Monday, 12 August 2013

Lebaran ASIK 1343 H



Banjir Rendam 46 Rumah & 2 Ha Kebun
IPUH – Lebaran Idul Fitri tahun ini mesti dilalui dengan rasa duka cita bagi puluhan warga di Kecamatan Ipuh. Bagaimana tidak? Bertepatan dengan perayaan lebaran pada Kamis (8/8) lalu, banjir melanda tiga desa masing-masing Desa Dusun Pulau, Retak Ilir dan Air Buluh. Pemkab Mukomuko melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) mencatat sebanyak 46 rumah tergenang banjir yang berasal dari luapan air sungai berbeda. Selain rumah, perkebunan warga seluas kurang lebih 2 hektare (Ha) tak luput dari banjir.
Dinsos sendiri bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir sesaat setelah mendapat laporan. Sebagaimana disampaikan Kadinsosnakertrans, HM Badri Rusli, SH, bantuan diberikan kepada 28 Kepala Keluarga (KK) yang masuk kategori terkena banjir parah. Sedangkan sisanya masuk kategori sedang dan ringan. Bantuan yang diberikan berupa sembako, selimut dan matras serta sejumlah peralatan masak.
‘’Ya kami sudah melakukan pendataan korban banjir. Jumlah total rumah yang terendam sebanyak 48 unit. Yang kita bantu terlebih dahulu sebanyak 28 karena memang lumayan parah akibat terendam air. Dan sisanya juga akan kami berikan bantuan segera. Selain sembako, kita berikan bantuan selimut, matras untuk alas tidur serta kebutuhan lainnya,’’ ungkap Badri.
Sementara, Sekretaris BPBD, Sutarso, S.Pd mengatakan, untuk mengantisipasi banjir susulan pihaknya telah mengimbau warga untuk waspada khususnya bagi para korban banjir. Hal itu dapat dilihat dari perubahan cuaca dan hujan yang terjadi secara terus menerus. Selain itu, ia mengakui bahwa bantuan sudah diserahkan langsung kepada korban banjir.
‘’Memang benar, begitu kejadian banjir kita juga langsung menurunkan anggota ke TKP. Bantuan kita berikan dan imbauan juga kita sampaikan, sehingga warga bisa mengambil langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi banjir susulan. Kita juga sudah menurunkan anggota untuk melakukan pemantauan ke lapangan, sehingga saat hujan kembali turun, warga diinstruksikan untuk mengevakuasi seluruh barang-barang berharganya,’’ terang Sutarso.
Kali pertama air menggenangi pemukiman warga di Retak Ilir. Dari keterangan warga setempat, air mulai naik sekitar pukul 06.31 WIB atau sebelum dilaksanakannya Salat Ied. Salah satu rumah warga yang terendam adalah rumah Muslim.
Sebagian besar harta miliknya hanyut, termasuk kue lebaran. Di lokasi yang sama, 1 Ha kebun cabai dan 1 Ha kebun kacang milik Surohim rusak total. Di Desa Pulau Baru, banjir yang bersumber dari meluapnya Sungai Muwar merendam 6 rumah hingga ketinggian sekitar 1 meter. Adapun rumah warga yang terendam milik Basri, Tugiman, Rudi Hartono, H. Rahmat, Nana Najamudin dan rumah Elis Watika.
Selanjutnya banjir yang terjadi menjelang siang berasal dari aliran Air Buluh meluap mengakibatkan belasan rumah terendam hingga batas lutut orang dewasa. Anak-anak sempat diungsikan termasuk salah satu yang terparah di rumah Sekretaris Desa Air Buluh.
‘’Banjir akibat meluapnya air sungai, kemungkinan terjadi hujan lebat dibagian hulu, sebab saat banjir hari sudah tidak hujan lagi,’’ kata Kades Air Buluh, Ali Takdir.
Salah seorang tokoh masyarakat Retak Ilir, Ujang alias Zulfikar, juga membenarkan banjir yang terjadi di desa ini. kejadian tersebut sempat mengejutkan warga hingga mereka ramai-ramai mendatangi lokasi banjir, termasuk memberi bantuan kepada korban.(jar/ray)

Nambuh Libur, PNS Disanksi
METRO – Tak terasa, masa libur panjang menyambut lebaran Idul Fitri dan cuti bersama bagi kalangan PNS tak terkecuali PNS di lingkungan Pemkab Mukomuko telah berakhir. Sesuai jadwal semula, hari ini mereka diharuskan kembali ngantor di instansinya masing-masing.
Sebagai bentuk pengawasan terhadap para PNS yang indisipliner, Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM memastikan menggelar inspeksi mendadak (Sidak). Disampaikan Bup kepada Radar Mukomuko (RM), seluruh absensi PNS akan diperiksa untuk mengetahui tingkat kedisiplinannya.
Sungguh keterlaluan jika terdapat PNS yang mangkir, terlebih statusnya di absensi Tanpa Keterangan (TK). Sebab menurut Bup waktu libur yang diberikan pemerintah sudah lebih dari cukup. Mulai dari Sabtu (3/8) hingga Minggu (11/8). 
‘’Dari situ akan kelihatan, mana PNS yang nambah libur. Bagi yang tidak masuk akan dicatat dan akan diproses sesuai tingkat pelanggaran. Sanksi yang akan diberikan mengacu pada peraturan kepegawaian,’’ tegas Bup.
Sekdakab Mukomuko, Syafkani, SP menambahkan bahwa Pemkab Mukomuko tidak tinggal diam jika terbukti ada PNS yang nambuh libur. Semuanya akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran dan alasan nambuh liburnya.   
‘’Kita tidak akan membiarkan pegawai khususnya PNS yang nambuh libur. Semuanya akan kita berikan sanksi. Dan sidak akan kami gelar pada hari pertama kerja. Kita akan cek seluruh absensi dan merekap pegawai yang nambuh libur. Hasilnya akan kita bahas dan laporannya diserahkan langsung ke bupati. Sanksi akan diberikan berdasarkan kebijakan bupati. Harapan kita sanksi nanti dapat meningkatkan kinerja serta menimbulkan efek jera,’’ ungkap Syafkani.
Sementara Kepala Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, Drs.H Ruslan, M.Pd turut menyampaikan bahwa saat ini tingkat kedisiplinan pegawai khususnya PNS dalam bekerja mengalami penurunan.
‘’Sekarang ini banyak oknum PNS yang indisipliner, dan sanksi tegas sudah menunggu. Untuk PNS yang nambuh libur pasca lebaran kita akan cek absensinya pada saat sidak nanti. Dari situ kita bakal tahu PNS yang nambuh libur. Tentunya akan segera ditindaklanjuti dan sanksi akan diberikan tanpa adanya toleransi lagi,’’ demikian Ruslan.(cw5/ray)


