Sunday, 24 November 2013
HUT RADAR MUKOMUKO
Jalanan Dibanjiri Lautan Manusia
METRO – Sungguh luar biasa animo peserta Jalan Santai Spektakuler yang diadakan Harian Radar Mukomuko (RM) bekerjasama dengan PGRI kabupaten kemarin. Jalan utama Kota Mukomuko berubah menjadi lautan manusia saat para peserta yang jumlahnya tidak kurang dari ribuan orang melangkahkan kaki menuju finish di lapangan bundaran dengan diiringi tabuhan musik drumband SMPN 3 dan SMAN 3. Selain orang dewasa dan anak muda, anak balita pun terlihat antusias. Malahan tampak juga para lansia.
Turut bergabung dalam barisan peserta jalan santai, Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM, Wabup, Choirul Huda, SH, Ketua TP PKK kabupaten, Hj Rosna Ichwan, Sekda, Syafkani, SP, Kepala Dinas/Badan/Kantor, Unsur FKPD, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Prof. Sudarwan Danim, M.Pd, Ketua PGRI kabupaten, Drs. Suwarto, M.Pd serta General Manager (GM) RM, Ahmad Kartubi.
Setibanya di bundaran, sebelum dibukanya rangkaian acara formal dipandu duet MC, Aida Mehawani, S.Sos dan Siti Khadijah, para peserta diajak melemaskan tubuh dengan senam Dahlan Iskan (DI Style) dan Goyang Caesar.
Dari seluruh peserta yang berpartisipasi memasukkan formulir undian jalan santai, empat orang peserta ketiban rezeki nomplok. Bagaimana tidak? Potongan formulir keempatnya yang terdiri dari, Interisti Fans, Feri Handayani, S.Pd, Putri Nabila dan Iwan Afriadi tercabut oleh bupati, Sekjen DPP NasDem, Patrice Rio Capella, Suwarto, Pabung 0423, Kapten.Inf Widiyanto serta Kajari, Azhari, SH, MH yang beruntung membawa pulang empat unit sepeda motor Honda Revo. Menariknya, satu dari keempat peserta masih berstatus murid SD di SDN 3 Mukomuko.
Kartubi didampingi Ketua Panitia, Amris Tanjung menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada segenap peserta acara jalan santai. Sepanjang RM menggelar acara serupa, diklaim kali inilah yang paling spektakuler. Spektakuler dari segi doorprizenya, spektakuler dari jumlah pesertanya hingga spektakuler dari tamu undangan yang hadir.
‘’Kepada pak bupati, pak wabup, ibu Ketua TP PKK, bapak Rio Capella, bapak Edi Nevian yang berhalangan hadir dan semua pihak yang telah mendukung serta berpartisipasi dalam acara kami ucapkan banyak terima kasih. Penghargaan tertinggi kami berikan pada segenap pembaca setia RM. Tanpa pembaca, RM bukanlah apa-apa, bahkan sulit bertahan hingga usianya yang keempat. Sungguh luar biasa jumlah peserta acara kali ini. Ini tak lepas juga dari peran PGRI yang mengerahkan seluruh guru dan murid-murid untuk mengikuti jalan santai. Bagi pengguna jalan saat berlangsungnya acara kami memohon maaf jika perjalanan anda terganggu. Pada pihak kepolisian yang sudah mengawal sejak awal acara hingga akhir kami ucapkan terima kasih,’’ urai Kartubi.
Selain membagi-bagikan doorprize persembahan sponsor yang diawal acara dilakukan pembacaan doa oleh Kepala MAN Mukomuko, Mat Salimin, S.Ag, M.Pd, panitia juga membagikan kaset VCD lagu Mukomuko Mengimbau dan kaos cantik atas inisiatif Rosna Ichwan serta bibit pohon dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (P3K).
‘’Selamat Ulang Tahun untuk Radar Mukomuko. Semoga selalu menjadi media bermanfaat dan mendidik masyarakat Kabupaten Mukomuko serta mitra bagi pemerintah dalam membangun daerah hingga kedepannya,’’ ungkap bupati dalam kata sambutannya.
Ucapan serupa disampaikan Rio Capella yang sengaja hadir dalam acara, didampingi istri tercinta dan rombongan dari DPW NasDem Bengkulu. Caleg DPR RI ini berharap agar RM eksis berkarya hingga menjadi media kebanggaan masyarakat Kabupaten Mukomuko.(red)
Wednesday, 20 November 2013
Marissa Haque
Marissa Sambangi Dapur Redaksi RM
METRO – Secara mengejutkan, siang kemarin kantor Surat Kabar Harian (SKH) Radar Mukomuko (RM) kedatangan tamu istimewa. Dibilang istimewa, selain ia merupakan mantan aktris papan atas era 80-an, sosok nan cantik dan bersahaja itu merupakan mantan anggota DPR RI serta politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang kembali mencaleg pada Pemilu 2014. Dr. Hj Marissa Haque, SH, MSA menyempatkan diri berkunjung ke kantor RM didampingi sejumlah politisi DPD PAN Kabupaten Mukomuko.
Mewakili General Manager (GM) RM, Ahmad Kartubi, kedatangan rombongan Marissa disambut oleh wartawan senior RM, Amris Tanjung serta jajaran staf. Tidak puas hanya berbincang di ruang tamu, Marissa meminta diperlihatkan ‘’dapur redaksi’’ RM.
Di ruang kerja para wartawan itu Marissa yang tanpa canggung langsung duduk menghadap ke salah satu komputer sempat memperlihatkan akun twitter miliknya.
Salah satu yang menyita perhatian adalah pertemuan ibu dari Bella Fawzi, Chikita Fawzi itu dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan di bandara Fatmawati Bengkulu sebelum bertolak ke Mukomuko menggunakan pesawat Susi Air. Dahlan sendiri kebetulan datang ke Bengkulu untuk menghadiri acara rangkaian HUT Rakyat Bengkulu Televisi (RBTV).
‘’Beruntung saya ke Bengkulu, bisa bertemu lagi dengan pak Dahlan. Saya sama pak Dahlan sudah kenal lama. Beliau orangnya baik dan ramah,’’ kata Marissa sembari mengumbar senyumnya.
Tak memiliki waktu lama berkunjung ke kantor RM, Marissa selanjutnya berpamitan untuk menghadiri acara pertemuan di Penarik. Sebelum berlalu pergi, Marissa sempat mengabadikan fotonya di depan kantor RM bersama seluruh staf, wartawan RM.
Untuk diketahui, Marissa sengaja berada di Mukomuko untuk road show dalam rangka pencalonannya ke kursi DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu. Sejauh ini pemilik nama lengkap Marissa Greace Haque Fawzi itu mengaku puas atas sambutan baik dari internal partai maupun masyarakat umum. Ia pun optimis bakal mendulang suara cukup untuk mengantarnya ke Senayan.
‘’Saya senang masyarakat Mukomuko cukup terbuka dan ramah. Mereka menyambut kedatangan kita dengan ramah. Kalau soal menang atau tidak kita berusaha dulu. Yakin saja PAN akan dipilih oleh masyarakat,’’ ungkap Marissa. Bukan hanya ke Mukomuko, Marissa juga mengagendakan berkunjung ke kabupaten lain.
‘’Kalau dipercaya, kita akan berjuang untuk membela hak masyarakat, kaum perempuan dan pembangunan di Mukomuko serta Provinsi Bengkulu secara keseluruhan,’’ kata Marissa.
Caleg PAN Dapil III Kabupaten Mukomuko, Roslinar yang ikut mendampingi Marissa bersama Sekjen DPD PAN, Eranardi, S.IP dan Bagarudin saat berkunjung ke kantor RM, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sekretariat Panwaslu turut optimis kehadiran Marissa akan berimbas pada kemenangan caleg PAN lain.(jar)
Marissa Jumpa Warga Mukomuko
POLITIK RM – Kemarin puluhan warga Dapil I dan para kader PAN ngumpul di Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko bersama dengan caleg DPR RI nomor urut 2, Marissa Haque. Kehadiran artis cantik bersama dengan kader PAN lainnya ini mendapat sambutan dari warga dan tokoh masyarakat lain. Pertemuan yang dimulai Pukul 14.30 WIB ini berlangsung meriah dan penuh kearaban.
Pada kesempatan itu marissa sempat memperkenalkan diri kepada warga yang hadir. Ia juga menyampaikan harapan dan mohon pamit kepada warga Mukomuko untuk maju membawa aspirasi masyarakat ke tingkat pusat. Selain itu Marissa juga berusaha mengangkat nama Mukomuko dan Provinsi Bengkulu pada umumnya di tingkat nasional melalui berbagai program dan agendanya sebagai seorang public figur. Ia juga memuji kepemimpinan bupati yang merupakan ketua DPD PAN Mukomuko.
‘’Kita berharap PAN bisa menang pada pemilu mendatang, saya bangga bisa bersama dengan masyarakat Mukomuko yang begitu terbuka. Kita akan berusaha memperkenalkan daerah ini secara luas lagi kedepannya,’’ ungkap Marissa.
Sekjen DPD PAN, Eranardi, SIP yang ikut mendampingi Marissa dalam pertemuan tersebut menyampaikan rasa optimisnya jika parpol berlambang matahari putih ini akan keluar sebagai pemenang pemilu 2014. Ia bersama kader PAN dan caleg lain akan selalu kompak dan saling memberi dukungan demi mencapai target yang sudah direncanakan. Kehadiran Marissa yang dikenal sebagai artis oleh masyarakat Mukomuko tentu menjadi sosok yang punya pengaruh besar bagi PAN di Mukomuko, begitu juga caleg DPRD Provinsi dan pusat lainnya.
‘’Kita berusaha dan yakin setiap kader PAN akan mendapat dukungan dari masyarakat. Apalagi dibawah kepemimpinan Ichwan PAN semakin maju dan diterima oleh masyarakat,’’ tutupnya.(jar)
Hanya 2 Incumbent Yang Bertahan?
POLITIK RM – Saat ini ada 4 orang dewan aktif yang kembali unjuk gigi pada pemilu 2014 di Dapil III. Masing-masing Antonius Dale, SP dari Golkar, H Syamsuri Rustam, ST dari PAN, Indra Jaya, SIP dari PDI Perjuangan dan Haidir, SIP maju melalui Gerindra. Menurut pendapat salah seorang politisi senior Dapil III, H. Tarmizi, setidaknya dua diantara 4 nama ini akan kembali keluar sebagai pemilu suara terbanyak dalam partainya.
Dijelaskannya, pada dasarnya 4 incumbent ini masih punya pendukung cukup kuat, namun mereka juga harus menyadari jika caleg-caleg baru yang bermunculan juga punya kans besar mendapat dukungan dari masyarakat. Bahkan beberapa nama caleg baru saat ini cukup membuming di Dapil III dan diprediksinya bakal memberi persaingan ketat.
‘’Ini prediksi saya setidaknya ada dua incumbent yang akan bertahan di Dapil III, separoh dewan asal Dapil III periode mendatang dipastikan pendatang baru. Untuk saat ini siapa yang menguat sudah mulai tampak,’’ ungkapnya.
Tarmizi juga mengakui jika persaingan di Dapil III belakangan ini terus mengalami peningkatan. Semua caleg yang punya nyali dan anggaran untuk politik mulai eksis bergerak di lapangan. Harapannya persaingan harus tetap tertip hingga masyarakat merasa nyaman. Soal dukungan masyarakat sudah memahami siapa yang layak mereka pilih.
‘’Yang jelas meski sama-sama berjuang mencari dukungan pribadi, namun tetap harus menjunjung tinggi aturan yang berlaku. Sebab masyarakat hanya memberi dukungan bagi orang yang bisa diteladani dan orang terdekat mereka,’’ demikian Tarmiz.(jar)
Caleg DPR RI Intens Tebar Pesona
POLITIK RM – Selain persaingan ketat antar Caleg DPRD Kabupaten Mukomuko dan untuk Provinsi Bengkulu, persaingan untuk menduduki kursi panas DPR RI tampaknya juga kian memanas di Kapuang Sakti Ratau Batuah. Hampir setiap hari para caleg pusat dari berbagai parpol ini tebar pesona di tengah masyarakat. Diantara para caleg pusat yang saat ini tengah berupaya mendapat dukungan dari warga Mukomuko, adalah Dana Anugrah Raffliansyah Caleg PDI Perjuangan, Marissa Haque dari PAN, Jon Ramadhan dari PKB dan beberapa nama lainnya.
Jika sehari sebelumnya Dana yang sukses mengumpulkan ratusan warga di sekretariatnya di Kelurahan Pasar Mukomuko dengan langsung dihadiri bundanya tercinta Hildawaty Hasandin Singedekane. Kemarin giliran artis Senior, Marissa Gaque sukses mengumpulkan ratusan warga di Desa Medan Jaya Ipuh.
Dana saat diminta keterangannya mengatakan, acara yang ia helat hanya silaturahmi, kebetulan ibundanya hadir di Mukomuko. Maka atas nama yayasan, Patmawati ia mengumpulkan kerabat, mamak-mamak dan sanak-sanaknya yang sudah cukup lama tidak dijumpai. Sebab mau tidak mau keluarhanya masih bagian dari warga Mukomuko.
‘’Kebetulan ibu lagi ada di sini, ia langsung mengumpulkan kerabat dan rekan-rekannya di sini, setidaknya menyapa dan memperkuat silaturahmi keluarga dan sesama masyarakat Mukomuko,’’ ungkap Dana.
Sekjen Dewan Pimpinan Daerah (DPD-PAN) Mukomuko, Eranardi, SIP mengatakan kemarin mereka hadir bersama-sama dengan Marissa di Ipuh. Sambutan dari masyarakat cukup baik atas kehadiran sosok artis ini. Rencananya Marissa akan hadir di Mukomuko selama beberapa hari. Ia akan menggelar pertemuan dengan masyarakat di beberapa tempat.
