Thursday, 24 October 2013

Profil Anggota DPRD Mukomuko



Kerja Keras dan Cerdas
KARMADI, SH lahir di Desa Pondok Lunang 8 Oktober 1980. Merupakan salah satu anggota dewan termuda di DPRD Mukomuko. Ia lolos sebagai anggota dewan berkat dukungan dari keluarga dan masyarakat Kecamatan Air Dikit sekitarnya, meski pada pemilu 2009 namanya belum begitu dikenal banyak orang. Sekarang Karmadi tercatat sebagai anggota Komisi III dan adalah ketua Fraksi PAN DPRD Mukomuko. Selain itu juga ia pernah di banggar dan banleg.
Karmadi dikenal sebagak sosok muda yang memiliki banyak ide pada forum rapat dewan. Ia juga seoarang pekerja keras yang tidak pernah menganggap remeh setiap tugas yang diembannya. Berbagai aspirasi masyarakat sudah dipastikan banyak yang sukses diperjuangkan oleh sosok dewan yang satu ini.
Karmadi awalnya sekolah di SD 15 Pondok Lunang Kecamatan Air Dikit atau di desa kelahirannya, kemudian melanjutkan di SMPN 1 Mukomuko. Kemudian menerukan pendidikan di SMK Jakarta dan berhasil mendapat gelar S1 setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Unihaz Bengkulu dengan gelar Serjana Hukum (SH).
Ia juga dikenal aktif dalam desa dan kepemudaan, buktinya sekarang masih menjabat sebagai ketua Karang Taruna Pondok Lunang, juga pernah menjadi ketua BPD. Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris PNPM Mandiri Kecamatan Kota Mukomuko sebagai anggota KNPI dan sebagainya. Karmadi juga bukan sosok yang langsung senang, ia lahir dari keluaga sederhana dengan 8 orang bersaudara. Sebelum sebagai anggota dewan, Karmadi pernah kerja serabutan dan juru ketik di salah satu usaha di Mukomuko.
‘’Saya pernah bekerja sebagai juru ketik, tukang poto kopi dan sebagainya, itu adalah perjalanan hidup sebagai masyarakat. yang jelas hidup butuh kerja keras dan ikhlas,’’ ungkap Karmadi.
Suami dari Angga Yolanda Putri, Amd.Kes ini terjun ke dunia politik sejak 2006 lalu, diawali sebagai ketua DPC PAN Air Dikit. Selanjutnya sebagai pengurus DPD. Maju sebagai caleg pada pemilu 2009 dan langsung terpilih. Sekarang Politisi PAN ini kembali tercatat sebagai caleg PAN Dapil II Nomor urut 2.(jar)


Mukti Ali, S.Pt
Pemberani dan Merakyat
SOSOK dewan awak kali ini adalah putra asal Kecamatan  Selagan Raya, yaitu Mukti Ali, S.Pd. Suami dai Rila Angra, S.Kep ini dikenal sebagai sosok anggota dewan yang tampil sederhana. Namun ia adalah seorang politisi yang pemberani dalam forum dewan maupun mengajukan protes terhadap kebijakan yang dinilainya tidak memihak kepada masyarakat.
Mukti Ali yang sudah dikaruniai seorang anak ini, lahir di Desa Sungai Jerinjing 7 Juni 1978. Ia sosok yang sangat mencintai daera asalnya, hal ini dibuktikan, walau sudah sukses ia tetap berdomisili di desa kelahirannya. Sebagai anggota dewan pada daarnya ia sudah berjuang cukup keras untuk mendapat jatah pembangunan di daerahnya, sebagian berhasil dan juga banyak yang belum berhasil, lantaran terbatasnya anggaran daerah.
Anak kedua dari 4 bersaudara yang kerap disapa Buyung oleh rekan-rekannya ini sekolah SD hingga SMP di Selagan Raya. Kemudian melanjutkan di STM Bengkulu dan menyelesaikan S1 di Fakultas Pertanian Unib. Ia juga pernah bekerja di perusahaan swasta sebelum turun ke dunia politik.
‘’Kita ini dari anak petani, ya harus kembali ke desa dimana kita dilahirkan, bagaimanapun bentuknya hidup dikampung lebih baik,’’ ungkap Mukti Ali.
Terjun ke dunia politik pada 2006, ia termasuk politisi yang setia, sejak awal sampai sekarang masih tetap di Partai Bulan Bintang (PBB). Sebelumnya ia menjabat sebagai sekretaris DPC Mukomuko dan sejak 2010 sampai sekarang menjabat sebagai ketua DPC. Sekarang Mukti Ali juga tercatat sebagai caleg nomor urut 1 PBB Dapil II Mukomuko. Di DPRD Mukomuko sendiri, ia menjabat sebagai sekretaris Komisi II, anggota Badan Anggaran (Banggar) dan anggota Fraksi Kerakyatan. Muti Ali memili motohidup ‘’Sampaikan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,’’.(jar)

Dikenal Santun dan Berwibawa
TURUN ke Dunia Politik sejak masa orde baru, tepatnya pada tahun 1085. Bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membidangi devisi publikasi dan sosialisasi di Sumatera Barat (Sumbar). Seiring dengan bergulirnya reformasi, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Itulah sepintas sosok dari Ketua Fraksi PAN DPRD Mukomuko, H. Syamsuri Rustam, ST.
Ia pertama kali menjabat sebagai wakil ketua DPC PAN Mukomuko selatan. Kemudian sebagai ketua DPC PAN MUkomuko Selatan. Pada pemilu 1999, suami dari Hj. Elviani ini maju sebagai caleg untuk DPRD Bengkulu Utara (BU). Ia gagal memenangi pemilu yang masih menggunakan sistim nomor urut tersebut. Selanjutnya ia mendapat kepercayaan sebagai pengurus untuk DPC PAN Mukomuko dengan berbagai devisi pernah dipegangnya, diantaranya sebagai wakil bendahara, wakil ketua dan sebagainya.
Pada Pemilu 2004, Syamsuri kembali maju sebagai caleg untuk DPRD Periode pertama Kabupaten Mukomuko. Ia langsung terpilih mewakili masyarakat Ipuh dan Dapil III pada umumnya. 2009 kembali mencalon dan sukses mempertahankan kursinya hingga sekarang. Sebagai wakil rakyat 2 periode berturut-turut, dipastikan, ayah dari 5 orang anak ini sudah melakukan berbagai hal untuk Mukomuko. tidak banyak kebijakan pembangunan daerah yang lepas dari pengawasan ataupun persetujuan darinya. Ia pernah di Komisi III pada periode 2004-2009, sebagai sekretaris dan juga menjabat ketua Fraksi PAN dari awal hingga sekarang. Selain itu Syamsuri di Banggar, Banleg, sebagai ketua Pansus dan juga sekarang anggota Komisi II. Atas permintaan partai, pada pemilu 2014 ini Syamsuri kembali maju untuk caleg PAN dari Dapil III nomor urut 1.
Tak dipungkiri nama besar laki-laki yang lahir pada 22 Juli 1962 ini, pada awalnya tak lepas dari sosok sang ayah yang bernama H Rustam, selain sebagai tokoh Ipuh, juga adalah tokoh ternama Muhamadiah di Mukomuko. Syamsuri juga termasuk sosok yang mencintai kampungnya, lahir di Ipuh sampai sekarang masih berdomisili di Ipuh, yaitu di Desa Medan Jaya. Tamat SD di Ipuh, kemudian SMP dan SMK di Sumatera Barat hingga S1 di Fakultas Tekhnik Industri Universitas Bung hatta jurusan elektro.
Perjalanan hidup, tentu Syamsuri sudah melewatinya seiring dengan kiprah dan juga usia. Sebelum sebagai anggota dewan, Syamsuri dikenal sebagai wiraswasta sukses salah satunya sebagai kontraktor. Ia juga sama dengan kebanyakan warga lainnya, yaitu bertani. Pengalaman beroganisasinya cukup mempuni, pada masa masih kuliah ia termasuk mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi kampus. Juga pernah menjabat ketua Pemuda Pancasila (PP) Mukomuko Selatan dan di desa pernah menjabat BPD dan LKMD.
‘’Kebanggan hidup itu apabila kita sukses melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain,’’ ungkap sosok yang berkulit sawo matang dan tubuh tinggi dan kekar ini.(jar)

H Tarmizi
Kritis dan Berani
PUNYA peran besar dalam membangun desa, itulah sosok H Tarmizi anggota Komisi II DPRD MUkomuko asal Dapil III dari partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski baru satu periode duduk sebagai wakil rakyat, namun pria kelahiran 1954 ini sudah melalang buana dalam dunia politik. Ia terjun pertama kali ke politik pada tahun 1980-an. Saat itu ia bergabung dengan Partai Persatuan pembangunan (PPP). Selanjutnya bergabung dengan Golkar beberapa tahun dan juga sempat aktif di PAN sebelum bergabung dengan PKS. Meski sudah memasuki berbagai parpil, bapak dari 4 orang anak dan sudah memiliki 9 orang cucu ini maju  sebagai caleg hanya satu kali lewat PKS pada pemilu 2009. Ia langsung terpilih sebagai anggota dewan setelah mendapat dukungan penuh dari masyarakat Retak Mudik dan dapil III pada umumnya.
‘’Saya sudah mulai bergabung dengan parti sejak tahun 80-an, saat itu saya masuk PPP. Namun kalau nyaleh hanya sekali melalui PKS dan duduk langsung sebagai dewan atas dukungan dari masyarakat,’’ ungkap Tarmizi.
Di Dewan sendiri suami dari Hj. Rosdiana ini sudah pernah merasakan bagaimana duduk di Komisi I sebelum bergabung dengan Komisi II sekarang. Selain itu juga pernah di banggar, banmus dan sekarang aktif sebagai anggota banleg. Soal perannya sebagai anggota dewan tidak perlu diragukan lagi, ia dikenal sebagai pilitis yang kritis dan tidak pernah pandang bulu. Jika sesuatu dinilainya tidak memihak kepada rakyat dan ada kepentingan lain di balik itu, maka secara spontan akan ditolak dan tak segan-segan digugatnya secara terbuka.
Tarmizi lahir di Retak Mudik, setelah menamatkan SD di desa ini ia melanjutkan pendidikan di PGA Mukomuko dan juga pernah di madrasah Paya Kumbuh Sumatera Barat (Sumbar). Selanjutnya ia kembali ke Retak Mudik dan menghabiskan masa mudanya dengan mengabdi terhadap desa dan juga aktif sebagai seorang petani. 1975 is menjabat sebagai sekdes, 1976 hingga 1986 menjadi ketua Karang Taruna selanjutnya pada 1990 menjadi kades beberapa periode hingga memutuskan nyaleg. Banyak lagi jabatan lain pernah di jabatnya di Desa Retak Mudik. Tarmizi Nikah pada 1976 dan naik haji pada 1990 bersama sang istri.(jar)


Suntoko, S.Pd
//Dikenal Serius & Kritis
SOSOK dewan awak kali ini, Suntoko, S.Pd terpilih sebagai wakil rakyat pada Pemilu 2009 melalui Partai PNBK untuk Daerah pemilihan (Dapil) II Mukomuko. Suami dari Sugaitmi ini sekaligus ia menjabat selaku pimpinan tertinggi parpol ini di Kabupaten Mukomuko hingga sekarang. Namun untuk Pemilu 2014 lantaran PNBK tidak masuk sebagai peserta pemilu, ia akhirnya mencalon dari Partai Hanura Dapil II Nomor Urut 1.
Didewan sendiri ia awalnya sebagai Wakil Ketua Komisi I, kemudian pindah ke Komisi II hingga sekarang. Selain itu ia juga pernah sebagai anggota Banmud dan Sekretaris Badan Legislasi (Banleg). Perannya selaku wakil  rakyat tentu tidak perlu diragukan lagi, sebab Suntoko termasuk sosok yang dikenal kritis dan senantiasa menyumbangkan pemikirannya dalam berbagai topik yang dibahas dewan.
Selain itu juga Suntoko dikenal sebagai dewan yang kerap memberi masukan dan solusi dalam berbagai pembahasan dewan. Satu hal lagi ia dikenal sebagai dewan yang tidak mau ‘’neko-neko’’. Bila dirasakanya tidak sesuai atau memihak dengan masyarakat, maka secara langsung akan dimentahkannya.
Sebelum menjabat sebagai anggota dewan, pria kelahiran Jati-Jawa Tengah 18 April 1973 ini aktif di desanya. Berbagai jabatan pernah disandangnya, seperti selaku Ketua Karang Taruna Suka Maju pada 1995 hingga 1997,  anggota LKMD pada 1997 hingga 1999 dan menjadi kades selama satu periode, dari tahun 2000 hingga 2006. Selain itu ia sama dengan kebanyakan masyarakat lainnya, bertani dan wiraswasta.
‘’Kita berusaha melakukan yang terbaik, mencari kepercayaan lebih mudah ketimbang mempertahankan kepercayaan,’’ ungkap Suntoko.
Istrinya Sugiatmi, berstatus guru PNS sekarang mengajar di SDN Suka Maju. Sedangkan dua orang anaknya masing-masing, Tommy Nur Hayadi (19) baru saja menamatkan SMA dan anak keduanya Ivan Nur Abi Manyu (14) masih sekolah di SMP. Sekarang Suntoko berdomisili di Desa Maju Makmur yang merupakan desa pemekaran dari Suka Maju. Meski lahir di Jawa Tengah Suntoko sejak kecil sudah berada di Mukomuko, SD hingga SMP di Penarik, kemudian SMAN Ipuh dan berhasil menamatkan S1 di Fakultas Pendidikan Unihaz Bengkulu.(jar)