Reses Itu Sangat Perlu!
METRO – Jika sebelumnya pernyataan akan pentingnya digelar reses bagi anggota dewan datang dari wakil ketua DPRD Kabupaten Mukomuko, I Wayan Adnyana dan Ketua Badan Kehormatan (BK), Sardiman, kali ini Ketua DPRD, Drs. Arnadi Pelam yang mengungkapkan pendapat senada. Disampaikan Arnadi bahwa dirinya menyayangkan hingga di penghujung masa jabatan anggota dewan hanya beberapa kali mengikuti reses.
Itu lantaran dari pihak sekretariat tidak ada mengagendakannya dengan berbagai pertimbangan. Di lain sisi, saban tahun dana reses selalu dianggarkan.
‘’Kita dan seluruh anggota dewan pada dasarnya berharap agar reses itu diagendakan dan dijalankan. Ya meski kita bertempat tinggal di wilayah dapil kita, tetapi tetap saja  reses itu agenda wajib dan kami anggap sangat perlu. Melalui reses kami dapat menampung aspirasi masyarakat secara formal,’’ ungkap Arnadi.
Permasalahan tidak dilaksanakannya reses oleh dewan kabupaten sampai juga ke telinga anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. Inzani Muhammad. Inzani tidak sepakat jika ada yang beranggapan reses tidak perlu diagendakan dan dilaksanakan.
‘’Anggota dewan berkewajiban menampung seluruh aspirasi masyarakat. Karena itu tidak ada yang bisa bilang reses itu tidak perlu. Kami sangat menyayangkan, apalagi dananya setiap tahun sudah dianggarkan. Jangan sampai anggota dewan lupa dengan masyarakat yang telah mendudukkannya di kursi dewan. Itu harus ditindaklanjuti sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,’’ ungkap Inzani.(ray)

Salat Ied di Rumdin Batal, Open House Tetap 
METRO – Manusia hanya bisa berkehendak, namun Allah SWT jualah yang menentukan. Rencana semula dari jauh hari dilangsungkan Salat Ied di rumah dinas (rumdin) Bupati Mukomuko harus dibatalkan lantaran cuaca pada pagi itu tidak mendukung.
Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM dan rombongan pun pindah menunaikan salat di mesjid. Kondisi cuaca yang tidak bersahabat juga berdampak pada pelaksanaan ibadah di mesjid yang tidak kondusif dan khusyuk. Ditambah lagi sempat padamnya listrik. 
Kendati agenda salat ied batal tapi open house tetap dilangsungkan. Dari pantauan Radar Mukomuko (RM) selain para pejabat secara bergantian menemui Bup dan istri, Hj Rosna Ichwan untuk bermaaf-maafan, juga terdapat masyarakat umum.
Ditanyakan makna idul fitri tahun ini, Bup menyampaikan bahwa idul fitri adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa di bulan ramadhan.
‘’Melalui momentum ini kita dapat saling bermaafan, dan makin memperkokoh  tali silaturahmi. Semoga saja makna lebaran ini dapat memotivasi masyarakat untuk bersama-sama pemerintah dan elemen lain memajukan daerah yang kita cintai,’’ harap Bup disela kesibukannya meladeni tamu undangan yang datang. 
Terkait penyebab padamnya listrik, pihak PT. PLN (Persero) hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonformasi. Beberapa kali sempat dihubungi ke nomor handphone pimpinan PLN, tidak mendapat jawaban.(cw2) 

Suguhi Hiburan, Pantai Dipadati Pengunjung
METRO – Terhitung pada lebaran Idul Fitri kedua, hampir di setiap kawasan wisata pantai di Kabupaten Mukomuko dipadati oleh masyarakat yang berlibur dalam rangka merayakan lebaran. Jika di Pantai Padang Panaek artis kondang asal Kota Padang, Liza Tania menghibur pengunjung lewat suara merdu disertai goyangannya, di Pantai Pandan Wangi, Pulau Cinto, Pantai Indah Air Buluh, Pantai Air Rami dan Pantai Wisata Batu Kumbang hanya dihibur oleh para biduan yang beraksi sedikit erotis. Warga yang sudah membeli karcis dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu sedikit kecewa. Sebab harapan mereka dapat menyaksikan artis top dari Jakarta. Belum lagi akibat dari hujan jalan menuju lokasi.
Salah seorang pengunjung, Ramad asal Air Rami tak menampik kekecewaannya  karena semula ia berharap bisa menyaksikan artis tenar yang kerap muncul  di tv namun malah hanya menyaksikan biduan yang tidak dikenal sama sekali. ‘’Terlau mahal kalau hanya biduan, biasanya saat lebaran ini yang ditampilkan artis dari Jakarta. Kita hari biasa mana pernah keluar ke pantai, sibuk kerja saja,’’ ungkap Ramad.
Juga pengunjung lain, Ratna menilai satu-satunya yang menampilkan artis sedikit ternama hanya di Pantai Pijar saja, dimana mereka menurunkan Liza Tania. Untuk kawasan wisata lain acaranya biasa-biasa saja. Meskipun warga tetap ramai, menurutnya hanya lantaran ingin berlibur bersama keluarga bukan dengan tujuan menyaksikan artis.
‘’Kami hanya ingin berlibur saja, kalau soal artis tidak masalah. Namun yang saya tahu hanya di sini saja (Pantai Pijar red) ada artinya, ditempat lain hanya bidian biasa saja,’’ kata Ratna.
Salah seorang pelaksana acara, BM Hafrizal mengaku bangga bisa mendatangkan Liza Tania untuk menghibur warga Mukomuko. acara ini terselenggara atas kerjasama banyak pihak terkhusus dukungan dari pihak keamanan dan warga sekitar. Ia berharap kedepannya terus bisa melakukan kegiatan hiburan guna menjawab kebutuhan masyarakat.
‘’Kita mengadakan acara semata untuk menghibur, kami sudah menyesuaikan semuanya dengan pelayanan dan kenyamanan bagi pengunjung yang sedang berbahagia saat hari raya ini,’’ terang BM.(jar) 