‘’Mbak Marissa hari pertamanya di Dapil III, selanjutnya di Dapil II baru terakhir di Dapil I. Untuk selanjutnya belum tahu, yang jelas kehadirannya mendapat sambutan baik dari masyarakat,’’ demikian Era.(jar)
Sunday, 10 November 2013
Mukomuko Memanas
Ikutilah Jalan Santai Spektakuler
METRO – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-4 Surat Kabar Harian (SKH) Radar Mukomuko (RM) diadakan acara Jalan Santai Spektakuler. Dinamakan spektakuler lantaran doorprize yang disuguhkan serba empat. Mulai dari doorprize utama 4 unit sepeda motor, 4 unit mesin cuci, 4 unit tv, 4 unit notebook, 4 unit hp dan doorprize hiburan lain.
Selain dalam rangka HUT RM, acara juga diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) serta HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ditambah lagi keikutsertaan penyelenggara pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengusung slogan mewujudkan Pemilu Damai 2014.
Sejauh ini sejumlah pihak sudah memastikan ambil bagian sebagai sponsor. Sebut saja Agung Automall Bengkulu, Mitsubishi, Indomie, Edi Nevian Centre (Enter), BUMD Kabupaten Mukomuko dan masih banyak lagi sponsor.
Ketua Panitia Jalan Santai, Amris Tanjung mewakili General Manager (GM), Ahmad Kartubi menargetkan jumlah peserta mencapai 5 ribu hingga 6 ribu-an orang. Selain dari PGRI, pelajar, pegawai di lingkungan Pemkab dan kecamatan, anggota kepolisian, pengurus dan simpatisan parpol serta masyarakat umum.
‘’Kita sampai saat ini masih mempersiapkan segala sesuatunya. Untuk doorprize sudah kita sepakati serba empat. Doorprize utamanya empat unit motor. Selain dalam rangka HUT RM ke-4, acara juga berkenaan dengan peringatan HGN, HUT PGRI serta sosialisasi pemilu damai oleh KPU. Cara mendapatkan doorprize cukup mudah. Peserta tinggal membeli formulir lalu diisi dan dimasukkan ke dalam kotak yang pada hari H disediakan oleh panitia,’’ papar Amris.
Ir. Edi Nevian yang berpartisipasi sebagai salah satu sponsor acara menyambut positif diadakannya acara jalan santai. Terlebih penyelenggarannya Harian RM, yang notabene satu-satunya koran harian lokal milik masyarakat Kabupaten Mukomuko.
‘’RM sekarang saya nilai sudah semakin dewasa. Berita-beritanya semakin berbobot dan lebih banyak nilai membangun dan mendidiknya. Harapan saya masyarakat Kabupaten Mukomuko bisa ikut memeriahkan acara. Insya Allah saya akan hadir saat acara,’’ ungkap Edi yang menjabat Kadis Pertanian Provinsi Bengkulu.(red)
Agromuko & Masyarakat Merugi
V KOTO – Putusnya jembatan Bailly PT. Agromuko Sei Kiang pada hari Jumat (8/11) lalu sekitar pukul 20.05 WIB akibat diterjang air bah sungai Air Manjuto yang mencapai ketinggian 6.45 meter mengakibatkan hasil panen kelapa sawit tak bisa dikeluarkan. Tak pelak, kerugian pun harus diderita, baik dari pihak Agromuko maupun masyarakat umum. Untuk diketahui, jumlah panen per harinya dari perkebunan Agromuko sebanyak 100 ton/hari sementara hasil panen masyarakat sekitar 20 ton/hari.
Manager Agromuko Sei Kiang, Risal mengemukakan, buah sawit yang tertahan di dalam kebun sekitar 170 ton akibat putusnya jembatan.
‘’Sejak putusnya jembatan, aktivitas pengangkutan hasil panen berhenti total. Dan buah yang sudah dipanen saat ini sekitar 170 ton,’’ ujar Risal ketika dihubungi kemarin.
Kades Lalang Luas, Aman Zikri menyampaikan tak hanya perusahaan yang mengalami kerugian. Hasil panen masyarakat sekitar 20 ton/hari pun juga terancam membusuk. Disamping itu, dijelaskan Aman, jalan alternaitf selain jembatan tersebut ada 2 jalur, baik melalui jembatan bendungan dengan menyusuri pinggir irigasi sayap kanan maupun lewat Desa Lubuk Pinang yang juga menyusuri irigasi. Namun, persoalannya tentu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari pihak PU Pengairan.
‘’Hasil Kebun warga juga terancam membusuk. Untuk itu, diharapkan pihak balai mengizinkan warga melintasi jalan di dekat saluran irigasi untuk mengeluarkan hasil panennya,’’ ungkap Aman.
Aman melanjutkan, jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1995 lalu. Pembangunannya dilakukan oleh PT. Agromuko Sei Kiang yang bekerja sama dengan pemerintah. Terkait besarnya air bah yang datang seketika, diduga karena pembukaan lahan perkebunan dan juga maraknya dugaan illegal logging.
‘’Bencana ini terjadi karena daerah serapan yang seharusnya menahan laju air hujan sudah tidak ada karena pembukaan kebun tersebut. sedangkan mengenai pembangunan jembatan, berdasarkan informasi yang saya ketahui besi jembatan merupakan pinjam pakai dengan pemerintah,’’ tutur Aman.
Pengawas Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII, L. Budi Raharjo, SP, M.Si menyebutkan pada dasarnya jalan infeksi di saluran irigasi tidak diperbolehkan untuk kepentingan umumn. Namun jika itu menyangkut hajat hidup orang banyak, jalan tersebut bisa digunakan.
‘’Kalau warga tidak perlu izin. Namun bagi perusahaan yang ingin melaluinya untuk mengeluarkan hasil panen, tentu harus memperoleh izin dari pihak BWS,’’ terang Budi.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto melalui Kapolsek V Koto, Ipda. Ependi menekankan kepada pihak perusahaan mapun pemerintah untuk segera mengamankan aset jembatan yang tersisa, terutama besi baja jembatan. Karena dikhawatirkan adanya oknum tertentu yang memanfaatkan situasi dengan mengambil besi tersebut.
‘’Peristiwa bencana alam tersebut tidak ada memakan korban jiwa. Hanya saja kita berharap pihak perusahaan maupun pemerintah agar dapat segera mengamankan besi baja yang tersisa. Karena sejauh ini kita sudah beberapa kali menegur berbagai pihak yang ingin merusak besi jembatan,’’ imbau kapolsek.
Di lain sisi, pada malam putusnya jembatan puluhan pedagang dari berbagai penjuru yang menjual dagangannya mulai dari untuk kebutuhan sehari-hari, pakaian serta kebutuhan lainnya terjebak di dalam.
Zaitun mengatakan siangnya sekitar pukul 13.00 WIB puluhan pedagang dari berbagai penjuru berdatangan masuk menuju ke dalam perumahan perusahaan untuk menjajakan dagangan. Mulai dari pedagang kebutuhan pokok, pakaian serta berbagai berabotan rumah tangga lainnya. dimana pada hari tersebut bertepatan dengan gajian karyawan.
‘’Memang biasanya ketika karyawan gajian, banyak pedagang yang masuk ke dalam perusahaan untuk menjajakan dagangannya. Sehingga berbagai pedagang tersebut pun terjebak di dalam perusahaan,’’ ujar Zaitun.
Disamping itu, Zaitun menyampaikan pada malam itu, ada sekitar empat kendaraan pedagang yang keluar dengan melintasi jalan infeksi irigasi. Baik yang melalui jembatan bendungan Air Manjuto maupun yang menuju Desa Lubuk Pinang.
‘’Untungnya pedagang banyak terjebak di jembatan sungai bahan karena air bah yang menggenangi jalan. jika tidak mungkin sudah banyak pedagang yang terlanjur melewati jembatan,’’ ungkap Zaitun.
Zaitun menyebutkan, akibat terjebak tersebut berbagai pedagang sempat mengalami kelaparan.
‘’Kita cukup kasian terhadap sebagian pedagang yang kelaparan. Untuknya mereka menghubungi pihak keluarga yang kemudian mengantarkan makanan ke mereka,’’ tutur Zaitun.'
CSR Perusahaan di Mukomuko Terburuk
METRO - Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan di Kabupaten Mukomuko dinilai tidak berjalan. Dari puluhan perusahaan di Kabupaten Mukomuko yang bergerak di bidang perkebunan, pengolahan serta tambang hanya beberapa perusahaan saja yang telah menyumbangkan CSR khususnya untuk desa penyangganya. Suka tidak suka, faktanya CSR perusahaan-perusahaan di Kabupaten Mukomuko dinilai terburuk dibandingkan perusahaan di 9 kabupaten dan kota se Provinsi Bengkulu.
Salah satu faktornya lantaran Peraturan Daerah (Perda) tentang CSR belum ditetapkan. Jalan keluarnya, Pemkab Mukomuko serta DPRD Kabupaten Mukomuko didesak untuk segera melakukan pembahasan dan penetapan perda.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Inzani Muhammad mengatakan setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan CSR. Jika tidak, perusahaan itu wajib diberikan tindakan tegas. Pekab dan DPRD Kabupaten Mukomuko mesti mempercepat penetapan perda CSR. Karena sampai saat ini perusahaan di Kabupaten Mukomuko dinilai tidak peduli dengan masyarakat.
‘’CSR perusahaan di Mukomuko itu belum maksimal dan kami nilai hanya beberapa perusahaan saja yang sudah menyerahkan CSR untuk masyarakat di desa penyangga perusahaan itu. Padahal sudah menjadi kewajiban minimal 1 tahun sekali. Kita dukung penuh informasi tengah ada pembahasan perda CSR dan harus dipercepat lagi. Kasian kalau tidak ada sumbangsihnya untuk masyarakat, karena sedikit banyaknya aktivitas perusahaan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,’’ ungkap Inzani.
Menurut Inzani, jika seluruh perusahaan di Kabupaten Mukomuko menyerahkan CSR secara keseluruhan, maka masyarakat didinilai bakal sejahtera. Pasalnya, CSR yang diberikan seperti untuk pembangunan jalan, bantuan pembangunan mesjid dan sarana lainnya diyakini bisa meningkatkan aktivitas masyarakat dalam peningkatan ekonomi. Dengan demikian, perusahaan dan masyarakat termasuk Pemkab Mukomuko akan sama-sama diuntungkan.
‘’CSR itu bisa dalam bentuk apapun dan kita yakin akan membantu peningkatan aktivitas masyarakat. Jalan, jembatan dan kebutuhan infrastruktur lainnya bisa dibangun sesuai kebutuhan. Dengan itu, masyarakat bisa sejahtera dan aktivitas perusahaan akan berjalan lancar. Kita minta pihak-pihak terkait jangan tinggal diam, karena ini semua untuk kepentingan bersama,’’ demikian Inzani.(ray)
7 Parpol Belum Laporkan Jurkam
POLITIK RM – Hingga kemarin masih ada 7 partai politik (parpol) yang belum menyerahkan daftar juru kampanye (jurkam) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Padahal pemberitahuan sudah disampaikan sejak awal September lalu baik secara langsung maupun melalui media.
Adapaun parpol yang sudah menyerahkan daftar jurkamnya, DPD Partai Hanura, Partai Demokrat, PAN, Gerindra dan PPP. Sementara 7 parpol yang belum menggubris permintaan KPU ini adalah, Golkar, PKS, PBB, NasDem, PDI Perjuangan, PKB dan PKP Indonesia. Kepada masing-masing pengurus 7 parpol ini diminta segera mentaati aturan tersebut.
Salah seorang angora KPU Mukomuko bidang teknis pemilu, Sofia Diana, SE menegaskan semua parpol sudah diberitahukan sejak awal untuk menyerahkan daftar jurkamnya. Namun sayang kebanyakan parpol terkesan menganggap enteng dan kurang respon dengan permintaan KPU. Hingga hingga sekarang masih ada 7 parpol belum melakukannya. Ia minta bagi parpol-parpol tersebut untuk tidak menunda-nunda waktu lagi.
‘’Kita minta yang merasa belum melakukannya untuk segera menyerahkan nama-nama jurkamnya kepada KPU secepatnya. Kita sudah sampaikan sejak awal, sebab ini bagian dari persyaratan dari setiap parpol,’’ tegas Diana.
Juga Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag membenarkan jika sejauh ini sebagian besar parpol masih tidak serius memenuhi persyaratan yang diminta oleh KPU. Pihaknya akan tetap menunggu hingga beberapa hari ke depan, jika tetap tidak dilakukan, maka data yang sudah masih langsung disampaikan ke KPU provinsi dan juga panwaslu. Tujuannya lain tidak bukan untuk kemudahan bagi parpol sendiri, sebab panwaslu berhak melarang kegiatan kampanye jika tidak ada pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah jurkam.
‘’Setiap kegiatan kampanye penanggung jawabnya adalah jurkam parpol, kalau tidak ada jurkam maka sama halnya tidak ada penang
Friday, 1 November 2013
Ter-PANAS di Mukomuko
Masya Allah, Oknum Guru Agama Diduga Cabuli Bocah
METRO – Bn (47), warga Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko harus mempertanggungjawabkan akibat perbuatannya dengan meringkuk di balik terali besi sel Mapolres Mukomuko. Bn yang kesehariannya berprofesi sebagai guru agama berstatus honorer kategori dua (K2) di salah satu sekolah, di Kecamatan Air Dikit diduga mencabuli seorang bocah berusia 7 tahun. Mirisnya, bocah tersebut, sebut saja bernama Mekar masih bagian dari keluarga besarnya.
Perbuatan dugaan asusila yang menyeret Bn ke penjara terjadi pada Sabtu (26/10) lalu, sekitar pukul 16.31 WIB. Bn sendiri ditangkap anggota Sat Reskrim Polres Mukomuko pada Selasa (29/10) sekitar pukul 23.41 WIB di rumahnya. Penangkapan Bn oleh polisi sempat jadi buah bibir masyarakat, terlebih Bn juga dikenal kerap mengisi ceramah agama. Kendati Bn sempat berupaya membantah perbuatannya, namun polisi sudah mengantongi saksi berikut bukti berupa hasil visum.
