Bengkulu Barat Dideklarasikan Minggu Depan
IPUH 24 JAM – Jika tidak ada aral melintang, minggu depan rencana pembentukan Kabupaten Bengkulu Barat akan dideklarasikan. Berbagai persiapan terus dimatangkan oleh tim rencana pemekaran di lapangan, terutama menyangkut penyatuan visi dan misi menuju daerah otonomi baru ini. Selain itu dukungan terus mengalir dari berbagai kelompok masyarakat dan juga organisasi. Salah-satunya forum Serjana Ipuh dan sekitarnya sudah menyatakan kesiapan untuk bergabung dalam gerakan menjadikan Bengkulu Barat sebagai kabupaten baru ini.
Wakil Ketua Umum persiapan pemekaran Bengkulu Barat, Suswandi, SE mengatakan sekarang mereka sedang berjalan ke setiap kecamatan dan desa yang tergabung dalam daerah eks Mukomuko selatan ini. Tujuannya menyatukan visi dan misi ke depan demi terwujudnya kabupaten baru. Ia juga mengakui sejauh ini dukungan terus mengalir dari berbagai pihak dalam berbagai bentuk. Jika tidak ada aral melintang munggu depan deklarsi pertama pembentukan Bengkulu Barat dilangsungkan.
‘’Kalau rencana awal 12 Januari ini kita deklarasikan, sebelumnya sudah dilakukan rapat untuk membahas rencana itu. Namun entah ditunda atau dipercepat belum tahu, yang jelas kita sekarang terus mematangkan persiapan untuk itu,’’ kata Suswandi.
Suswandi juga meminta masyarakat tidak perlu ragu dan terpengaruh oleh isu adanya wacana pusat menghentikan pemekaran. Semua tergantung kepada masyarakat itu sendiri, kalau sudah bersatu maka tidak ada yang tidak bisa dilalukan. Termasuk mengenai undang-undang desa, sama sekali tidak ada pengaruhnya dengan kebijakan memekarkan daerah. Untuk kesiapan mereka sendiri, pada dasarnya sudah lebih dari cukup untuk membentuk kabupaten baru.
‘’Yang jelas kita yakin kita bisa melakukannya, pemerintah tidak akan menghalangi keinginan dari masyarakat untuk maju,’’ lanjutnya.
Juga tokoh lainnya, Zulfikar mengaku kecewa dengan adanya statemen yang meragukan dukungan dari pemerintah pusat. Ia berharap semua pihak bisa mendukung dan memberi suport untuk terbentuknya Bengkulu Barat ini. Juga masyarakat dari 6 kecamatan ini, seharusnya mengambil sikap pasti terkaiti untuk memberi dukunga, yakinlah dengan kebersamaan tidak ada yang tidak bisa dilakukan kedepannya. Tujuan dari pemekaran demi meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah eks Mukomuko selatan ini.
‘’Kita sayangkan ada yang meragukan, kita harus yakin pemekaran ini akan segera terwujud. Masyarakat harus bersatu memberi dukungan dan melakukan apa yang bisa untuk mencapai tujuan kita,’’ tutup Zulfikar.(jar)
Bengkulu Barat Direstui DPD
IPUH 24 JAM – Tim perencana pemekaran Bengkulu Barat semakin matang dalam mewujudkan terbentuknya daerah otonomi baru. Selain pergerakan di tingkat bawah, ternyata para tokoh asal daerah Bengkulu Barat yang ada di Jakarta dan berbagai daerah lainnya juga sudah mengambil langkah lebih maju. Mereka tinggal menunggu semua persiapan dibawah kelar dilakukan, maka proposal rencana pemekaran akan langsung masuk ke DPR RI dan Pemerintah pusat. Bahkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bengkulu secara langsung sudah mendatangi Sekretariat Bengkulu Barat di Ipuh dan menyatakan dukungan mereka. Jika tidak ada aral melintang dalam waktu dekat segera dibetuk Sekretariat Pemekaran Bengkulu Barat di Jakarta.
Waka umum persiapan pemekaran Bengkulu Barat, Suswandi, SE yang pernah menjabat anggota DPRD Bengkulu Utara 2 periode menyatakan, beberapa waktu lalu, DPD telah mengunjungi wilayah Bengkulu Barat, mereka sangat mendukung dan siap membuka jalan bagi tim pemekaran di pusat. Selain itu juga beberapa tokoh Bengkulu Barat di Jakarta saat ini tinggal menunggu laporan dari daerah untuk mengajukan proposal pemekaran ke pemerintah RI.
‘’Semua tergentung persiapan kita saja, untuk tingkat pusat hanya menunggu. Semua pihak sudah bertemu dan sepakat Bengkulu Barat segeran menjadi Kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Mukomuko,’’ kata Suswandi.
Jika tidak ada halangan, bulan Januari mendatang, akan dilaksanakan pertemuan yang melibatkan semua unsur dan masyarakat yang menepati eks Mukomuko selatan. Puncak dari acaranya, deklarasi presidium pemekaran sekaligus pernyataan sikap secara terang-terangan. Besar kemungkian para tokoh pusat akan dilibatkan dalam pertemuan akbar tersebut. Mereka juga terus berkoordinasi dengan semua elemen untuk persiapan dan tinjauan langsung ke lapangan.
‘’Tidak sedikit tokoh asal 6 kecamatan ini di luar, mereka sudah menunggu kita, ingat kita tidak berjuang sendiri untuk membentuk Bengkulu Barat ini. Januari deklarasi presidium pemekaran sudah dilakukan,’’ tutupnya.(jar)
Saturday, 4 January 2014
Wednesday, 25 December 2013
Bengkulu Barat 2
Presidium Bengkulu Barat Segera Dideklarasikan
Tokoh Air Rami – Teramang Jaya Rapatkan Barisan
IPUH – Sekitar 500 tokoh asal 6 kecamatan yang merupakan eks Mukomuko Selatan, yakni Kecamatan Ipuh, Air Rami, Malin Deman, Sungai Rumbai, Pondok Suguh hingga Teramang Jaya memadati balai pertemuan Ipuh Sakti pada Selasa (24/12) lalu. Mereka sudah satu visi untuk berjuang bersama membentuk Bengkulu Barat sebagai daerah otonom baru pemekaran dari Kabupaten Mukomuko. Jika tidak ada aral melintang dalam waktu dekat presidium Bengkulu Barat akan segera dideklarasikan.
Adapun pembahasan dalam rapat yang berlangsung selasa lalu adalah, tentang rencana perjuangan bersama untuk pemekaran eks Mukomuko Selatan menjadi Kabupaten baru. Dalam hal ini dikaji mengenai dampak dan keuntungan bagi daerah dan masyarakat nantinya. Sekaligus pengkajian bersama, mengenai potensi dan kekuatan yang dimiliki daerah ini untuk berdiri sendiri sebagai daerah otonom.
Wakil Ketua Umum Panitia Persiapan Pemekaran Bengkulu Barat, Suswardi, SE yang juga pernah menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara (BU) menjelaskan, semua undangan hadir dalam pertemuan dua hari lalu. Mereka adalah utusan dari setiap desa dan kelompok masyarakat dari 6 kecamatan. Menurutnya kesepakatan yang dicapai pada rapat lalu, merupakan titik awal menuju Bengkulu Barat yang nyata.
‘’Semua yang diundang hadir dalam rapat kecuali mereka betul-betul berhalangan, ini semua sebagai kabar baik bagi kita semua untuk berjuang dengan lebih terarah dan nyata kedepannya. Masyarakat 6 kecamatan ini sudah satu visi untuk membentuk Bengkulu Barat sebagai daerah otonom,’’ kata Suswardi.
Dari segala persyaratan, Bengkulu Barat diklaim tidak ada kekurangan lagi, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) melebihi dari cukup, dimana setidaknya terdapat sekitar 500 orang sarjana baik S1 maupun S2 dari 6 kecamatan ini. Termasuk mereka yang membangun karir sebagai PNS tidak sedikit jumlahnya, baik di Kabupaten Mukomuko maupun daerah lainnya. Untuk Sumber Daya Alam (SDA) daerah persiapan Bengkulu Barat juga cukup baik, memiliki daerah laut yang luas dengan potensi baik, kemudian merupakan kawasan perkebunan dan punya potensi tambang dan insdustri lainnya. Bahkan dibanding dengan kabupaten yang sudah mekar lainnya, daerah Bengkulu Barat lebih memadai dalam segi SDA.
‘’Kita sudah kaji untuk segala bidang, Bengkulu Barat jauh lebih baik jika menjadi daerah yang diberi kewenangan mengurus diri. Sesuai dengan persetujuan masyarakat dari 6 kecamatan ini, dalam waktu dekat presidium Bengkulu Barat segera kita deklarasikan,’’ tutupnya.(jar)
Tuesday, 24 December 2013
Bengkulu Barat
Pemekaran Bengkulu Barat Sejak 13 Th Lalu
IPUH 24 JAM – Meski bagi beberapa pihak, wacana pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat terdengar baru namun rupanya di kalangan masyarakat Ipuh terutama tokoh-tokoh Ipuh, perjuangan untuk memekarkan diri dari Kabupaten Mukomuko sampai sekarang sudah berusia 13 tahun.