Angkut 9 Penumpang, Avanza Masuk Jurang
AIR DIKIT – Laka tunggal menimpa sebuah mobil merek Toyota Avanza nopol BD 1685 KA warna hitam. Mobil yang dikemudikan Nasiun (29) warga Desa Pondok Baru, Kecamatan Selagan Raya itu keluar jalur hingga terjun ke jurang setinggi kurang lebih 10 meter saat melintas di ruas jalan Sungai Geting, Desa Sari Bulan, Kecamatan Air Dikit pagi sekitar pukul 09.41 WIB kemarin. Sebelum akhirnya mendarat dengan posisi terbalik, mobil sempat beberapa kali jungkir balik.
Mobil berhasil dievakuasi berkat pertolongan warga dibantu tokoh masyarakat setempat, HM Maril dan pihak kepolisian dalam hal ini Satlantas Polres Mukomuko. Kendati mobil mengalami kerusakan serius namun sopir dan penumpang yang berjumlah 9 orang tidak mengalami luka berarti.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd ketika dikonfirmasikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menerangkan bahwa kejadian tersebut adalah laka tunggal, karena tidak ada lawan.
‘’Setelah kita cek di TKP dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ini murni masuk ke ranah laka tunggal. Tidak terdapat korban jiwa namun mobil mengalami kerusakan di bagian bodi dan kaca depan,’’ terang kasat.
Menurut informasi dari saksi mata, mobil awalnya melaju dari arah Penarik menuju Dusun Baru. Sebelum kejadian, diperkirakan sopir berusaha mengelak mobil lain dari arah berlawanan. Nasiun ketika diminta keterangannya menyebutkan, ia terpaksa banting stir ke arah kiri jalan karena mengelak mobil dari berlawanan arah yang melaju dengan kecepatan tinggi dan diduga melewati garis putih pada badan jalan di kawasan itu.
‘’Mobil kita saat itu santai saja, sekitar kecepatan 40 sampai 50 Km/jam  saja. Karena terdesak takut tabrakan dengan lawan dari arah depan, kita terpaksa banting stir ke kiri,’’ ungkap Nasiun yang mengaku sebagai salah seorang guru di SMAN 13 Sungai Ipuh itu.
Nasiun menambahkan, di dalam mobil terdiri dari 9 orang, 5 diantaranya masih berusia anak-anak.
‘’Kita 9 orang di dalam mobil, saya dan istri saya ditambah dengan kakak saya beserta suaminya, kemudian juga 5 orang anak-anak kami yang masih kecil, kami ingin ke Desa Dusun Baru untuk silaturahmi dengan sanak family. Untung saja kejadian ini tidak ada korban jiwa dan luka-luka, kalau masalah kendaraan tidak jadi persoalan dan bisa dibawa ke bengkel untuk diperbaiki,’’ imbuh Nasiun.
Menurut saksi mata, Yatno, pemilik bengkel motor di kawasan tersebut dia memperkirakan bahwa sopir mobil terdesak dan terpaksa mengelak karena ada sebuah mobil dari berlawanan arah ketika itu melaju kencang dan ditengarai memakan badan jalan.
‘’Kita melihat langsung kejadian itu. Saat mobil jungkir balik dan terjun ke dalam jurang terdengar suara teriakan dari dalam mobil,’’ jelas Yatno.


H+2 Lebaran, 3 Lakalantas
PADA H+2 lebaran Idul Fitri lalu atau Jumat (9/8) terjadi tiga peristiwa lakalantas di TKP dan waktu berbeda. Kali pertama pada pagi, sekitar pukul 08.32 WIB di simpang Air Hitam, Kecamatan Pondok Suguh. Dua unit mobil terlibat tabrakan hingga mengalami kerusakan serius pada bodi depan. 
Sopir mobil Toyota Innova bernopol BD 16xx AV, Ucok menuturkan akibat tabrakan tersebut kendaraan yang baru dua minggu ia beli mengalami kerusakan parah. Ucok sendiri dalam perjalanan pulang dari mudik lebaran  di Medan menuju tempat tinggalnya di Kota Bengkulu. Dalam mobil tersebut terdapat enam orang anggota keluarganya.
Laka kedua terjadi pada pukul 12.15 WIB di ruas jalinbar Kecamatan Ipuh. Seorang ABG asal Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya, Awal (16) mengalami patah kedua kaki usai beradu dengan mobil Mitsubshi Kuda yang berplat merah. Korban sempat dirawat di Puskesmas Perawatan Ipuh untuk selanjutnya dibawa pulang oleh pihak keluarga.
Laka berikutnya di ruas jalinbar Desa Marga Mulya Sakti, Kecamatan Penarik. Motor merek Suzuki Satria FU yang dikendarai Jefri (14) warga Desa Lubuk Mukti diduga beradu kambing dengan Honda Revo dikendarai Dodi (14), warga Desa Sido Mulyo. Kejadiannya sekitar pukul 21.01 WIB. Jefri mengalami patah kanan juga lawannya Dodi juga patah tangan kanan. Sementara penumpang salah satu motor atas nama Budi Mulyono (16) mengalami luka ringan (luring) di bagian kaki kanannya.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd menyebutkan, 1 unit Barang Bukti (BB) sudah diamankan di markas satlantas, sementara 1 unit lagi masih dalam pencarian. Sesaat usai kejadian pihak keluarga korban langsung membawa motor tersebut dan hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya.
‘’Kejadian lakalantas di Desa Marga Mulya Sakti masih dalam proses penanganan. 1 BB kita sudah amankan dan 1 lagi masih dalam pencarian,’’  ungkap Sukamso kepada Radar Mukomuko (RM).(jar/cw1)