Dari data terhimpun, kronologis kejadian bermula saat korban bermain ke rumah pelaku sekitar pukul 15.01 WIB. Setiba di rumah pelaku yang jaraknya dekat dengan rumah korban, pelaku meminta korban memijat tubuhnya. Setelah itu, melihat tubuh korban kotor, pelaku pun memandikan korban. Singkat cerita, selain pada saat mandi pelaku diduga meraba (maaf, red) kemaluan korban, setelah mandi pelaku mendudukkan korban di atas perutnya lalu kembali pelaku memainkan jarinya pada kemaluan korban.
Korban sempat diminta membeli kopi di warung terdekat dengan diberi uang Rp 10.000 oleh pelaku. Harga kopi yang hanya Rp 7.000, uang kembaliannya, Rp 3.000 diberikan pelaku pada korban sebagai imbalan. Sebelum pulang ke rumahnya, pelaku mengingatkan korban untuk tidak menceritakan perbuatannya pada orang tua korban. Lantaran diperkirakan korban merasakan sakit pada bagian kemaluannya, korban yang masih lugu itupun menceritakan apa yang dilakukan pelaku.
Bak disambar petir di siang bolong, keluarga korban seketika itu langsung mendatangi rumah pelaku. Keributan antara keluarga itupun tak terhindari lagi. Tak ingin memperpanjang masalah, dari pihak keluarga korban memilih untuk melapor kepada kepolisian.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Reskrim, Iptu. Douglas Mahendrajaya, SH, S.Ik yang menggelar kasus di mapolres kemarin mengungkapkan bahwa kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum tenaga pendidik masih dalam penyelidikan pihaknya.
‘’Kita mengamankan pelaku dugaan pencabulan anak di bawah umur. Sekarang ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Korban, keluarga termasuk saksi lain juga sudah kita minta keterangan,’’ ungkap kasat.(ray)
Infonya Objek Foto Syur Pejabat Eselon III
METRO – Kabar mengenai temuan foto syur mesra pasangan yang prianya sangat mirip dengan salah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Mukomuko sontak membuat heboh. Para abdi negara yang menyandang jabatan mulai dari eselon IV, III hingga II saling mencaritahu, siapakah sosok yang disebut-sebut dalam foto. Bahkan, sejumlah pensiunan pejabat pun ikut dibuat penasaran.
Dari keseluruhan pejabat, yang paling dibuat kalang kabut adalah yang berkumis, baik tipis maupun tebal. Pasalnya, dari informasi awal yang dihimpun Radar Mukomuko (RM), ciri-ciri wajah pria yang mirip pejabat itu memiliki kumis dan bertubuh kurus.
Informasi teranyar yang didapat kemarin, ia saat ini menduduki jabatan Eselon III. Untuk pastinya masih didalami. Terkait apakah penugasannya di sekretariat ataukah dinas, badan, kantor, juga belum berhasil dikorek keterangan lebih jauh.
‘’Sementara ini masih kita cari tahu apa benar pria itu pejabat kita. Saya sendiri banyak menerima pertanyaan, tapi saya benar-benar belum tahu. Kalau memang nanti didapat bukti fotonya, dan pria itu adalah pejabat kita maka akan kita proses sesuai aturan yang berlaku,’’ ungkap Sekdakab, Syafkani, SP dikonfirmasi RM.
Eddy Rosdy, SH, M.Kes adalah satu dari beberapa pejabat yang sempat dibuat panik. Sebab, Eddy memiliki kumis dan juga bertubuh sedikit kurus, sesuai dengan ciri-ciri yang digambarkan. Eddy pun sempat menanyakan kebenarannya pada rekannya sesama pejabat, Gianto, SH. Namun Gianto juga tidak tahu siapakah pejabat dimaksud.
‘’Begitu saya membaca koran tadi (kemarin, red), saya langsung menghubungi pak Asisten III karena beliau jadi salah satu narasumbernya. Tapi ternyata dia tidak juga tahu. Saya juga sempat bertanya dengan pejabat-pejabat yang lain tapi satupun belum ada yang tahu,’’ kata Eddy.
Plt Kabag Hukum Setdakab, Jumaidi, SH dan Sekwan, Drs.H Bustari Maler, S.Sos, M.Hum adalah dua orang pejabat yang juga memiliki kumis. Namun dari ciri-ciri tubuh, keduanya tidak termasuk yang bertubuh kurus.
‘’Seorang pejabat itu kan publik figur, yang seharusnya memberi contoh positif pada publik, dalam hal ini masyarakat luas. Tidak sepantasnya melakukan perbuatan menyimpang. Kalau memang terbukti benar yang di dalam foto adalah pejabat Mukomuko, harus diberikan sanksi yang pantas. Karena perbuatannya menjadi pukulan bagi pejabat-pejabat lain,’’ jelas Kepala Dinas Pendapatan dan Kekayaan Daerah (DPKD), Ir. Kasmidi Kasim, M.Si.(ray)
Akhirnya, Pemkab Aktifkan Nadir & Zuhur
METRO – Pemkab Mukomuko akhirnya kembali mengaktifkan M Nadir serta Ahmad Zuhur sebagai Kades Penarik, Kecamatan Penarik dan Kades Pondok Kandang, Kecamatan Pondok Suguh. Pengaktifan Nadir berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mukomuko Nomor 660 Tahun 2013 tentang Pencabutan atas Keputusan Bupati Mukomuko Nomor 185 Tahun 2012 tentang Pengesahan Pemberhentian Kepala Desa Penarik dan Penunjukan Penjabat Sementara Kepala Desa Penarik, Kecamatan Penarik.
Landasan SK adalah Putusan PTTUN Medan Nomor: 129/B/2012/PT.TUN-MDN untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 Ayat 1 Perda Kabupaten Mukomuko Nomor 12 Tahun 2006 tentang Organisasi Pemerintah Daerah. Sedangkan Zuhur diaktifkan berdasarkan SK Bupati Mukomuko Nomor 659 tentang Pencabutan atas Keputusan Bupati Mukomuko Nomor 388 Tahun 2011 tentang Pemberhentian Kepala Desa Pondok Kandang dan Penunjukan Penjabat Sementara Kepala Desa Pondok Kandang, Kecamatan Pondok Suguh. SK tersebut menindaklanjuti Putusan PTTUN Medan nomor 90/B/2012/PT.TUN-MDN.
Kedua SK tersebut kemarin diserahkan Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM melalui Sekdakab, Syafkani, SP kepada Camat Penarik, Saroni, SH dan Camat Pondok Suguh, Khairul Anwar, SH di ruang sekda. Penyerahan disaksikan Asisten I, Edi Rosdy, SH, M.Kes, Asisten III, Gianto, SH, Plt Kabag Hukum, Jumaidi, SH dan Kabag Humas dan Protokoler, Yanzuri Nawawi, SE. Terhitung sejak SK dikeluarkan, Nadir dan Zuhur pun telah aktif kembali sebagai kades.
‘’Ya, dua orang kades kembali kita aktifkan. Ini sebagai bukti Pemkab Mukomuko taat hukum dan melaksanakan putusan PTTUN,’’ ungkap Syafkani.
Syafkani lantas menyampaikan pesan dan imbauan bupati, agar kades yang baru diaktifkan kembali untuk melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Selain itu, ucapan terima kasih kepada Pjs kades yang selama ini telah melaksanakan tugas.
‘’Bupati sedang ada dinas luar dan hanya berpesan agar SK itu dilaksanakan. Kedua kades yang aktif kembali diharapkan bisa bekerja sebagaimana mestinya. Dan camat diminta untuk memberikan pembinaan dan saling berkoordinasi,’’ imbuh Syafkani.
Camat Penarik, Saroni, SH memastikan akan menyerahkan SK tersebut kepada kades bersangkutan Senin (4/11) mendatang. Ia pun akan menggelar acara secara resmi dengan mengundang seluruh perangkat desa, dan tokoh masyarakat.
‘’Kalau tidak ada halangan, hari Senin nanti kita pastikan SK ini kita serahkan secara resmi. Kita undang seluruh kades dan perangkat desa. Dan kita harapkan ini menjadi langkah terbaik untuk semua pihak,’’ pungkas Saroni diamini Khairul Anwar, Camat Pondok Suguh.(ray
Mukomuko Memanas
Lagi mikir target
BK Warning Dewan Incumbent
Manfaatkan Fasilitas Negara untuk Kampanye
POLITIK RM – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Mukomuko mengingatkan kepada anggota dewan incumbent yang kembali maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) 2014. Peringatan tersebut seputar larangan menyalahgunakan jabatan berikut penggunaan fasilitas negara seperti mobil dinas dan sebagainya untuk kepentingan kampanye.
Disampaikan oleh salah seorang anggota BK, H Suharto, jika sampai ketahuan ada dewan yang melalaikan tugasnya sebagai wakil rakyat untuk kepentingan politik maka bakal langsung diproses menurut aturan yang berlaku. Sebab saat ini sekian banyak tugas yang harus diselesaikan oleh dewan sesuai dengan fungsinya. Yang paling ditekankan menyangkut kehadiran dalam rapat dewan dan juga saat menjalankan tugas lain, seperti Dinas Luar (DL) dan sebagainya.
‘’Kami atas nama BK mengingatkan saja kepada kawan-kawan di DPRD untuk tidak melalaikan tugasnya sebagai anggota dewan, sebab banyak pekerjaan numpuk yang harus diselesaikan, diantaranya pembahasan Perda, APBD 2014 dan lain-lain,’’ kata Suharto.
Peringatan disampaikan lantaran belakangan ini mereka kerap mendapat pertanyaan dari berbagai pihak mengenai keberadaan dewan yang kembali maju sebagai caleg. Jangan sampai karena persoalan ini, ada dewan yang dicap sebagai wakil rakyat yang tidak menjalankan fungsinya serta mengutamakan aktivitas politik mereka. BK juga siap menerima laporan dari warga mengenai dewan yang dinilai melanggar tertib yang berlaku.
‘’Kita tidak ingin ada kawan-kawan yang mendapat kendala lantaran aktivitas mereka sudah tidak sesuai aturan berlaku. Sebab dewan tidak kebal dengan aturan pemilu yang diberlaku oleh KPU ataupun panwaslu,’’ tutupnya.(jar)
Penyambutan Sekjen DPP NasDem Dimatangkan
POLITIK RM – Kemarin segenap pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko menggelar rapat persiapan akhir pelantikan pengurus mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting se Kabupaten yang rencananya langsung dihadiri oleh Sekjen DPP NasDem, Patrice Rio Capella. Rapat yang bertempat di kantor sekretariat DPD NasDem ini langsung dipimpin oleh Busril selaku Ketua Umum DPD.
Dijelaskan Busril, pada dasarnya untuk persiapan sudah tidak ada masalah, hanya perlu penyesuaian seluruh rangkaian acara yang akan diselenggarakan. Selain itu acara diputuskan dimajukan dari jadwal sebelumnya menjadi 16 November 2013. Rapat kali ini hanya sebatas kepanitiaan dan juga pengurus parpol yang dilibatkan nantinya.
‘’Ini rapat terakhir yang menetapkan apa saja rangkaian acara yang bakal kita langsungkan. Sebetulnya untuk persiapan sudah tidak banyak kendala lagi, hanya saja menyesuaikan antar devisi kepanitiaan,’’ ungkap Busril.
Lanjutnya jumlah pengurus yang akan dilantik sebanyak 3121 orang yang terdiri dari 2626 pengurus ranting, 326 orang pengurus kecamatan dan 89 orang pengurus DPD. Sekaligus dalam rapat ini juga ditekankan kepada para caleg dalam melaksanakan misi politiknya untuk tidak melanggar aturan yang berlaku dan harus kompak. Sebab caleg NasDem dari pusat hingga ke kabupaten dikenal kompak dan punya semangat juang yang tinggi.
‘’Dengan dibentuknya kepengurusan yang solid secara keseluruhan, maka gerakan NasDem akan lebih merata dan jelas arahnya. Target memenangi pemilu dengan cara yang deal adalah target kita,’’ demikian Busril.(jar)
Caleg Bandel, Panwaslu dan KPU Siap Beraksi
POLITIK RM – Peringatan keras dari Pengawas Pemulu (Panwaslu) Kabupaten Mukomuko kepada pengurus partai politik (Parpol) yang tidak menggubris peringatan yang diberikan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan caleg. Jika dalam waktu dekat baliho dan peraga kampanye yang melanggar tidak ditertibkan oleh caleg maupun parpol, maka Panwaslu dan KPU bakal turun langsung melakukan eksekusi terhadap atribut tersebut.
Disampaikan oleh anggota Panwaslu Mukomuko bidang pengawasan dan pelanggaran, Padlul Azmi, SH peringatan sudah disampaikan kepada KPU untuk memperingati parpol bersangkutan. Namun hingga kemarin ia mengaku masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg maupun parpol. Maka pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan KPU dan kemungkinan bakal langsung turun melakukan proses penertiban.
‘’Kami mengimbau kepada pengurus parpol dan caleg menindak lanjuti apa yang kita sampaikan, kalau tidak juga dilakukan, maka pihaknya bakal mengambil tindakan tegas, bersama dengan KPU,’’ ungkap Padlul.
Lanjutnya, tujuan disampaikan peringatan ini agar proses pemilu bisa berjalan dengan baik, jangan sampai parpol ataupun caleg terganjal lantaran mereka tidak mentaati aturan pemilu yang berlaku. Pihaknya selaku pengawas yang dipercaya, hanya menjalankan tugas sesuai amanat yang diberikan. Ia berjanji tidak akan pandang bulu dalam mengawasi setiap pelanggaran oleh peserta pemilu.