Seperti disampaikan oleh Sekretaris I Presidium Bengkulu Barat, Zulfikar saat ini adalah penguatan dan melanjutkan rencana yang sudah berjalan cukup lama. Pergerakan yang dilakukan, bukan tanpa persiapan dan pemikiran. Pergerakan saat ini dengan tekad bulat untuk mencapai pemekaran dalam waktu secepatnya.
‘’Kalau dikatakan baru itu tidak benar, kami sudah bergerak sejak jauh sebelumnya. Hanya saja nampaknya untuk kali ini adalah puncak dari persiapan pemekaran tersebut,’’ kata Zulfikar.
Zulfikar selanjutnya mengklaim bahwa dukungan dari masyarakat sudah hampir bulat untuk memekarkan diri. Sebab setelah dikaji dari berbagai segi, pemekaran bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dan juga kemajuan begi daerah. Kalau ini terwujud menurutnya, bukan saja prestasi bagi masyarakat di Bengkulu Barat, melainkan keberhasilan bersama Kabupaten Mukomuko, dari semula hanya ada satu kabupaten, berkembang menjadi dua kabupaten.
‘’Mudah-mudahan dengan semangat yang dimiliki masyarakat saat ini, perjuangan yang sudah belasan tahun akan membuah hasil. Ini adalah keinginan bersama,’’ tutup Zulfikar.(jar)
Digelar Rapat Akbar Bahas Bengkulu Barat
IPUH – Jika tidak ada aral melintang, besok akan dilangsungkan rapat akbar membahas persiapan pemekaran Kabupaten Bengkulu Barat. Rencananya rapat yang bertempat di sekretariat Bengkulu Barat di Kecamatan Ipuh ini, dihadiri oleh tokoh masyarakat yang berasal dari 6 kecamatan atau eks Kecamatan Mukomuko Selatan. Diantaranya Kecamatan Ipuh, Malin Deman, Air Rami, Sungai Rumbai, Pondok Suguh dan Teramang Jaya.
Sekretaris I Presidium Pemekaran Bengkulu Barat, Zulfikar via telepon, kemarin menjelaskan, saat ini mereka tengah merampungkan persiapan rapat bersama tokoh masyarakat eks Mukomuko Selatan ini. Undangan mulai disebarkan sejak kemarin dan juga pemberitahuan secara lisan sudah disampaikan. Belum tahu pasti apa saja pembicaraan pokok dalam pertemuan ini, yang jelas terkait dengan langkah kedepannya.
‘’Untuk kesiapan pertemuan hampir rampung seluruhnya, undangan dan pemberitahuan juga sedang disampaikan kepada tokoh masyarakat yang ada di 6 kecamatan ini, isi rapat belum jelas,’’ kata Zulfikar yang akrab disapa Ujang ini.
Pemekaran yang sudah dirancang sejak lama harus terwujud, meskipun perjuangan yang bakal mereka hadapi cukup berat. Maka dalam rapat akbar yang dihelat besok, semua langkah ke depan dan wancana lain tentang pemekaran ini akan dibahas. Untuk dukungan dari masyarakat mereka sudah tidak ragu, tinggal lagi bagaimana mengupayan perjuangan ini tidak sia-sia.
‘’Setelah rapat ini akan jelas, kemana arah Bengkulu Barat ini kita bawa. Yang jelas tekad sementara, masyarakat mendukung pembentukan kabupaten baru. Tinggal lagi presidium kedepannya melakukan perjuangan lebih nyata dari tingkat bawah hingga ke pusat,’’ tutupnya.(jar)
Ini Sekretariat Pemekaran Bengkulu Barat
IPUH – Wacana pemekaran Bengkulu Barat sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat eks Mukomuko selatan. Baik dari kalangan muda, dewasa hingga tokoh-tokoh tua. Informasi terakhir rapat membahas wacana ini hampir setiap saat dilaksanakan, terutama yang bertempat di sekretariat Bengkulu Barat, Kecamatan Ipuh. Pembahasan dalam rapat sendiri, sudah mengarah pada pematangan persiapan dari berbagai segi, termasuk penyusunan struktur organisasi dan sebagainya.
Salah seorang tokoh masyarakat Ipuh, H Muhsinin diminta tanggapannya terkait wacana ini belum bisa bicara lebih banyak. Ia mengakui beberapa kali diundang dalam pertemuan membahas masalah pemekaran, namun ia belum bisa hadir.
‘’Kalau diundang untuk rapat sudah beberapa kali, sore ini (kemarin red) juga ada undangan. Sebelumnya saya tidak pernah hadir, karena beberapa alasan dan juga belum tahu banyak mengenai rencana ini,’’ kata Muhsinin.
Mengenai dukungan, Muhsinin mengaku masih menunggu keseriusan dan kejelasan tujuan dari pemekaran itu sendiri. Kalau memang serius, tentu ia siap ikut andil secara penuh dalam pembentukan Bengkulu Barat. Untuk saat ini ia merasa masih terlalu dini, untuk memastikan dukungan kepada Bengkulu Barat. Sebab untuk mekar tidak cukup hanya dengan rencana dan semangat semata.
‘’Saya rasa terlalu dini kalau kita membahas dukungan penuh, sebab untuk merencanakan pemekaran perlu pemikiran matang dan kesiapan dari berbagai sisi,’’ lanjutnya.
Masih Muhsinin ada beberapa hal mendasar yang harus dipikirkan untuk memperjuangkan pemekaran ini, pertama adalah untuk lokasi pusat kabupaten, ini bukan gampang, untuk mencari lahan 2 ha saja saat ini sangat susah. Selain itu juga kesiapan secara kewilayahan, jumlah penduduk dan persiapan SDM juga sangat penting. Kalau ini belum siap, percuma berusaha keras dari sekarang.
‘’Kalau SDM tidak mendukung dan hal lain masih kurang, mubazir saja kita berjuang. Maka kita meski merancang ini dulu untuk betul-betul terjun dalam perjuangan pemekaran ini,’’ tutupnya.(jar)
Friday, 13 December 2013
Politik Terkini
KPU Bolehkan Caleg Tampil di Media
POLITIK RM – Hingga kini aturan mengenai sosialisasi Calon anggota legislatif (Caleg) tampil di media masih menjadi perdebatan, termasuk di kalangan penyelenggara dan pengawas jalannya pemilu. Di Kabupaten Mukomuko sendiri belum banyak caleg yang menggunakan jasa media untuk mengenalkan diri, berbeda halnya dengan kabupaten lain. Para caleg rela merogoh kocek untuk bisa tampil di media lokal setempat.
Menanggapi perdebatan aturan sosialisasi caleg di media, Ketua KPU Kabupaten Mukomuko, Dawud, S.Ag menerangkan, berdasarkan aturan yang berlaku, caleg dianggap melanggar aturan jika memenuhi tiga kriteria. Yakni memajang foto, kata-kata yang bersifat ajakan serta menampilkan visi misinya. Jika baru memenuhi dua kategori atau malah sebatas memasang foto di koran, KPU menilai belum termasuk pelanggaran.
‘’Kalau kami tentu mengikuti tiga unsur itu, kurang satu saja maka belum dianggap sebagai pelanggaran. Memang sampai sekarang persoalan itu menjadi perdebatan, kejadiannya bukan daerah kita saja, di tempat lain juga seperti itu,’’ kata Dawud.
Penjelasan Dawud bukan tanpa dasar. Ia terus berkoordinasi baik dengan KPU Provinsi Bengkulu maupun KPU pusat terkait aturan kampanye.
‘’Kita pada dasarnya tetap mengikuti aturan. Setiap surat masuk dari panwaslu menyangkut pelanggaran oleh caleg dan partai akan kita tindaklanjuti,’’ tutup Dawud.(jar)
Di Teras Terunjam, Suhu Politik Dingin
POLITIK RM – Siapa yang akan mewakili Kecamatan Teras Terunjam di DPRD Kabupaten Mukomuko pada periode mendatang sejauh ini belum ada kejelasan. Tingkat persaingan antar caleg berdasarkan pantauan Radar Mukomuko (RM) belum seperti di kecamatan lain, meski ada beberapa nama yang disebut-sebut berpeluang mengahiri krisis perwakilan dari kecamatan induk dari Kecamatan Selagan Raya dan Penarik ini. Diantaranya dari PAN, NasDem dan juga Gerindra serta beberapa parpol lainnya yang memiliki caleg asal Teras Terunjam.
‘’Hari ini caleg yang satu datang, besok datang yang lain dan terus begitu. Masyarakat Terunjam yang memang sejak lama dikenal terbuka, selalu memberi sambutan. Siapa sebetulnya yang mendapat dukungan sejauh ini masih sama-sama kuat,’’ kata Herman, salah seorang pemuda setempat.