Sardiman, SIP 
Santai dan Berani Ambil Risiko 
SOSOK Dewan kali ini dikenal dengan gayanya santai dan berwibawa. Selain itu juga rendah hati dan selalu terbuka dalam berbagai hal. Ia adalah Sardiman, SIP atau yang akrap disapa Eman motor atau Eman Musik. Meski terlihat tidak begitu ambisional, namun Eman adalah pria yang selalu bersikap berani dan nekad terhadap keinginannya. Sebagai contoh saat mencalon sebagai anggota dewan, banyak orang tidak yakin ia mampu, berangkat dari keraguan banyak pihak, akhirnya dibuktikannya. Semua ini tak lepas dari slogan yang ia pegang, ‘’Harus Bisa!’’. ‘’Jangan pernah mengatakan tidak bisa sebelum mencoba dan jangan meragukan kemampuan orang lain, beri setiap orang kesempatan untuk berbuat, baru diberi penilaian,’’ Singkat Suami Titin Sumarni jebolan D3 UT ini. Sekarang Sardiman adalah anggota Komisi II DPRD Mukomuko, menjabat ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Mukomuko hampir satu periode. Selain itu, Sardiman juga sebagai anggota badan anggaran (banggar), Badan Legislasi (Banleg) dan selaku anggota fraksi Demokrat. Sardiman terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2009 dan ia politisi yang sukses mengantar partai RI 1 ini sebagai pemenang pemilu di Mukomuko. Eman memperoleh suara terbanyak dalam parpolnya bahkan termasuk salah satu dari dewan pengumpul dukungan terbanyak pada pemilu 2009 di DPRD Mukomuko. Perannya sebagai anggota dewan sudah tak diragukan, ini terbukti banyaknya proyek pembangunan di Kecamatan Penarik sejak 5 tahun lalu. Bapak dari Hendri Prayoga mahasiswa Unila Lampung ini, merupakan politisi yang setia dengan parpolnya. Ia mulai berpolitik pada 2008 dan parpolnya adalah Demokrat, diawali sebagai ketua PAC Penarik. Kemudian langsung nyaleg dan atas dukungan keluarga, masyarakat dan rekan-rekannya akhirnya ia langsung terpilih. Meski pada awalnya berbagai cemoohan dan cibiran datang kepada dirinya. Ia semakin dipercaya oleh Demokrat, sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPC Partai Demokrat Mukomuko. Untuk pemilu 2014 mendatang, Sardiman kembali maju dan tercatat sebagai caleg nomor urut 1 Dapil II. ‘’Saya berangkat dari keraguan banyak orang, namun saya tidak mau diam, maka saya punya tekat harus bisa. Alhamdulillah berkat dukungan keluarga, rekan-rekan dan warga, saya terpilih sebagai dewan. Saya merasa masih ada yang belum saya lakukan, maka maju kembali untuk pemilu 2014 sebagai caleg Demokrat nomor 1,’’ tegas Sardiman. Soal pengalaman hidup, orang tua Endramedi Atdiansyah siswa SMAN Lampung ini juga sudah penuh. Ia mengaku butuh waktu lama untuk menceritakan, bagaimana ia pernah hidup, apa saya yang ia lakukan untuk mencari makan. Diantaranyanya pernah menjadi pengamen atau pemain musik keliling hingga ia bisa melahirkan organ tunggal ternama di Mukomuko (Eman Musik red). Selanjutnya sebagai petani, pedagang sperpak motor yang dikenal dengan bengkel Eman Motor di KJS. Bakat politikk Eman sudah ada sejak masih SMA, ia pernah menjabat ketua Osis, ketua karang taruna dan adalah salah seorang ketua tm pemenangan presiden SBY di Mukomuko yang dikenal dengan LSM Scoci Indo Ratu. Sardiman lahir di Lampung Tengah 10 Juni 1967, ia adalah anak ke 5 dari 7 bersaudara. SD dan SMP di kampung kelahirannya dan tamat SMEA Teknelogi Pertanian Metro Lampung. Gelar S1 didapatnya dari STSIP Bekas setelah sebelumnya pernah kuliah di UT namun tidak tamat. Bersama istrinya tercinta Titin, Eman sudah dikaruniai 4 orang anak. Anak ke 3 nya sekarang sekolah di MTs Lubuk Mukti Penarik dan anak terakhirnya Ersa Marsel Prayuda di SDN Penarik. Sekarang Eman berdomisi di Desa Mekar Mulya Penarik. ‘’Berangkat dari rasa keprihatinan dan melihat kondisi masyarakat, saya bertekat membawa perubahan,’’ tutup Eman.(jar)


 Rusman Aswardi, SP 
Energik dan Bersahabat 
BERSAMA Istrinya tercinta Aria Nurjanah, sosok dewan satu ini sudah dikaruniai 5 orang anak. Lahir di Lubuk Sanai 25 Agustus 1968 dan sekarang juga berdomisi di desa kelahirannya tersebut. Ia adalah Rusman Awasrdi, SP, anggota Komisi III dan kabarnya tengah proses kepindahannya ke Komisi I DPRD Mukomuko. Rusman juga sebagai anggota banggar dan pernah di Banleg serta adalah anggota Fraksi Kerakyatan. Rusman terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2009 dari Partai Demokrasi Pembangunan (DPD). Sebelumnya juga Rusman pernah bergabung dengan partai PITA, namun parpol ini gagal sebagai peserta pemilu 2014. Rusman bukan sosok yang terlalu emosional dalam mengambil keputusan. Kebanyakan orang menganggap politik itu kejam dan siapa saja bisa menjadi lawan. Namun bagi Rusman tidak selalu demikian, tenggang rasa dan saling meghormati tetap yang paling penting. Sebagai bentuk penghargaannya terhadap orang lain, Rusman memastikan akan melepas kursinya pada pemilu 2014 mendatang. Ia tidak lagi terdaftar sebagai caleg, tetapi memilih memberi kesempatan bagi yang lain untuk merasakan terjun ke dunia politik tersebut. Sekarang Rusman lebih fokus sebagai anggota dewan yang tidak dipusingkan dengan kesiapan pemilu 2014. ‘’Ambisi itu harus ada, namun tetap kita utamakan etika dalam berbagai hal. Apapun alasannya kawan tetapkan kawan, jangan terpisah oleh hal yang sifatnya sementara,’’ kata Rusman. Ruman menamatkan SD Lubu Sanai, kemudian SMP Mukomuko selanjutnya sekolah di SMAN 1 Kota Bengkulu. Ia sempat menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian Unib, namun tidak sampai akhir. Ia baru menyelesaikan S1 nya setahun lalu di Unihas Bengkulu dengan gelar Serjana Pertanian (SP). Soal pengamalam beroganisasi juga Rusman cukup disegani, saat kuliah di Unib ia aktif sebagai pencinta alam yang tergabung dalam organisasi Kampala, juga sebagai ketua Karang Taruna XIV Koto dan adalah wakil ketua Karang Taruna Kabupaten Mukomuko. Selain itu, di tengah desa Rusman juga cukup aktif. Ia pernah menjabat sebagai anggota LPM Lubuk Sanai. Juga banyak organisasi lain yang ia ikuti, seperti dalam organisasi burung bakicau yang ada saat ini. Bahkan bersama kawan-kawannya, Rusman sukses menggelar berbagai ajang yang berhubungan dengan burung ini. Untuk pekerjaan Rusman juga sudah banyak melakoni berbagai aktivitas kerja untuk memenuhi nafkah keluarganya sebelum menjadi anggota dewan. Seperti selaku pedagang, petani dan juga wiraswasta lainnya. Semuanya ia jalani dengan sungguh-sungguh dan terbilang sukses dilakoninya. Dalam mencapai keinginannya, Rusman termasuk sosok yang terbilang bersemangat. Ia tidak akan berhenti melakukan sesuatu apa bila ia menginginkan sesuatu dari pekerjaannya itu. Ia bukan pria yang suka menunggu dan berharap tanpa melakukan usaha secara maksimal. Namun demikian ia tetap sebagai bapak yang hati-hati dan sangat mencintai keluarganya. ‘’Sesuatu Mungkin akan mendatangi mereka yang mau menunggu, Namun hanya didapatkan oleh mereka yang bersemangat mengejarnya,’’ tutup Rusman yang menjelaskan motto hidupnya.(jar)


 Ir. NURLINA ZAMDIAL, M.Si.
Intelektual, Sederhana, Rendah Hati Dan Peduli Rakyat
ANGGOTA DPRD
Kabupaten Mukomuko 2009-2014 ini besar di dunia pendidikan. Karirnya dimulai dari bawah. Dari staf biasa sampai menduduki Jabatan Setara Eselon II yaitu sebagai Pembantu Direktur II Akademi Manajemen Informatika (AMIK) Remox Bengkulu (1990-1992),  yaitu cikal bakal Universitas Dehasen Bengkulu sekarang, Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (PD II) Fakultas Pertanian Unihaz Bengkulu (1992-1995), dan terakhir sebelum terjun kedunia politik adalah Kepada Biro Adminsitrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNIHAZ Bengkulu. Pada Pemilu Legislatif 2009, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. maju sebagai Caleg dari Partai Kedaulatan dan Alhamdulillah terpilih sebagai satu-satu anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dari golongan perempuan.
Lahir di Solo Jawa Tengah dari keluarga pendidik, karena Bapaknya Sulaiman Kadir, BA (Alm.) adalah seorang guru dan juga pernah menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Utara selama 2 periode (1979-1989). Dan selama menjabat kepala dinas pendidikan, orangtuanya banyak membangun gedung sekolah dasar di Mukomuko. Dan suami  Ibu Nurlina yaitu Ir. Zamdial Ta’alidin, M.Si. juga seorang pendidik yaitu dosen Fakultas Pertanian UNIB. Hebatnya lagi, suami Ibu Nurlina ini pernah memegang jabatan Eselon II di Kabupaten Mukomuko yaitu sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (2005-2008) dan sebagai isteri dia mendorong suaminya berkeja keras untuk rakyat sehingga secara gemilang suaminya berhasil membangun sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Mukomuko. Suaminya juga pernah menjabat kepala Bappeda (2009-2010) serta Kepala Badan Ketahanan Pangan (2011). Walaupun anak seorang pejabat dan bersuamikan juga seorang pejabat, tapi dia tidak pernah menonjolkan diri, tetap sederhana dan rendah hati. Pembawaannya sehari-hari memang ramah, murah senyum dan selalu ringan tangan membantu orang-orang yang membutuhkan sesuai kemampuan yang ada pada dirinya.
Masyarakat memberikan nilai positif kepada Ibu Nurlina Zamdial, karena dia dikenal bukan sebagai orang yang “AJI MUMPUNG”. Dia sama sekali tidak pernah memanfaatkan jabatan suaminya untuk kepentingan pribadi dan keluarga.
Lulusan Pascasarjana Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya ini berkata,”Begitu terpilih menjadi Anggota DPRD, saya langsung memperhatikan masyarakat yang dulu sudah memilih saya, karena saya mengerti bahwa tanpa dukungan rakyat maka tidak mungkin saya duduk sebagai anggota DPRD. Saya tidak mau menjadi orang yang seperti “Kacang lupa dengan kulitnya”. Dan motto hidup saya sebagai Anggota DPRD Kab. Mukomuko adalah : HIDUP AKAN LEBIH BERARTI APABILA KITA DAPAT BERGUNA UNTUK ORANG LAIN”.
Memang Ir. Nurlina Zamdial, M.Si. yang akrab dengan panggilan “BUNDA” ini sudah sangat banyak berbuat bagi masyarakat. Beliau lah satu-satunya anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang pernah melakukan PENGOBATAN GRATIS di Desa Ranah Karya, Desa Ujung Padang, Desa Rawa Bangun (SP 10) dan terakhir di Pantai Indah Mukomuko. Dia juga mendirikan, membina dan mendanai Kelompok Koperasi skala kecil diberbagai desa. Dia memberi bantuan fasilitas kepada banyak kelompok tani dan POKDAKAN berupa bibit tanaman, bibit ikan dan pompa air serta memberi pelatihan praktis keahlian wiraswasta berupa pengetahuan memasak kue kepada berbagai kelompok ibu-ibu di Dapil 1. Golongan kaum  muda pun tidak luput dari perhatiannya, dengan mendukung kegiatan berbagai karang taruna seperti olah raga, ulang tahun karang taruna dan festival band di Mukomuko.
Sesuai fakta nyata, dari 25 anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, maka sosok Ibu Nurlina Zamdial inilah yang paling banyak berbuat untuk masyarakat. Dia memang tidak pernah berkoar-koar atau “omong doang”, tapi hidupnya memang diabdikan untuk rakyat kecil. Kita lihat saja bentuk kepeduliannya yang lebih hebat dan spektakuler lagi akhir-akhir ini, yaitu menyediakan MOBIL AMBULANCE GRATIS untuk masyarakat yang membutuhkan, khusunya di DAPIL 1. Dia kesampingkan kepentingan anak-anaknya demi memperhatikan kepentingan rakyat.
Bahkan dengan mata yang berkaca-kaca, dia menuturkan,”Jika Allah menghendaki saya terpilih kembali untuk menjadi Anggota DPRD Kabupten Mukomuko periode 2014-2019, ada terselip dalam hati saya untuk menambah mobil ambulance 1 buah lagi agar bisa melayani seluruh rakyat di Kabupaten Mukomuko. Ya…, ini tergantung semuanya kepada dukungan rakyat yang memilih dan takdir dari Allah Azza Wa Jalla”.
Dalam perjalanan karirnya di Mukomuko Bunda Nurlina juga selalu di zhalimi dan ingin dijegal oleh banyak orang, bahkan oleh teman sendiri. Bahkan pernah THR (Tunjangan Hari Raya) nya tahun 2013 ini diambil orang (walaupun akhirnya dibayar juga). Suaminya dilengser dan dikembalikan ke UNIB karena banyak pihak yang merasa tidak nyaman dengan prestasi kerja beliau. Kalangan petani mengakui keberhasilan suaminya membangun pertanian di Mukomuko, tapi malah dianggap menjadi saingan oleh banyak orang, sehingga harus dilengserkan. Banyak masyarakat yang menyayangkan dilengsernya suami beliau. Namun Bunda Nurlina  tetap tegar dan bersyukur serta terus bekerja untuk kepentingan rakyat. Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan hikmah yang lebih besar atas semua perbuatan zhalim terhadap dirinya dan suaminya.
Memang Bunda Nurlina Zamdial, diminta kembali oleh berbagai kelompok masyarakat terutama di desa-desa agar maju pada Pemilu Legislatif 2014-2019. Hal ini merupakan dukungan positif dari masyarakat karena mereka memang sudah melihat dan merasakan langsung bahwa Ibu Nurlina Zamdial memang perduli dan tetap menjaga amanah sebagai anggota DPRD yang dipilih oleh rakyat. Dan dia menerima aspirasi rakyat tersebut untuk bertarung kembali pada Pemilu 2014 yang akan datang.
 “Saya hanya punya 2 anak, yaitu Ramadhan Fajar Arieza yang sudah menamatkan Sarjana Pendidikannya di FKIP Unib dan Husna Candra Nurani Oktavia yang Semester Akhir di Fakultas Ekonimi UNPAR Bandung. Saya tidak punya beban lagi. Saya dan suami merasa hidup ini sudah cukup seadanya saja. Keinginan saya hanya ingin  berbuat sebanyak mungkin untuk rakyat, ingin membantu rakyat, ingin membangun masyarakat,” kata Ir. Nurlina Zamdial, M.Si.
Bunda Nurlina yang punya jiwa nasionalisme tinggi ini, yang tidak pernah membeda-bedakan orang menyambut baik aspirasi rakyat yang memintanya mencalon kembali sebagai anggota DPRD Kapubaten Mukomuko 2014-2019. Maka, dengan segala kerendahan hati dia memohon doa restu, dukungan dan kembali memilih dia pada tanggal 9 April 2014 mendatang agar bisa meneruskan lagi perjuangannya untuk mendengar, melihat dan memberi serta peduli (3 MP) untuk rakyat.(rls)