‘’Kami menjalankan tugas yang diberikan, kepada peserta pemilu kami harapkan bisa memahami. Kami dalam bertindak tidak akan pandung bulu,’’ demikian Padlul.(jar)
Caleg Mulai Saling ‘’Serang’’
POLITIK RM – Persaingan antar calon anggota legislatif (Caleg) dinilai kerap tak menggunakan etika dan sudah mulai saling serang dalam menjalankan misi politik masing-masing. Bahkan kabarnya peraga kampanye yang dipasang caleg diduga kerap dirusak oleh oknum tertentu yang kemungkinan tim sukses atau pendukung caleg lainnya.
Salah seorang politisi Daerah pemilihan (Dapil) III, Busra Caleg Nomor urut 1 Gerindra mengaku pernah menjadi korban kejahilan pihak tertentu. Alat peraga kampanye yang ia pasang di lokasi terbuka di rusak dan tindakan melaporkan alat dirinya kepada petugas pemilu dengan tuduhan melanggar aturan kampanye. Busra mengaku menyayangkan tindakan yang sedemikian, sebab caleg statusnya sama, yang berhak menindak adalah petugas.
‘’Saya sudah pernah menjadi korban atas tindakan yang kurang bertanggung jawab tersebut, diantaranya perusakan dan juga laporan palsu lainnya. Saya sejauh ini masih tetap bersabar dan berusaha memberi pengertian kepada tim atau pendukung saya,’’ ungkap Busra.
Ketua Komisi II, Husni Tamrin yang sudah malang melintang dalam dunia politik di Mukomuko mengakui jika sekarang aksi politiksi kerap tak lagi saling menghargai. Sebagai contoh pemasangan bendera sepanjang halaman rumah tanpa izin bahkan di depan rumah kader parpol lain. Tindakan ini menciptakan suasana politik yang tidak sehat lagi dan berdampak buruk dengan tujuan pemilu itu sendiri.
‘’Sebaiknya antar caleg maupun pendukung harus saling menghargai dan tetap menjunjung tinggi etika politik. Sebab dengan demikian persaingan yang terjadi tidak membuat masyarakat merasa terganggu,’’ tegas Husni.
Ketua DPC PKB Adrizon N meminta kepada semua caleg PKB untuk bisa menjalankan misi politiknya tanpa melanggar aturan pemilu. Selain itu juga sesame caleg PKB harus saling mendukung dan dengan caleg parpol lain tetap menjaga etika politik.
‘’Politik saling menghargai itu penting, persaingan bukan berarti harus melanggar aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Apalagi antar caleg masih saling kenal dan bahkan punya hubungan baik jauh sebelumnya.(jar)
212 DPT Mukomuko Bermasalah
//KPU Kerahkan PPK dan PPL
POLITIK RM – Sebanyak 212 mata pilih di Kabupaten Mukomuko masih bermasalah. Data ini berdasarkan rekapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) perbaikan terhadap DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pusat. Menindaklanjuti data tersebut, kemarin KPU mengumpulkan segenap ketua-ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melakukan kroscek kembali terhadap pemilih di masing-masing daerah. Dibanding dengan daerah lain, DPT bermasalah di Mukomuko cukup rendah.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE di depan para pimpinan PPK ini menerangkan, jumlah temuan DPT bermasalah ini memang cukup kecil, namun tidak bisa disepelekan dan harus segera di clearkan sebelum masa perbaikan kedua ini. ia minta bersama-sama seluruh PPK dan PPS melakukan kroscek ulang. Kesalahannya adalah data pemilih ganda yang terdagtar di dua lokais berbeda juga ada dugaan pemilih meninggal dan sebagainya.
‘’Kita cek bersama-sama, perbandingan data itu penting dilakukan, kalau pemilih meninggal tinggal dicoret, permasalahannya banyak pemilih ganda. Kita harus bisa menyelesaikannya dengan rinci sebelum DPT ditetapkan dipusat,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menerangkan mereka melakukan krocek kembali sesuai dengan perintah dari KPU pusat, ini menanggapi temuan dari banwaslu terhadap data KPU. Di Mukomuko dari rekakapan DPT bermasalah ini terdapat sebanyak 212 pemili dan sekarang akan mereka pelajari dan diupayakan selesai sesuai waktu yang diberikan. Ia juga menekankan agar PPK dan PPS bisa memastikan semua data sesuai.
‘’Kita akan usahakan semua jelas secepatnya, saya rasa tidak berat sebab jumlah temuan yang ada di Mukomuko tidak banyak dibanding dengan total pemilih sebenarnya,’’ jelasnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko yang ikut hadir dalam pertemuan dengan PPK di sekretariat KPU Mukomuko mengatakan, pada dasarnya permasalahan yang ada masih sangat menim dibanding daerah lain. Ia juga menekan, pada dasarnya apa yang ada ini sebagai bukti jika pengawas pemilu dan KPU bekerja cukup baik dan saling mengingatkan. Mereka akan mendukung setiap proses dari KPU dan memberi teguran jika ada hal-hal yang janggal.
‘’Kita semuanya bekerja sesuai topoksinya, kami memberi dukungan kepada KPU dan jika memang Panwas yang kurang menguasai kami siap diperingati, yang intinya bersama-sama kita sukseskan pemilu ini,’’ tutup Muchtadir.(jar)
Sosialisasi di Sekolah, KPU Dihujani Pertanyaan
POLITIK RM – Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, pada Sabtu (26/10) kemarin lusa, tim sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko mulai turun sosialisasi pemilu ke sekolah-sekolah. SMAN 1 Mukomuko menjadi tujuan pertama tim pelaksana pemilu ini. sebagai nara sumber utama sosialisasi ini, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd anggota KPU Mukomuko membidangi divisi sosialisasi. Juga ikut hadir anggota KPU lainnya dan Panwaslu Mukomuko. Dari sekolah diikuti oleh kepala sekolah dan dewan guru serta puluhan siswa SMAN 1 yang terdaftar sebagai pemilih. Saat diberi kesempatan tanya jawab, berbagai pertanyaan dilontarkan para pemilih pemula ini kepada pelaksana pemilu.
‘’Sambutannya bagus dan kami bisa leluasa menjalankan misi mensosialisasikan pemilu ini. Rasanya mudah kita menjelaskan, sebab para siswa ini begitu cepat memahami dan juga mereka aktif bertanya setiap detail yang kita jelaskan,’’ kata Siregar.
Abdul Hamid lebih lanjut menyampaikan bahwa adapun materi yang banyak mereka sosialisasikan adalah mengenai hak bagi warga negara untuk memilih dan juga menafaat dan tujuan menggunakan hak pilih, termasuk cara melakukannya. Soal siapa yang mereka pilih itu tergantung keinginannya dengan alasan pribadi, sebab KPU turun sekedar mensosialisasikan pemilu bukan menyuruh memilih seseorang. Setelah ini ada banyak lagi sekolah yang akan mereka datangi dalam misi serupa.
‘’Kita menekankan agar pemilih pemula ini mengerti dengan pemilihan yang pertama kali mereka lalui. Kami tidak mengkampanyekan salah satu parpol ataupun caleg, melainkan untuk menekan angka golput pada pemilu mendatang,’’ tegasnya diamini anggota KPU lainnya, Sofia Diana, SE.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE yang juga hadir pada kegiatan ini menjelaskan, KPU cukup cekatan dalam menjalankan tugasnya mensosialisasikan pemilu saat ini. Ia juga sempat menjelaskan kepada para siswa ini mengenai beberapa aturan main. Munib ikut memuji para pemilih pemula di SMAN 1 Mukomuko yang dinilaikanya cukup cepat merespon setiap apa yang dijelaskan.
‘’Kita memantau setiap kegiatan dari KPU dan peserta pemilu, sosialisasi di sekolah ini termasuk bagian penting oleh KPU. Kami melihat semuanya berjalan sebagaimana yang semestinya,’’ tutup Muchtadir.(jar)
BK Warning Dewan Incumbent
Manfaatkan Fasilitas Negara untuk Kampanye
POLITIK RM – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Mukomuko mengingatkan kepada anggota dewan incumbent yang kembali maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) 2014. Peringatan tersebut seputar larangan menyalahgunakan jabatan berikut penggunaan fasilitas negara seperti mobil dinas dan sebagainya untuk kepentingan kampanye.
Disampaikan oleh salah seorang anggota BK, H Suharto, jika sampai ketahuan ada dewan yang melalaikan tugasnya sebagai wakil rakyat untuk kepentingan politik maka bakal langsung diproses menurut aturan yang berlaku. Sebab saat ini sekian banyak tugas yang harus diselesaikan oleh dewan sesuai dengan fungsinya. Yang paling ditekankan menyangkut kehadiran dalam rapat dewan dan juga saat menjalankan tugas lain, seperti Dinas Luar (DL) dan sebagainya.
‘’Kami atas nama BK mengingatkan saja kepada kawan-kawan di DPRD untuk tidak melalaikan tugasnya sebagai anggota dewan, sebab banyak pekerjaan numpuk yang harus diselesaikan, diantaranya pembahasan Perda, APBD 2014 dan lain-lain,’’ kata Suharto.
Peringatan disampaikan lantaran belakangan ini mereka kerap mendapat pertanyaan dari berbagai pihak mengenai keberadaan dewan yang kembali maju sebagai caleg. Jangan sampai karena persoalan ini, ada dewan yang dicap sebagai wakil rakyat yang tidak menjalankan fungsinya serta mengutamakan aktivitas politik mereka. BK juga siap menerima laporan dari warga mengenai dewan yang dinilai melanggar tertib yang berlaku.
‘’Kita tidak ingin ada kawan-kawan yang mendapat kendala lantaran aktivitas mereka sudah tidak sesuai aturan berlaku. Sebab dewan tidak kebal dengan aturan pemilu yang diberlaku oleh KPU ataupun panwaslu,’’ tutupnya.(jar)
Penyambutan Sekjen DPP NasDem Dimatangkan
POLITIK RM – Kemarin segenap pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Mukomuko menggelar rapat persiapan akhir pelantikan pengurus mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting se Kabupaten yang rencananya langsung dihadiri oleh Sekjen DPP NasDem, Patrice Rio Capella. Rapat yang bertempat di kantor sekretariat DPD NasDem ini langsung dipimpin oleh Busril selaku Ketua Umum DPD.
Dijelaskan Busril, pada dasarnya untuk persiapan sudah tidak ada masalah, hanya perlu penyesuaian seluruh rangkaian acara yang akan diselenggarakan. Selain itu acara diputuskan dimajukan dari jadwal sebelumnya menjadi 16 November 2013. Rapat kali ini hanya sebatas kepanitiaan dan juga pengurus parpol yang dilibatkan nantinya.
‘’Ini rapat terakhir yang menetapkan apa saja rangkaian acara yang bakal kita langsungkan. Sebetulnya untuk persiapan sudah tidak banyak kendala lagi, hanya saja menyesuaikan antar devisi kepanitiaan,’’ ungkap Busril.
Lanjutnya jumlah pengurus yang akan dilantik sebanyak 3121 orang yang terdiri dari 2626 pengurus ranting, 326 orang pengurus kecamatan dan 89 orang pengurus DPD. Sekaligus dalam rapat ini juga ditekankan kepada para caleg dalam melaksanakan misi politiknya untuk tidak melanggar aturan yang berlaku dan harus kompak. Sebab caleg NasDem dari pusat hingga ke kabupaten dikenal kompak dan punya semangat juang yang tinggi.
‘’Dengan dibentuknya kepengurusan yang solid secara keseluruhan, maka gerakan NasDem akan lebih merata dan jelas arahnya. Target memenangi pemilu dengan cara yang deal adalah target kita,’’ demikian Busril.(jar)
Caleg Bandel, Panwaslu dan KPU Siap Beraksi
POLITIK RM – Peringatan keras dari Pengawas Pemulu (Panwaslu) Kabupaten Mukomuko kepada pengurus partai politik (Parpol) yang tidak menggubris peringatan yang diberikan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan caleg. Jika dalam waktu dekat baliho dan peraga kampanye yang melanggar tidak ditertibkan oleh caleg maupun parpol, maka Panwaslu dan KPU bakal turun langsung melakukan eksekusi terhadap atribut tersebut.
Disampaikan oleh anggota Panwaslu Mukomuko bidang pengawasan dan pelanggaran, Padlul Azmi, SH peringatan sudah disampaikan kepada KPU untuk memperingati parpol bersangkutan. Namun hingga kemarin ia mengaku masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg maupun parpol. Maka pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan KPU dan kemungkinan bakal langsung turun melakukan proses penertiban.
‘’Kami mengimbau kepada pengurus parpol dan caleg menindak lanjuti apa yang kita sampaikan, kalau tidak juga dilakukan, maka pihaknya bakal mengambil tindakan tegas, bersama dengan KPU,’’ ungkap Padlul.
Lanjutnya, tujuan disampaikan peringatan ini agar proses pemilu bisa berjalan dengan baik, jangan sampai parpol ataupun caleg terganjal lantaran mereka tidak mentaati aturan pemilu yang berlaku. Pihaknya selaku pengawas yang dipercaya, hanya menjalankan tugas sesuai amanat yang diberikan. Ia berjanji tidak akan pandang bulu dalam mengawasi setiap pelanggaran oleh peserta pemilu.
‘’Kami menjalankan tugas yang diberikan, kepada peserta pemilu kami harapkan bisa memahami. Kami dalam bertindak tidak akan pandung bulu,’’ demikian Padlul.(jar)
Caleg Mulai Saling ‘’Serang’’
POLITIK RM – Persaingan antar calon anggota legislatif (Caleg) dinilai kerap tak menggunakan etika dan sudah mulai saling serang dalam menjalankan misi politik masing-masing. Bahkan kabarnya peraga kampanye yang dipasang caleg diduga kerap dirusak oleh oknum tertentu yang kemungkinan tim sukses atau pendukung caleg lainnya.