Untuk ketokohan memang ada beberapa caleg yang namanya sudah dikenal masyarakat sejak lama, seperti mantan kades, mantan dewan dan tokoh masyarakat lainnya yang nyaleg. Setidaknya dibalik banyaknya caleg ini, ada segelintir masyarakat yang punya ide agar masyarakat bisa menyatukan suara mereka, demi mengutus seorang wakil di DPRD Mukomuko. Sebab kalau suara terpecah, ditakutkan, Teras Terunjam kembali mengalami kekosongan wakil di DPRD Mukomuko.
‘’Mudahan saja, ada wakil kita di DPRD Mukomuko mendatang, caranya masyarakat harus punya kekompakan untuk memilih satu atau dua orang saja, kalau semua punya jagoan, dampaknya kita tidak dapat apa-apa, hanya menambah suara untuk caleg asal daerah lain,’’ tutupnya.(jar)
Pemilih Pemula Antusias Sambut Pemilu
POLITIK RM – Hari pencoblosan tinggal beberapa bulan lagi, setiap calon juga sudah melakukan banyak hal untuk menarik minat calon pemilih. Namun sejauh ini beberapa perwakilan dari pemilih pemula yang sempat ditanyai mengaku belum punya pilihan dan ketertarikan dengan caleg. Meski demikian mereka tetap mengetahui siapa-siapa saja caleg yang maju sebagai calon anggota dewan saat ini.
Seperti diungkapkan oleh Radi. Pemuda satu ini mengaku belum serius memikirkan Pemilu 2014. Meski demikian ia mengenal beberapa calon, bahkan beberapa kandidat dikenalnya dengan baik. Ia berencana baru menetapkan pilihan beberapa saat sebelum pemilihan. Satu hal yang pasti ia akan menggunakan hak pilihnya, sebab akan menjadi yang pertama baginya.
‘’Saya akan memilih, sebab ini adalah kali pertama bagi saya, tahun dulu saya tidak memilih karena belum cukup umur. Saya juga belum tahu siapa yang akan saya pilih, nanti sebelum memilih saja saya tentukan,’’ ungkap Radi.
Senada diungkapkan oleh Rina, ajang pemilu pertama bagi mereka akan dimanfaatkan dengan menyalurkan suaranya. Calon yang akan dipilih harus adalah caleg yang dikenal dan diyakininya mampu menjalankan tugas sebagai dewan setidaknya dilihat dari segi pendidikannya. Bagi Rina, pilihan kemungkinan jatuh kepada caleg muda. Ia tidak akan tergoda untuk menerima pemberian.
‘’Yang jelas kalau memang ada caleg muda yang hebat kita harus dukung, karena anak muda lebih kreatif dan punya ide lebih maju, caleg tua mengandalkan pengalaman, padahal banyak pengalaman masa lalu untuk kedepan tidak lagi seperti itu,’’ demikian Rina.(jar)
Caleg Diingatkan Tak Umbar Janji
POLITIK RM – Salah seorang politisi senior Mukomuko yang sudah memastikan diri tidak akan maju pada Pemilu 2014 Rusman Aswardi, SP mengingatkan pada seluruh caleg agar jangan mengumbar janji di tengah masyarakat. Apalagi janji tersebut dinilai terlalu muluk, seperti menjanjikan meluluskan anak pendukungnya dalam tes CPNS ataupun member bantuan yang sifatnya continue. Satu caleg bisa pasang janji dengan ratusan warga, seakan jadi anggota dewan bisa bertindak sejauh itu. Ini perlu diperhatikan oleh masyarakat, semua itu adalah bohong, karena dewan tidak punya kuasa menetapkan itu semua.
‘’Dewan mana yang bisa mengangkat orang jadi PNS, kalau ia berjuang untuk itu, paling yang jadi sasarannya adalah anak atau ponakannya saja dan tidak akan lebih dari satu. Cara itu sudah salah, sebab menganiaya sekian banyak peserta tes CPNS lainnya. Apalagi mereka bisa janjikan kepada ratusan orang, omong besar saja dan itu pembodohan,’’ kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten ini.
Lebih tegas Rusman menyarankan agar masyarakat bisa lebih cerdas mencermati setiap janji dari seorang caleg tersebut. Meskipun perjanjian dibuat di atas materai juga tidak akan terpenuhi oleh seorang anggota dewan. Ia berani menyatakan itu semua, karena mengetahui betul sejauh mana peran seorang anggota dewan tersebut. Caleg yang menjanjikan itu semua, sudah menampakkan jika niat untuk menjadi dewan sudah tidak merakyat lagi.
‘’Kenapa saya berani katakan itu, saya sudah hampir satu periode di dewan ini. masyarakat jangan mau dibodohi, pilih orang yang dinilai mampu menjalankan misinya sebagai wakil rakyat,’’ tegas Rusman.
Ditimpali oleh Ketua Fraksi Kerakyatan, Adrizon N, dewan bukan mengangkat seseorang jadi PNS, dewan mengawasi jalannya proses itu semua agar tidak terjadi kecurangan. Calon dewan yang berani janjikan itu semua, berarti tujuannya sudah tidak lagi benar sebagai seorang anggota dewan. Dewan bukan wakil dari satu orang, melainkan dari masyarakat di daerah ini.
‘’Kita ini bukan utusan dari keluarga semata, yang harus diperjuangkan itu masyarakat banyak. Maka tidak benar caleg bisa berjanji sedemikian rupa,’’ tutup Adrizon.(jar)
Awal Tahun, 3.032 Pengurus NasDem Dilantik
POLITIK RM – Sebanyak 3032 orang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko akan dilantik pada awal tahun depan. Pelantikan sesuai dengan rencanakan awal, yaitu langsung dihadiri oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Patrice Rio Capella. Sejak dini berbagai persiapan menyambut acara akbar ini muali dipersiapkan oleh Ketua DPD NasDem Busril bersama jajarannya.
Dijelaskan oleh Busril, untuk persiapan pada dasarnya tidak banyak lagi, sebab jauh sebelumnya mereka sudah melakukan berbagai persiapan. Hanya saja acara tersebut sempat ditunda lantaran padatnya kegiatan partai di pusat. Termasuk susunan pengurus sudah lengkap seluruhnya dan sudah disampaikan ke DPP sejak lama. Hanya yang perlu persiapan perlengkapan saat acara dilangsungkan.
‘’Sekarang kita melakukan berbagai hal untuk keperluan dalam acara pelantikan nanti, jumlah keseluruhan yang dilantik lebih dari 300 orang. Pada dasarnya tidak banyak lagi yang perlu kami lakukan, hanya mematangkan saja,’’ kata Busril.
Adapun jumlah pengurus yang akan dilantik ini terdiri dari 2637 pengurus tingkat desa, 345 pengurus kecamatan dan sebanyak 90 orang pengurus kabupaten. Masing-masing pengurus nantinya dikoordinasikan sesuai daerah masing-masing. Dengan pengurus DPP sendiri sudah dikondisikan rencana pelantikan ini. Namun untuk tempat dilaksanakannya kegiatan mereka belum bisa memastikan, sebab disesuaikan dengan lokasi dan juga hal lainnya.
‘’Yang jelas persiapan kita matangkan, kalau soal tempat masih disesuaikan, bisa saja di Kota Mukomuko atau daerah lainnya. Sebab kehadiran Rio saat itu selain pelantikan pengurus juga terkait dengan pencalonannya sebagai Caleg DPR RI Dapil Bengkulu,’’ tutup Busril.(jar)
Terakhir, KPU Peringatkan Caleg
POLITIK RM – Bagi caleg yang merasa belum mundur dari jabatannya sebagai perangkat desa, PNS, Honorer maupun pengurus PNPM, BUMD dan pekerjaan lain yang digaji menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan APBD perlu diperhatikan dengan serius. Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengingatkan untuk yang terakhir kalinya, agar segera menyerahkan surat pengunduran diri. Hingga kedepannya tidak menimbulkan masalah bagi caleg ataupun partai politiknya.
Dijelaskannya untuk saat ini surat pengunduran diri masih dapat diterima, maka sebaiknya bagi yang merasa agar tidak menganggap remeh imbauan yang diberikan. Sebab pada saatnya nanti tetap akan diketahui dan menjadi kendala bagi caleg bersangkutan. Juga kepada ketua partai diminta menegaskan kembali kepada caleg mereka terkait persyaratan pencalonan ini.
‘’Sungguh kami minta agar caleg yang belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai penerima gaji bersumber dari APBD dan APBN untuk secepatnya. Jangan sampai karena kelalaian mereka berdampak untuk diri dan partainya sendiri,’’ kata Dawud.
Bagi caleg yang tidak mundur dan pada saatnya nanti terbukti maka ancamannya adalah pembatalan sebagai pemenang pemilu hingga suara yang bersangkutan hangus. KPU sendiri mengaku sejak awal sudah memberitahukan syarat tersebut, namun tetap diingatkan kembali untuk suksesnya peserta pemilu. Sebab meski saat ini tidak ada yang mengungkitnya, bakal tetap jetahuan pada akhirnya nanti.
