran Mukomuko belum punya, maka pilihan mendukung caleg yang punya sejarah ada hubungan lebih baik. Setidaknya kedepannya ada alasan masyarakat menagih janji politik caleg tersebut, bisa melalui keluarganya yang ada di Mukomuko atau mudah-mudahan lantaran ada keterkaitan, setelah mereka menang masih datang ke Mukomuko.
‘’Kalau caleg yang minta dukungan pasti banyak ke Mukomuko, sebab mereka tahu, kita tidak ada kandidat kuat. Namun demikian, sebaiknya kita tetap fokus memberi dukungan bagi caleg yang ada sedikit hubungan dengan Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)

Besok, Apel Siaga PKS Digelar
POLITIK RM – Sesuai dengan jadwal semua, pagi besok Apel Siaga menjemput kemenangan 2014 akan digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD-PKS) Kabupaten Mukomuko. Berbagai persiapan dan kebutuhan untuk suksesnya acara yang dimulai Pukul 9.00 WIB di salah satu hoter ternama di Kecamatan Kota Mukomuko ini sudah rampung oleh dilakukan.
Salah seorang politisi PKS, H Tarmizi menyampaikan, Apel Siaga ini sangat penting bagi semua kader dan caleg PKS, maka disarankan tidak ada yang tidak menghadirinya. Banyak hal akan dibahas dan disampaikan untuk setiap kader, pengurus caleg dan simpatisan terutama menyangkut persiapan memenangi pemilu 2014. Apalagi acara ini akan dihadiri para politisi PKS yang sudah cukup dikenal.
‘’Rugi bagi caleg dan kader kita yang tidak datang, banyak ilmu akan dibagikan kepada kita. Yang hadir ini politisi yang sudah dikenal secara nasional. Juga akan ada informasi lain bagi kita menyangkut pemilu 2014 nanti,’’ kata Tarmizi.
Ketua DPD PKS Mukomuko, Andy Suhery, SE, M.Pd mengatakan kehadiran semua caleg, pengurus, kader dan simpatisan sangat diharapkan guna kebaikan bagi partai pada pemilu mendatang.  Yang jelas banyak ilmu tentang kepemiluan dan tekhnik kampanye yang akan diberikan oleh para politisi senior partai yang hadir. Untuk informasi adanya pembagian atribut dan peraga lain, sampai kemarin belum ada informasi diterimanya.
‘’Kita minta semua bisa hadir, karena banyak ilmu akan dibagikan, untuk pembagian atribut kampanye kemungkinan tidak ada,’’ tutupnya.(jar)


Politisi Muda Terkendala Amunisi
POLITIK RM – Pada pemilu 2014 mendatang, agaknya politisi senior terutama incumbent masih punya peluang lebih besar untuk keluar sebagai pemenang. Mereka memiliki nama besar dan juga anggaran yang cukup untuk membiayai politik. Sementara pemilih muda, kendala utamanya adalah amunisi untuk bergerak mencari dukungan atau publikasi lainnya. Pendapat ini disampaikan oleh tokoh Mukomuko yang juga Dosen senior Unib H Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskannya, pernyataan biaya politik mahal ada benarnya juga, sesuai dengan fakta yang ada selama ini, tanpa anggaran yang cukup seorang politisi sulit mengejar targetnya. Kendala inilah yang dihadapi politisi muda saat sekarang. Mereka kalah dalam segi pendanaan dan ini ancaman besar untuknya. Bisa jadi mayoritas dewan yang duduk nanti, masih orang-orang lama atau politisi senior yang sudah banyak berkecipung dalam berbagai peristiwa kehidupan.
‘’Potensi ada pada politisi muda kita, mereka cukup memahami dan punya pendidikan yang bagus. Namun itu tidak cukup, politik tetap mengandalkan anggaran dan kiprahnya,’’ kata Hamdani.
Lanjutnya, caleg muda jika punya anggaran yang cukup, sulit bisa ditandingi oleh caleg senior. Sebab tidak difungkiri politisi senior sudah banyak mendapat penilaian dari masyarakat dan kerap mengecewakan. Selain itu juga isu korupsi dan kejanggalan lain selama mereka berkiprah menjadi catatan tersendiri. Sementara politisi muda, masih bersih dari kesan negatif dan punya semangat lebih baik.
‘’Kalau caleg senior sudah meninggalkan kesan negatif meskipun sedikit, sedangkan caleg muda belum terbaca. Sebetulnya ada keseimbangan dalam persaingan nanti. Semua tergantung masyarakat, kalau mau berubah jangan layani politik uang,’’ tutupnya.(jar)