Salah seorang politisi Daerah pemilihan (Dapil) III, Busra Caleg Nomor urut 1 Gerindra mengaku pernah menjadi korban kejahilan pihak tertentu. Alat peraga kampanye yang ia pasang di lokasi terbuka di rusak dan tindakan melaporkan alat dirinya kepada petugas pemilu dengan tuduhan melanggar aturan kampanye. Busra mengaku menyayangkan tindakan yang sedemikian, sebab caleg statusnya sama, yang berhak menindak adalah petugas.
‘’Saya sudah pernah menjadi korban atas tindakan yang kurang bertanggung jawab tersebut, diantaranya perusakan dan juga laporan palsu lainnya. Saya sejauh ini masih tetap bersabar dan berusaha memberi pengertian kepada tim atau pendukung saya,’’ ungkap Busra.
Ketua Komisi II, Husni Tamrin yang sudah malang melintang dalam dunia politik di Mukomuko mengakui jika sekarang aksi politiksi kerap tak lagi saling menghargai. Sebagai contoh pemasangan bendera sepanjang halaman rumah tanpa izin bahkan di depan rumah kader parpol lain. Tindakan ini menciptakan suasana politik yang tidak sehat lagi dan berdampak buruk dengan tujuan pemilu itu sendiri.
‘’Sebaiknya antar caleg maupun pendukung harus saling menghargai dan tetap menjunjung tinggi etika politik. Sebab dengan demikian persaingan yang terjadi tidak membuat masyarakat merasa terganggu,’’ tegas Husni.
Ketua DPC PKB Adrizon N meminta kepada semua caleg PKB untuk bisa menjalankan misi politiknya tanpa melanggar aturan pemilu. Selain itu juga sesame caleg PKB harus saling mendukung dan dengan caleg parpol lain tetap menjaga etika politik.
‘’Politik saling menghargai itu penting, persaingan bukan berarti harus melanggar aturan dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Apalagi antar caleg masih saling kenal dan bahkan punya hubungan baik jauh sebelumnya.(jar)
212 DPT Mukomuko Bermasalah
//KPU Kerahkan PPK dan PPL
POLITIK RM – Sebanyak 212 mata pilih di Kabupaten Mukomuko masih bermasalah. Data ini berdasarkan rekapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) perbaikan terhadap DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU) di pusat. Menindaklanjuti data tersebut, kemarin KPU mengumpulkan segenap ketua-ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk melakukan kroscek kembali terhadap pemilih di masing-masing daerah. Dibanding dengan daerah lain, DPT bermasalah di Mukomuko cukup rendah.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE di depan para pimpinan PPK ini menerangkan, jumlah temuan DPT bermasalah ini memang cukup kecil, namun tidak bisa disepelekan dan harus segera di clearkan sebelum masa perbaikan kedua ini. ia minta bersama-sama seluruh PPK dan PPS melakukan kroscek ulang. Kesalahannya adalah data pemilih ganda yang terdagtar di dua lokais berbeda juga ada dugaan pemilih meninggal dan sebagainya.
‘’Kita cek bersama-sama, perbandingan data itu penting dilakukan, kalau pemilih meninggal tinggal dicoret, permasalahannya banyak pemilih ganda. Kita harus bisa menyelesaikannya dengan rinci sebelum DPT ditetapkan dipusat,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menerangkan mereka melakukan krocek kembali sesuai dengan perintah dari KPU pusat, ini menanggapi temuan dari banwaslu terhadap data KPU. Di Mukomuko dari rekakapan DPT bermasalah ini terdapat sebanyak 212 pemili dan sekarang akan mereka pelajari dan diupayakan selesai sesuai waktu yang diberikan. Ia juga menekankan agar PPK dan PPS bisa memastikan semua data sesuai.
‘’Kita akan usahakan semua jelas secepatnya, saya rasa tidak berat sebab jumlah temuan yang ada di Mukomuko tidak banyak dibanding dengan total pemilih sebenarnya,’’ jelasnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko yang ikut hadir dalam pertemuan dengan PPK di sekretariat KPU Mukomuko mengatakan, pada dasarnya permasalahan yang ada masih sangat menim dibanding daerah lain. Ia juga menekan, pada dasarnya apa yang ada ini sebagai bukti jika pengawas pemilu dan KPU bekerja cukup baik dan saling mengingatkan. Mereka akan mendukung setiap proses dari KPU dan memberi teguran jika ada hal-hal yang janggal.
‘’Kita semuanya bekerja sesuai topoksinya, kami memberi dukungan kepada KPU dan jika memang Panwas yang kurang menguasai kami siap diperingati, yang intinya bersama-sama kita sukseskan pemilu ini,’’ tutup Muchtadir.(jar)
Sosialisasi di Sekolah, KPU Dihujani Pertanyaan
POLITIK RM – Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, pada Sabtu (26/10) kemarin lusa, tim sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko mulai turun sosialisasi pemilu ke sekolah-sekolah. SMAN 1 Mukomuko menjadi tujuan pertama tim pelaksana pemilu ini. sebagai nara sumber utama sosialisasi ini, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd anggota KPU Mukomuko membidangi divisi sosialisasi. Juga ikut hadir anggota KPU lainnya dan Panwaslu Mukomuko. Dari sekolah diikuti oleh kepala sekolah dan dewan guru serta puluhan siswa SMAN 1 yang terdaftar sebagai pemilih. Saat diberi kesempatan tanya jawab, berbagai pertanyaan dilontarkan para pemilih pemula ini kepada pelaksana pemilu.
‘’Sambutannya bagus dan kami bisa leluasa menjalankan misi mensosialisasikan pemilu ini. Rasanya mudah kita menjelaskan, sebab para siswa ini begitu cepat memahami dan juga mereka aktif bertanya setiap detail yang kita jelaskan,’’ kata Siregar.
Abdul Hamid lebih lanjut menyampaikan bahwa adapun materi yang banyak mereka sosialisasikan adalah mengenai hak bagi warga negara untuk memilih dan juga menafaat dan tujuan menggunakan hak pilih, termasuk cara melakukannya. Soal siapa yang mereka pilih itu tergantung keinginannya dengan alasan pribadi, sebab KPU turun sekedar mensosialisasikan pemilu bukan menyuruh memilih seseorang. Setelah ini ada banyak lagi sekolah yang akan mereka datangi dalam misi serupa.
‘’Kita menekankan agar pemilih pemula ini mengerti dengan pemilihan yang pertama kali mereka lalui. Kami tidak mengkampanyekan salah satu parpol ataupun caleg, melainkan untuk menekan angka golput pada pemilu mendatang,’’ tegasnya diamini anggota KPU lainnya, Sofia Diana, SE.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE yang juga hadir pada kegiatan ini menjelaskan, KPU cukup cekatan dalam menjalankan tugasnya mensosialisasikan pemilu saat ini. Ia juga sempat menjelaskan kepada para siswa ini mengenai beberapa aturan main. Munib ikut memuji para pemilih pemula di SMAN 1 Mukomuko yang dinilaikanya cukup cepat merespon setiap apa yang dijelaskan.
‘’Kita memantau setiap kegiatan dari KPU dan peserta pemilu, sosialisasi di sekolah ini termasuk bagian penting oleh KPU. Kami melihat semuanya berjalan sebagaimana yang semestinya,’’ tutup Muchtadir.(jar)
Thursday, 24 October 2013
Profil Anggota DPRD Mukomuko
Mukti Ali, S.Pt
Pemberani dan Merakyat
SOSOK dewan awak kali ini adalah putra asal Kecamatan Selagan Raya, yaitu Mukti Ali, S.Pd. Suami dai Rila Angra, S.Kep ini dikenal sebagai sosok anggota dewan yang tampil sederhana. Namun ia adalah seorang politisi yang pemberani dalam forum dewan maupun mengajukan protes terhadap kebijakan yang dinilainya tidak memihak kepada masyarakat.
Mukti Ali yang sudah dikaruniai seorang anak ini, lahir di Desa Sungai Jerinjing 7 Juni 1978. Ia sosok yang sangat mencintai daera asalnya, hal ini dibuktikan, walau sudah sukses ia tetap berdomisili di desa kelahirannya. Sebagai anggota dewan pada daarnya ia sudah berjuang cukup keras untuk mendapat jatah pembangunan di daerahnya, sebagian berhasil dan juga banyak yang belum berhasil, lantaran terbatasnya anggaran daerah.
Anak kedua dari 4 bersaudara yang kerap disapa Buyung oleh rekan-rekannya ini sekolah SD hingga SMP di Selagan Raya. Kemudian melanjutkan di STM Bengkulu dan menyelesaikan S1 di Fakultas Pertanian Unib. Ia juga pernah bekerja di perusahaan swasta sebelum turun ke dunia politik.
‘’Kita ini dari anak petani, ya harus kembali ke desa dimana kita dilahirkan, bagaimanapun bentuknya hidup dikampung lebih baik,’’ ungkap Mukti Ali.
Terjun ke dunia politik pada 2006, ia termasuk politisi yang setia, sejak awal sampai sekarang masih tetap di Partai Bulan Bintang (PBB). Sebelumnya ia menjabat sebagai sekretaris DPC Mukomuko dan sejak 2010 sampai sekarang menjabat sebagai ketua DPC. Sekarang Mukti Ali juga tercatat sebagai caleg nomor urut 1 PBB Dapil II Mukomuko. Di DPRD Mukomuko sendiri, ia menjabat sebagai sekretaris Komisi II, anggota Badan Anggaran (Banggar) dan anggota Fraksi Kerakyatan. Muti Ali memili motohidup ‘’Sampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,’’.(jar)
Pemberani dan Merakyat
SOSOK dewan awak kali ini adalah putra asal Kecamatan Selagan Raya, yaitu Mukti Ali, S.Pd. Suami dai Rila Angra, S.Kep ini dikenal sebagai sosok anggota dewan yang tampil sederhana. Namun ia adalah seorang politisi yang pemberani dalam forum dewan maupun mengajukan protes terhadap kebijakan yang dinilainya tidak memihak kepada masyarakat.
Mukti Ali yang sudah dikaruniai seorang anak ini, lahir di Desa Sungai Jerinjing 7 Juni 1978. Ia sosok yang sangat mencintai daera asalnya, hal ini dibuktikan, walau sudah sukses ia tetap berdomisili di desa kelahirannya. Sebagai anggota dewan pada daarnya ia sudah berjuang cukup keras untuk mendapat jatah pembangunan di daerahnya, sebagian berhasil dan juga banyak yang belum berhasil, lantaran terbatasnya anggaran daerah.
Anak kedua dari 4 bersaudara yang kerap disapa Buyung oleh rekan-rekannya ini sekolah SD hingga SMP di Selagan Raya. Kemudian melanjutkan di STM Bengkulu dan menyelesaikan S1 di Fakultas Pertanian Unib. Ia juga pernah bekerja di perusahaan swasta sebelum turun ke dunia politik.
‘’Kita ini dari anak petani, ya harus kembali ke desa dimana kita dilahirkan, bagaimanapun bentuknya hidup dikampung lebih baik,’’ ungkap Mukti Ali.
Terjun ke dunia politik pada 2006, ia termasuk politisi yang setia, sejak awal sampai sekarang masih tetap di Partai Bulan Bintang (PBB). Sebelumnya ia menjabat sebagai sekretaris DPC Mukomuko dan sejak 2010 sampai sekarang menjabat sebagai ketua DPC. Sekarang Mukti Ali juga tercatat sebagai caleg nomor urut 1 PBB Dapil II Mukomuko. Di DPRD Mukomuko sendiri, ia menjabat sebagai sekretaris Komisi II, anggota Badan Anggaran (Banggar) dan anggota Fraksi Kerakyatan. Muti Ali memili motohidup ‘’Sampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,’’.(jar)
Dikenal Santun dan Berwibawa
TURUN ke Dunia Politik sejak masa orde baru, tepatnya pada tahun 1085. Bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membidangi devisi publikasi dan sosialisasi di Sumatera Barat (Sumbar). Seiring dengan bergulirnya reformasi, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Itulah sepintas sosok dari Ketua Fraksi PAN DPRD Mukomuko, H. Syamsuri Rustam, ST.
Ia pertama kali menjabat sebagai wakil ketua DPC PAN Mukomuko selatan. Kemudian sebagai ketua DPC PAN MUkomuko Selatan. Pada pemilu 1999, suami dari Hj. Elviani ini maju sebagai caleg untuk DPRD Bengkulu Utara (BU). Ia gagal memenangi pemilu yang masih menggunakan sistim nomor urut tersebut. Selanjutnya ia mendapat kepercayaan sebagai pengurus untuk DPC PAN Mukomuko dengan berbagai devisi pernah dipegangnya, diantaranya sebagai wakil bendahara, wakil ketua dan sebagainya.
Pada Pemilu 2004, Syamsuri kembali maju sebagai caleg untuk DPRD Periode pertama Kabupaten Mukomuko. Ia langsung terpilih mewakili masyarakat Ipuh dan Dapil III pada umumnya. 2009 kembali mencalon dan sukses mempertahankan kursinya hingga sekarang. Sebagai wakil rakyat 2 periode berturut-turut, dipastikan, ayah dari 5 orang anak ini sudah melakukan berbagai hal untuk Mukomuko. tidak banyak kebijakan pembangunan daerah yang lepas dari pengawasan ataupun persetujuan darinya. Ia pernah di Komisi III pada periode 2004-2009, sebagai sekretaris dan juga menjabat ketua Fraksi PAN dari awal hingga sekarang. Selain itu Syamsuri di Banggar, Banleg, sebagai ketua Pansus dan juga sekarang anggota Komisi II. Atas permintaan partai, pada pemilu 2014 ini Syamsuri kembali maju untuk caleg PAN dari Dapil III nomor urut 1.
Tak dipungkiri nama besar laki-laki yang lahir pada 22 Juli 1962 ini, pada awalnya tak lepas dari sosok sang ayah yang bernama H Rustam, selain sebagai tokoh Ipuh, juga adalah tokoh ternama Muhamadiah di Mukomuko. Syamsuri juga termasuk sosok yang mencintai kampungnya, lahir di Ipuh sampai sekarang masih berdomisili di Ipuh, yaitu di Desa Medan Jaya. Tamat SD di Ipuh, kemudian SMP dan SMK di Sumatera Barat hingga S1 di Fakultas Tekhnik Industri Universitas Bung hatta jurusan elektro.