POLITIK LEBARAN


Daftar Caleg Masih Kusut
POLITIK RM – Sekitar 10 hari lagi, Daftar Calon Tetap (DCT) segera ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun diketahui sampai karan kini Daftar Calon Sementara (DCS) beberapa partai politik (Parpol) masih kusut. Permasalahannya susunan caleg tidak sesuai aturan undang-undang, para caleg yang mengundurkan diri hingga ada dugaan caleg berstatus Honda belum menyerahkan surat pengunduran diri.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag, muali hari ini KPU akan menyusun ulang semua berkas yang ada dan menyesuaikannya. Sebab ada calon yang mundur juga caleg yang dilaporkan berstatus Honda oleh masyarakat. Tujuannya agar DCT yang tersusun nanti benar-benar sudah sesuai. Sebab bila DCT ditetapkan, tidak ada lagi peluang pergantian calon maupun perubahan lain.
‘’Ada beberapa partai susunan calegnya tidak sesuai aturan, juga ada dilaporkan calon yang masih berstatus Honda. Teramsuk kita masih memastikan caleg yang menyatakan mundur. Jangan sampai usai DCT masih ada yang tidak sesuai, akan berdampak pada parpol itu sendiri,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, soal pergantian, berkas caleg baru sudah diverifikasi. Namun untuk calon yang memenuhi syarat (MS) pada saat DCS tidak lagi dapat digantikan dengan calon lain. Bagi caleg yang mundur juga tidak bisa diganti, hanya dapat disesuaikan nomor urut calon saja. Ia berencana mengundang beberapa pengurus partai yang bermasalah tersebut untuk disesuaikan dengan undang-undang.
‘’Kami akan undang pengurus parpol yang bermasalah untuk dilakukan penyesuaian daftar calon sebelum DCT ditetapkan. Harapan kita semua bisa memahaminya demi suksesnya pemilu mendatang,’’ demikian Dawud.(jar)


Hari ini, Silaturahmi SPN Dihelat
POLITIK RM – Sebagaimana yang sudah dijadwalkan sebelumnya, hari ini berlangsung silaturahmi keluarga besar SPN di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko. Acara yang dipelopori oleh keluarga dan tim Sapuan, AK, SE, MM semasa mencalon bupati ini bakal berlangsung meriah. Sebab undangan sudah disebarkan oleh pihak panitia ke berbagai pelosok. Para undangan akan disuguhi berbagai menu dengan menu utamanya gulai kerbau. Apakah kegiatan ini ada hubungannya dengan rencana Sapuan untuk kembali maju pada pemilu 2015 nanti?
Sapuan dengan tegas menyatakan, jika kegiatan ini adalah dalam rangka silaturahmi antar keluarga dan rekan seperjuangannya. Sebab selama ini mereka jarang bisa bersama seperti sekarang. Masing-masing disibukkan dengan berbagai kegiatan di luar daerah. Selain itu kegiatan seperti ini bukan pertama kali ia lakukan bersama-sama, melainkan sudah rutin setiap tahunnya, terutama saat hari besar.
‘’Kegiatan silaturrahmi saja, sebab kita sekali-kali bisa bersama-sama. Saya kebetulan sedang ada di kampung bisa hadir, juga kawan-kawan yang lain. Yang lebih penting saat hari besar seperti sekarang merupakan kesempatang yang baik,’’ kata Sapuan.
Terus apakah Sapuan akan maju pada bursa pemilihan bupati 2015? Dengan sedikit tersenyum, putra kelahiran Teramang Jaya ini mengaku, belum berpikir serius untuk arah ke sana. Ia perlu melihat kesiapan dari rekan-rekannya dan juga mempelajari aturan yang akan berlaku pada saat itu. Yang jelas ia berharap semua masyarakat bisa mengantar pemerintahan sekarang ke akhir periodenya.
‘’Kita masih melihat dulu hasil survey dan dukungan dari masyarakat, untuk saat ini mari bersama-sama kita dukungan pemerintahan yang sedang berjalan demi kemajuan bersama,’’ ungkap Sapuan.
Lebihjauh pengusaha muda ini mengungkapkan, pada dasarnya untuk membangun dan memperhatikan masyarakat tidak harus mencalon bupati. Ia dari awal sudah bertindak seperti biasanya kepada masyarakat Mukomuko. Maka tidak ada hubungannya, kala ia menyerahkan kalender dan memasang spanduk dengan pencalonan dirinya. Selagi ia mampu dan ada kesempatan, ia akan terus berusaha berbagai dan saling sapa dengan masyarakat di Mukomuko.
‘’Saya inginnya terus bisa bersama masyarakat, namun tuntutan pekerjaan membuat kita harus tidak bersama setiap saat,’’ demikian Sapuan.(jar)