 H. Suharto
Bekerja Ikhlas dan Berpikir Cerdas
TIDAK pernah neko-neko dan selalu berpikir cerdas serta bekerja ihklas untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat dan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Inilah kunci sukses sosok dewan yang satu ini, ia adalah H. Suharto anggota Komisi II DPRD Mukomuko. Ia juga sekarang aktif sebagai anggota Badan Legislasi (Banleg) dan anggota Badan kehormatan (BK) DPRD. Selain itu Suami dari Hj Herwati ini tercatat sebagai anggota farksi kerakyatan dan anggota Badan Musyarah (Banmus) DPRD.
Ia lahir di Desa Semudan 1 Juli 1967, Kecamatan Ipuh yang sebelumnya dikenal dengan Kecamatan Mukomuko selatan. Sebagai putra daerah yang mencintai daerahnya, bersama keluarga besarnya, Suharto tetap berdomisili di desa kelahirannya ini. pertama sekolah di MIN Semudan kemudian SPMN Ipuh dan melanjutkan di SMEA Arga Makmur. Ia juga pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Unihas naming tidak sampai tamat.
Bersama istrinya tercinta, Suharto sudah dikaruniai dua orang anak, Ia berangkat ke Mekah memenuhi panggilah agama untuk melaksanakan haji sebagai orang yang mampu pada 2009 atau dua bulan setelah ia dinyatakan terpilih sebagai anggota dewan. Di rumahnya suasana keagamaan sangat terasa, semua jeluarganya selalu dianjurkan untuk patuh melaksanakan perintah agama.
‘’Hidup ini tujuannya untuk mencari ridho dari yang maha kuasa dan bagaimana kita dapat berbuat baik antar sesame. Saya bersama keluarga bersukur diberi nikmat oleh yang maha kuasa sebagai anggota dewan,’’ ungkapnya.
Suharto pada dasarnya punyan kehidupan yang cukup sederhana, ia bekerja sama dengan warga lainnya yaitu bertani dan wiraswasta. Selain itu dalam desa ia juga cukup disegani sebagai sosok yang banyak memberi berbagai masukan. Ia pernah aktif di KNPI dan Kosgoro pada masa Orde Baru. Meski ia lolos sebagai anggota dewan dari Partai Barnas saat pemilu 2009, namun pada dasarnya Suharto awalnya adalah kades PDI Perjuangan. Ia langsung duduk sebagai wakil rakyat dalam satu kali mencalon. Untuk pemilu 2014, Suharto memastikan diri pension, ia tidak lagi maju sebagai caleg dengan alasan pribadi.(jar)

Wednesday, 23 October 2013

Batu Ejung POLITIK

 
Harga 1 Kursi Rp 200 Jt - Rp 500 Jt
POLiTIK RM – Berkaca dari pengalaman Pemilu 2009 lalu, seorang caleg yang ‘’ngebet’’ untuk duduk di kursi dewan bisa menghabiskan dana sampai melebihi Rp 100 juta, pada Pemilu 2014 diprediksi terjadi kenaikan signifikan. Perkiraan harga 1 kursi dewan di DPRD Mukomuko di atas Rp 200 juta, bahkan seorang caleg bisa habiskan dana mencapai Rp 500 juta lebih untuk menadanai kampanyenya.
Ini disampaikan oleh salah seorang politisi senior Kabupaten Mukomuko asal PKS H Tarmizi. Diperkirakan Tarmizi, caleg yang hanya memiliki dana kampanye di bawah Rp 200 juta tidak akan bisa bergerak banyak. Apalagi caleg yang tidak menyiapkan anggaran untuk politik dengan hanya mengandalkan untung semata.
''Kalau saya habis dana kurang dari Rp 50 juta. Namun ada yang habiskan dana sekitar 200 juta, kalau sekarang jelas naik drastis. Kalau tidak ada dana sekitar Rp 200 juta sulit bergerak,’’ kata Tarmizi.
Alokasi yang paling besar adalah untuk operasional dalam rangka sosialisasi, baik oleh caleg ataupun tim suksesnya. Kalau full bergerak kebutuhan anggarannya sekitar Rp 150 juta. Belum lagi dana untuk pengadaan atribut seperti kaos, spanduk, baliho, biaya iklan dan sebagainya. Itu dipastikan di atas Rp 75 juta.
Ia mengakui saat ini sudah ada caleg yang merogoh kocek mencapai seratus juta lebih. Semuanya tak lepas dari sikap masyarakat saat ini dan juga faktor kebutuhan.
''Ingat, berapapun dana yang dihabiskan belum menjamin kita duduk, bisa saja yang punya anggaran kecil yang duduk. Namun usaha dengan kemampuan harus dilakukan,'' tutupnya.
Ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon N mengakui politik itu butuh dana yang cukup besar. Namun demikian uang bukan yang menentukan, sebab bisa jadi uang diambil oleh masyarakat sedangkan pilihan tetap kepada orang yang mereka yakini bisa mewakilinya terutama kerabat dekat. Masyarakat Mukomuko sudah pintar dan mereka tidak ada menggunakan pilihannya sekedar mengharapkan pemberiaan sesaat.
‘’Mau tidak mau politik butuh anggaran besar, namun bukan berarti yang tidak punya dana tidak dipilih. Ia mencalon pada 2009 tidak memiliki dana apa-apa, namun berkat kepercayaan dari masyarakat, akhirnya ia terpilih,’’ demikian Adrizon.(jar)


Persaingan Caleg Dinilai Rumit
POLITIK RM - Persaingan antar politisi menuju kursi panas DPRD dinilai sedikit rumit dibanding dengan pemilu sebelumnya. Semuanya terjadi lantaran aturan yang diberlakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini. Dimana caleg dilarang masang baliho yang disertai poto dan juga larangan-larangan alat peraga lainnya.
Disampaikan Caleg salah seorang caleg DPRD Provinsi Bengkulu asal Partai Golkar, Muslim Caniago, SH. Menurut larangan penggunaan beberapa jenis alat peraga oleh KPU ada positifnya dan negatifnya. Sisi baik dari aturan tersebut, caleg dituntut langsung menemui calon pemilih, hingga masyarakat betul-betul mengetahui sosok caleg tersebut. Sebab dulu caleg hanya dikenali lewat gambar ataupun selogannya. Sedangkan segi buruknya, para caleg menjadi rumit dalam berkampanye, mereka betul-betul habiskan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat.
''Kita ambil baiknya saja, caleg bagusnya memang dikenal langsung masyarakat, bukan sekedar tampil di baliho atau layar saja. Dengan demikian hasil pemilu akan lebih jelas dan terbuka,'' kata Muslim.
Implementasi dari aturan ini harus jelas, petugas yang ditunjuk meski mampu menjalankannya dan semua peserta pemilu juga harus mematuhinya. Ia sendiri selama ini lebij fokus turun kemasyarakat menyampaikan posisinya sebagai caleg dan memberitahukan apa yang membuat dirinya memilih terjun ke dunia politik ini.
''Saya sekarang terus berupaya, dari masyakat ke masyarakat. Srtidaknya dengan ini ada kepuasan diri saat menerima hasil akhirnya nanti,'' tutupnya.(Jar)

PAN Rekrut 2 Ribu Saksi TPS
POLITIK RM – Sejak beberapa waktu lalu Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai AManat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko mulai melakukan perekrutan saksi untuk 386 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pemilu 2014 di Kabupaten Mukomuko. Masing-masing TPS ditugaskan sebanyak 5 orang saksi. Hingga PAN membutuhkan kurang lebih 2000 orang saksi  yang bertugas pada hari pencoblosan mendatang.
Disampaikan oleh salah seorang politisi PAN Kabupaten Mukomuko, H Syamsuri Rustam, ST proses perekrutan sedang berlangsung, hingga saat ini mereka telah berhasil merekrut kurang lebih 900 orang saksi. Para saksi ini pada saat pencoblosan memiliki tugas masing-masing, satu orang saksi khusus untuk di dalam TPS, dan 2 orang saksi di luar, untuk memantau proses pemilihan sejak warga hadiri di TPS tersebut.
‘’Untuk Dapil I sudah hampir selesai, tinggal beberapa TPS saja, juga Dapil II dan Dapil III sedang dalam proses perekrutan. 5 saksi per TPS ini memiliki tugas masing-masing pada hari pencoblosan mendatangm’’ kata Syamsuri.
Lanjutnya, para saksi yang mereka rekrut, jelang pemilihan akan menjalani pelatihan oleh para politisi dan pengurus PAN. Mereka tidak merekrut saksi asalan, melainkan harus orang-orang yang terpecaya dan siap bekerja dengan masksimal. Mereka bertanggungjawab penuh untuk menjaga suara PAN pada hari pemilihan mendatangm selain itu para saksi PAN punya peran penting untuk memastikan pemilu bisa berjalan dengan bersih.
‘’Tujuan kita selain untuk menjaga suara PAN itu sendiri juga untuk mengawal pemilu ini dengan baik, hingga tidak ada kecurangan yang terjadi, maka saksi yang kita tugaskan akan diberi pelatihan tentang kepemiluan dan juga mengenai pengetahun politik lainnya,’’ tutup Syamsuri.(jar)

Caleg Prov Gerindra Nyantai
POLITIK RM – Untuk pemilu tingkat Kabupaten Partai Gerindra cukup diperhitungkan oleh berbagai pihak. Bahkan banyak yang memperkirakan parpol ini akan keluar sebagai pemenang pemilu. Setiap adapil seluruh caleg aktif bergerak dan sukses memperkenalkan parpol berlambang kepada garuda ini kepada masyarakat. Namun untuk tingkat Provinsi bahkan pusat sejauh ini Gerindra dinilai lemah, sebab belum ada gerakan yang berarti.
Dihubungi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Mukomuko, Bassendri, SE yang juga adalah caleg DPRD Provinsi Bengkulu, mengakui jika ia belum banyak bergerak sejauh ini. Namun bukan berarti sama sekali tidak bergerak. Mereka satu paket dengan caleg kabupaten, maka gerakan caleg kabupaten termasuk juga untuk kemenangan Gerindra secara keseluruhan.
‘’Kalau untuk bergerak full kami dari Provinsi belum secara langsung, kita menunggu waktu yang tepat. Namun sejauh ini peran caleg kabupaten cukup besar dalam membesarkan parpol, ini juga bagian dari untuk kemenangan parpol,’’ kata Bas.
Lanjutnya, tahapan saat ini masih sekedar sosialisasi secara umum kepada para calon pemilih. Ia tetap menargetkan kemenangan bagi Gerindra pada pemilu mendatang. Untuk jaminan 1 kursi per dapil, Gerindra hampir bisa memastikannya, namun itu tidak cukup untuk membawa Gerindra sebagai pemenang pemilu. Maka disarankan agar semua caleg Gerindra tetap bersemangat untuk mencari dukungan sebanyak-banyaknya.
‘’Sosialisasi pada dasarnya untuk saat ini masih secara umum, semua caleg kita minta bergerak. Kita menargetkan Gerindra bisa memenangi pemilu tidak sekedar memperoleg kursi,’’ demikian Bas.(jar)