Perjalanan hidup, tentu Syamsuri sudah melewatinya seiring dengan kiprah dan juga usia. Sebelum sebagai anggota dewan, Syamsuri dikenal sebagai wiraswasta sukses salah satunya sebagai kontraktor. Ia juga sama dengan kebanyakan warga lainnya, yaitu bertani. Pengalaman beroganisasinya cukup mempuni, pada masa masih kuliah ia termasuk mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi kampus. Juga pernah menjabat ketua Pemuda Pancasila (PP) Mukomuko Selatan dan di desa pernah menjabat BPD dan LKMD.
‘’Kebanggan hidup itu apabila kita sukses melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain,’’ ungkap sosok yang berkulit sawo matang dan tubuh tinggi dan kekar ini.(jar)
TURUN ke Dunia Politik sejak masa orde baru, tepatnya pada tahun 1085. Bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membidangi devisi publikasi dan sosialisasi di Sumatera Barat (Sumbar). Seiring dengan bergulirnya reformasi, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Itulah sepintas sosok dari Ketua Fraksi PAN DPRD Mukomuko, H. Syamsuri Rustam, ST.
Ia pertama kali menjabat sebagai wakil ketua DPC PAN Mukomuko selatan. Kemudian sebagai ketua DPC PAN MUkomuko Selatan. Pada pemilu 1999, suami dari Hj. Elviani ini maju sebagai caleg untuk DPRD Bengkulu Utara (BU). Ia gagal memenangi pemilu yang masih menggunakan sistim nomor urut tersebut. Selanjutnya ia mendapat kepercayaan sebagai pengurus untuk DPC PAN Mukomuko dengan berbagai devisi pernah dipegangnya, diantaranya sebagai wakil bendahara, wakil ketua dan sebagainya.
Pada Pemilu 2004, Syamsuri kembali maju sebagai caleg untuk DPRD Periode pertama Kabupaten Mukomuko. Ia langsung terpilih mewakili masyarakat Ipuh dan Dapil III pada umumnya. 2009 kembali mencalon dan sukses mempertahankan kursinya hingga sekarang. Sebagai wakil rakyat 2 periode berturut-turut, dipastikan, ayah dari 5 orang anak ini sudah melakukan berbagai hal untuk Mukomuko. tidak banyak kebijakan pembangunan daerah yang lepas dari pengawasan ataupun persetujuan darinya. Ia pernah di Komisi III pada periode 2004-2009, sebagai sekretaris dan juga menjabat ketua Fraksi PAN dari awal hingga sekarang. Selain itu Syamsuri di Banggar, Banleg, sebagai ketua Pansus dan juga sekarang anggota Komisi II. Atas permintaan partai, pada pemilu 2014 ini Syamsuri kembali maju untuk caleg PAN dari Dapil III nomor urut 1.
Tak dipungkiri nama besar laki-laki yang lahir pada 22 Juli 1962 ini, pada awalnya tak lepas dari sosok sang ayah yang bernama H Rustam, selain sebagai tokoh Ipuh, juga adalah tokoh ternama Muhamadiah di Mukomuko. Syamsuri juga termasuk sosok yang mencintai kampungnya, lahir di Ipuh sampai sekarang masih berdomisili di Ipuh, yaitu di Desa Medan Jaya. Tamat SD di Ipuh, kemudian SMP dan SMK di Sumatera Barat hingga S1 di Fakultas Tekhnik Industri Universitas Bung hatta jurusan elektro.
Perjalanan hidup, tentu Syamsuri sudah melewatinya seiring dengan kiprah dan juga usia. Sebelum sebagai anggota dewan, Syamsuri dikenal sebagai wiraswasta sukses salah satunya sebagai kontraktor. Ia juga sama dengan kebanyakan warga lainnya, yaitu bertani. Pengalaman beroganisasinya cukup mempuni, pada masa masih kuliah ia termasuk mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi kampus. Juga pernah menjabat ketua Pemuda Pancasila (PP) Mukomuko Selatan dan di desa pernah menjabat BPD dan LKMD.
‘’Kebanggan hidup itu apabila kita sukses melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain,’’ ungkap sosok yang berkulit sawo matang dan tubuh tinggi dan kekar ini.(jar)
H Tarmizi
Kritis dan Berani
PUNYA peran besar dalam membangun desa, itulah sosok H Tarmizi anggota Komisi II DPRD MUkomuko asal Dapil III dari partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski baru satu periode duduk sebagai wakil rakyat, namun pria kelahiran 1954 ini sudah melalang buana dalam dunia politik. Ia terjun pertama kali ke politik pada tahun 1980-an. Saat itu ia bergabung dengan Partai Persatuan pembangunan (PPP). Selanjutnya bergabung dengan Golkar beberapa tahun dan juga sempat aktif di PAN sebelum bergabung dengan PKS. Meski sudah memasuki berbagai parpil, bapak dari 4 orang anak dan sudah memiliki 9 orang cucu ini maju sebagai caleg hanya satu kali lewat PKS pada pemilu 2009. Ia langsung terpilih sebagai anggota dewan setelah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Retak Mudik dan dapil III pada umumnya.
‘’Saya sudah mulai bergabung dengan parti sejak tahun 80-an, saat itu saya masuk PPP. Namun kalau nyaleh hanya sekali melalui PKS dan duduk langsung sebagai dewan atas dukungan dari masyarakat,’’ ungkap Tarmizi.
Di Dewan sendiri suami dari Hj. Rosdiana ini sudah pernah merasakan bagaimana duduk di Komisi I sebelum bergabung dengan Komisi II sekarang. Selain itu juga pernah di banggar, banmus dan sekarang aktif sebagai anggota banleg. Soal perannya sebagai anggota dewan tidak perlu diragukan lagi, ia dikenal sebagai pilitis yang kritis dan tidak pernah pandang bulu. Jika sesuatu dinilainya tidak memihak kepada rakyat dan ada kepentingan lain di balik itu, maka secara spontan akan ditolak dan tak segan-segan digugatnya secara terbuka.
Tarmizi lahir di Retak Mudik, setelah menamatkan SD di desa ini ia melanjutkan pendidikan di PGA Mukomuko dan juga pernah di madrasah Paya Kumbuh Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya ia kembali ke Retak Mudik dan menghabiskan masa mudanya dengan mengabdi terhadap desa dan juga aktif sebagai seorang petani. 1975 is menjabat sebagai sekdes, 1976 hingga 1986 menjadi ketua Karang Taruna selanjutnya pada 1990 menjadi kades beberapa periode hingga memutuskan nyaleg. Banyak lagi jabatan lain pernah di jabatnya di Desa Retak Mudik. Tarmizi Nikah pada 1976 dan naik haji pada 1990 bersama sang istri.(jar)
PUNYA peran besar dalam membangun desa, itulah sosok H Tarmizi anggota Komisi II DPRD MUkomuko asal Dapil III dari partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski baru satu periode duduk sebagai wakil rakyat, namun pria kelahiran 1954 ini sudah melalang buana dalam dunia politik. Ia terjun pertama kali ke politik pada tahun 1980-an. Saat itu ia bergabung dengan Partai Persatuan pembangunan (PPP). Selanjutnya bergabung dengan Golkar beberapa tahun dan juga sempat aktif di PAN sebelum bergabung dengan PKS. Meski sudah memasuki berbagai parpil, bapak dari 4 orang anak dan sudah memiliki 9 orang cucu ini maju sebagai caleg hanya satu kali lewat PKS pada pemilu 2009. Ia langsung terpilih sebagai anggota dewan setelah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Retak Mudik dan dapil III pada umumnya.
‘’Saya sudah mulai bergabung dengan parti sejak tahun 80-an, saat itu saya masuk PPP. Namun kalau nyaleh hanya sekali melalui PKS dan duduk langsung sebagai dewan atas dukungan dari masyarakat,’’ ungkap Tarmizi.
Di Dewan sendiri suami dari Hj. Rosdiana ini sudah pernah merasakan bagaimana duduk di Komisi I sebelum bergabung dengan Komisi II sekarang. Selain itu juga pernah di banggar, banmus dan sekarang aktif sebagai anggota banleg. Soal perannya sebagai anggota dewan tidak perlu diragukan lagi, ia dikenal sebagai pilitis yang kritis dan tidak pernah pandang bulu. Jika sesuatu dinilainya tidak memihak kepada rakyat dan ada kepentingan lain di balik itu, maka secara spontan akan ditolak dan tak segan-segan digugatnya secara terbuka.
Tarmizi lahir di Retak Mudik, setelah menamatkan SD di desa ini ia melanjutkan pendidikan di PGA Mukomuko dan juga pernah di madrasah Paya Kumbuh Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya ia kembali ke Retak Mudik dan menghabiskan masa mudanya dengan mengabdi terhadap desa dan juga aktif sebagai seorang petani. 1975 is menjabat sebagai sekdes, 1976 hingga 1986 menjadi ketua Karang Taruna selanjutnya pada 1990 menjadi kades beberapa periode hingga memutuskan nyaleg. Banyak lagi jabatan lain pernah di jabatnya di Desa Retak Mudik. Tarmizi Nikah pada 1976 dan naik haji pada 1990 bersama sang istri.(jar)
Sardiman, SIP
Santai dan Berani Ambil Risiko
SOSOK Dewan kali ini dikenal dengan gayanya santai dan berwibawa. Selain itu juga rendah hati dan selalu terbuka dalam berbagai hal. Ia adalah Sardiman, SIP atau yang akrap disapa Eman motor atau Eman Musik. Meski terlihat tidak begitu ambisional, namun Eman adalah pria yang selalu bersikap berani dan nekad terhadap keinginannya. Sebagai contoh saat mencalon sebagai anggota dewan, banyak orang tidak yakin ia mampu, berangkat dari keraguan banyak pihak, akhirnya dibuktikannya. Semua ini tak lepas dari slogan yang ia pegang, ‘’Harus Bisa!’’.
‘’Jangan pernah mengatakan tidak bisa sebelum mencoba dan jangan meragukan kemampuan orang lain, beri setiap orang kesempatan untuk berbuat, baru diberi penilaian,’’ Singkat Suami Titin Sumarni jebolan D3 UT ini.
Sekarang Sardiman adalah anggota Komisi II DPRD Mukomuko, menjabat ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Mukomuko hampir satu periode. Selain itu, Sardiman juga sebagai anggota badan anggaran (banggar), Badan Legislasi (Banleg) dan selaku anggota fraksi Demokrat. Sardiman terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2009 dan ia politisi yang sukses mengantar partai RI 1 ini sebagai pemenang pemilu di Mukomuko. Eman memperoleh suara terbanyak dalam parpolnya bahkan termasuk salah satu dari dewan pengumpul dukungan terbanyak pada pemilu 2009 di DPRD Mukomuko. Perannya sebagai anggota dewan sudah tak diragukan, ini terbukti banyaknya proyek pembangunan di Kecamatan Penarik sejak 5 tahun lalu.
Bapak dari Hendri Prayoga mahasiswa Unila Lampung ini, merupakan politisi yang setia dengan parpolnya. Ia mulai berpolitik pada 2008 dan parpolnya adalah Demokrat, diawali sebagai ketua PAC Penarik. Kemudian langsung nyaleg dan atas dukungan keluarga, masyarakat dan rekan-rekannya akhirnya ia langsung terpilih. Meski pada awalnya berbagai cemoohan dan cibiran datang kepada dirinya. Ia semakin dipercaya oleh Demokrat, sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPC Partai Demokrat Mukomuko. Untuk pemilu 2014 mendatang, Sardiman kembali maju dan tercatat sebagai caleg nomor urut 1 Dapil II.
‘’Saya berangkat dari keraguan banyak orang, namun saya tidak mau diam, maka saya punya tekat harus bisa. Alhamdulillah berkat dukungan keluarga, rekan-rekan dan warga, saya terpilih sebagai dewan. Saya merasa masih ada yang belum saya lakukan, maka maju kembali untuk pemilu 2014 sebagai caleg Demokrat nomor 1,’’ tegas Sardiman.
Soal pengalaman hidup, orang tua Endramedi Atdiansyah siswa SMAN Lampung ini juga sudah penuh. Ia mengaku butuh waktu lama untuk menceritakan, bagaimana ia pernah hidup, apa saya yang ia lakukan untuk mencari makan. Diantaranyanya pernah menjadi pengamen atau pemain musik keliling hingga ia bisa melahirkan organ tunggal ternama di Mukomuko (Eman Musik red). Selanjutnya sebagai petani, pedagang sperpak motor yang dikenal dengan bengkel Eman Motor di KJS. Bakat politikk Eman sudah ada sejak masih SMA, ia pernah menjabat ketua Osis, ketua karang taruna dan adalah salah seorang ketua tm pemenangan presiden SBY di Mukomuko yang dikenal dengan LSM Scoci Indo Ratu.
Sardiman lahir di Lampung Tengah 10 Juni 1967, ia adalah anak ke 5 dari 7 bersaudara. SD dan SMP di kampung kelahirannya dan tamat SMEA Teknelogi Pertanian Metro Lampung. Gelar S1 didapatnya dari STSIP Bekas setelah sebelumnya pernah kuliah di UT namun tidak tamat. Bersama istrinya tercinta Titin, Eman sudah dikaruniai 4 orang anak. Anak ke 3 nya sekarang sekolah di MTs Lubuk Mukti Penarik dan anak terakhirnya Ersa Marsel Prayuda di SDN Penarik. Sekarang Eman berdomisi di Desa Mekar Mulya Penarik.