‘’Meski saat ini mereka tetap bisa ikut pemilu, kalau memang masih aktif dengan pekerjaanya tetap akan ketahuan, damapknya caleg itu sendiri yang rugi. Suara mereka bisa dihanguskan, sebab ini merupakan syarat dari pencalonan,’’ tutupnya.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH juga menegaskan pihaknya terus mamantau status caleg. Mereka akan cek data caleg tersebut dan juga meminta kepada seluruh petugas Panwascam untuk melakukan tugasnya. Jika terbukti maka akan langsung diproses menurut ketentuan yang ada.
‘’Memang kami diminta oleh Bawaslu untuk melakukan cek ulang data ini, kita akan sampaikan kepada seluruh petugas untuk melakukan penelusuran langsung setiap caleg tersebut,’’ tutupnya.(jar)
KPU & Parpol Gelar Rapat Validasi DCT
POLITIK RM – Jika tidak ada aral melintang, besok Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan menggelar rapat validasi terakhir data Daftar Calon Tetap (DCT) 12 partai politik (parpol) peserta pemilu 2014. Rapat akan dihadiri oleh setiap ketua parpol yang bertempat di kantor Sekretariat KPU. Setiap parpol akan diminta membuat berita acara terkait dengan daftar caleg mereka yang sudah diumumkan KPU secara terbuka sejak awal.
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE, validasi data ini terkait dengan nama caleg yang terdaftar. Jika ada kesalahan dapat dilakukan perubahan, namun untuk pemasangan gelar, untuk caleg yang mendaftar tidak melampirkan ijazah sarjana tidak dapat dilakukan. Selanjutnya masing-masing partai diminta membuat berita acara yang menyatakan jika daftar caleg mereka sudah sah dan tidak ada kesalahan dalam penulisan dan sebagainya.
‘’Semua ketua partai kita harapkan bisa hadir, atau boleh diwakilkan asal memang orang yang berkompeten untuk membuat berita acara nanti. Bagusnya ketua partai, sebab mereka menguasai secara keseluruhan data calegnya dan bertanggung jawab melakukan koreksi,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga menjelaskan perbaikan sebetulnya tidak ada lagi, sebab selama diumumkan beberapa waktu lalu tidak ada yang mengajukan protes atas penulisan nama dan data lainnya. Yang pasti rapat nanti merupakan penyampaian terakhir kepada ketua partai, bahwan mulai minggu ini surat suara langsung dicetak. Maka apapun alasannya, tidak ada lagi perubahan. Usai validasi nanti, mereka langsung mengirim data ke pusat untuk proses berikutnya. Saat ini salah ada anggota KPU yang tengah berada di Jakarta untuk mengikuti proses terakhir ini.
‘’Setelah pembuatan berita acara dari caleg ini kita langsung sampaikan ke pusat untuk di cetak, tidak ada perubahan yang dilakukan, hanya kroscek saja. Untuk penambahan gelar, itu tidak dapat dilakukan, sebab syarat dalam kesempatan ini tidak dapat dilengkapi lagi,’’ tutupnya.(jar)
Caleg Cuma Ngotot di Awal
POLITIK RM – Pada awalnya, seluruh kader parpol yang maju sebagai caleg, gembar-gembor akan memenangi pemilu dengan target suara yang tak sedikit. Namun belakangan ini, para caleg tersaring secara alami. Satu persatu mereka yang tidak siap menghadapi kerasnya persaingan mulai tersisihkan. Sementara caleg yang betul-betul punya keinginan untuk duduk dan memiliki anggaran kampanye terus unjuk gigi.
Salah seorang politisi seinor asal Dapil III, H Tarmizi mengungkapkan setiap saat suasana politik terus mengalami perubahan. Jelasnya, caleg yang punya kans untuk memenangi pemilu masih terus bergerak mencari dukungan dengan cara masing-masing. Sedangkan caleg yang mulai mengakui sulitnya bersaing, satu persatu mundur secara teratur dan hanya bergerak seadanya dengan mengandalkan bantuan dari partai.
‘’Mana caleg yang berpeluang dan yang hanya sekedar mengisi daftar sudah terlihat. Awalnya semua bersemangat, namun terakhir mereka tersaring. Ini biasa dalam dunia politik, banyak faktor yang membuat seseorang lemah dan kuat,’’ kata Tarmizi.
Meski sudah banyak caleg yang melemah, namun persaingan antara caleg pendatang baru dengan calon incumbent masih seimbang. Saling serang antar caleg antar basis masing-masing sudah makin jelas terlihat. Masyarakat sendiri sejauh ini belum begitu terpengaruh dengan gerakan para caleg, mereka tetap melakukan penjaringan, untuk mencari calon yang betul-betul siap.
‘’Semua sudah mulai panas, saling serang basis itu mulai terjadi. Kalau masyarakat sejauh ini terbuka, mereka masih menjaring siap nanti yang dipercaya,’’ lanjut Tarmizi.
Kades Bumi Mekar Jaya (BMJ) Kecamatan Pondok Suguh, Dede mengakui untuk BMJ dan desa sekitarnya, persaingan antar caleg itu masih datar saja. Namun demikian menurutnya caleg yang berpeluang mendapat dukungan sudah tampak. Diantara yang bersaing ketat di daerahnya, adalah caleg PDI perjuangan, Gerindra dan Caleg NasDem. Masyarakat sendiri nampaknya sejauh ini belum begitu terpengaruh, sebab kehadiran caleg baru sebatas perkenalan saja.
‘’Kalau yang kuat ada caleg baru dengan incumbent, namun pada dasarnya semua masih berpeluang di dukung. Caleg yang datang masih sekedar perkenalan saja,’’ demikian Kades.(jar)
Saturday, 7 December 2013
Mukomuko Duka
Pria Uzur Ditemukan Tewas Mengapung
PONDOK SUGUH – Pagi kemarin, sekitar pukul 06.05 WIB, warga Desa Bumi Mekar Jaya (BMJ), Kecamatan Pondok Suguh digegerkan dengan informasi penemuan sesosok mayat laki-laki. Mayat tersebut ditemukan mengapung di dalam kolam areal perkebunan sawit milik Rohman, warga setempat. Usai dievakuasi, warga langsung dapat mengenali identitas mayat yang kondisi tubuhnya sudah kaku itu.
Panggilannya sehari-hari adalah Sujak (70), warga setempat yang bermata pencaharian sebagai petani. Berdasarkan informasi dihimpun, korban diduga terpeleset saat ingin membersihkan tubuhnya setelah bekerja seharian di kebun. Memang, semasa hidupnya korban dikenal aktif mengikuti pengajian di mesjid setempat saban malam jumat. Dugaan ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan, dimana tidak ditemukan adanya bekas luka akibat benturan ataupun tindak penganiayaan.
Dikonfirmasi wartawan, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Pondok Suguh, Iptu. A Robani membenarkan adanya penemuan mayat yang langsung dapat dikenali identitasnya. Pihaknya bersama anggota langsung turun ke TKP untuk melakukan pengecekan. Untuk kepentingan penyelidikan, polisi juga sudah memintai keterangan dari pemilik kolam, warga setempat sebagai saksi mata.
‘’Ya, pagi tadi (kemarin, red) ada laporan penemuan mayat mengapung di dalam kolam. Kita langsung turun ke TKP. Dari penyelidikan tidak ditemukan adanya bekas kekerasan. Diduga korban terpeleset dan kecebur ke kolam. Sejauh ini, kita sudah meminta keterangan dari sejumlah warga dan pemilik kolam itu sendiri. Kalau kejadiannya diprediksi malam hari,’’ urai kapolsek.
Keterangan lain dihimpun Radar Mukomuko (RM), sorenya korban masih terlihat sehat dan bugar. Korban berangkat dari rumahnya di tengah kebun yang berjarak kurang lebih 2 Km dari desa menuju mesjid. Biasanya, korban membersihkan tubuhnya di sumur milik warga. Entah kenapa, korban saat itu memilih menuju ke kolam.
Adalah Herman, warga yang kali pertama menemukan korban. Niatan Herman semula hendak menyadap getah karet di kebun. Samar-samar cahaya dari senter yang digunakan Herman menangkap sesosok tubuh yang terapung di kolam. Betapa kagetnya Herman saat didekati ternyata benar, itu merupakan tubuh manusia. Atas penemuannya Herman sontak meneruskan pada warga lain.
‘’Kejadian ini cukup mengagetkan kita. Korban memang warga kita. Dia selama ini rajin mengikuti pengajian di mesjid. Korban pagi tadi (kemarin, red) langsung kami kebumikan setelah mendapat izin dari keluarganya di Lampung,’’ papar Kades BMJ, Dede.(ray/jar)
Presidium Bengkulu Barat Segera Dibentuk
PONDOK SUGUG – Rencana pemekaran Kecamatan Ipuh dan sekitarnya menjadi sebuah kabupaten baru agaknya bukan sekedar isu saja. Kabar teranyar didapat, beberapa tokoh masyarakat dari 5 kecamatan, masing-masing Ipuh, Pondok Suguh, Sungai Rumbai, Malin Deman dan Air Rami akan mengadakan rapat dengan bahasan pembentukan presidium pemekaran. Konon nama kabupaten yang bakal diusulkan adalah Bengkulu Barat.