Caleg Manfaatkan Momen Lebaran
POLITIK RM – Para calon anggota legislatif (Caleg) dari berbagai partai politik termasuk calon DPD semakin gencar terbar pesona dengan cara menampilkan gambar dirinya di berbagai tempat. Media yang mereka gunakan mulai dari stiker, bagi-bagi kartu nama hingga pemasangan spanduk di setiap bengkolan agar terlihat oleh masyarakat. Paling banyak adalah memanfaatkan momen idul fitri dengan memasang ucapan selamat sepanjang jalan disertai poto dan parpolnya.
Sejauh mana pengaruhnya terhadap calon? Salah seorang warga, Madi mengatakan pada dasarnya untuk mempengaruhi pemilih saat mencoblos tidak terlalu signifikan. Sebab masyarakat sudah punya pilihan sendiri, yaitu orang-orang terdekatnya. Namun demikian juga bagus setidaknya untuk memperkenal seorang calon wakil kepada rakyatnya. Sebab siapa yang akan duduk sejauh ini belum diketahui.
‘’Kalau untuk kempanye pengaruhnya tidak banyak, sebab pada dasarnya setiap calon sudah ada pemilihnya. Warga yang tidak mengenalnya tetap tidak akan memilih yang bersangkutan. Tetap tetap bagus biar rame dan setidaknya kita tahu calon-calon yang akan mewakili kita,’’ ungkap Madi.
Salah seorang caleg, Nurul Huda menanggapi hal ini mengaku adalah hal yang biasa dan sudah menjadi tradisi bagi seorang calon baik itu dewan hingga presiden bahkan kades untuk menyampaikan pesan melalui stiker ataupun spanduk. Soal siapa yang akan memilih bukan masalah. Setidaknya tujuannya untuk memberitahu masyarakat jika seseorang mencalon. Untuk menyampaikan langsung dari rumah ke rumah tentu tidak mungkin dilakukan, maka cara tersebut efektif.
‘’Harus dilakukan, soal siapa yang akan memilih itu nanti. Setidaknya kita memberi tahu jika kita mencalonkan diri, sebab untuk menyampaikan langsung tidak mungkin dilakukan,’’ demikian Nurul.(jar)


Ribuan Warga Hadiri Silaturahmi SPN
Sapuan dan Boedi Santoso Santuni Anak Yatim
POLITIK RM – Hampir seribu warga yang terdiri dari kepala kaum, pegawai syarak, pegawai adat, ninik mamak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, eks pejabat dan orang tua dalam desa serta undangan lainnya hadiri acara silaturahmi keluarga besar SPN. Hingga tempat yang disiapkan oleh panitia yang dikoordinatori oleh Khairum seakan tidam mampu menampung undangan yang hadir. Juga lokasi parkiran penuh sesak oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Para undangan yang hadir menikmati jamuan makan dengan menu gulai kerbau dan kambing yang disediakan pihak panitia. Sementara para perangakat adat, ninik mamak, kepala kaum dan orang syarak menggelar prosesi adat dan keagamaan di ruangan rumah. Ratusan bahkan ribuan undangan lain tampak bercengkrama akrab di tempat yang disediakan panitia hingga dibawah-bawah kerindangan pohon sambil berteduh. Suasana kekeluargaan sebagaimana prediksi awal sangat terasa dalam kegiatan ini.
Selanjutnya Sapuan, SE, MM, AK juga sempat menyerahkan santunan kepada anak yatim. Meski pada kesempatan ini hanya beberapa orang saja anak yatim yang hadir, tetapi sebelumnya Sapuan melalui rekan-rekannya sudah membagikan bantuan kepada kurang lebih 2984 orang anak yatim dan kaum duafa. Bantuan tersebut menurut pengakuannya, bekerjasama dengan CEO TMT Group Boedi Santoso. Seorang pengusaha yang dikenal agamis dan dermawan.
‘’Alahamdulillah acara berjalan dengan lancar, saya berterimakasih kepada kewan-kawan yang sudah menyiapkan acara ini sejak awal. Juga soal bantuan kepada anak yatim dan duafa, merupakan kerjasama saya dengan seorang dermawan Boedi Santoso. Kami ingin ucapkan terimakasih kepada kawan-kawan yang sudah menyalurkannya di 11 kecamatan di Kabupaten Mukomuko,’’ kata Sapuan.
Lanjutnya, silaturahmi ini akan terus kita tingkatkan pada masa-masa mendatang di tempat yang berbeda. Tujuannya lain tidak bukan untuk menyatukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan dengan rasa yang memiliki tinggi terhadap daerah dan kepedulian sesama. Ia kembali menegaskan tidak ada unsur politis dalam acara ini, semata-mata untuk kebersamaan. Ia juga meminta seluruh masyarakat dan keluarganya memberi dukungan penuh kepada pemerintahan dibawah kepemimpinan Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM.
‘’Kita tidak ada hubungannya dengan politik, yang jelas satu pesan saya dukung pemerintahan sekarang sampai tuntas demi kemajuan bersama,’’ tegas pengusaha muda asal Mukomuko ini.
Salah seorang tokoh masyarakat, Amir mengaku bangga bisa hadir dalam silaturahmi SPN ini. harapannya kegiatan tersebut terus berlangsung hingga kedepannya. Juga ia mengaku bangga ada dermawan seperti Sapuan dan Doedi Santoso, yang bisa membantu orang-orang yang membutuhkan di daerah ini.
‘’Kami bangga bisa bisa hadir dalam acara seperti ini, juga atas nama masyarakat kami mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada anak yatim dan kaum duafa di daerah ini,’’ tutup Amir.(jar)