Ketua Parpol Ditegur Panwaslu
POLITIK RM – Banyaknya temuan dugaan pelanggaran yang ditengarai dilakukan oleh Calon anggota legislatif (Caleg) memaksa Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten mendatangi beberapa petinggi parpol. Mereka minta agar ketua parpol bisa mengingatkan para caleg maupun tim suksesnya tidak melanggar aturan pemilu yang sudah disepakati. Adapun parpol yang diduga calegnya melakukan pelanggaran terdiri dari, NasDem, PBB, Hanura, PKP Indonesia, Gerindra dan beberapa parpol lainnya. Diantara jenis pelanggaran adalah pemasangan spanduk serta baliho.
Diminta keterangannya Ketua panwaslu Mukomuko, Mukhtadir Munib, SE saat mendatangi kantor NasDem kemarin mengakui sudah mendata banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg ataupun timnya. Diantara jenis pelanggaran adalah, pemasangan spanduk, baliho dan bentuk lainnya.
‘’Kita menyampaikan beberapa dugaan pelanggaran yang ditemukan di lapangan, tidak semua parpol melakukannya. Kami tidak berhak mengeksekusinya maka disampaikan kepada pengurus partai untuk diambil tindakan,’’ kata Muchtadir.
Lanjut Muchtadir menyampaikan bahwa sejauh ini pada dasarnya perjalanan pemilu di Mukomuko masih sangat tertib jika dibanding dengan sejumlah  daerah lain. Salah satunya, di sepanjang jalan terlihat pemasangan baliho maupun alat peraga dalam berbagai bentuk oleh para caleg. Politisi di Mukomuko cukup cepat menanggapi setiap teguran yang disampaikan. Namun demikian mereka tetap harus mengingatkan, agar tidak ada caleg yang bermasalah kemudian hari.
‘’Kalau soal ketertiban Mukomuko sudah cukup baik, namun kami selaku petugas tentu harus menjalankan tugas setidaknya mengingatkan,’’ lanjutnya.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril mengaku siap menjalankan aturan pemilu yang sudah ada. Ia juga mengingatkan kepada para caleg NasDem dan tim pemenangan agar dalam melaksanakan misi memenangi pemilu tidak menimbulkan masalah, baik terhadap caleg ataupun parpol. Baginya apa yang disampaikan anggota Panwaslu tersebut cukup baik demi terciptanya pemilu yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
‘’Kami berterimakasih kepada panwaslu yang sudah datang dan memberi tahukan beberapa hal yang dilarang dan dibolehkan dalam pemilu ini. Yang jelas NasDem bertekat agan melaksanakan misi memenangi pemilu tanpa menimbulkan pelanggaran,’’ demikian Busuril.(jar)

Logistik Pemilu Dijamin Aman
POLITIK RM – Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko tengah menunggu petunjuk penyaluran logistik Pemilu 2014. Belum diketahui pasti apakah logistik yang dikirim dari pusat dan Provinsi akan ditumpukkan ke sekretariat KPU ataupun akan langsung didistribusikan ke setiap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU, Khairanzar, SE yang jadi persoalan itu untuk logistik berupa kotak suara maupun bilik suara. Sebab dibawa dari Jakarta atau provinsi dengan jarak sekian jauhnya, terlalu berisiko jika banyak di bongkar. Maka ada peluang akan langsung di singgahkan ke sekretariat PPK. Kecuali surat suara dan segel lainnya, itu harus di KPU lebih dulu, sebab perlu dipastikan jika jumlahnya sesuai dan tidak ada kesalahan. Yang jelas losgitik akan mendapat penjagaan ketat dari kepolisian ataupun pihak lainnya.
‘’Kita masih menunggu proses di pusat, mungkin ada beberapa pertimbangan nantinya untuk logistik di TPS. Entah semuanya dibawa ke KPU atau langsung ke PPK, sebab ini terkait dengan keamanan dan keselamatan logistik itu sendiri,’’ ungkap Khairanzar.
Lanjutnya, logistik merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan pemilu, dan dari sekarang mereka perlu menyiapkan segala hal dengan baik. Sebab terjadi satu kesalahan saja akan berdampak sangat besar terhadap kesuksesan pemilu mendatang. Ia juga mengakui saat penyaluran logistik adalah masa kerja yang menegangkan bagi KPU.
‘’Kita berupaya tidak ada kendala sedikitpun, sebab logistik adalah hal yang menentukan,’’ demikian Khairanzar.(jar)

Wednesday, 16 October 2013

Mukomuko Politis

Hanura Serahkan Santunan Asuransi
Kepada Ahli Waris Alm Wasimin
POLITIK RM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko, Hermansyah, M.Kom kemarin menyerahkan santunan berupa asuransi kepada  ahli waris kadernya yang meninggal dunia di Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Penarik Raya, Manisem. Manisem adalah istri dari almarhum Wasimin, kader Hanura. Saat penyerahan, Hermansyah didampingi oleh Sekretaris Bapillu Hanura Provinsi Bengkulu, Pranyoto Ateng serta disaksikan oleh caleg kabupaten dan caleg provinsi. Dari pihak ahli waris didampingi Kades Sendang Mulyo, Nurali. Penyerahan asuransi ini sebagai pembuktian jika apa yang dijanjikan oleh para petinggi parpol bernomor 10 ini bukan janji semata.
Nurali mewakili pihak keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Partai Hanura atas kepeduliannya kepada masyakat, khususnya kader partai. Mudah-mudahan santunan ini dapat meringankan beban keluarga almarhum.
‘’Musibah meninggal dunia tak dipungkiri mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena itu, keluarga almarhum mengucapkan banyak terimakasih atas asuransi dari partai Hanura ini,’’ kata kades.
Sementara Ateng menjelaskan, sebagaimana yang sudah diketahui masyarakat, bahwa Partai Hanura menerbitkan Kartu Kader Penggerak Partai yang berasuransi. Asuransi ini kerjasama antara Partai Hanura Dan MNC Life milik Harry Tanoesudibjo pemilik MNC Group dan juga Cawapres dari Partai Hanura mendampingi Wiranto atau yang lebih dikenal dengan sebutan WIN-HT.
‘’Seluruh kader penggerak partai diasuransikan oleh partai Hanura dengan nilai santunan meningggal karena kecelakaan sebesar Rp 9.000.000, sedangkan apabila penyebab meninggal karena sakit nilai santunannya sebesar Rp 1.000.000. Klaim asuransinya sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Kita menargetkan 200 ribu asuransi se-Provinsi Bengkulu,’’ ungkap Ateng.
Lebih jauh Ateng menjelaskan, sekarang bukan zamannya lagi janji-janji tapi rakyat ingin bukti dan ini telah dibuktikan oleh Hanura baik di tingkat nasional maupun daerah. Seperti diketahui, Partai Hanura dinobatkan sebagai partai terbersih dan bebas dari korupsi berdasarkan survey yang dilakukan.
‘’Hanura tidak akan berkhianat dan hidup mati untuk rakyat, Hanura parpol terbersih dari korupsi, itu fakta yang ada saat ini,’’ tutup pria yang dikenal dekat dengan para wartawan ini.(jar/rls)

Saatnya KPU Bahas Logistik Pemilu
POLITIK RM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko baru saja menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) Pemilu 2014, namun bukan berarti tugas KPU untuk saat ini telah usai. Selanjutnya mereka besiap-siap untuk membahas logistik pemilu yang akan digunakan pemilih pada hari pencoblosan mendatang.
Disampaikan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE untuk DCT belum sepenuhnya kelar, dalam waktu dekat akan mereka paparkan di dalam rapat pleno KPU Provinsi Bengkulu. Selanjutnya mereka masih menunggu petunjuk mengenai pemilih khusus bagi yang belum terdaftar. Namun secara umum sudah selesai. Sekarang mereka tengah mengumpulkan data kebutuhan logistik pemilu dan berbagai kebutuhan lainnya.
‘’Untuk daftar pemilih secara umum sudah kita selesaikan, tinggal menunggu  tahapan lainnya. Yang jelas sekarang persiapan untuk logistik pemilu yang akan digunakan petugas dan pemilih nantinya,’’ ungkap Khairanzar.
Lanjutnya, untuk logistik sendiri pada dasarnya di bawah kendali provinsi, seperti pengadaan kotak suara, bilik suara dan lainnya. Mereka di daerah hanya diminta untuk mempersiapkan kebutuhan seperti pena, kartu nama, pencoblos, lem perekat dan kebutuhan yang sipatnya mudah didapat. Untuk pengadaan sendiri masih lama, sekarang mereka baru sebatas merancang kebutuhan tersebut.
‘’Kita masih merancang kebutuhan logistik, hingga pada saatnya pengadaan tidak sulit dan keliru. Kita tidak terlalu banyak tanggung jawab, sebab banyak yang dihandle sama provinsi,’’ demikian Khairanzar.(jar)

Kualitas Caleg Asal Air Dikit Diragukan
POLITIK RM – Salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Air Dikit, Desa Dusun Baru V Koto, Edwar mengungkapkan keraguannya terhadap kualitas beberapa calon legislatif (Caleg) asal kecamatan tersebut yang bakal maju pada Pemilu 2014 mendatang. Alasan keraguan Edwar usai melihat latar belakang caleg, mulai dari basic pendidikan, pengalaman dan track recordnya selama ini di tengah-tengah masyarakat. 
‘’Terus terang saja, beberapa calon dewan asal Kecamatan Air Dikit untuk DPRD kabupaten membuat kita ragu dan tidak yakin bahwa mereka benar-benar mampu untuk menyalurkan aspirasi rakyat, jika mereka duduk di lembaga dewan nantinya,’’ ungkap Edwar yang merupakan mantan Ketua Karang Taruna.
Edwar menambahkan, pada prinsipnya sebagai perwakilan dari masyarakat, dirinya tidak lagi ingin tertipu dengan janji-janji politik melainkan  lebih kepada bukti. Tak mau terjerat kegagalan kesekian kalinya, dirinya mengarahkan untuk memberi dukungan kepada calon yang dinilai bisa diandalkan. 
‘’Kualitas yang kita harapkan, apakah mereka mampu untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di lembaga dewan terhormat nantinya. Terus terang saja belum ada yang meyakinkan. Lebih baik mempercayakan kepada orang-orang yang telah berpengalaman sebagai wakil rakyat,’’ demikian Edwar.(nek)

Bawaslu Cek Objek Laporan Panwaslu
POLITIK RM – Beberapa waktu lalu anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu turun ke Kabupaten Mukomuko. Tujuannya mengecek setiap objek laporan dari Pengawas Pemilu(Panwaslu) Kabupaten Mukomuko. Diantaranya mengenai dugaan pelanggaran oleh caleg maupun parpol seperti baliho, spanduk dan sebagainya. Juga melakukan pemantauan langsung suasana politik di kabupaten paling ujung Provinsi Bengkulu ini.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE menerangkan anggota panwaslu ini ingin melihat langsung kondisi di Mukomuko terutama  menelusuri objek laporan yang disampaikan sebelumnya. Alhasil Bawaslu mengakui jika laporan yang diberikan selama ini sesuai dengan fakta yang ada. Sejauh ini proses pelaksanaan pemilu di Mukomuko berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Mereka mengecek saja kondisi yang ada di lapangan, semua laporan yang kami sampaikan diakuinya benar dan mereka menilai pada dasarnya proses kampanye di Mukomuko sejauh ini terbilang masih tertib sesuai dengan aturan yang berlaku,’’ ungkap Muchtadir.
Sejauh ini, diklaim Muchtadir sebagian besar parpol maupun caleg di Mukomuko masih patuh. Hingga dalam pantauan mereka yang terakhir spanduk dan juga baliho yang terpasang sebelumnya sudah dibuka dan dirapikan. Ia berharap sampai proses pemilu selesai ketertiban tetap terjaga hingga masyarakat dapat mengikuti pemilu dengan tenang.
‘’Kami pada dasarnya ingin semuanya berjalan dengan tertib, hingga masyarakat bisa tenang. Kalau ada yang melanggar tentu akan kita tindak lanjuti sebagaimana aturan yang berlaku,’’ lanjutnya.
Juga anggota panwaslu lainnya, Padlul Azmi, SH menjelaskan mereka bekerja sesuai dengan petunjuk undang-undang dan setiap pantauan mereka akan dilaporkan ke Banwaslu. Maka pada laporan awal terdapat beberapa jenis pelanggaran, tetapi saat bawaslu turun semuanya sudah tidak lagi terlihat.
‘’Yang penting kita sama-sama menjaga, sebab aturan yang berlaku tujuannya untuk menciptakan suasana pemilu yang tertib dan aman sebagaimana yang dicita-citakan,’’ demikian Padlul.(jar)