Salah seorang tokoh masyarakat Pondok Suguh, A Katab yang juga tergabung dalam presidium pemekaran Kabupaten Mukomuko mengakui bahwa isu rencana pembentukan kabupaten pemekaran dari Mukomuko sedang menjadi pembicaraan hangat. Terakhir diusulkan kabupaten ini nantinya diberi nama Bengkulu Barat. Ia juga sudah dihubungi terkait adanya rencana penyebaran undangan bagi para tokoh di lima kecamatan untuk membentuk presidium.
‘’Kabarnya undangan untuk rapat tokoh masyarakat ini sudah dirancang, sekarang masih menyesuaikan waktunya. Hingga dengan harapan setiap yang diundang dapat menghadirinya,’’ kata Katab.
Sebelum melangkah lebih jauh, Katab mengingatkan agar seluruh elemen harus kompak dan komitmen. Ia tidak menginginkan pengorbanannya kala memperjuangkan Kabupaten Mukomuko berujung pahit. Dimana untuk wilayah Pondok Suguh sangat minim tersentuh pembangunan pemerintah.
‘’Kita tidak mau asal berjuang saja, kalau memang sepakat harus ada perjanjian yang jelas di hadapan masyarakat, sudah cukup sekarang warga Pondok Suguh sudah merasa dikecewakan oleh kabupaten yang sekarang ini,’’ tutup Katab.(jar)
Penipu Raup Jutaan Rupiah
//Modus Jualan Pulsa, 9 Warga Jadi Korban
TERAS TERUNJAM – Masyarakat Kabupaten Mukomuko mesti waspada dengan aksi dugaan penipuan satu ini. Dengan modus menawarkan pulsa yang harganya jauh lebih murah dari harga normal, bahkan diimingi mendapat bonus pulsa tambahan, pelaku selama melancarkan aksinya sudah meraup keuntungan mencapai jutaan rupiah. Yang menjadi korbannya selain warga biasa, juga pemilik usaha counter handphone.
Berdasarkan data yang dihimpun Radar Mukomuko (RM), jumlah korban dugaan penipuan sebanyak 9 orang. Mereka terdiri dari, Ica (25) yang mengalami kerugian Rp 1 juta, Har (40) yang menyerahkan uang Rp 500 ribu, keduanya asal Desa Talang Kuning, Enjel Santra (23) warga Teruntung yang kehilangan uang Rp 1 juta serta Tani (28) warga Teras Terunjam dengan nilai kerugian Rp 1 juta. Selanjutnya, Abu Tikar asal Desa Suka Pindah yang kena tipu Rp 300 ribu, Alwi sebesar Rp 1 juta jumlah kerugiannya, M Yatim Rp 2 juta, Dodi Rp 1 juta dan Yal Rp 500 ribu.
‘’Dari pengakuan korban, mereka sudah menyetor uang pada oknum pria yang bertampang meyakinkan itu. Ica sudah setor uang Rp 1 juta, Har Rp 500 ribu, Enjel Rp 1 juta dan Tani Rp 1 juta. Berdasarkan keterangan yang saya peroleh, pria itu membawa selebaran kertas yang berisikan program pulsa murah. Tetapi setelah dibayar, saldo pulsa mereka tidak terisi. Tetapi laporan pengiriman pesan dari pesan masuk ke Hp mereka itu ada. Saat ini mereka kecewa dan merasa ditipu,’’ ungkap Noviyanto.
Noviyanto menambahkan, penampilan pelaku cukup meyakinkan. Tak heran jika warga terpedaya. Kendati tidak memperkenalkan dirinya pelaku sedianya menyulut kecurigaan para korban.
‘’Warga masih heboh membahas tentang kejadian itu, sayangnya pelaku itu tidak ada lagi muncul-muncul ke desa,’’ lanjut Noviyanto.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam, Bipda Budimansyah mengungkapkan pihaknya belum menerima laporan resmi atas peristiwa dugaan penipuan tersebut. Namun begitu polsek akan melakukan penyelidikan.
Terpisah, Kaur Pembangunan Desa Suka Pindah, Kecamatan Lubuk Pinang, Abu Tikar, juga mengaku dirinya ikut tertipu oleh aksi oknum pelaku penjual pulsa menggunakan motor Jupiter MX warna hitam merah. Abu Tikar menyebutkan dirinya telah melakukan transaksi kepada oknum tersebut dengan nilai uang Rp 300 ribu.
‘’Selain saya, juga warga lainnya yang diperkirakan menjadi korban dugaan penipuan tersebut. Diharapkan dengan kejadian ini tidak lagi terjadi di tempat lain. Untuk sementara ini kami belum melapor ke pihak yang berwajib,’’ demikian Abu.(nek/dum)
Bupati Dukung Pemilik Ternak Bandel Dipidana
METRO – Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM mendukung jajaran Polres Mukomuko menindak tegas para pemilik ternak yang membiarkan ternaknya berkeliaran di tempat umum. Bup prihatin mengetahui banyaknya peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) akibat menabrak ternak di jalan raya. Sejauh ini, penertiban ternak yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum maksimal. Dengan adanya tindak lanjut dari kepolisian, Bup berharap dapat meningkatkan kesadaran para pemilik ternak. Minimal dengan tidak membiarkan ternaknya berkeliaran dengan cara mengandangkannya.
‘’Kita dukung bersama polisi untuk menindak tegas para pemilik ternak. Selama ini upaya yang dilakukan Satpol PP belum maksimal. Dan pemilik ternak terkesan tidak mengindahkan apa yang telah diinstruksikan. Kita sangat prihatin banyak pengendara yang menjadi korban kecelakaan akibat menabrak ternak. Itu tidak bisa dibiarkan, karena kebanyakan pemilik ternak tidak mengakuinya,’’ ungkap Bup.
Sementara itu, rencana pemeriksaan terhadap pemilik ternak yang dilakukan kemarin urung. Pasalnya, pemilik ternak berinisial Ar tidak memenuhi undangan. Polisi bakal melayangkan surat panggilan. Hari ini dan besok, pemilik ternak lainnya berinisial Yk dan Dl akan dimintai keterangan jika berkenan memenuhi undangan.
‘’Ya, seharusnya tadi (kemarin, red) Ar kita mintai keterangan. Karena tidak memenuhi undangan, nantinya akan kita buat surat panggilan. Besok (hari ini, red) Yk akan dimintai keterangan dan Jumat (besok, red) giliran Dl yang dimintai keterangan. Tetapi kalau semuanya tidak memenuhi, terpaksa kita layangkan surat panggilan. Kita juga sudah melihat kondisi korban serta meminta keterangan seputar kronologisnya,’’ pungkas Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Narkoba, AKP. P Simarmata.(ray)
Usulan Lelang Jabatan, Bup: Itu Sangat Bagus
METRO – Usulan lelang jabatan digelar Pemkab Mukomuko dari sejumlah pihak mendapat tanggapan langsung dari Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Usulan itu dinilai bagus dan membangun untuk kemajuan daerah. Namun, Bup belum bisa memastikan dan akan mempertimbangkannya. Itu mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Mukomuko masih sangat minim. Sehingga pejabat yang ditempatkan masih banyak yang belum sesuai dengan tupoksinya. Keputusan itu ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi.
Saat dikonfirmasikan, Bup mengatakan bahwa pihaknya memiliki harapan agar Kabupaten Mukomuko bisa maju dan berkembang. Sehingga masyarakatnya ikut sejahtera. Termasuk dalam hal penempatan pejabat di dalam pemerintahan.
‘’Usulannya sangat bagus sekali dan kita terima. Tetapi balik-balik dengan SDM yang ada sekarang ini. Jujur saja, kita terkadang kesulitan untuk menempatkan para pejabat itu. Karena selain memang yang memenuhi kriteria baru orang-orang itu saja, mutasi yang dilakukan juga belum maksimal. Karena orangnya sama. Hanya saja tempat kerjanya yang berubah. Kita akan pertimbangkan lagi dan persiapkan semuanya,’’ ungkap Bup.
Ditambahkannya, sejauh ini dengan pejabat yang ada, ia yakin semua pekerjaan yang diamanahkan bisa dilaksanakan dengan baik. Dan pihaknya terus melakukan evaluasi. Tak ayal jika mutasi kerap dilakukan untuk meningkatkan efektifitas kerja. Selain itu, pihaknya terus meminta agar para pejabat bisa meningkatkan kinerja sesuai tanggung jawabnya.
‘’Dengan SDM yang ada sekarang ini, syukur Alhamdulillah semua kegiatan tetap berjalan. Memang kalau pejabat yang ditempatkan itu bisa sesuai tupoksinya kita yakin akan lebih efektif. Meski kerap mutasi itu semata untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan meningkatkan tatanan pemerintahan. Kita berharap pejabat yang diberi amanah bisa bekerja sesuai tanggung jawabnya. Kalu tidak, apa boleh buat. Kita akan evaluasi kembali,’’ pungkas Bup.(ray)
Politik Mukomuko Kini
NasDem Mukomuko Terbaik se-Indonesia
POLITIK RM – Segenap jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko di bawah kepemimpinan Busril tengah berbangga hati. Bagaimana tidak? Dalam acara Rakernas NasDem di Jakarta dua hari lalu, DPD NasDem Mukomuko dinobatkan sebagai yang terbaik se Indonesia. Penyerahan penghargaan berupa piagam langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Surya Paloh.