Caleg Sudah Melanggar Aturan
Panwaslu : Sudah Kita Tegur
POLITIK RM – Para Calon anggota legislatif (Caleg) dinilai sudah melanggar aturan pemilu terkhusus menyangkut kampanye. Pasalnya banyak caleg yang memasang baliho difasilitas pemerintah, seperti jembatan dan lokasi lain termasuk di tempat ibadah. Selain itu pemasangan poto disertai logo parpol juga merupakan pelanggaran yang dapat menyebabkan  caleg dijatuhi sangsi. Apalagi beberapa caleg dikabarkan sudah memuatkan kata ajakan untuk memilih.
Disampaikan oleh salah seorang anggota panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH ia sudah memberi teguran dengan cara baik-baik kepada masing-masing caleg yang memasang spanduk dan baliho, terutama mereka yang sudah melewati batas aturan yang berlaku. Untuk Dapil III, sejak ia beri teguran, sekarang sebagian besar sudah dibuka dan dibenahi. Namun ia masih melihat beberapa peraga disepanjang jalan di Kabupaten Mukomuko.
‘’Aturannya jelas jangan mamasang spanduk di fasilitas pemerintah dan juga sekarang belum saatnya kampanye terbuka, hanya boleh sosialisasi saja. Kami masih melihat banyak ditemukan sepanjang jalan dan jembatan spanduk parpol dan caleg dan ini harus segera dibuka,’’ kata Padlul.
Lanjutnya, jika imbauan dan pemberitahuan dari mereka tidak digubris oleh caleg maupun parpol, maka pihaknya akan memberi teguran secara langsung. Jika tidak juga diindahkan, maka sangsi akan diberlakukan. Terberatnya calon bisa dibatalkan dari pencalonannya secara sepihak, sebab dianggap tidak patuh aturan yang berlaku.
‘’Kita untuk tahap awal, hanya sebatas memberi tahukan saja, bahwa itu tidak dibenarkan, kalau tidak diindahkan ada teguran, selanjutnya tentu berlaku sangsi. Mudahan saha semua bisa memahami aturan pemilu yang kita gunakan,’’ ungkap Padlul.
Lebih jauh, Padlul memaparkan boleh melakukan sosialisasi, namun jangan bergandengan dengan parpol dan tidak menggunakan kata-kata ajakan untuk memilih. Termasuk melalui media massa, bisa dilakukan dalam bentuk lain tanpa ada unsur kampanye. Tujuannya lain tidak bukan untuk kebaikan bagi semua pihak dan juga kenyamanan masyarakat dalam menyambut pemilu.
‘’Kita sama-sama menjaga dan menghormati aturan yang berlaku ini, tujuannya untuk kebaikan bersama juga,’’ demikian Padlul.(jar)

Berkas 8 Caleg Pengganti Usai Diverifikasi
POLITIK RM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko selesai memverifikasi berkas 8 orang caleg pengganti, calon yang tidak melengkapi syarat. Masing-masing 3 orang caleg PKS, 3 orang caleg PAN, 1 orang caleg Golkar dan 1 orang caleg PDI Perjuangan. Untuk tahap selanjutnya KPU akan menyusun kembali daftar calon untuk ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap (DCT).
Salah seorang anggota KPU Dedy Desponsori, SHI mengatakan 8 orang caleg ini menggantikan calon yang menyatakan tidak siap mundur dari pekerjaan yang terdiri dari Honda dan BPD juga BUMN/BUMD. Sebab berdasarkan aturan mereka yang tidak melengkapi syarat bisa diganti dengan calon lain. sejauh ini dari sekitar 20 orang yang tidak lengkapi syarat hanya yang menyatakan mundur dari parpol.
‘’8 Orang adalah caleg baru mengganti calon yang mengundurkan diri lantaran tidak siap melengkapi syarat. berkas mereka sudah kita verifikasi dan sekarang dalam tahap penyusunan kembali seluruhnya sesuai dengan DCS,’’ kata Dedy.
Lanjutntnya selanjutnya KPU akan menyiapkan untuk penetapan DCT. Tidak ada lagi peluang untuk menggantikan calon maupun mengundurkan diri. Jika masih ditemukan calon berstatus Honda dan digaji dengan APBD dan APBN maka akan dicoret tanpa bisa digantikan. Soal nomor urut disesaikan dengan calon yang mundur, KPU tidak berhak mengganti ataupun memindahkan nomor urut caleg.
‘’Kalau ada permasalahan kita bicarakan langsung dengan parpol bersangkutan. Kami tidak berhak menentukan nomor urut caleg dan sebagainya,’’ demikian Dedy.(jar)