Gerakan Caleg Baru Tak Gentarkan Incumbent
POLITIK RM – Belakangan ini calon anggota dewan untuk DPRD Provinsi Bengkulu mulai gencar, terutama caleg baru. Sebut saja diantaranya Ir. Anton Hidayat, M. Rum, H Yusmardi, SH dan sederet nama-nama lainnya. Gerakan mereka ternyata mulai mendapat perhatian dari dari para incumbent yang diketahui juga masuk masih ingin mempertahankan kursi mereka.
Dihubungi, salah seorang incumbent, Ir. Muharamin mengakui jika persaingan untuk calon DPRD Provinsi di Mukomuko sudah mulai lebih  semarak. Namun demikian ia mengaku menuver politik yang dilakukan calon baru ini bukan merupakan ancaman bagi mereka. Bahkan ia menganggap gerakan calon baru tersebut sifatnya spontanitas saja. Mereka sendiri sejauh ini masih fokus menjalankan misi sebagai anggota dewan, yaitu memberi pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat.
‘’Kita bersukur ada yang memeriahkan pesta demokrasi ini, kami sendiri sekarang masih fokus menjalankan tugas meski disamping itu kita tetap berupaya menyampaikan kepada warga jika kita kembali maju sebagai calon,’’ kata Muharamin.
Muharamin meyakini jika masyarakat Mukomuko sekarang jauh lebih cerdas dan selektif dalam memilih. Mereka tidak akan mampu diiming-imingi dengan janji ataupun pemberian sesaat dari caleg, tetapi lebih menghargai apa yang sudah diperbuat. Sebagai salah seorang incumbent,  ia merasa sudah melakukan yang terbaik untuk kabupaten ini dengan terus mendatangkan pembangunan yang mengarah kepada kepentingan masyarakat secara umum.(jar)

Pemilih Pemula Belum Punya Pilihan
POLITIK RM – Hari pencoblosan tinggal beberapa bulan lagi, setiap calon juga sudah melakukan banyak hal untuk menarik minat calon pemilih. Namun sejauh ini beberapa perwakilan dari pemilih pemula yang sempat ditanyai mengaku belum punya pilihan dan ketertarikan dengan caleg. Meski demikian mereka tetap mengetahui siapa-siapa saja caleg yang maju sebagai calon anggota dewan saat ini.
Seperti diungkapkan oleh Radi, ia mengaku belum serius memikirkan pemilihan 2014. Meski demikian ia mengenal beberapa calon, bahkan beberapa kandidat dikenalnya dengan baik. Ia berencana baru menetapkan pilihan beberapa saat sebelum pemilihan dikakukan. Satu hal yang pasti ia akan menggunakan hak pilihnya, sebab akan menjadi yang pertama baginya.
‘’Saya akan memilih, sebab ini adalah kali pertama bagi saya, tahun dulu saya tidak memilih karena belum cukup umur. Saya juga belum tahu siapa yang akan saya pilih, nanti sebelum memilih saja saya tentukan,’’ ungkap Radi.
Senada diungkapkan oleh, Pendi menurutnya orang yang akan ia pilih harus orang yang dikenal dan diyakininya mampu menjalankan tugas sebagai dewan setidaknya dilihat dari segi pendidikannya. Karena ia punya jiwa muda maka pilihan kemungkinan jatuh kepada caleg muda pula. Soal godaan untuk memilih dengan pemberian, menurutnya itu akan membingungkan, sebab caleg yang pernah ia hisap rokoknya bukan satu orang saja.
‘’Kalau yang ngasih rokok saya pilih, maka saya mungkin mencoblos lebih dari satu gambar, sebab banyak yang dekat dan sering merokok bersama-sama. Yang jelas kalau memang ada caleg muda yang hebat kita harus dukung,’’ demikian Pendi.(jar)

Thursday, 10 October 2013

Politik RM Baru Ini



Panwascam Sungai Rumbai Diprotes
POLITIK RM – Aksi Petugas pengawas kecamatan (Panwascam) pemilu di Kecamatan Sungai Rumbai yang membersihkan atribut kampanye berupa bendera di depan rumah warga diprotes. Mereka dinilai tidak memahami aturan dengan jelas dan terkesan ugal-ugalan dalam menjalankan tugasnya. Padahal di daerah lain, jangankan bendera berbagai peraga kampanye terpasang bebas dan tak pernah dibersihkan oleh petugas.
Disampaikan oleh salah seorang politisi senior PKS asal Sungai Rumbai H. Tarmizi, sejak beberapa hari lalu, petugas panwascam di Sungai Rumbai melarang pemasangan aribut parpol dan caleg bahkan membuka secara lansung yang terpasang di sekitar rumah warga. Kegiatan mereka mengecewakan sebab di daerah lain sepanjang jalan dipenuhi bendera. Ia menduga Panwascam Sungai Rumbai tidak menguasai aturan pemilu dan terkesan bersikap ugal-ugalan tanpa ilmu.
‘’Kami sangat menyangkan petugas panwascam Sungai Rumbai, entah mereka lebih pintar dari yang lain atau kurang memahami tidak jelas. Seluruh bendera di Sungai Rumbai dibersihkan alasannya belum boleh. Sementara di daerah lain, bendera parpol dipasang dengan bebasnya, contohnya di Penarik hingga Air Dikit penuh oleh bendera parpol,’’ kata Tarmizi.
Dibukanya seluruh bendera parpol di Sungai Rumbai ini juga diakui dewan lain asal Sungai Rumbai, Haidir, SIP, saat ini Sungai Rumbai bebas dari bendera parpol. Sedang di daerah lain bendera dipasang sebanyak-banyaknya sepanjang halaman rumah warga. Alasan Panswascam setempat mereka menjalan tugas dimana pemasangan bendera belum boleh karena belum saatnya kampanye.
‘’Memang aneh, masa bendera dibuka semua, terus bagaimana dengan kecamatan lain, ribuan bendera terpasang. Apakah aturan ini berlaku di Sungai Rumbai saja kami tidak tahu pasti,’’ tegas Haidir.
Dikonfirmasi, Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchtadir Munib, SE diwakili anggotanya Ita Hartati, SE, M.BA mengaku tidak tahu jelas mengenai pembersihan bendera oleh anggotanya di lapangan. Namun satu hal yang harus dipahami, saat ini aturan mengenai kampanye caleg masih rancu dan mereka sendiri masih kebingungan. Kepada petugas diminta tetap melakukan pemantauan namun jangan bertindak terlalu jauh dulu.
‘’Kemarin itu memang ada disebut-sebutkan, jika memasang bedera hanya bisa depan sekretariat saja, namun kami masih bingung juga dengan aturan ini. sebelumnya disebutkan tidak boleh pasang gambar kabarnya ada lagi perbedaan pendapat, hanya yang dilarang baliho. Oleh karena itu kita masih mempelajari lebih jauh dulu,’’ demikian Ita.(jar)

Wabup Puji Beberapa Parpol
POLITIK RM – Diam-diam, wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH belakangan ini aktif mengikuti perkembangan politik di Kabupaten Mukomuko. Selain memantau kekuatan parpol, ia bahkan ikut memantau para caleg potensial yang diprediksi bakal memenangi pemilu 2014 nanti. Alhasil sosok yang digadang-gadangkan sebagai calon kuat Bupati Mukomuko 2015 ini, mulai menunjukkan ketertarikannya dengan beberapa parpol yang diprediksi memenangi pemilu.
Diminta keterangannya usai sidang paripurna di DPRD Mukomuko kemarin, Huda mengakui ada beberapa parpol yang ia senangi. Alasannya parpol tersebut cukup bagus dan diterima oleh masyarakat. Selain itu juga ada beberapa caleg yang diprediksi Huda akan keluar sebagai pemenang. Dasar hasil pantauannya yang juga selama ini di lapangan.
‘’Saya turun ke juga turut melihat bagaimana persiapan menghadapi pemilu. Saat ini saya menilai beberapa parpol cukup bagus, saya senang melihatnya. Juga ada caleg yang saya rasa cukup berpeluang untuk duduk,’’ ujar Huda.
Terus apakah Huda sudah siapkan parpol untuk mengantarnya ke medan persaingan Pilkada cabup 2015? Dengan tegas Huda mengaku sejauh ini ia belum pernah bergabung dengan parpol manapun. Ia hanya melihat beberapa parpol yang potensial saja. Termasuk isu ia akan maju sebagai calon bupati, baginya hanya sebatas isu saja. Huda sendiri belum berpikir sejauh itu.
‘’Saya belum berpikir sejauh itu, saya ingin fokus melanjutkan pemerintahan sekarang. Saya tahu mengenai parpol dan caleg karena melihat langsung ke lapangan,’’ papar Huda.
Pesannya kepada peserta pemilu, mari bersama-sama ciptakan pemilu yang tertib dan aman. Jalani persaingan dengan sehat dan bijaksana, biar masyarakat menikmati peseta demokrasi ini dengan nyaman dan aman. Hindari politik uang dan saling menjatuhkan dengan cara tidak baik.
‘’Mari ciptakan demokrasi yang harmonis, itu pesan saya kepada parpol, caleg, masyarakat termasuk penyelenggara pemilu sendiri,’’ tutup Huda.(jar)

Caleg Jangan Memaksa
POLITIK RM – Cara dan aksi para caleg di lapangan belakangan ini mulai mendapat kritikan. Pasalnya ada isu caleg mencari dukungan dengan tidak sehat, mulai dari mengancam hingga memaksa sekelompok masyarakat untuk memilihnya pada pencoblosan nanti. Hal ini sudah meresahkan bagi beberapa warga di Kecamatan XIV Koto.
Kades Dusun Baru Pelokan, Suriadi mengungkapkan beberapa caleg dalam mecari dukungan terkesan melakukan paksaan. Sebagai contoh dengan menggunakan ancaman kepada warga agar mendukung sang caleg tersebut. Ia sedah mendapat laporan tentang hal ini.
‘’Kami harap para caleg jangan mengancam warga untuk meminta dukungan. Karena dengan dilakukannya penekanan hanya akan merugikan sang caleg itu sendiri,’’ ujar Suriadi.
Suriadi menambahkan, seharusnya para caleg dapat bersikap bijaksana dengan melakukan kegiatan yang bersifat sosial dan membantu keluh kesah warga. Sehingga dapat menarik dukungan warga. bukan malah membodoh-bodohkan masyarakat.
‘’Dengan kegiatan sosial yang dilakukan maka masyarakat dapat menilainya dan menjatuhkan hak pilihnya kepada sang caleg tersebut,’’ ungkap Suriadi.
Suriadi melanjutkan, jika cara yang baik dilakukan oleh para caleg, maka perolehan dukungan pun juga tentunya akan mudah. Karena warga saat ini sudah pintar dan bijak dalam menyikapinya dan tak akan mudah dikelabui dengan tipu muslihat serta sogokan.
‘’Kita yakin bahwa masyarakat jauh lebih pintar dan bijak menentukan sikap dalam memilih perwakilannya. Sehingga para caleg harus mengetahui hal ini. bukan menghalalkan segala cara meneror dan mengancam warga untuk mendapatkan dukungan,’’ tutup Suriadi.(dum)

Hanura Bantah Langgar Aturan
//Minta Panwaslu Profesional
POLITIK RM – Ir. Anton Hidayat, Caleg Hanura Nomor 1 DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko membantah sudah melakukan pelanggaran aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka mengklaim pemasangan atribut sudah mengikuti kaidah yang berlaku dan mereka minta Panwaslu tidak hanya menyorot atribut dari Anton ataupun Hanura saja. Sebab banyak atribut kampanye lain yang terpasang di berbagai tempat, termasuk di kabupaten lain tidak dipermasalahkan.
Disampaikan oleh Decki Putra Ketua Tim pemenangan Ir. Anton Hidayat, menurutnya mereka berpedoman dengan peraturan KPU itu sendiri. Dimana disebutkan boleh memasang baliho 1 perzona atau desa. Selain itu juga mereka memasang atribut bukan di tempat yang dilarang seperti tempat ibadah, fasilitas pemerintah, sekolah maupun zona yang dilarang, melainkan masih dalam perkarangan pribadinya. 
‘’Seharusnya panwaslu bersikap lebih adil, kami mengacu pada peraturan KPU itu sendiri. Yang dilarang itu di tempat ibadah, kantor pemerintah dan lokasi yang ditentukan. Kalau di sekitar perkarangan rumah caleg tidak ada dilarang,’’ kata Decki.
Kalau memang ada perubahan tentang pemasangan atribut, sebaiknya panwaslu dan KPU mensosialisasikan lebih dahulu dengan pihak caleg atau parpol. Jangan asal tetapkan jika atribut yang terpasang melanggar aturan. Kalau dijelaskan dengan baik-baik, ia menyatakan siap mematuhi jika apa yang dilakukan selama ini melanggar. Selain itu juga panwas meski profesional jangan memberlakukan aturan kepada satu pihak saja.
‘’Selama ini kami tidak diberitahukan lebih dahulu, kalau ada sosialisasi dan keterangan juga perlakuan sama terhadap caleg lain kami tidak masalahkan, panwas bersikap tegas,’’ tutup Decki.
Ketua DPC Partai Hanura, Hermansyah, M.Kom menegaskan kepada caleg dan kader Hanura diingatkan untuk mematuhi aturan yang berlaku dan lebih terbuka. Ia juga berharap pelaksana pemilu lebih bijaksana dan adil dalam menjalankan fungsinya. Hingga pemilu bisa berjalan dengan aman dan tertib.
‘’Kami tentu patuhi aturan, semua caleg kita minta bersabar. Namun kalau kebijakan tidak berdasar dan hanya berlaku untuk Hanura, maka harus ada ketegasan dan kita siap ajukan protes,’’ tutup caleg nomor urut 1 DPRD Mukomuko dapil 1 ini.(jar)