Penghargaan ini atas ketepatan waktu mereka menyampaikan struktur pengurus lengkap, mulai dari pengurus ranting hingga DPD. Juga atas ketepatan waktu DPD NasDem Mukomuko menyampaikan hasil Rapat Daerah (Rakerda) ke pusat. Peringkat terbaik ini diperoleh oleh 5 Provinsi se Indonesia, salah satunya Provinsi Bengkulu. Di Bengkulu yang tercepat adalah Kabupaten Mukomuko bahkan menjadi yang tercepat pertama se Indonesia.
Dihubungi via Hp, Musfar Rusli yang sedang berada di Jakarta menjelaskan, piagam yang ia terima ini merupakan buah dari kerja keras semua elemen parpol selama ini. Pada awalnya ia mengaku tidak pernah berpikir bakal mendapat perhagargaan tersebut, namun saat diumumkan ada 5 Provinsi yang tercepat dan salah satunya adalah Provinsi Bengkulu. Mukomuko ternyata paling cepat di Bengkulu bahkan se Indonesia.
‘’Kita dinilai sebagai daerah tercepat menyelesaikan penyusunan pengurus untuk semua tingkatan dan juga laporan Rakerda paling rapi, ini tentu kebanggaan bagi kami. Semua tak lepas dari kepiawaian pak Busril dalam memimpin DPD juga kerjakeras semua kawan-kawan,’’ kata Musfar.
Dalam rakernas NasDem yang diikuti oleh DPW dan DPD se Indonesia ini, banyak pembahasan lain terutama laporan-laporan setiap pengurus. Semua dituntut berjuang untuk memenangi pemilu 2014 mendatang. Meski pada saat ini posisi NasDem masih dalam 5 besar saja sesuai hasil survey, namun jauh dari itu, NasDem bertekad harus keluar sebagai pemenang pemilu menimal masuk 3 besar. Untuk persoalan lain akan dibahas dalam rapat berikutnya.
‘’Banyak hal yang dibahas dalam rakernas ini, semua kendala dan kelebihan setiap daerah dipaparkan, suatu yang penting, NasDem harus masuk 3 besar, itu instruksi dari DPP langsung,’’ papar Musfar.
Terpisah, Busril mengaku bangga atas penghargaan yang diberikan, penerima penghargaan dari Surya Paloh sengaja ia serahkan kepada sekjennya, sebab ia termasuk kader parpol yang terbaik dan bekerja keras selama ini. Nmaun harapannya smeua kader dan caleg jangan terlena, tujuan bekerja keras bukan untuk menghargaan tetapi lebih penting bagaimana membawa parpol ini keluar sebagai pemenang pemilu di Mukomuko.
‘’Tentu kebanggaan bagi kami, artinya selama saya memimpin semua berjalan dengan baik, namun lebih penting ini harus dijadikan spirit untuk terus membawa NasDem keluar sebagai pemenang pemilu. Salah satu pesan dari DPP jangan takut berkorban untuk memenangi pemilu,’’ tutup Caleg Nomor 1 ini.(jar)
PKS & Golkar Bertekad Raih Kursi di Dapil II
POLITIK RM – Kekosongan kursi Dapil II pada Pemilu 2009 lalu membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Golkar urung keluar sebagai pemenang pemilu, meskipun jumlah suara secara global unggul. Pada pemilu sekarang, dua parpol besar ini, bertekat untuk mengakhiri krisis kursi di Dapil II dan meningkatkan perolehan suara untuk Dapil I dan Dapil III.
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS, Purwanto mengatakan tahun sebelumnya mereka adalah peraih suara terbanyak, hanya saja jumlah kursi kalah, disebabkan kekosongan di Dapil II. Maka untuk pemilu 2014 ini mereka sudah bertekad untuk mendapat kursi di Dapil ini. Sesuai laporan terakhir dari lapangan peluang tersebut terbuka.
‘’Kita berusaha mewujudkannya, kekosongan kursi pada pemilu 2009 di Dapil II cukup menjadi pengalaman partai untuk kedepannya. Mudahan kalau berdasarkan laporan kawan-kawan di lapangan peluang untuk mendapatkan itu kali ini ada,’’ kata Purwanto.
Langkah yang diambil parpol nomor 3 ini diantaranya mengusung tokoh-tokoh masyarakat setempat dan juga menepatkan kader-kader terbaik partai pada daftar caleg. Setiap saat pembinaan atau pembekalan bagi tim PKS di Dapil II dan Kabupaten Mukomuko pada umumnya terus dilakukan. Mereka tidak hanya menargetkan dapat kursi, tetapi memenangi pemilu.
‘’Kita terus minta laporan dari setiap kader di lapangan, dimana kelemahan kita dan apa saja informasi di lapangan terus dihimpun. Kemudian kita bahas dalam rapat partai,’’ tegasnya.
Juga Sekjen DPD II Golkar, Antonius Dale, SP menegaskan, secara kepartaian mereka sudah punya prediksi, Dapil II hampir dipastikan akan mendapat jatah kursi. Juga mereka akan meningkatkan kemenangan di Kabupaten Mukomuko secara umum. Keyakinan mereka berdasarkan kekuatan caleg yang diusung dan juga kesiapan dari semua kader partai untuk memenangi pemilu mendatang.
‘’Kita yakin dengan semua ini, secara kepartaian maupun prinadi saya rasa untuk jatah satu kursi per dapil sudah dipastikan. Caleg disetiap dapil tampaknya siap semua,’’ tutup Dale.(jar)
LSM Bakal Kawal Pemilu 2014
POLITIK RM – Pengawalan pemilu tidak hanya oleh Panwaslu maupun KPU. Lembaga swadaya masyarakat dan ormas lainnya juga menyatakan siap mengawal jalannya Pemilu 2014. Tujuannya lain tidak bukan untuk terwujudnya kenyamanan bagi masyarakat dan juga demi menciptakan pemilu yang Jurdil.
Seperti diungkapkan oleh Ketua LSM LP3K, Aprizal, pemilu merupakan agenda rakyat yang sangat penting. Dari sini akan ditentukan siapa wakil mereka untuk 5 tahun mendatang. Dalam arti kata semua harus berjalan dengan baik dan tertib, itu akan terwujud dengan keikutsertaan semua pihak mengawal pesta demokrasi ini. Termasuk ormas, LSM dan masyarakat secara individu harus aktif.
‘’Kewajiban bagi kita untuk mengawal jalannya pemilu, ini adalah pesta rakyat dimana mereka menentukan siapa yang layak mewakilinya nanti. Dari itu perlu pemilu yang aman dan jurdil,’’ kata Aprizal.
Juga diungkapkan anggota LSM lainnya, Edi S banyak yang perlu dikawal dalam pemilu ini. Wakil yang terpilih nantinya harus betul-betul hasil dari pemilihan yang adil. Karena mereka dipercaya menjadi penampung aspirasi masyarakat dalam berbagai kepentingan untuk pembangunan juga pembelaan terhadap warga. Kalau wakil yang terpilih dengan cara yang salah, pekerjaan yang dilakukan juga cendrung menyalahi.
‘’Kita tahu dewan itu rawan dengan berbagai godaan, maka kita butuh wakil yang berkualitas, untuk mendapatkan harus melalui pemilu yang bersih. Kami akan mengawalinya dan masyarakat dapat sampaikan apabila ada kejanggalan yang terjadi untuk kita teruskan kepada yang berwenang,’’ tutup Edi.(jar)
Antisipasi Kecurangan di TPS
POLITIK RM – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Mukomuko mulai agresif mempersiapkan diri menghadapi hari H pencoblosan 9 April 2014. Salah satu yang dianggap paling penting untuk disiapkan adalah saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan. Secara nasional Partai Hanura siap menempatkan ratusan ribu saksinya yang akan disebar di seluruh provinsi pada Pemilu 2014. Untuk Kabupaten Mukomuko sendiri saksi yang disiapkan ratusan orang dan sekarang mulai dilakukan penjaringan.
Ditemui, Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom menerangkan, seluruh TPS wajib ada saksi. Tidak hanya itu termasuk di daerah-daerah rawan lainnya, mereka siapkan saksi untuk memantau detail. Hanura menginginkan tidak ada kecurangan yang terjadi pada pemilu mendatang, baik dari pihak mereka maupun dari peserta pemilu lainnya.
‘’Hanura menyiapkan ratusan saksi yang akan disebar disetiap TPS-TPS, tugas dari saksi ini untuk mencatat semua hasil pemilu dan kejadian lain selama pemilhan nanti. Hingga tidak ada kecurangan yang terjadi, baik merugikan Hanura atau pihak lainnya,’’ kata Hermansyah.