‘’Berangkat dari rasa keprihatinan dan melihat kondisi masyarakat, saya bertekat membawa perubahan,’’ tutup Eman.(jar)
Rusman Aswardi, SP
Energik dan Bersahabat
BERSAMA Istrinya tercinta Aria Nurjanah, sosok dewan satu ini sudah dikaruniai 5 orang anak. Lahir di Lubuk Sanai 25 Agustus 1968 dan sekarang juga berdomisi di desa kelahirannya tersebut. Ia adalah Rusman Awasrdi, SP, anggota Komisi III dan kabarnya tengah proses kepindahannya ke Komisi I DPRD Mukomuko. Rusman juga sebagai anggota banggar dan pernah di Banleg serta adalah anggota Fraksi Kerakyatan.
Rusman terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2009 dari Partai Demokrasi Pembangunan (DPD). Sebelumnya juga Rusman pernah bergabung dengan partai PITA, namun parpol ini gagal sebagai peserta pemilu 2014. Rusman bukan sosok yang terlalu emosional dalam mengambil keputusan. Kebanyakan orang menganggap politik itu kejam dan siapa saja bisa menjadi lawan. Namun bagi Rusman tidak selalu demikian, tenggang rasa dan saling meghormati tetap yang paling penting.
Sebagai bentuk penghargaannya terhadap orang lain, Rusman memastikan akan melepas kursinya pada pemilu 2014 mendatang. Ia tidak lagi terdaftar sebagai caleg, tetapi memilih memberi kesempatan bagi yang lain untuk merasakan terjun ke dunia politik tersebut. Sekarang Rusman lebih fokus sebagai anggota dewan yang tidak dipusingkan dengan kesiapan pemilu 2014.
‘’Ambisi itu harus ada, namun tetap kita utamakan etika dalam berbagai hal. Apapun alasannya kawan tetapkan kawan, jangan terpisah oleh hal yang sifatnya sementara,’’ kata Rusman.
Ruman menamatkan SD Lubu Sanai, kemudian SMP Mukomuko selanjutnya sekolah di SMAN 1 Kota Bengkulu. Ia sempat menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian Unib, namun tidak sampai akhir. Ia baru menyelesaikan S1 nya setahun lalu di Unihas Bengkulu dengan gelar Serjana Pertanian (SP).
Soal pengamalam beroganisasi juga Rusman cukup disegani, saat kuliah di Unib ia aktif sebagai pencinta alam yang tergabung dalam organisasi Kampala, juga sebagai ketua Karang Taruna XIV Koto dan adalah wakil ketua Karang Taruna Kabupaten Mukomuko. Selain itu, di tengah desa Rusman juga cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai anggota LPM Lubuk Sanai. Juga banyak organisasi lain yang ia ikuti, seperti dalam organisasi burung bakicau yang ada saat ini. Bahkan bersama kawan-kawannya, Rusman sukses menggelar berbagai ajang yang berhubungan dengan burung ini.
Untuk pekerjaan Rusman juga sudah banyak melakoni berbagai aktivitas kerja untuk memenuhi nafkah keluarganya sebelum menjadi anggota dewan. Seperti selaku pedagang, petani dan juga wiraswasta lainnya. Semuanya ia jalani dengan sungguh-sungguh dan terbilang sukses dilakoninya.
Dalam mencapai keinginannya, Rusman termasuk sosok yang terbilang bersemangat. Ia tidak akan berhenti melakukan sesuatu apa bila ia menginginkan sesuatu dari pekerjaannya itu. Ia bukan pria yang suka menunggu dan berharap tanpa melakukan usaha secara maksimal. Namun demikian ia tetap sebagai bapak yang hati-hati dan sangat mencintai keluarganya.
‘’Sesuatu Mungkin akan mendatangi mereka yang mau menunggu, Namun hanya didapatkan oleh mereka yang bersemangat mengejarnya,’’ tutup Rusman yang menjelaskan motto hidupnya.(jar)
Ir. NURLINA ZAMDIAL, M.Si.
Intelektual, Sederhana, Rendah Hati Dan Peduli Rakyat
ANGGOTA DPRD Kabupaten Mukomuko 2009-2014 ini besar di dunia pendidikan. Karirnya dimulai dari bawah. Dari staf biasa sampai menduduki Jabatan Setara Eselon II yaitu sebagai Pembantu Direktur II Akademi Manajemen Informatika (AMIK) Remox Bengkulu (1990-1992), yaitu cikal bakal Universitas Dehasen Bengkulu sekarang, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PD II) Fakultas Pertanian Unihaz Bengkulu (1992-1995), dan terakhir sebelum terjun kedunia politik adalah Kepada Biro Adminsitrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNIHAZ Bengkulu. Pada Pemilu Legislatif 2009, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. maju sebagai Caleg dari Partai Kedaulatan dan Alhamdulillah terpilih sebagai satu-satu anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dari golongan perempuan.
ANGGOTA DPRD Kabupaten Mukomuko 2009-2014 ini besar di dunia pendidikan. Karirnya dimulai dari bawah. Dari staf biasa sampai menduduki Jabatan Setara Eselon II yaitu sebagai Pembantu Direktur II Akademi Manajemen Informatika (AMIK) Remox Bengkulu (1990-1992), yaitu cikal bakal Universitas Dehasen Bengkulu sekarang, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PD II) Fakultas Pertanian Unihaz Bengkulu (1992-1995), dan terakhir sebelum terjun kedunia politik adalah Kepada Biro Adminsitrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNIHAZ Bengkulu. Pada Pemilu Legislatif 2009, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. maju sebagai Caleg dari Partai Kedaulatan dan Alhamdulillah terpilih sebagai satu-satu anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dari golongan perempuan.
Lahir di Solo Jawa Tengah dari keluarga pendidik, karena Bapaknya Sulaiman Kadir, BA (Alm.) adalah seorang guru dan juga pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Utara selama 2 periode (1979-1989). Dan selama menjabat kepala dinas pendidikan, orangtuanya banyak membangun gedung sekolah dasar di Mukomuko. Dan suami Ibu Nurlina yaitu Ir. Zamdial Ta’alidin, M.Si. juga seorang pendidik yaitu dosen Fakultas Pertanian UNIB. Hebatnya lagi, suami Ibu Nurlina ini pernah memegang jabatan Eselon II di Kabupaten Mukomuko yaitu sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (2005-2008) dan sebagai isteri dia mendorong suaminya berkeja keras untuk rakyat sehingga secara gemilang suaminya berhasil membangun sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Mukomuko. Suaminya juga pernah menjabat kepala Bappeda (2009-2010) serta Kepala Badan Ketahanan Pangan (2011). Walaupun anak seorang pejabat dan bersuamikan juga seorang pejabat, tapi dia tidak pernah menonjolkan diri, tetap sederhana dan rendah hati. Pembawaannya sehari-hari memang ramah, murah senyum dan selalu ringan tangan membantu orang-orang yang membutuhkan sesuai kemampuan yang ada pada dirinya.
Masyarakat memberikan nilai positif kepada Ibu Nurlina Zamdial, karena dia dikenal bukan sebagai orang yang “AJI MUMPUNG”. Dia sama sekali tidak pernah memanfaatkan jabatan suaminya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.
Lulusan Pascasarjana Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya ini berkata,”Begitu terpilih menjadi Anggota DPRD, saya langsung memperhatikan masyarakat yang dulu sudah memilih saya, karena saya mengerti bahwa tanpa dukungan rakyat maka tidak mungkin saya duduk sebagai anggota DPRD. Saya tidak mau menjadi orang yang seperti “Kacang lupa dengan kulitnya”. Dan motto hidup saya sebagai Anggota DPRD Kab. Mukomuko adalah : HIDUP AKAN LEBIH BERARTI APABILA KITA DAPAT BERGUNA UNTUK ORANG LAIN”.
Memang Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. yang akrab dengan panggilan “BUNDA” ini sudah sangat banyak berbuat bagi masyarakat. Beliau lah satu-satunya anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang pernah melakukan PENGOBATAN GRATIS di Desa Ranah Karya, Desa Ujung Padang, Desa Rawa Bangun (SP 10) dan terakhir di Pantai Indah Mukomuko. Dia juga mendirikan, membina dan mendanai Kelompok Koperasi skala kecil diberbagai desa. Dia memberi bantuan fasilitas kepada banyak kelompok tani dan POKDAKAN berupa bibit tanaman, bibit ikan dan pompa air serta memberi pelatihan praktis keahlian wiraswasta berupa pengetahuan memasak kue kepada berbagai kelompok ibu-ibu di Dapil 1. Golongan kaum muda pun tidak luput dari perhatiannya, dengan mendukung kegiatan berbagai karang taruna seperti olah raga, ulang tahun karang taruna dan festival band di Mukomuko.
Sesuai fakta nyata, dari 25 anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, maka sosok Ibu Nurlina Zamdial inilah yang paling banyak berbuat untuk masyarakat. Dia memang tidak pernah berkoar-koar atau “omong doang”, tapi hidupnya memang diabdikan untuk rakyat kecil. Kita lihat saja bentuk kepeduliannya yang lebih hebat dan spektakuler lagi akhir-akhir ini, yaitu menyediakan MOBIL AMBULANCE GRATIS untuk masyarakat yang membutuhkan, khusunya di DAPIL 1. Dia kesampingkan kepentingan anak-anaknya demi memperhatikan kepentingan rakyat.
Bahkan dengan mata yang berkaca-kaca, dia menuturkan,”Jika Allah menghendaki saya terpilih kembali untuk menjadi Anggota DPRD Kabupten Mukomuko periode 2014-2019, ada terselip dalam hati saya untuk menambah mobil ambulance 1 buah lagi agar bisa melayani seluruh rakyat di Kabupaten Mukomuko. Ya…, ini tergantung semuanya kepada dukungan rakyat yang memilih dan takdir dari Allah Azza Wa Jalla”.
Dalam perjalanan karirnya di Mukomuko Bunda Nurlina juga selalu di zhalimi dan ingin dijegal oleh banyak orang, bahkan oleh teman sendiri. Bahkan pernah THR (Tunjangan Hari Raya) nya tahun 2013 ini diambil orang (walaupun akhirnya dibayar juga). Suaminya dilengser dan dikembalikan ke UNIB karena banyak pihak yang merasa tidak nyaman dengan prestasi kerja beliau. Kalangan petani mengakui keberhasilan suaminya membangun pertanian di Mukomuko, tapi malah dianggap menjadi saingan oleh banyak orang, sehingga harus dilengserkan. Banyak masyarakat yang menyayangkan dilengsernya suami beliau. Namun Bunda Nurlina tetap tegar dan bersyukur serta terus bekerja untuk kepentingan rakyat. Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan hikmah yang lebih besar atas semua perbuatan zhalim terhadap dirinya dan suaminya.
Memang Bunda Nurlina Zamdial, diminta kembali oleh berbagai kelompok masyarakat terutama di desa-desa agar maju pada Pemilu Legislatif 2014-2019. Hal ini merupakan dukungan positif dari masyarakat karena mereka memang sudah melihat dan merasakan langsung bahwa Ibu Nurlina Zamdial memang perduli dan tetap menjaga amanah sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat. Dan dia menerima aspirasi rakyat tersebut untuk bertarung kembali pada Pemilu 2014 yang akan datang.
“Saya hanya punya 2 anak, yaitu Ramadhan Fajar Arieza yang sudah menamatkan Sarjana Pendidikannya di FKIP Unib dan Husna Candra Nurani Oktavia yang Semester Akhir di Fakultas Ekonimi UNPAR Bandung. Saya tidak punya beban lagi. Saya dan suami merasa hidup ini sudah cukup seadanya saja. Keinginan saya hanya ingin berbuat sebanyak mungkin untuk rakyat, ingin membantu rakyat, ingin membangun masyarakat,” kata Ir. Nurlina Zamdial, M.Si.
Bunda Nurlina yang punya jiwa nasionalisme tinggi ini, yang tidak pernah membeda-bedakan orang menyambut baik aspirasi rakyat yang memintanya mencalon kembali sebagai anggota DPRD Kapubaten Mukomuko 2014-2019. Maka, dengan segala kerendahan hati dia memohon doa restu, dukungan dan kembali memilih dia pada tanggal 9 April 2014 mendatang agar bisa meneruskan lagi perjuangannya untuk mendengar, melihat dan memberi serta peduli (3 MP) untuk rakyat.(rls)
H. Suharto
Bekerja Ikhlas dan Berpikir Cerdas
TIDAK pernah neko-neko dan selalu berpikir cerdas serta bekerja ihklas untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat dan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Inilah kunci sukses sosok dewan yang satu ini, ia adalah H. Suharto anggota Komisi II DPRD Mukomuko. Ia juga sekarang aktif sebagai anggota Badan Legislasi (Banleg) dan anggota Badan kehormatan (BK) DPRD. Selain itu Suami dari Hj Herwati ini tercatat sebagai anggota farksi kerakyatan dan anggota Badan Musyarah (Banmus) DPRD.
Ia lahir di Desa Semudan 1 Juli 1967, Kecamatan Ipuh yang sebelumnya dikenal dengan Kecamatan Mukomuko selatan. Sebagai putra daerah yang mencintai daerahnya, bersama keluarga besarnya, Suharto tetap berdomisili di desa kelahirannya ini. pertama sekolah di MIN Semudan kemudian SPMN Ipuh dan melanjutkan di SMEA Arga Makmur. Ia juga pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Unihas naming tidak sampai tamat.
Bersama istrinya tercinta, Suharto sudah dikaruniai dua orang anak, Ia berangkat ke Mekah memenuhi panggilah agama untuk melaksanakan haji sebagai orang yang mampu pada 2009 atau dua bulan setelah ia dinyatakan terpilih sebagai anggota dewan. Di rumahnya suasana keagamaan sangat terasa, semua jeluarganya selalu dianjurkan untuk patuh melaksanakan perintah agama.
‘’Hidup ini tujuannya untuk mencari ridho dari yang maha kuasa dan bagaimana kita dapat berbuat baik antar sesame. Saya bersama keluarga bersukur diberi nikmat oleh yang maha kuasa sebagai anggota dewan,’’ ungkapnya.