Caleg Masuk ke Desa Harus Pamit
POLITIK RM – Di tengah gencarnya aksi kampanye para caleg, berbagai kritikanpun berdatangan terhadap mereka. Seperti disampaikan ketua forum Kades Ipuh, Surahmin. Caleg jangan nyelonong saja masuk ke desa dan memasang alat peraga kampanye semaunya. Mereka harus menghargai pemerintah desa setempat, setidaknya harus ada pemberitahuan atau izin kepada kades maupun perangkatnya.
Dikatakannya, banyak caleg yang kurang tatakrama dalam melaksanakan kampanye dan mencari dukungan ke desa-desa. Mereka semaunya mengumpul warga dan memsang peraga kampanye tanpa pemberitahuan atau pamit kepada kades ataupun perangkat lainnya. Mesmi dalam aturan tidak disebutkan, setidaknya tetap ada tatakrama masuk ke wilayah orang lain. Karena mereka takutkan ada ketidaksepahamanan atau pihak lain yang menyalahi.
‘’Itukan tatakrama, kalau alasannya tidak ada aturan dan sebagainya, mungkin ada benarnya. Namun selaku orang timur tatakrama tetap dijunjung tinggi. Masuk ke tempat kawan harus punya etika atau sekedar beritahu,’’ kata Surahmin.
Lanjutnya persoalan ini sudah dibahas dalam lingkungan forum kades Ipuh. Mereka siap bersihkan alat kampanye yang dipasang sembarangan tempat dan tanpa ada pemberitahuan kepada desa, termasuk membubarkan pertemuan caleg yang tidak ada pamit dengan kades. Sebab ditakutkan gerakan caleg ditompangi pihak lain sesuai isu berkembang. Selain itu juga Surahmin berpesan kepada warga jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.
‘’Caleg harus patuh aturan dan punya tatakrama, kami tidak melarang mereka berkampanye sebab itu haknya, namun tolong tetap saling hargai. Juga warga diminta jangan cepat mengambil kesimpulan,’’ lanjut Surahmin.
Ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril menyatakan pihaknya sudah lebih dulu menyiapkan segala hal. Termasuk mereka akan menyurati semua kepada desa yang intinya mohon izin bagi kader dan caleg NasDem untuk menggelar kegiatan sosialisasi politik di desanya. Menurut Busril, meski dalam aturan tidak ditegaskan, namun demi terciptanya suasana pemilu yang aman, perlu dilakukan.
‘’Kami dari NasDem sebetulnya sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk menyurati kades. Yang intinya kami minta izin dan doa selama melaksanakan proses kampanye di desa,’’ demikian Busril.(jar)

Jangan Debatkan yang Tak Diatur
//Kata Abdul Hamid Siregar
POLITIK RM – Peserta pemilu, penyelenggara maupun masyarakat diminta tidak memperdebatkan hal-hal yang tidak diatur dalam peraturan pemilu. Hal ini disampaikan ketua divisi sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd yang ditemui di ruang kerjanya kemarin. Hal ini terkait dengan adanya keraguan mengenai larangan pemasangan alat peraga kampanye.
Dijelaskan Hamid, dalam Perpu KPU nomor 15 tersebut jelas-jelas dikatakan yang dilarang memasang baliho lebih dari 1 perdesa bergambar caleg atau pengurus yang mencalonkan diri. Tidak disebutkan di kaos, di spanduk dan media. Maka tidak perlu dijabarkan terlalu jauh dengan perdebatan. Ikuti saja yang disebutkan dalam aturan ini. kecuali ada penjelasan lain tersekait hal itu.
‘’Yang dilarang dalam aturan itu di baliho, kalau spanduk, baju maupun dalam bentuk lain tidak ada diatur, maka jangan didebatkan. Selagi belum ada keterangan lebih jelas, itu boleh dilakukan,’’ kata Hamid.
Ia juga mengakui jika beberapa aturan masih banyak membingungkan. Maka untuk sementara caleg dan parpol harus tetap berhati-hati dalam melakukan kegiatan kampanye maupun memasang peraga. Petugas pemilu juga diminta dalam melakukan kegiatan pengawasan dan penertiban jangan asal copot sebab eksekutor bukan KPU maupun panwas melainkan ada pihak yang berhak melakukannya.
‘’Bagaimanapun sebaiknya, petugas pemilu tidak melakukan eksekusi begitu saja, harus ada kejelasan. Sebab yang berhak melakukan eksekusi terhadap pelanggaran ada petugasnya,’’ tutup Hamid.(jar)

Panwascam Cabut Larangan
POLITIK RM – Akhinya petugas pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) Sungai Rumbai menerima masukan dari beberapa politisi asal wilayah ini terkait dengan atribut pemilu. Mereka mencabut pernyataan melarang pemasangan bendera parpol di depan rumah pribadi warga sebelumnya dan mengaku keliru lantaran aturan yang berlaku kerap berubah-rubah dan perlu pemahaman lebih jauh.
Salah seorang caleg PKS Dapil III yang berdomisi di Sungai Rumbai, H. Muspar, membenarkan jika pihak panwascam sudah kembali mengizinkan pemasangan bendera parpol di kecamatan ini. Berbaliknya kebijakan dari panwascam ini setelah adanya sosialisasi yang langsung dihadiri panwas kabupaten beberapa waktu lalu. Namun demikian Muspar memgaku sampai  sekarang belum memasang kembali bendera parpolnya.
‘’Sekarang panwascam sudah membolehkannya, kita memang sempat kebingungan atas larangan mereka, sebab tidak berlaku di daerah lain. Sekarang kami belum juga pasang bendera setelah dibuka beberapa waktu lalu,’’ ungkap Muspar.
Salah seorang anggota Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Padlul Azmi, SH juga membenarkan adanya ketidaksingkronan informasi yang terjadi di Sungai Rumbai beberapa waktu lalu. Ia tetap membela petugasnya di lapangan. Pada dasarnya tidak ada bendera yang dibuka, hanya saja panwascam mengingatkan para caleg dan pengurus parpol. Sekarang sudah disosialisasikan lebih mendetail dengan para caleg dan warga sekitar.
‘’Kita sudah turun memberi pemahaman lebuh jauh, pada dasarnya tidak ada panwascam yang membuka, hanya memperingati saja. Bendera boleh dipasang disekitar rumah pribadi,’’ jelas Padlul.
Lanjutnya larangan pemasangan atribut berlaku di lokasi-lokasi yang ditetapkan sebagai zona bebas sesuai dengan hasil kesepakatan. Kemudian berdasarkan undang-undang, seperti di sekolah, digedung milik pemerintah, ditempat ibadah dan lokasi umum lainnya. Namun hanya berbentuk bendera saja, untuk baliho dan spanduk yang bergambar caleg tetap dilarang dipasang.
‘’Kalau bendera boleh dipasang selain lokasi yang dilarang, untuk baliho dan spanduk tetap belum diizinkan,’’ demikian Padlul.(jar)

Kartu Asuransi Hanura Dibagikan
POLITIK RM – Sejak beberapa hari lalu, pengurus dan caleg Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko mulai membagikan kartu kader penegak yang sekaligus sebagai kartus ansuransi jiwa kepada para kadernya. Jumlah kartu yang dibagikan di Mukomuko untuk tahap awalnya ratusan kartu.  Bagi pemegang kartu yang meninggal akibat kecelakaan, ahliwarisnya berhak atas uang sebesar Rp 9 juta dan bila meninggal karena penyakit biasa, maka hanya mendapat uang asuransi Rp. 1 juta.
Ketua DPC Hanura Mukomuko, Hermansyah, M.Kom mengarakan yang berhak menerima katu ini adalah kader dan pendukung parpol. Kegunaannya untuk memberi suport kepada para kades dalam menjalankan misi memenangi parpol. Asuransi ini persembahan dari pasangan calon presiden parpol nomor urut 10 ini, Wiranto-Hary Tanoe Soedibjo (Win-HT). Selain itu asuransi tersebut salah satu jaminan perlindungan yang merupakan bagian dari kesejahteraan para kader/anggota partainya.
‘’Kartu ini tidak untuk umum hanya bagi kader dan para penegak parpol yang betul-betul berjuang untuk memajukan parpol ini, juga untuk memperjuangkan pasangan calon presden Hanura,’’ kata Hermansyah.
Lanjutnya kartu ini tidak langsung berlaku saat dipegang oleh seseorang malinkan harus diaktifkan lebih dulu sesuai petunjuk yang dikirim via SMS. Hingga kemudian ada balasan dari operator pusat, baru selanjutnya aktif. Setiap pemegang harus menyerahkan poto copy KTP-nya dan surat keterangan yang menjelaskan ahliwarisnya diserahkan kepada pengurus Hanura Mukomuko.
‘’Ini harus diaktifkan dulu dan ada petunjuknya, maka kalau hanya memegang kartu jika tidak terdaftar tetap tidak ada gunanya, sebab sistim kartu ini adalah online,’’ tutup Hermansyah.(jar)

Panwaslu Tingkatkan Pengawasan
POLITIK RM – Seiring dengan peningkatkan aktivitas caleg dan parpol dalam rangka mencari dukungan kepada calon pemilih. Panwaslu Kabupaten Mukomuko yang ditugaskan untuk pengawasan juga menanggapi gerakan caleg ini dengan meningkatkan aktivitas pengawasan. Setiap saat seluruh petugas panwaslu diminta bergeran dan peka dengan setiap isu dan kegiatan politik yang sedang berlangsung.
Dismapaikan oleh salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azami, SH sekarang mereka harus turun langsung melakukan kegiatan pemantauan kegiatan kepemiluaan. Terutama dengan cari memberi support dan pemahaman yang lebih dalam kepada para petugas di lapangan. Seperti kemarin Padlul, bersama anggota Panwaslu lainnya berada di Kecamatan Air Manjuto melakukan monitoring.
‘’Kami sedang di Air Manjuto dalam rangka konslidasi dengan petugas di lapangan. Setidaknya memberi mereka pemahaman yang lebih mendalam dan meberi semangat agar tidak ragu dalam menjalankan tugas mengawasi jalannya pemilu,’’ kata Padlul.
Penawas ingin menciptakan pemilu yang aman dan tertib, hingga semua petugas harus handal. Selain itu juga mereka berharap para peserta pemilu, mulai dari pengurus parpol, caleg maupun pendukungnya untuk dapat mematahui aturan yang berlaku. Jika terjadi pelanggaran, maka mereka tidak segan-segan memberi teguran dan menindak lanjutinya sebagai pelanggaran pemilu.
‘’Yang jelas kita sama-sama saja menjaga dan menjalani pemilu ini dengan mematuhi aturan yang ada. Sebab kami yakin tidak ada caleg yang ingin pemilu tidak sukses,’’ demikian Padlul.(jar)

Friday, 4 October 2013

Profil Dewan Mukomuko



Drs. Arnadi Pelam
Ketua DPRD Mukomuko

Pemimpin yang Berpengalaman
SOAL kemapuan dalam dunia politik dan administrasi pemerintahan, sosok Drs. Arnadi Pelam tidak perlu diragukan. Buktinya kurang dari setahun lagi, ia genap satu periode, memimpin lembaga DPRD Kabupaten Mukomuko.  Dilahirkan di Desa Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya, 1 Oktober 1964 Arnadi merupakan alumni SMPN Pasar Bantal yang sekarang dikenal dengan SMPN 4. Selanjutnya Arnadi merantau ke Kota Bengkulu melanjutkan sekolah di SMAN 2. Gelar sarjana didapatkan Arnadi di Unib 1989.
Sulitnya mencari lapangan kerja di daerah ini pada saat itu, sedangkan untuk ikut dalam perjuangan memajukan daerah secara langsung ia belum punya kemampuan, akhirnya Arnadi memberanikan diri mengadu nasib di  Jakarta hingga menikah di sana dengan Kusrini Kamhari, Ak, sampai sekarang mereka sudah dikaruniai dua orang anak, masing-masing Atika Septiarni Dewi masih kuliah dan Aura Fortuna Dewi masih sekolah.
Soal pengalaman kerja dan organisasi, sosok yang sekarang tercatat sebagai caleg Nomor 7 sesuai dengan nomor Partai Demokrat juga nomor 7 ini cukup mempuni. Pernah menjadi Consultant Muij Asia Consuct Jakarta yaitu pada 1990-1993, kerja di Bank PSP Jakarta, PT. Salindo Indonesia Jakarta dan berwiraswasta. Juga ia sudah malang melintang dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, seperti sekarang ia tercatat sebagai Ketua Asosiasi Petani Pengumpul Sawit (AP2S) Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya sudah mengguliti berbagai jenis pekerjaan dan tertjun ke gerakan sosial, semuanya dalam rangka mengejar asa untuk bisa memberi yang terbaik bagi masyarakat. Hasilnya pada 2009 saya terpilih menjadi dewan. Tujuan saya agar bisa berbuat untuk daerah ini,’’ kata Arnadi.
Mengenai dunia politik, Arnadi sudah cukup berpengalaman, pada 2004 ia juga tercatat sebagai caleg di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun belum berhasil lantaran aturan waktu itu masih nomor urut. Kemudian ia pindah ke Partai Demokrat dan 2009 kembali mencalon dan berkat dukungan dari keluarga dan masyarakat ia terpilih. Parpolnya keluar sebagai pemenang dan ia dinobatkan sebagai Ketua DPRD Mukomuko sampai sekarang.  Meski sudah berbagai perda berhasil ia putuskan bersama dewan lainnya dan sukses menepatkan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jalan dan sebagainya. Ia merasa masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan selama 5 tahun ini. Maka Arnadi kembali maju, sebagai caleg nomor 7 di parpol nomor 7.  Atas dukungan dari keluarga, sahabat dan tentu saja masyarakat yang sudah mengetahui bagaimana kiprahnya selama ini, ia optmis kembali bisa duduk sebagai anggota dewan. Bapak 2 orang anak ini juga kabarnya dilirik oleh beberapa tokoh untuk berpasangan pada pemilukada 2015 mendatang.
‘’Kita berusaha melakukan yang terbaik, alhamdulillah apa yang selama ini dikeluhkan warga kita jawab dengan anggaran pembangunan, namun tentu tidak semuanya bisa direalisasi sesuai dengan kemampuan daerah. Saya maju lagi sebagai caleg nomor 7 untuk dapil II, sesuai ketetapan KPU,’’ tutup Arnadi.(jar)