Lanjutnya, semua saksi yang dipilih harus memahami tugasnya. Peran saksi juga sangat penting untuk memenangkan Hanura. Dia optimistis Hanura dapat bersaing untuk memenangkan Pemilu 2014. Setelah jumlah saksi dirasa cukup, masing-masing langsung diikutkan dalam pelatihan menghadapi pemilu. Mereka mengutamakan saksi yang betul-betul loyal dengan partai. Penjaringan saksi lansung instruksi dari pusat dan termasuk biaya bagi saksi sepenuhnya ditanggung oleh DPP.
‘’Sekarang kita menyiapkan saksi, kita memang mengutamakan mereka yang loyal dan mau bekerja untuk Hanura. Hingga tidak ada kecurangan yang terjadi pada saat pencoblosan mendatang,’’ tegasnya.
Pada lain hal Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan, partainya pada Pemilu 2014 akan berjuang mewujudkan Indonesia yang lebih baik. "Partai Hanura ingin menang, kenapa kita ingin menang, karena kita ingin berubah. Partai Hanura berjuang untuk perubahan bangsa Indonesia menuju arah pembangunan yang benar," kata Wiranto yang juga menjadi capres Partai Hanura.
"Perubahan itu syaratnya bagaimana" Hanura harus menang bersama capres dan cawapresnya," tegas Wiranto disambut tepuk tangan ribuan saksi Hanura yang mewakili ratusan ribu saksi lainnya.
Wiranto mengatakan, untuk menang peran saksi sangat penting. "Kita juga butuh saksi seperti kalian, karena peran saksi itu sangat penting. Saksi adalah persyaratan kita untuk menang. Selain untuk memenangankan Hanura serta mengubah bangsa ini lebih baik," tutupnya.(jar/net)
Jangan Seperti Pemimpin Upacara!
Kata Mujiono
SEORANG pemimpin yang sukses, adalah pemimpin yang mengenal masyarakatnya dengan baik. Mereka tahu bagaimana kondisi warga dan mencari solusi perbaikan ke depan. Jangan malah seperti pemipin upacara yang perlu tahunya dihormati. Pesan ini diungkapkan oleh salah seorang sanggota DPRD Mukomuko, yang juga adalah caleg PDI Perjuangan untuk DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko.
Dijelaskannya jadi seorang pemimpin dan wakil dari rakyat harus aktif memperhatikan kondisi masyarakat kemudian berjuang untuk mencari solusi dari masalah tesebut. Pemimpin yang selalu mau dihormati, tidak akan banyak membawa kemajuan bagi masyarakat. Mujiono menggambarkan bagaimana sosok Jokowi begitu mudah diterima warga karena ia peduli dan memahami kondisi masyarakatnya.
‘’Jadilah pemimpin yang dikenal rakyat, jangan pemimpin yang hanya minta dihormati seperti pemimpin upacara. Itulah contoh yang diberikan oleh pak Jokowi kepada kader PDIP,’’ kata Mujiono.
Mujiono juga mendukung dilakukan lelang jabatan di Kabupaten Mukomuko, seperti yang diterapkan oleh Jokowi. Dari sana akan dapat menjaring pemipin berkualitas untuk setiap instansi dan masing-masing bisa dilihat programnya untuk masyarakat. Rasa tanggung jawab terhadap program mereka juga akan meningkat jika pejabat yang diberi kuasa atas dasar lelang.
‘’Saya melihat lelang jabatan sebagai salah satu solusi untuk menjaring pemimpin berkualitas, dari sana mereka bisa termotivasi menyelesaikan setiap program yang sudah dibuat,’’ lanjutnya.
Sebagai calon wakil Rakyat untuk DPRD Provinsi, Mujiono termasuk caleg yang aktif menemui masyarakat. Cita-citanya bisa dikenal masyarakat secara luas dan komunikasi antar dirinya selaku wakil rakyat dengan orang-orang diwakili bisa lancar. Dari sana apapun persoalannya bisa diangkat didalam forum dewan guna mencari solusinya ke depan.
‘’Kami dari PDI Perjuangan selalu mengingatkan kepada kader untuk berbuat di tengah masyaralkat. Datangi mereka dan temukan apa saja kendala yang dihadapi. Hingga jika diberi kepercayaan bisa menjadi bahan untuk dikerjakan kedepannya,’’ tutup Mujiono.(jar)
Saturday, 30 November 2013
Kabupaten Mukomuko
130 Mahasiswa AK Mukomuko Diwisuda
PENDIDIKAN RM – Sebanyak 130 orang mahasiswa/I Diploma I (D1) Akademi Komunitas (AK) Mukomuko angkatan pertama telah menyelesaikan proses perkuliahan. Dijadwalkan pada hari ini, bertempat di ruang pola kantor Bappeda Kabupaten Mukomuko mereka akan diwisuda untuk mendapatkan gelar disertai ijazah. Adapun mahasiswa/I yang diwisuda terdiri dari program Studi Teknik Informatika sebanyak 87 orang, Tanaman Perkebunan 29 orang dan Budidaya Perikanan berjumlah 14 orang.
Selain akan dihadiri senat Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang berjumlah 15 orang, Direktur Polinela, Ir. Joko SS Hartono, M.T.A. Kemarin dilakukan persiapan akhir menyambut pelaksanaan wisuda sekaligus gladi.
Sebelum akhirnya diputus menggunakan ruang pola Bappeda, seperti disampaikan Bodi Rahmat Sentosa, SH selaku Penjamin Mutu AK Mukomuko, pihaknya berencana menggunakan aula gedung DPRD kabupaten. Tapi setelah dikonfirmasi dengan pihak sekretariat, usulan tersebut tidak disetujui.
‘’Itulah yang kita sayangkan dan pertanyakan. Kenapa tidak boleh menggunakan gedung itu. Gedung itu kan gedung dewan, miliknya rakyat bukan milik anggota dewan. Padahal tujuan kita menggunakan gedung itu untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi,’’ kritik Bodi.
Di sela mengikuti gladi, Kabag Administrasi Polinela, I Wayan Sudarse menyampaikan lulusan AK Mukomuko mesti siap bersaing dengan wisudawan lain. I Wayan juga berpesan agar lulusan AK tidak bergantung dengan perusahaan ataupun instansi pemerintah dalam mencari pekerjaan melainkan lebih membuka lapangan pekerjaan.
‘’Siap tidak siap, harus tetap siap, untuk menerapkan ilmu yang diperolehnya, serta mampu bersaing dengan sarjana dari unversitas lain. Dalam memperebutkan lowongan kerja atau menciptakan lapangan kerja sendiri,’’ I Wayan.(cw2)
Tak Tahan Godaan Disarankan Mundur!
METRO – Gayung bersambut, publik se Kabupaten Mukomuko ramai membicarakan wacana yang mencuat terkait ancaman bagi seorang pemimpin terperangkap dengan Trilogi Ta, Harta, Tahta dan Wanita yang kesemuanya berujung pada kehancuran. Sebagaimana fakta yang diselipkan, dimana tidak sedikit karir hingga kehidupan pribadi kepala daerah, wakil rakyat hingga pejabat yang berakhir tragis.
Publik di Mukomuko berharap para pemimpin mereka tidak ada yang sampai tergoda ‘’fitnah dunia’’ tersebut. Terlebih kabupaten yang letaknya paling ujung Provinsi Bengkulu ini masyarakatnya terkenal agamis serta menunjung tinggi adat istiadat peninggalan nenek moyang mereka. Jika kenyataannya ada oknum-oknum pemimpin yang tak tahan dengan godaan, masyarakat menyarankan agar pemimpin tersebut mundur demi kebaikan bersama.
Dicontohkan oleh Wiwit, salah seorang warga Pasar Mukomuko, kasus nikah siri yang dilakoni mantan Bupati Garut, Aceng Fikri. Nama baik daerah Garut, termasuk masyarakat di dalamnya menjadi tercemar di mata publik se nasional. Hampir saban detik media selalu memblowup pemberitaan tentang Aceng. Padahal itu merupakan ulah pribadi Aceng.
‘’Kita ambil contoh kasusnya Aceng Fikri, bukan hanya dia pribadi yang jelek, nama Kabupaten Garut dan masyarakatnya juga ikut menjadi tercemar. Tentunya kita di Mukomuko tidak ingin kasus seperti itu terjadi,’’ ungkap Wiwit.
Salah seorang warga Desa Lubuk Gedang, Kecamatan Lubuk Pinang, Amanar sepakat dengan usulan mundur bagi para pemimpin yang imannya lemah. Kendati pada dasarnya semua manusia memiliki nafsu. Namun Amanar yakin para pemimpin di daerah ini masih bisa mengendalikan diri mereka, terutama dengan yang namanya ‘’daun muda’’__sebutan untuk wanita muda.
‘’Demi kebaikan mereka (para pejabat red) dan demi menjaga nama baik daerah atau instansi yang mereka pegang, jika tidak mampu menahan godaan baik harta, tahta maupun wanita sebaiknya mundur saja,’’ saran Amanar.