Wednesday, 31 July 2013

Opini

Pemilu 2014, Politisi Muda Tergilas
//Oleh : Amris Tanjung – Wartawan
===============
PROSESI kampanye calon anggota legislatif secara terbuka jelang pemilihan 9 April 2014 tinggal menunggu waktu. Ini seiring dengan segera ditetapkannya Daftar Calon Tetap (DCT) oleh KPU usai lebaran mendatang. Partai Politik (Parpol) sebagai aktor utama dalam pemilihan kian gencar menyiapkan diri. Masing-masing mengelu-elukan kandidat yang mereka usung, dengan klaim mampu memperoleh suara maksimal. Setiap parpol klaim akan keluar sebagai pemenang. Opini politikpun mulai bermunculan, terutama melalui media massa oleh berbagai pihak. Kondisi ini berlaku hampir di semua wilayah di Indonesia tak terkeculai di Mukomuko.
 Aksi para politisi ini membuat suhu politik di Kabupaten Mukomuko makin terasa. Parpol peserta pemilu dan calon yang mereka usung melakukan berbagai menuver di setiap sudut, baik yang terekam ataupun tidak oleh media lokal Radar Mukomuko, yang menjadi tolak ukur bagi warga Mukomuko dalam mencari informasi politik sekitar mereka. Sejauh ini politisi muda belum menampakkan wujud mereka yang dikenal kritis dan berani.
Politisi muda nampaknya belum begitu menjanjikan. Jikapun nama mereka masuk dalam deretan calon dari 12 parpol peserta pemilu, namun bukan pada posisi yang diunggulkan. Bahkan sebagian besar para politisi muda terdepak dinomor urut buncit. Dalam politik tak sepenuhnya berlaku istilah menghormati politisi gaek. Siapa yang sudah menyatakan terjun ke dunia politik, seharusnya siap dengan segala konsekwensinya, termasuk kala harus terlibat saling sikut dengan politisi senior. Meski terkesan kejam dan tidak hormat, namun mencapai sebuah tujuan harus ada pengorbanan.
Politisi muda yang menggunakan istilah yang tua lebih dulu, berarti belum siap untuk sebuah perubahan pemikiran dalam pembangunan. Kalau sudah demikian, sebaiknya ambil langkah mundur untuk jalur yang lebih peminim. Jangan sampai masyarakat punya harapan kosong terhadap karya generasi muda yang dikenal cerdas dan berpendidikan tinggi ini.
Mayoritas parpol masih mengandalkan stok lama untuk ditempatkan pada posisi calon jadi. Lihat saja, partai yang meiliki dewan di DPRD Mukomuko, Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, PBB, PAN, Hanura, PKS dan PKB. Hampir seluruhnya mengandalkan stok lama, mulai dari dewan aktif hingga eks calon yang gagal pada pemilu sebelumnya. Kalaupun bukan, adalah eks kades, anggota BPD hingga kepala dusun.
Berharap pada NasDem selaku pendatang baru juga PKPI, PPP, Gerindra, yang tak pemiliki dewan periode sekarang. Agaknya belum jua memberi kepercayaan kepada generasi muda lebih luwes. Kandidat yang menjadi andalannya kebanyakan, tokoh yang sudah punya catatan di mata masyarakat. Mereka mantan kades, eks pejabat dan lebih banyak lagi kendidat yang sudah pernah mencalon kemudian gagal. Kita tidak melemahkan kemampuan politisi senior ini, bahkan bisa jadi mereka memang jauh lebih hebar dengan modal pengamalam. Namun setidaknya ada tahapan untuk mengikis istilah teori ‘’jadul’’ dalam pembangunan melalui pemikiran muda. Provinsi Bengkulu dikenal dengan sosok muda yang unggul, diantaranya terpilihnya Helmi Hasan sebagai Wali Kota Bengkulu, juga terbaru Sultan menjabat wakil gubernur dan banyak lagi politisi muda cemerlang lainnya.
Faktor penyebabnya, disamping ada kesan ketakutan dari pengambil kebijakan dalam sebuah parpol, karena dapat mengancam kesempatan mereka. Juga masih lemahnya kiprah generasi muda di Mukomuko, setiap selesai menamatkan pendidikan mereka memilih berkarya lewat posisi sebagai PNS. Ada yang ingin mencoba naik ring politik, mereka ditakut-takutkan dengan besaran kos demokrasi yang harus dikeluarkan. Dan banyak lagi faktor lain yang mengancam bercongkolnya semangat baru di kursi panas DPRD Mukomuko. Ingat pemilu sesaat lagi, bagi generasi muda yang sudah ambil bagian, masih besar kesempatan untuk menggempalkan semangat bersaing.
Jangan lupa, proklamtor Indonesia Bung Karno dan Bung Hatta berusoa 44 dan 42 tahun saat menjadi presiden. Serta Jendral Sudirman wafat pada usia 36 tahun, artinya sebelum itu ia sudah menjadi orang jendral yang menjadi pengobar semangat kepada rakyat Indonesia.

Friday, 26 July 2013

Headline Mukomuko

Siswi SMAN 7 Tewas
AIR DIKIT – Nyawa Amelia Lestari (18), warga Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko tak tertolong lagi. Memei (sapaan akrabnya) menjadi korban dugaan lakalantas setelah terjatuh dari atas motor Honda Honda Spacy nopol BD 2137 NQ. Bersamaan  dengan terjatuhnya korban ke arah jalan, melintas Truk CPO nopol BA 9652 BU yang dikendarai warga Kota Padang berinisial EW (41). Seketika itu tubuh korban tertabrak. 
Dari hasil pemeriksaan tim medis RSUD, korban yang masih duduk di bangku sekolah mengalami patah tulang lengan kanan disertai luka robek, patah tulang paha dan betis, patah di bagian dagu dan rahang, luka robek di kepala belakang serta pelipis mata.
Oleh anggota Satlantas Polres Mukomuko yang tiba di TKP, jalan raya abrasi Air Punggur – Air Dikit usai menerima laporan, truk dan sepeda motor milik korban langsung dibawa ke markas. Sedangkan sopir truk sempat menghilang sesaat setelah kejadian. Dalihnya menyelamatkan diri sembari mencari kantor polisi terdekat untuk menyerahkan diri. Setelah ditunggu ternyata memang sopir truk mendatangi markas satlantas.   
‘’Kami langsung turun ke TKP, korbannya meninggal dunia diduga tertabrak truk CPO. Sopir sempat melarikan diri ke arah Desa Air Dikit. Kalau pengakuannya untuk mencari bantuan dan menyerahkan diri ke polisi. Sekarang ini sudah kita amankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Lantas, Iptu. Sukamso, S.Pd.
Kronologis kejadian, dari data terhimpun. Petang itu korban berpamitan dengan orangtuanya mengikuti acara buka puasa bersama di sekolahnya, SMAN 7. Sepulang dari acara, korban mengantar temannya yang bernama Vera ke Air Dikit. Setelah itu, korban pun melajutkan motornya pulang ke rumah. Tiba di TKP, dengan kondisi cuaca hujan rintik diduga pandangan korban terhalang. Korban yang tidak melihat lagi di depannya terdapat tumpukan material batu proyek penahan abrasi akhirnya menabrak.
Dokter RSUD yang menangani korban, dr. Erfina menguatkan hasil pemeriksaan bahwa korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Selain mengalami patah tulang, korban mengalami luka akibat benturan di beberapa bagian tubuhnya. Menurutnya, korban meninggal dunia sebelum tiba di RSUD.
‘’Ya, kami bersama perawat menangani korban lakalantas. Lukanya cukup serius dan menyebabkan korban meninggal dunia. Kita hanya melakukan pemeriksaan lanjutan, karena korban sudah meninggal sebelum tiba di sini (RSUD, red). Setelah kita otopsi, korban dibawa pulang ke rumah duka,’’ pungkas Erfina.(ray)