I Wayan Adnyana
Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko
Dikenal Tegas dan Profesional
LAHIR di Bali 3 Juni 1970, tamat SMAN 1 Bangli – Bali tahun 1990 dan sekarang dalam proses menyelesaikan pendidikan S1 nya di Unihaz, itulah sosok I Wayan Adnyana. Suami dari Niwayan Sabrit ini memiliki satu orang anak atas nama Ni Luhdewi Sulasih, selain itu ia juga memiliki 2 orang anak angkat, yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri, maka sebahai besar masyarakat mengenalnya memiliki 3 orang anak. Sekarang I Wayan bedomisili di Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko.
Sosok Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko tidak asing kagi bagi masyarakat Mukomuko, sebab ia merupakan sosok penting yang ikut menentukan kebijakan pembangunan di ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah’’ ini. Selain itu ia juga aktif berkomentar di media, apalagi potonya hampir setiap saat muncul di media massa.
Sebelumnya I Wayan dipilih sebagai dewan oleh masyarakat Dapil II, sekarang kader tulen PDI Perjuangan ini, tercatat sebagai Caleg Nomor urut 1 Dapil 1 Mukomuko sesuai dengan domisilinya di Desa Pondok Batu. Ia politisi yang setia dengan parpolnya, buktinya sejak bergabung pada 2004 lalu, I Wayan tidak pernah tertarik dengan parpol lain. Seiring dengan itu, para kader parpol inipun mempercayakannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Mukomuko. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai ketua ranting Pondok Batu, selanjutnya sekretaris DPC, Wakil Ketua DPC hingga kemudian terpilih menjadi dewan dan memimpin parpol berlambang kepala banteng moncong putih ini.
‘’Saya pada 2004 maju sebagai caleg, 2007 masuk dalam kepengurusan PDI Perjuangan dan kemudian terpilih jadi dewan pada pemilu 2009 dan dipercaya memimpin parpol,’’ kata I Wayan saat ditemui.
I Wayan dikenal baik oleh masyarakat, karena ia sosok yang rajin turun ke masyarakat. I Wayan juga tercatat sebagai ketua Koperasi Buana Sari yang bergerak dalam sektor simpan punjam juga merupakan ketua Walaka PHDI Kabupaten Mukomuko. Meski sebagai pimpinan dewan, dalam keluarganya I Wayan cukup sederhana, turun ke masyarakat ia tampil sebagaimana petani lainnya. Sebab pada dasarnya selain sebagai anggota dewab I Wayan juga seorang petani.
‘’Kalau gak di kantor paling jalan-jalan ke desa-desa atau ke lading, saya orang biasa, sama dengan masyarakat lainnya,’’ tutup I Wayan.(jar)


H Yusmardi SH
Waka I DPRD Mukomuko

Membangun Daerah untuk Rakyat
SIAPA yang tidak kenal dengan sosok satu ini? H Yusmardi SH, politisi senior PAN yang kini menduduki jabatan Wakil ketua (Waka) I DPRD Mukomuko. Dilahirkan di Sungai Ipuh 9 Juli 1970, bersama sang istri ia dikaruniai seorang anak atas nama Nabila Pauziah. Yusmardi adalah sarjana hukum jebolan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (Unib). Dari segi  pengalaman berorganisasi, Yusmardi sangat mempuni. Sebab sudah sejak lama, mulai dari organisasi dalam desa, kecamatan, hingga berbagai kelompok gerakan sosial lainnya sudah ia masuki. Juga dunia kerja, berbagai jenis pekerjaan pernah dilakoninya, termasuk aktif sebagai petani sebagaimana aktivitas masyarakat di daerah asalnya. Jabatan wakil rakyat yang diemban Yusmardi saat ini merupakan periode kedua.
‘’Pada dasarnya kita tergantung dengan masyarakat, maka duduk sebagai wakil rakyat harus harus menempatkan diri sebagai wakil yang harus melayani kepentingan warga. Kalau warga percaya dengan kita, maka tugas akan selamat,’’ kata Yusmardi.
Pada Pemilu 2014, sosok yang dikenal religius ini tercatat sebagai Caleg  Nomor Urut 1 PAN Dapil Kabupaten Mukomuko. Ia diberi kesempatan oleh PAN karena dianggap mampu. Yusmardi sendiri sudah menjadi kader PAN sejak pertama kali parpol berlambang matahari putih ini masuk ke Kabupaten Mukomuko. Maka ia boleh dikatakan sebagai seorang politisi PAN yang setia.
Ambisinya bertarung memperebutkan kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, lantaran ia ingin terus mengabdi kepada daerah demi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya ingin berjuang untuk membela masyarakat dan membangun daerah ini. Sekarang saatnya saya untuk ke Provinsi agar bisa berbuat lebih banyak lagi bagi Mukomuko ini. Insya Allah atas dukungan semua lapisan masyarakat dan keluarga saya bisa ke provinsi,’’ pungkas Yusmardi ramah.(jar)


 Ketua Komisi I
M Ali Saftaini, SE
Yang Muda Berkarya, yang Tua Bangga   
DARI ke-25 orang anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, mungkin nama M Ali Saftaini, SE yang kerap nongol di media-media massa. Selain kedekatan Ali dengan insan pers, Ali juga dikenal vokal dalam menyoroti ataupun mengkritisi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat. Tak terkecuali permasalahan yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah.
Bakat Ali sebenarnya sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku kuliah, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unib. Dari sederetan organisasi yang menaungi bakat mahasiswa, Ali memilih Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Agaknya pilihan Ali tidak salah. Dari HMI lah Ali banyak mendapat pelajaran serta pengalaman berorganisasi yang sedikit banyaknya berperan penting mengantar suami dari Rin Kesuma Wati, SP ini duduk di kursi wakil rakyat.
Dilahirkan di Mukomuko tanggal 29 September 1974, Ali mengenyam bangku SD hingga SMA di Mukomuko. Baru pada saat kuliah Ali yang mengusung motto hidup, yang muda berkarya dan yang tua bangga ini merantau ke Kota Bengkulu.
Laki-laki yang sudah dikaruniai dua orang anak ini, merupakan sosok penting di gedung DPRD Mukomuko. Komisi yang dipimpinnya termasuk komisi  yang cukup vital. Tak jarang Komisi I terlibat adu argumen, polemik hingga perang dingin dengan eksekutif karena sebuah topik permasalahan.  Namun satu hal yang pasti, baik legislatif maupun eksekutif tujuannya sama, semua demi mencari yang terbaik untuk kepentingan darah dan masyarakat.
Dunia kerja yang sudah pernah digelutinya juga cukup banyak, selain sebagai masyarakat petani, Ali juga pernah bekerja sebagai kontraktor dan konsultan. Selanjutnya, Ali bergabung dengan PT. Agromuko selama kurang  lebih 8 tahun.
Terjun ke dunia politik pada dasarnya sudah dirintisnya sejak masih mahasiswa, namun baru betul-betul aktif dalam parpol pada 2014. Dari awal gabung golkar sampai sekarang tidak pernah berubah. Maju sebagai caleg sudah dua kali, pada 2004 ia tidak berhasil duduk, baru 2009 terpilih. Sekarang ia tercatat sebagai caleg Golkar Nomor 1 Dapil 1 Mukomuko. Diparpol nomor 5 ini, anak ke 4 dari 6 bersaudara ini adalah Ketua DPD II Kabupaten Mukomuko dan sebelumnya sempat menjabat sebagai sekjen.
‘’Aktualisasikan dirimu lebih dulu, baru kemudian aktualisasikan orang lain,’’ itulah ungkapan dari Caleg Nomor 1 Dapil I Mukomuko asal Golkar ini.(jar)



Ketua Komisi II Husni Tamrin
Berpenampilan Sederhana, Profesional Berpolitik
SOAL strategi berpolitik tidak diragukan lagi, ia sudah buktikan bersama parpol yang tidak terlalu dikenal PKPB. Dua kali mencalonkan diri sebagai anggota dewan dan hasilnya dua periode ia duduk di kursi DPRD Mukomuko. Sekarang lantaran PKPB tidak masuk dalam peserta pemilu, ia tercatat sebagai Caleg Nomor 1 Partai Golkar Dapil II Mukomuko dan siap melanjutkan perannya di Parlemen Kabupaten Mukomuko. Sosok tersebut adalah Husni Tamrin, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Mukomuko.
Dengan santai ia menjelaskan, kunci berpolitik itu setia dan tidak muluk-muluk. Selain itu juga dalam masyarakat harus tampil sebagaimana adanya dan lakukan apa yang bisa dilakukan. Ia terjun kedunia politik atas keinginan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi warga dalam hal ini berjuang bagainama agar aspirasi masyarakat terpenuhi. Baginya mendukung atau tidak seseorang selagi dikenalnya dan merupakan warga binaannya harus diperjuangkan.
‘’Saya tidak muluk-muluk, beginilah adanya saya. Alhamdulillah saya sudah dua periode nyaleg dan duduk sampai sekarang,’’ kata Husni.
Sebagai bukti ia sosok yang fokus dalam bekerja dan berbuat, sebelum terjun ke dunia politik, Husni bekerja sebagai karyawan PT. Agromuko dan disana ia bekerja kurang lebih selama 9 tahun. Selanjutnya baru terjun ke dunia politik dan ia sama sekali tidak pernah mencampur adukkan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan pekerjaan lain. Pada periode 2014-2009 ia hanya sebagai anggota pernah di Komisi I dan juga komisi II. Selanjutnya periode 2009-2014 ia dipercaya sebagai ketua Komisi II hingga sekarang. Suami dari Anum yang memiliki 2 orang anak ini bertekad duduk kembali pada pemilu mendatang dan menduduki kursi unsur pimpinan dewan.
Sesuai dengan posisinya sekarang sebagai Ketua Komisi II, tentu perannya di dewan sangat besar, sebab dikomisi ini sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrastruktur daerah diarahkan penggunaanya. Selain itu Husni dikenal kritis dan tidak segan-segan menantang kebijakan yang dinilainya tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Husni Tamrin lahir di Medan 31 Mei 1970. Ia adalah anak bungsu dari 7 bersaudar. Sekarang berdomisili di Desa Marga Mukti Kecamatan Penarik. Sejak SD hingga tamat SMEA ditamatkannya di Sumatera Utara (Sumut).(jar)
Ketua Komisi III
Hermansyah, M.Kom
Cerdas dan Berwibawa

PROFIL dewan awak kali ini Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom yang sekarang sebagai Caleg Partai Hanura Mukomuko Dapil I Nomor urut 1 untuk pemilu 2014. Suami dari Sakinah, SH ini lahir di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai, 05 April 1964 dari pasangan H. Ruslam (Alm) dan Siti Halim. Bersama istri tercinta, laki-laki yang akrab disapa Etok ini sudah dikarunia dua orang anak, masing-masing Qatrunnada Nadhi dan Muhammad Raihansyah. ‘’Hidup Akan Berguna Jika Bermanfaat Bagi Orang Lain’’ itulah moto hidupnya.
Etok merupakan alumni dari SDN Resno Kecamatan V Koto dan SDN 02 Mukomuko. Juga sempat sekolah di SMPN 1 Mukomuko selama setahun dan selanjutnya ia pindah ke Jakarta. Ia menamatkan SMP di SMPN 47 Jakarta dan kemudian melanjukan pendidikan di SMAN 77 Jakarta. Hermansyah juga sudah menduduki 3 perguruan tinggi, masing-masing D3 Amik Budiluhur Jakarta, S1 Universitas Budi Luhur Jakarta dan S2 Erenca School Of IT Jakarta.
Hermansyah termasuk sukses hidup ditengah ganasnya Kota Jakarta, dengan bermodal pendidikan yang dimilikinya. Ia aktif berkarir di beberapa perusahaan swasta dan juga sebagai dosen diberbagai kampus. Seperti pernah menjadi instruktur computer PT. Bina Pusindo Jakarta 1987 – 1989, juga programmer computer PT. Satyatama – grahatara (PT.SGT) Jakarta 1989-1992. Kemudian di PT. MUIJ Asta Consult, Jakarta Manager MIS 1992-1996 dan PT.Hesha Mandiri, Jakarta Direktur Operasi Tahun 1997-1999.
Ia pernah sebagai dosen Universitas Bunda Mulya Jakarta 1997-2000, Universitas “Yarsi” Jakarta 1996-2008, Universitas Pamadani Jakarta 2000-2004, Universitas Bina Nusantara (Binus) Thn 2000-2008.  Kemudian sebagai ketua STMIK “Rosma” Karawang 2008-2009, Koordinator STMIK “Global” Karawang 2008-2009, Dosen Akademik : Rektor Kepala dan ketua pendiri AKM  Mukomuko.
Soal organisasi juga, Hermansyah cukup mempuni, Pernah menjadi ketua IPSI Depalan Bayangan Jakarta, pengurus (katan Keluarga Daerah Mukomuko (IKDM), Ketua 1 Ikata Keluarga Bengkulu Utara (IKABU) Jakarta – Banten, Anggota Dewan Pakar Badan Musyawarah Masyarakat Bengkulu. Juga sebagai anggota Forum Rektor Wilayah Jawa Barat, Tim pemekaran Kabupaten Mukomuko wilayah Jakarta dan tergabung dalam tim pemekaran V Koto.
Dalam politik juga ia sangat professional, sekarang menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko. Fungsinya sebagai anggota dewan periode sekarang ini cukup menentukan, pernah menjadi anggota banggar, wakil ketua Komisi III, anggota Banleg dan sekarang menjabat ketua Komisi III. Komisi III yang dipimpinnya termasuk Komisi yang paling aktif turun lapangan meninjau kondisi masyarakat maupun infrastruktur milik daerah untuk dibahas dalam lembaga dewan. Ia maju kembali sebagai caleg karena merasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebagai anggota dewan.
‘’Kita menuju SDM dan Mutu Pendidikan Mukomuko yang berkualitas. Semuanya butuh kerjakeras dan peran dewan yang peduli dengan itu semua,’’ ungkap Hermansyah.(jar)