Berbeda lagi tanggapan Fauzan, warga Bandar Ratu. Virus 3 Ta menurutnya sudah mewabah sampai ke Kapuang Sakti Rantau Batuah. Meskipun belum pernah ada pembuktian, berdasarkan pemberitaan di media-media, terdapat oknum pejabat atau mantan pejabat yang diduga selingkuh. Itu merupakan realita yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
‘’Sudah menjadi rahasia umum jika banyak kepala daerah, anggota dewan hingga pejabat yang suka daun muda. Mudah-mudahan saja, kita sama-sama saja berdoa supaya di daerah kita tidak ada yang seperti itu,’’ demikian Rahmad, warga Air Manjuto.(cw2)
Incar Jabatan ‘’Basah’’, Pejabat Gencar Lobi-Lobi
METRO – Seiring berhembusnya informasi gerbong mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko akan terus berlanjut mengarah ke Eselon II, diperoleh informasi ada pejabat yang gencar melakukan lobi-lobi untuk menduduki jabatan di instansi yang ‘’basah’’. Sasaran lobi oknum pejabat tersebut tidak sebatas Baperjakat namun juga ‘’orang-orang dekat’’ pemangku kebijakan tertinggi di kabupaten ini.
Adapun diantara instansi yang tengah jadi incaran terdiri dari, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pendapatan dan Kekayaan Daerah (DPKD), Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (P3K), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Dimintai tanggapannya, Ir. Kasmidi Kasim, M.Si, Kepala DPKD mengatakan, landasannya dirinya dalam mengemban amanah pekerjaan adalah profesionalisme dan kemampuan. Itu semata-mata dalam rangka pengabdian kepada daerah dan menjalankan sistim pemerintahan yang ada.
‘’Kalau kami tidak pernah memaksakan harus duduk (menjabat, red) dimana. Yang penting adalah berupaya mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin dalam bekerja. Kalau sekiranya mampu, kita siap untuk ditempatkan dimana saja dengan cara yang profesional,’’ ungkap Kasmidi.
Salah seorang praktisi pemerintahan, Agus Yakum, M.Si mengatakan, 75 persen pejabat yang menduduki jabatan vital kerap melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan jabatan. Tidak menutup kemungkinan juga terjadi di Kabupaten Mukomuko. Untuk mengantisipasi hal itu, ia menyarankan kepala daerah untuk melakukan pengkajian.
‘’Selama kami melakukan di sejumlah penelitian khususnya kinerja para pejabat itu banyak yang tidak sesuai tupoksi. Itu lantaran dalam menempatkan para pejabat terdapat unsur kolusi dan nepotisme. Banyak hal-hal yang dilakukan untuk mendapatkan jabatan vital. Ya, salah satunya dengan lobi-lobi yang disertai uang. Itu tidak boleh terjadi, karena akan berdampak pada pekerjaan. Bagaimana tidak, orang itu ditempatkan tidak sesuai dengan kemampuannya ya percuma saja. Bupati kita sarankan untuk mengkaji. Kalau sekiranya tidak mampu jangan dipaksakan,’’ tegas Agus.
Hal senada disampaikan praktisi pemerintahan dari Universitas Bengkulu (Unib), Yamani Komar, SH, MH. Ia tak menampik di lingkungan pemerintahan penempatan pejabat berlatarbelakang unsur kedekatan dan kekeluargaan dengan kepala daerah. Sedangkan kinerja dan kemampuannya tidak dipertimbangkan. Akibatnya roda pemerintahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Memang benar kalau sekarang ini dalam hal apapun seperti di pemerintahan sendiri banyak sekali unsur-unsur nepotisme. Jadi, seorang pejabat ditempatkan karena kedekatan dan kekeluargaan. Artinya memanfaatkan aji mumpung. Padahal itu tidak boleh terjadi. Menempatkan pejabat harus dilihat kemampuannya dan loyalitas, bukan karena lobinya hebat. Kita sarankan itu tidak terjadi di Kabupaten Mukomuko, karena akan berdampak serius pada sistim pemerintahan,’’ terang Yamani.(ray)
Turnamen Sepak Bola Berujung Ricuh
V KOTO – Perangkat Desa Pondok Tengah, Kecamatan V Koto melayangkan protes terhadap pelaksanaan turnamen sepak bola Tanjung Alai Cup I. Bahan protes sebagaimana tertuang dalam surat resmi yang diketahui kades, ketua BPD dan ketua karang taruna setempat mulai dari dugaan penganiayaan terhadap pemain kesebelasan Desa Pondok Tengah yang ditengarai diprovokatori, kemudian dugaan perbuatan tidak menyenangkan oleh salah seorang warga Tanjung Alai lalu pemutusan sepihak dari panitia terhadap hasil pertandingan yang menggugurkan kedua kesebelasan.
Misran, mantan Ketua Karang Taruna Pondok Tengah menjelaskan, pihaknya merasa tidak senang dengan perkataan yang dianggap menghina.
‘’Arti kata-kata itu, kami ini orang yang tidak tahu apa-apa. Dia juga menyebutkan turnamen ini dia yang punya, semua anggota intel dan buser di lapangan dia yang menghadirkan. Sebenarnya sejak awal sudah diprediksi pertandingan akan keras, jadi kita ada memberitahukan kepada pemain jangan terpancing emosi. Meski sempat kiper kita dikasari pemain lawan, pemain lawan itu hanya diberi kartu kuning,’’ kata Misran.
Ketua Karang Taruna Pondok Tengah, Idil Adha menambahkan, pada Selasa (26/11) lalu mereka bertanding sesuai jadwal. Lawan yang mereka hadapi adalah tuan rumah. Awalnya pertandingan berjalan dengan lancar. Namun memasuki 9 menit terakhir, dimana tim Pondok Tengah dalam posisi unggul 1-0 terjadilah keributan. Pemain dan suporter Pondok Tengah jadi bulan-bulanan tim lawan sehingga ada yang mengalami cidera.
‘’Kami sudah menang, waktu tinggal 9 menit lagi tiba-tiba keributan itu terjadi. Nampaknya mereka sudah takut, karena kalah. Malah keputusannya kami digugurkan oleh panitia termasuk tim lawan kami,’’ terang Idil.
Berbeda lagi keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat Tanjung Alai, Jafridin, ST, M.Pd. Keputusan menggugurkan kedua tim adalah benar, sudah sesuai dengan tata tertib pertandingan.
‘’Pada poin 9 sudah jelas, jika terjadi keributan, pemukulan terhadap wasit dan membuat keributan maka tim tersebut digugurkan dan didenda. Poin ini juga sudah disampaikan, tapi mereka tidak terima. Mengenai kehadiran saya di lokasi tidak lain untuk membantu melerai, menengahi. Saya punya hak untuk itu. Mengenai kabar adanya laporan dari Pondok Tengah ke polisi, sampai saat ini saya ataupun panitia belum mendapat panggilan,’’ kata Jafridin.
Joko, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Tanjung Alai Cup I menambahkan bahwa yang memicu keributan disaat salah seorang pemain tim Pondok Tengah diduga memukul pemain tuan rumah.
‘’Saksi dugaan pemukulan itu tiga orang wasit. Dan memang, mengacu dengan aturan kalau terjadi keributan kedua tim digugurkan. Aturan itu ditandatangani di atas materai. Beruntung panitia hanya menggugurkan, tidak menyertai denda. Kalau memang dari Pondok Tengah akan melaporkan masalah itu ke polisi, kita akan melaporkan balik,’’ tegas Joko.
Terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik mengatakan pihaknya sudah mengetahui perihal tembusan laporan dari perangkat Desa Pondok Tengah terkait pelaksanaan turnamen sepak bola. Menanggapi tudingan keberadaan anggota polisi di lokasi karena dikerahkan oleh seseorang, kapolres menjelaskan bahwa sudah menjadi tugas polisi untuk hadir dalam setiap kegiatan masyarakat.
‘’Baik untuk memonitor maupun pengamanan. Baik diundang ataupun tidak, polisi akan hadir. Jadi tidak benar kalau ada anggapan kehadiran polisi karena ada yang mengerahkan. Seyogyanya dalam turnamen itu sportivitas dijunjung tinggi. Semua permainan ada aturan mainnya. Hendaknya masing-masing pihak mengintrospeksi diri. Kalau semua pihak sportif, permasalahan bisa diselesaikan oleh panitia. Masyarakat harus membiasakan diri taat terhadap norma-norma yang berlaku. Misalkan, di dalam mesjid ada normanya. Kemudian, bertamu juga ada normanya, bertetangga ada normanya, dalam bekerja ada normanya, dan begitu juga dalam pertandingan olahraga, ada norma yang harus ditaati,’’ pesan kapolres.(jar)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati
METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...
-
Inspektorat : Diakuinya Satu Kali METRO – Ujian berat tengah dihadapi oleh dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko dan merupakan pukulan bagi p...
-
Pemilihan Bupati 2020 MUKOMUKO – Semakin dekatnya perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, nama-nama tokoh yang benar...
-
Kerja Keras dan Cerdas KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Muk...



+copy.jpg)