Suharto pada dasarnya punyan kehidupan yang cukup sederhana, ia bekerja sama dengan warga lainnya yaitu bertani dan wiraswasta. Selain itu dalam desa ia juga cukup disegani sebagai sosok yang banyak memberi berbagai masukan. Ia pernah aktif di KNPI dan Kosgoro pada masa Orde Baru. Meski ia lolos sebagai anggota dewan dari Partai Barnas saat pemilu 2009, namun pada dasarnya Suharto awalnya adalah kades PDI Perjuangan. Ia langsung duduk sebagai wakil rakyat dalam satu kali mencalon. Untuk pemilu 2014, Suharto memastikan diri pension, ia tidak lagi maju sebagai caleg dengan alasan pribadi.(jar)
Wednesday, 23 October 2013
Batu Ejung POLITIK
Harga 1 Kursi Rp 200 Jt - Rp 500 Jt
POLiTIK RM – Berkaca dari pengalaman Pemilu 2009 lalu, seorang caleg yang ‘’ngebet’’ untuk duduk di kursi dewan bisa menghabiskan dana sampai melebihi Rp 100 juta, pada Pemilu 2014 diprediksi terjadi kenaikan signifikan. Perkiraan harga 1 kursi dewan di DPRD Mukomuko di atas Rp 200 juta, bahkan seorang caleg bisa habiskan dana mencapai Rp 500 juta lebih untuk menadanai kampanyenya.
Ini disampaikan oleh salah seorang politisi senior Kabupaten Mukomuko asal PKS H Tarmizi. Diperkirakan Tarmizi, caleg yang hanya memiliki dana kampanye di bawah Rp 200 juta tidak akan bisa bergerak banyak. Apalagi caleg yang tidak menyiapkan anggaran untuk politik dengan hanya mengandalkan untung semata.
''Kalau saya habis dana kurang dari Rp 50 juta. Namun ada yang habiskan dana sekitar 200 juta, kalau sekarang jelas naik drastis. Kalau tidak ada dana sekitar Rp 200 juta sulit bergerak,’’ kata Tarmizi.
Alokasi yang paling besar adalah untuk operasional dalam rangka sosialisasi, baik oleh caleg ataupun tim suksesnya. Kalau full bergerak kebutuhan anggarannya sekitar Rp 150 juta. Belum lagi dana untuk pengadaan atribut seperti kaos, spanduk, baliho, biaya iklan dan sebagainya. Itu dipastikan di atas Rp 75 juta.
Ia mengakui saat ini sudah ada caleg yang merogoh kocek mencapai seratus juta lebih. Semuanya tak lepas dari sikap masyarakat saat ini dan juga faktor kebutuhan.
''Ingat, berapapun dana yang dihabiskan belum menjamin kita duduk, bisa saja yang punya anggaran kecil yang duduk. Namun usaha dengan kemampuan harus dilakukan,'' tutupnya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon N mengakui politik itu butuh dana yang cukup besar. Namun demikian uang bukan yang menentukan, sebab bisa jadi uang diambil oleh masyarakat sedangkan pilihan tetap kepada orang yang mereka yakini bisa mewakilinya terutama kerabat dekat. Masyarakat Mukomuko sudah pintar dan mereka tidak ada menggunakan pilihannya sekedar mengharapkan pemberiaan sesaat.
‘’Mau tidak mau politik butuh anggaran besar, namun bukan berarti yang tidak punya dana tidak dipilih. Ia mencalon pada 2009 tidak memiliki dana apa-apa, namun berkat kepercayaan dari masyarakat, akhirnya ia terpilih,’’ demikian Adrizon.(jar)
Persaingan Caleg Dinilai Rumit
POLITIK RM - Persaingan antar politisi menuju kursi panas DPRD dinilai sedikit rumit dibanding dengan pemilu sebelumnya. Semuanya terjadi lantaran aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini. Dimana caleg dilarang masang baliho yang disertai poto dan juga larangan-larangan alat peraga lainnya.
Disampaikan Caleg salah seorang caleg DPRD Provinsi Bengkulu asal Partai Golkar, Muslim Caniago, SH. Menurut larangan penggunaan beberapa jenis alat peraga oleh KPU ada positifnya dan negatifnya. Sisi baik dari aturan tersebut, caleg dituntut langsung menemui calon pemilih, hingga masyarakat betul-betul mengetahui sosok caleg tersebut. Sebab dulu caleg hanya dikenali lewat gambar ataupun selogannya. Sedangkan segi buruknya, para caleg menjadi rumit dalam berkampanye, mereka betul-betul habiskan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat.
''Kita ambil baiknya saja, caleg bagusnya memang dikenal langsung masyarakat, bukan sekedar tampil di baliho atau layar saja. Dengan demikian hasil pemilu akan lebih jelas dan terbuka,'' kata Muslim.
Implementasi dari aturan ini harus jelas, petugas yang ditunjuk meski mampu menjalankannya dan semua peserta pemilu juga harus mematuhinya. Ia sendiri selama ini lebij fokus turun kemasyarakat menyampaikan posisinya sebagai caleg dan memberitahukan apa yang membuat dirinya memilih terjun ke dunia politik ini.
''Saya sekarang terus berupaya, dari masyakat ke masyarakat. Srtidaknya dengan ini ada kepuasan diri saat menerima hasil akhirnya nanti,'' tutupnya.(Jar)
PAN Rekrut 2 Ribu Saksi TPS
POLITIK RM – Sejak beberapa waktu lalu Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai AManat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko mulai melakukan perekrutan saksi untuk 386 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko. Masing-masing TPS ditugaskan sebanyak 5 orang saksi. Hingga PAN membutuhkan kurang lebih 2000 orang saksi yang bertugas pada hari pencoblosan mendatang.
Disampaikan oleh salah seorang politisi PAN Kabupaten Mukomuko, H Syamsuri Rustam, ST proses perekrutan sedang berlangsung, hingga saat ini mereka telah berhasil merekrut kurang lebih 900 orang saksi. Para saksi ini pada saat pencoblosan memiliki tugas masing-masing, satu orang saksi khusus untuk di dalam TPS, dan 2 orang saksi di luar, untuk memantau proses pemilihan sejak warga hadiri di TPS tersebut.
‘’Untuk Dapil I sudah hampir selesai, tinggal beberapa TPS saja, juga Dapil II dan Dapil III sedang dalam proses perekrutan. 5 saksi per TPS ini memiliki tugas masing-masing pada hari pencoblosan mendatangm’’ kata Syamsuri.
Lanjutnya, para saksi yang mereka rekrut, jelang pemilihan akan menjalani pelatihan oleh para politisi dan pengurus PAN. Mereka tidak merekrut saksi asalan, melainkan harus orang-orang yang terpecaya dan siap bekerja dengan masksimal. Mereka bertanggungjawab penuh untuk menjaga suara PAN pada hari pemilihan mendatangm selain itu para saksi PAN punya peran penting untuk memastikan pemilu bisa berjalan dengan bersih.
‘’Tujuan kita selain untuk menjaga suara PAN itu sendiri juga untuk mengawal pemilu ini dengan baik, hingga tidak ada kecurangan yang terjadi, maka saksi yang kita tugaskan akan diberi pelatihan tentang kepemiluan dan juga mengenai pengetahun politik lainnya,’’ tutup Syamsuri.(jar)
Caleg Prov Gerindra Nyantai
POLITIK RM – Untuk pemilu tingkat Kabupaten Partai Gerindra cukup diperhitungkan oleh berbagai pihak. Bahkan banyak yang memperkirakan parpol ini akan keluar sebagai pemenang pemilu. Setiap adapil seluruh caleg aktif bergerak dan sukses memperkenalkan parpol berlambang kepada garuda ini kepada masyarakat. Namun untuk tingkat Provinsi bahkan pusat sejauh ini Gerindra dinilai lemah, sebab belum ada gerakan yang berarti.
Dihubungi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Bassendri, SE yang juga adalah caleg DPRD Provinsi Bengkulu, mengakui jika ia belum banyak bergerak sejauh ini. Namun bukan berarti sama sekali tidak bergerak. Mereka satu paket dengan caleg kabupaten, maka gerakan caleg kabupaten termasuk juga untuk kemenangan Gerindra secara keseluruhan.
‘’Kalau untuk bergerak full kami dari Provinsi belum secara langsung, kita menunggu waktu yang tepat. Namun sejauh ini peran caleg kabupaten cukup besar dalam membesarkan parpol, ini juga bagian dari untuk kemenangan parpol,’’ kata Bas.
Lanjutnya, tahapan saat ini masih sekedar sosialisasi secara umum kepada para calon pemilih. Ia tetap menargetkan kemenangan bagi Gerindra pada pemilu mendatang. Untuk jaminan 1 kursi per dapil, Gerindra hampir bisa memastikannya, namun itu tidak cukup untuk membawa Gerindra sebagai pemenang pemilu. Maka disarankan agar semua caleg Gerindra tetap bersemangat untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya.
‘’Sosialisasi pada dasarnya untuk saat ini masih secara umum, semua caleg kita minta bergerak. Kita menargetkan Gerindra bisa memenangi pemilu tidak sekedar memperoleg kursi,’’ demikian Bas.(jar)
Ketua Parpol Ditegur Panwaslu
POLITIK RM – Banyaknya temuan dugaan pelanggaran yang ditengarai dilakukan oleh Calon anggota legislatif (Caleg) memaksa Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten mendatangi beberapa petinggi parpol. Mereka minta agar ketua parpol bisa mengingatkan para caleg maupun tim suksesnya tidak melanggar aturan pemilu yang sudah disepakati. Adapun parpol yang diduga calegnya melakukan pelanggaran terdiri dari, NasDem, PBB, Hanura, PKP Indonesia, Gerindra dan beberapa parpol lainnya. Diantara jenis pelanggaran adalah pemasangan spanduk serta baliho.
Diminta keterangannya Ketua panwaslu Mukomuko, Mukhtadir Munib, SE saat mendatangi kantor NasDem kemarin mengakui sudah mendata banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg ataupun timnya. Diantara jenis pelanggaran adalah, pemasangan spanduk, baliho dan bentuk lainnya.
‘’Kita menyampaikan beberapa dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan, tidak semua parpol melakukannya. Kami tidak berhak mengeksekusinya maka disampaikan kepada pengurus partai untuk diambil tindakan,’’ kata Muchtadir.
Lanjut Muchtadir menyampaikan bahwa sejauh ini pada dasarnya perjalanan pemilu di Mukomuko masih sangat tertib jika dibanding dengan sejumlah daerah lain. Salah satunya, di sepanjang jalan terlihat pemasangan baliho maupun alat peraga dalam berbagai bentuk oleh para caleg. Politisi di Mukomuko cukup cepat menanggapi setiap teguran yang disampaikan. Namun demikian mereka tetap harus mengingatkan, agar tidak ada caleg yang bermasalah kemudian hari.
‘’Kalau soal ketertiban Mukomuko sudah cukup baik, namun kami selaku petugas tentu harus menjalankan tugas setidaknya mengingatkan,’’ lanjutnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril mengaku siap menjalankan aturan pemilu yang sudah ada. Ia juga mengingatkan kepada para caleg NasDem dan tim pemenangan agar dalam melaksanakan misi memenangi pemilu tidak menimbulkan masalah, baik terhadap caleg ataupun parpol. Baginya apa yang disampaikan anggota Panwaslu tersebut cukup baik demi terciptanya pemilu yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
‘’Kami berterimakasih kepada panwaslu yang sudah datang dan memberi tahukan beberapa hal yang dilarang dan dibolehkan dalam pemilu ini. Yang jelas NasDem bertekat agan melaksanakan misi memenangi pemilu tanpa menimbulkan pelanggaran,’’ demikian Busuril.(jar)
Logistik Pemilu Dijamin Aman
POLITIK RM – Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko tengah menunggu petunjuk penyaluran logistik Pemilu 2014. Belum diketahui pasti apakah logistik yang dikirim dari pusat dan Provinsi akan ditumpukkan ke sekretariat KPU ataupun akan langsung didistribusikan ke setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU, Khairanzar, SE yang jadi persoalan itu untuk logistik berupa kotak suara maupun bilik suara. Sebab dibawa dari Jakarta atau provinsi dengan jarak sekian jauhnya, terlalu berisiko jika banyak di bongkar. Maka ada peluang akan langsung di singgahkan ke sekretariat PPK. Kecuali surat suara dan segel lainnya, itu harus di KPU lebih dulu, sebab perlu dipastikan jika jumlahnya sesuai dan tidak ada kesalahan. Yang jelas losgitik akan mendapat penjagaan ketat dari kepolisian ataupun pihak lainnya.
‘’Kita masih menunggu proses di pusat, mungkin ada beberapa pertimbangan nantinya untuk logistik di TPS. Entah semuanya dibawa ke KPU atau langsung ke PPK, sebab ini terkait dengan keamanan dan keselamatan logistik itu sendiri,’’ ungkap Khairanzar.
Lanjutnya, logistik merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan pemilu, dan dari sekarang mereka perlu menyiapkan segala hal dengan baik. Sebab terjadi satu kesalahan saja akan berdampak sangat besar terhadap kesuksesan pemilu mendatang. Ia juga mengakui saat penyaluran logistik adalah masa kerja yang menegangkan bagi KPU.
‘’Kita berupaya tidak ada kendala sedikitpun, sebab logistik adalah hal yang menentukan,’’ demikian Khairanzar.(jar)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati
METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...
-
Inspektorat : Diakuinya Satu Kali METRO – Ujian berat tengah dihadapi oleh dunia pendidikan Kabupaten Mukomuko dan merupakan pukulan bagi p...
-
Pemilihan Bupati 2020 MUKOMUKO – Semakin dekatnya perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko, nama-nama tokoh yang benar...
-
Kerja Keras dan Cerdas KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Muk...