Panwas: Baliho Rosna Tak Melanggar
//Tapi Disarankan Mundur Sebagai Ketua TP PKK
POLITIK RM – Pertanyaan dan kritikan dari banyak pihak, terkait keberadaan baliho atau spanduk berisikan pesan layanan umum yang memuat foto Hj Rosna Ichwan dinyatakan tidak melanggar oleh Panwaslu Mukomuko. Sekalipun Rosna tercatat sebagai Caleg DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko Nomor 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Alasannya, Rosna bukan seorang pejabat publik seperti dewan, pegawai BUMD ataupun Kepala Daerah. Ia hanya dalam komposisi sebagai istri dari kepala  daerah.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE, M.BA mengatakan, laporan dan kritikan terkait dengan gambar Caleg PAN kerap mereka terima dan sudah dikaji lebih jauh. Sesuai aturan, bahwan larangan hanya berlaku bagi pejabat publik. Sementara diketahui, Rosna bukan seorang pejabat, melainkan pendamping bupati yang tidak dihonorkan dari anggaran daerah. Untuk anggota dewan aktif dan juga pejabat memang tidak diizinkan.
‘’Kami sudah pelajari itu, untuk ibu Rosna tidak ada masalah, sebab ia tampil di baliho bukan sendiri sebagai pejabat publik melainkan selaku pendamping dari bupati. Maka ini kami harapkan dapat dipahami secara seksama. Kecuali anggota dewan dan pejabat lain yang memang tidak dibolehkan,’’ kata Ita.
Meski mendapat pembelaan dari pihak panwas, bukan berarti Rosna bisa bebas begitu saja. Masih dikatakan Ita, yang jadi perdebatan adalah jabatannya sebagai Ketua TP-PKK, itu semestinya harus dilepas. Kesalahanya dalam hal ini, pelaksana pemilu saat penetapan DPT meloloskan caleg yang syaratnya kurang. Termasuk kegiatan sosial membagikan bantuan seharusnya 5 bulan sebelum pencoblosan atau setelah penetapan DPT tidak boleh lagi dilakukan.
‘’Yang jadi perdebatan adalah jabatan ibu Rosna selaku Ketua TP-PKK kabupaten. Beliau semestinya mundur sebelum penetapan DCT. Untuk kegiatan-kegiatan pemberian bantuan sosial bersumber dari anggaran daerah juga sebenarnya dilarang dilakukan setelah secara resmi menjadi caleg,’’ tegas Ita.
Lebih jauh Ita menjelaskan, aturan pemilu berlaku bagi siapa saja. Mereka dalam hal ini menjalankan undang-undang yang sudah ditetapkan. Selain mengenai Rosna, pada dasarnya Panwaslu juga mendapat laporan tentang dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan aset publik oleh caleg. Diantaranya penggunaan kendaraan milik daerah untuk kepentingan pencalonan termasuk pelanggaran pemilu lainnya.
‘’Semua laporan terkait dengan dugaan pelanggaran oleh caleg kita proses, termasuk penggunaan kendaraan dan sebagainya. Dalam hal ini, kita sebatas menjalankan tugas yang diamanahkan undang-undang,’’ tutup Ita.(jar)