 Khaidir, S.IP
Tampil Sederhana dan Berpikir Maju
LAHIR di Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh pada 8 Juli 1971 dan sekarang berdomisili di Desa Gajah Mati Kecamatan Ipuh. Berpenampilan sederhana dan saat bicara santai namun pasti, itulah sepintas gambaran umum  Haidir, S.IP yang sekarang menjabat sebagai Waka Komisi I DPRD Mukomuko.  Soal kemampuan, suami dari Yusrioma ini tidak perlu diragukan lagi, ia acap kali menjadi sosok penetralisir di tengah kerasnya perdebatan rapat.  Sebagai anggota dewan ia sudah menggeluti jabatan strategis, seperti  sekretaris komisi, banleg dan juga sekarang masih tercatat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar).
‘’Keluarga besar saya ada di Retak Ilir dan Gajah Mati dan Sungai Rumbai pada umunya, termasuk di Ipuh hingga Malin Deman. Sebagai anggota dewan saya melaksanakan apa yang ditugaskan dan juga berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat melalui lembaga ini,’’ kata Haidir.
Sekolah dasar ditamatkan Haidir di Gajah Mati, kemudian SLTP dan SLTA di Ipuh. Selanjutnya bapak yang memiliki 3 orang putri ini mendapat gelar S1 setelah menyelesaikan pendidikan di Fisipol Unras, Arga Makmur, Bengkulu Utara (BU). Selain itu ia juga sudah mengikuti berbagai pelatihan keilmuan lainnya di berbagai tempat.
Untuk pekerjaan, Haidir cukup fokus dan selalu berhubungan dengan sosial kemasyarakatan. Maka tidak heran jika masyarakat mempercayainya sebagai wakil mereka di DPRD tingkat II. Sebelum terjun ke dunia politik, Haidir  pernah mengajar di SMPN Sungai Rumbai selama 2 tahun, dari 1993 sampai dengan 1995. Juga ia adalah seorang wiraswasta yang bergerak dalam sektor  jual beli dan sebagainya. Tidak hanya itu, Haidir juga pernah menjabat sebagai Kades Gajah Mati dan ia sukses membawa desa ini lebih baik dari sebelumnya.
Sementara untuk pengalaman organisasi, Haidir pernah bergabung dengan Ketua UED-SP, Ketua Karang Taruna selaku kades termasuk sebagai ketua partai. Sekarang Haidir kembali terdaftar sebagai caleg pada Pemilu 2014 dari partai Gerindra Nomor Urut 8. Ia masih berharap untuk dapat melanjutkan tugasnya sebagai anggota dewan, namun juga sudah siap jika masyarakat punya pilihan lain.
‘’Hidup akan berarti jika berguna bagi orang lain, maka kita tidak bisa lepas dari bantuan orang lain untuk bisa maju,’’ itulah ungkapan singkat dari Haidir.(jar)


Antonius Dalle, SP
Dikenal Tegas dan Ramah Kepada Siapa Saja
DIKENAL tegas dan ramah dengan siapa saja, itulah gambaran dari sosok dewan awak kali ini. Ia adalah Antonius Dalle, SP, suami dari, Eva Kasmi Wilis salah seorang bidan di Kecamatan Air Rami. Politisi Golkar ini lahir di Makasar Sulawesi Selatan (Sumsel) 14 Juni 1977, sekarang berdomisili di Desa Arga Jaya Kecamatan Air Rami. Antonius Dale juga pernah berdomisili di Medan dan sempat kuliah hingga  mendapat gelar D2 di LPP Medan. Selanjutnya 2012 ia mendapat gelar S1 di Fakultas Pertanian jurusan Agronomi di Unihas Bengkulu.
Soal pengalaman, Antonius Dalle tentu tidak perlu diragukan lagi. Ia termasuk wiraswasta yang dukses  dan juga pernah menjadi kariawan PT. Tolan Tiga yang merupakan induk dari perusahaan perkebunan terbesar Kabupaten Mukomuko, PT. Agromuko. Antonius Dale termasuk kariawan swasta yang sukses sebelum memilih terjun ke dunia politik.
Juga dalam beroganisasi, bapak dari 4 orang anak ini, banyak bergabung dalam berbagai gerakan kepemudaan. Seperti pernah menjabat sebagai pembina pemuda kaum tamandirajo Ipuh, bergabung dalam organisasi Ikatan Staf Indonesia, Ketua Pekerja Air Buluh Estate. Juga bergabung dalam organisasi lainnya.
‘’Zyang paling penting pergaulan dengan sesama, karena kita tidak bisa berbuat tanpa dibantu orang lain. Saya bersukur sejauh ini masih diberi kepercayaan. Saya akan terus berusaha melakukan yang terbaik,’’ ungkap Dalle.
Dalam dunia politik, Antonius setia dengan Golkar, ia mulai aktif bergabung pada tahun 2006. Pada 2009 maju sebagai caleg dan berkat kiprahnya selama ini, ia langsung mendapat dukungan dari masyarakat dan duduk di DPRD Mukomuko periode 2009-2014. Sekarang dalam parpol, ia menjabat sebagai sekretaris DPD 2 Golkar Kabupaten Mukomuko. Satu periode dirasanya belum bisa menjawab semua aspirasi masyarakat. Maka sekarang Antonius Dalle kembali maju sebagai caleg di partai Golkar Dapil III nomor urut 1. Di DPRD Mukomuko sendiri, Antonius Dalle sebagai anggota Banleg, sekretaris Komisi II dan sebagai anggota Komisi III.
‘’Saya berusaha melakukan yang terbaik sebagai wakil rakyat, memperjuangkan anggaran yang pro rakyat. Kita maju lagi sebagai anggota dewan karena merasa masih perlu memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ tutup Dalle.(jar)

Purwanto
Religius dan Bermasyarakat
DIKENAL religius dan berbicara seperlunya juga santun kepada semua orang, itulah sosok dewan kita kali ini. Ia adalah Purwanto, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan I Kabupaten Mukomuko. Lahir di semarang 23 Juni 1968 dan sekarang berdomisili di Desa Tirta Makmur Kecamatan Air Manjuto. Ia adalah sosok yang taat beragama dan juga disiplin dalam menjalankan tugas sebagai seorang wakil rakyat di DPRD Mukomuko.
Bersama istri tercinta, Mustika Wati, Purwanto sudah dikaruniai dua orang anak masing-masing, anak pertama Fitria Mar’atul Hasanah, anak kedua Nurul Ulfa Fauziah dan anak terakhirnya bernama Zahra Rahma Dewanti. Purwanto merupakan sosok panutuan bagi keluarganya dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Selain itu sosoknya juga cukup disegani oleh masyarakat termasuk di DPRD Mukomuko sendiri.
Di DPRD MUkomuko, Purwanto berada di Komisi III dan ia juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi Karya Keadilan dan sebagai wakil ketua badan kehormatan (BK) DPRD MUkomuko. Sebagai seorang dewan Purwanto cukup menguasai daerah pemilihannya, hingga banyak sekali catatan usulan pembangunan yang ia laporkan pada saat rapat pembahasan anggaran. Semuanya lantaran Purwanto termasuk wakil rakyat yang  rajin turun ke masyarakat.
‘’Kita gak perlu hanya berangan-angan saja, tapi harus kita buktikan dengan usaha sekuat tenaga dan taklupa berdo'a disetiap waktu,’’ ungkap Purwanto.
Purwanto terjun kedunia politik sejak 1999 dan bergabung dengan PKS diawali sebagai ketua Ranting kemudian ketua DPC dan sekarang menjabat sebagai sekretaris DPC terhitung sejak 2009 lalu. Sekarang Purwanto kembali terdaftar sebagai caleg PKS Dapil I nomor urut 2. Ia kembali maju sebagai calon anggota dewan karena ingin terus mengabdi untuk daerah dan masyarakat, juga ia merasa masih banyak yang harus ia perjuangkan.
Dalam masyarakat Purwanto cukup dikenal oleh hampir semua kalangan, semuanya lantaran ia aktif bermasyarakat sejak awal. Pernah menjadi ketua Risma selanjutnya ketua karang taruna dan juga sebagai sekretaris badan kerja sama antar desa (PMPN Mandiri) Kecamatan Lubuk Pinang. Ia juga sukses sebagai seorang wiraswasta serta sebagai seorang petani sebagaimana masyarakat lainnya.
‘’Kita hidup dalam masyarakat, ya semua tentu sudah kita lakukan bersama dengan warga. Saya berusaha melakukan yang terbaik sesuai dengan fungsi dan kemampuan saya sebagai warga dan wakil dari masyarakat,’’ tutup Purwanto.(jar)

Indra Jaya, S.IP
Tegas dan Merakyat
SOSOK Dewan satu ini termasuk seorang wiraswasta sukses di Daerah Pemilihan (Dapil-3), namanya sudah dikenal oleh masyarakat dan berbagai kalangan jauh sebelum menjadi anggota DPRD Mukomuko, yaitu sebagai seorang kontraktor senior dan pembisnis. Berbagai bangunan yang dipercayakan kepadanya sukses diselesaikan dengan baik. Ia adalah Indra Jaya, SIP asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia merupakan sosok pribumi tulen, sekarang bedomisili di Desa Pulai Payung yang merupakan desa pemekaran dari Medan Jaya Kecamatan Ipuh dan dilahirkan juga di Ipuh pada 04 Juli 1962. Sekolah mulai dari SD di Ipuh, SMP dan SMA juga tidak jauh-jauh. Indra menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fisipol Unihas Arga Makmur.
Di dalam keluarga Indra menjadi sosok panutan dan juga merupakan bapak yang menjadi contoh bagi keluarga lainnya. Buktinya selain memiliki perekonomian yang termasuk mapan untuk perbandingan warga Kabupaten Mukomuko pada umumnya, anak-anaknya bersama dengan sang istri, Emi Karwati juga cukup mengaspirasi generasi lain.
Anak pertamanya Reza Ade Satria sekarang tengah menyelesaikan S1 di UNP Sumatra Barat (Sumbar) anak keduanya Ratu Desti Wulandari sekarang belajar di Amerika Serikat yang dikenal dengan Negeri Paman Sam. Berkat prestasinya, ia terpilih mewakil sekolah tingkat SLTA Sumbar untuk pertukaran pelajar luar negeri.  Anak ketiganya Regina Bella Febrian dan sibungsu Rofron Rizki Alhadi juga masih bergelut dengan dunia pendidikan.
Anggota Komisi III yang sekarang tercatat sebagai caleg nomor urut 1 Partai PDI Perjuangan Dapil III Mukomuko ini juga dikenal sebagai ketua Gapensi Kabupaten Mukomuko. Dalam parpol ia mulai aktif pada 1999 dan merupakan kader setia PDI Perjuangan Mukomuko. Dari 1999 ia hanya sekedar membesarkan parpol saja, baru terjun sebagai caleg pada pemilu 2009 dan langsung terpilih. semuanya tak lepas dari apa yang sudah diperbuatnya di masyarakat sebelumnya. Pertama Indra menjabat sebagai ketua PAC PDIP Ipuh, selanjutnya wakil ketua DPC dan sekarang sebagai bendahara DPC Kabupaten Mukomuko.
Di DPRD Mukomuko, Indra juga bukan sekedar anggota biasa, ia adalah sekretaris Fraksi PDI Perjuangan dan juga anggota badan legislasi (Banleg) Mukomuko. Indra bersama nggota banleg lainnya, merupakan wakil rakyat yang cukup menentukan. Sebab ditangan mereka apa agenda dewan ditentukan. Indra dikenal kritis, tidak sedikit pengajuan raperda oleh eksekutif dicoretnya bersama anggota banleg lain. Sebab dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Ditemui anak ke 2 dari 4 bersaudara ini mengatakan, ia memutuskan mengurangi aktivitas lain demi terjun ke dunia politik. Tujuannya lain tidak bukan ingin menjadi bagian dari perjuang kepentingan daerah dan masyarakat itu sendiri. Maka dalam rapat dewan, ia dikenal dengan sosok yang tegas, kalau menurutnya tidak berpihak kepada masyarakat akan ditolaknya.
‘’Saya punya moto, tegas dan merakyat. Kalau sudah urusan kepentingan masyarakat saya tidak mau ulur-ulur waktu dan berbelit-belit. Kalau tidak saya tidak akan menerimanya,’’ ungkap sosok yang juga mengidolakan politisi PDIP yang sekarang menjabat Gubernur Jakarta, Jokowi ini.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...