Kampanye di Pessel Lebih Bebas
POLITIK RM – Di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat (Sumbar) kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mukomuko, atmosfer pemilu terasa lebih meriah. Pasalnya, di sepanjang jalan dan titik keramaian lainnya, baliho, spanduk dan alat peraga caleg terpasang dengan bebasnya. Hal ini diakui oleh beberapa peserta pemilu asal wilayah tersebut. Terus apakah ada perbedaan aturan pemilu yang diberlakukan?
Wakil Ketua DPRD Pessel, Drs. Ismadi Latif, MM yang sekarang tercatat sebagai caleg PAN Dapil Pessel untuk DPRD Provinsi Sumbar mengatakan. Untuk aturan pada dasarnya tidak ada perbedaan, namun Panwaslu di sana kemungkinan lebih lentur dalam pengawasan pelaksanaan pemilu. Bisa juga banyaknya jumlah baliho dan peraga kampanye yang terpasang, menyulitkan mereka melakukan penertiban.
‘’Kalau aturannya sama saja, namun di daerah kami peraga kampanye tetap dipasang, sebab pemilu itu identik dengan peraga kempanye. Panwaslunya juga kewalahan untuk menertiban ratusan bahkan mencapai seribu peraga yang terpasang,’’ ungkap Ismadi.
Juga diakui oleh Ketua Fraksi Hanura Sumbar yang juga sebagai caleg DPRD Sumbar, peraga kampanye di Pessel memang cukup banyak yang terpasang sepanjang jalan. Ia sempat heran, saat memasuki Mukomuko, tidak terlihat ada baliho dan spanduk caleg, yang tampak hanya bendera partai saja sepajang jalan. Namun demikian ia juga tidak membenarkan apa yang ada di Pessel.
‘’Kami juga heran, kenapa disini tidak banyak caleg. Sepanjang jalan sepi-sepi saja. Mungkin disini mudah dan orang-orangnya tertip dalam melaksanakan kampanye,’’ tutupnya.(jar)

Menangkan Gerindra & Duduk di DPRD
POLITIK RM – Prediksi banyak orang Gerindra bakal keluar sebagai salah satu partai pemenang pemilu 2014 di Dapil III bisa jadi tidak meleset lagi. Pasalnya sebagian besar caleg parpol berlambang kepala burung garuda ini aktif bergerak menggunakan kemampuan dan cara masing-masing. Bahkan sulit diprediksi siapa yang akan keluar sebagai peraih suara terbanyak.
Busra sebagai Caleg Nomor Urut 1 Dapil III mengakui Gerindra adalah partai besar di wilayah yang terdiri dari 5 kecamatan ini. Ia optimis Gerindra akan keluar sebagai pemenang pemilu. Terkait dengan ancaman bagi dirinya yang sejak awal sudah bertekad untuk memenangi pemilu. Busra yang mengklaim memiliki basis utama di 3 kecamatan ini mengaku tidak berpikir gagal menuju kursi DPRD Mukomuko.
‘’Gerindra hampir bisa kita pastikan akan meraih setidaknya satu kursi di Dapil III, mudahan saja kita bisa melebihi itu. Semua caleg bergerak dengan aktif mencari dukungan melalui cara masing-masing. Saya sama sekali tidak merasa terancam, bagi kami kemenangan Gerindra yang pertama,’’ ujarnya.
Ditegasnya dalam Gerindra kemenangan partai merupakan kemenangan bersama semua kader. Maka setiap caleg diwajibkan bergerak mencari dukungan sebanyak-banyaknya. Sesama caleg Gerindra tidak ada kecemburuan apalagi saling jatuhkan. Misi mereka menang secara indivisi, memenangi partai dan mengantar Prabowo ke kursi Presiden RI periode mendatang.
‘’Misi kita memenangi pemilu demi mengantar Prabowo sebagai Presiden, maka setiap caleg selalu diminta bergerak atif memenangi pemilu,’’ tutupnya.(jar)




Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...