Alamat Diragukan, CJH Diduga Eksodus
METRO – Sementara kepastian mengenai kuota Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Mukomuko sudah didapat pasca pemangkasan besar-besaran oleh pemerintah pusat, beredar informasi adanya CJH diduga eksodus. Dari daftar CJH yang bakal berangkat, salah satunya diketahui beralamat di Desa Agung Jaya, Kecamatan Air Manjuto. Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga setempat, termasuk mantan kades, Hartono, di desanya tidak terdapat warga yang bernama seperti tertera pada daftar CJH.
‘’Memang benar untuk perekrutan dan pendaftaran CJH harus jelas. Di desa kami ada CJH yang sama sekali tidak dikenal. Sementara alamatnya jelas di Desa Agung Jaya. Kami heran kenapa itu terjadi, ada apa? Seharusnya setiap CJH yang berangkat itukan ada laporannya dan dari desa mengeluarkan surat pengantar,’’ ungkap Hartono.
Sementara itu, di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko  terdapat CJH yang sebelumnya ikut diragukan keabsahan alamatnya. Namun disampaikan Lurah, Amin Zikri, AMa.Pd, alamat CJH tersebut ternyata ditemukan dan yang bersangkutan benar warga Koto Jaya. CJH tersebut tinggal bersama anaknya.
‘’Dari kelurahan kita memang ada CJH yang berangkat ke tanah suci, dan identitas mereka memang ada dan tinggal bersama anaknya. Kami berharap kalau memang ada CJH yang diragukan harus dicek seluruhnya,’’ terang Amin.
Terpisah, Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kanmenag Kabupaten Mukomuko, H Busral, M.Pd membantah jika ada CJH eksodus. Menurutnya dari awal pendaftaran pihaknya mengacu pada persyaratan yang telah ditetapkan. Terkait salah 1 CJH asal Desa Agung Jaya, Busral menegaskan bahwa BPIH CJH tersebut telah dikembalikan namanya pun sudah dicoret dalam daftar.
‘’Tidak ada CJH yang eksodus. Sekarang ini 139 CJH siap berangkat usai dilakukan pemangkasan. Kalau kami memberikan pelayanan sesuai dengan persyaratan, kalau lengkap otomatis kita layani. Dan kita juga tidak mungkin terjun ke lapangan ngecek satu per satu CJH. Kalau 1 orang CJH di Agung Jaya memang kita coret dan seluruh BPIH-nya dikembalikan,’’ pungkas Busral.(ray)

THR PNS Turun, Rp 150 Rb
METRO – Jika dari konfirmasi sebelumnya pihak Pemkab Mukomuko terkesan enggan mengumumkan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para PNS, berdasarkan informasi diperoleh di lapangan sebagian pegawai sudah mengambil jatah THR nya. Besaran THR yang diterima mengalami penurunan dibanding tahun lalu, dari Rp 200 ribu menjadi Rp 150 ribu. Secara resminya pembagian THR pada Senin (29/7) mendatang.
Sekdakab Mukomuko, Syafkani, SP dikonfirmasi kembali membenarkan bahwa  pencairan THR PNS sudah dimulai sejak kemarin. Besarannya Rp 150 ribu.
‘’Ya, THR PNS sudah mulai dibagikan kepada PNS dan honorer. Besarannya Rp 150 ribu/orang. Pembagian THR itu mulai dilakukan tadi (kemarin, red). Dan ada juga yang dibagikan hari Senin (lusa, red),’’ ungkap Syafkani.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD), Drs.H Ruslan, M.Pd turut membenarkan telah cairnya THR. Ruslan berharap dengan dibagikannya THR dapat memacu motivasi kinerja pegawai, terlebih jelang memasuki masa liburan hari raya.
‘’Kalau informasinya pembagian THR memang sudah. Tetapi sebagian ada yang belum dibagikan. Kemungkinan hari senin nanti,’’ terang Ruslan.
Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikbud, Apani, M.Pd juga menerangkan guru PNS se Kabupaten Mukomuko juga telah menerima THR.
‘’Guru PNS juga sudah menerima THR termasuk Honda,’’ singkap Apani.
Kepala SMAN 6 Mukomuko, Drs. Sugiyanta mengatakan untuk PNS dan Honda telah menerima THR. Sedangkan untuk honor lepas akan mendapatkan THR berdasarkan kebijakan sekolah.
‘’Kalau guru PNS dan Honda memang sudah dianggarkan THR-nya. Sedangkan honor lepas, kita yang menentukan kebijakannya. Dan pastinya seluruhnya juga mendapatkan THR,’’ ujar Sugiyanta.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemeneterian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, H Suardi Abbas, SH, MH mengatakan untuk PNS kemenag tidak ada THR dari pusat. Namun, kebijakan masing-masing kanmenag bisa menerapkan pembagian THR.
‘’Dari dulu memang kita tidak ada anggaran khusus untuk THR PNS. Tetapi kalau ada kanmenag yang membuat kebijakan untuk memberikan THR itu tidak masalah. Kita tetap mengimbau agar kinerja PNS kanmenag tetap berjalan sebagaimana mestinya,’’ pungkas Suardi.(ray/cw1) 

 ‘’Lebih Muda, Lebih Mantap’’ 
Kata Ichwan Terkait Pergantian Sekjen PAN
METRO – Pentolan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akhirnya angkat bicara terkait mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen DPD PAN yang kemudian digantikan oleh Eranardi, S.IP.
Kepada Radar Mukomuko (RM), Ichwan mengemukakan tidak ada alasan lain selain faktor kesehatan dari Chaidir yang membuatnya tidak memungkinkan memikul beban dan tanggung jawab besar. Terlebih Pemilu 2014 sudah semakin dekat.  
Ichwan sendiri yang disodori pengajuan pengunduran diri oleh Chaidir tidak bisa berbuat banyak. Sekalipun disadari bahwa kemampuan dan juga pengalaman Chaidir sulit disamai oleh figur lain namun Ichwan tetap optimis partainya akan eksis dan menjadi pemenang pemilu. 
‘’Kita ganti dengan yang lebih muda, lebih mantap lagi,’’ singkat  Ichwan.
Di lain pihak, politisi PAN, H Syamsuri Rustam, ST turut menanggapi isu terjadinya kisruh di internal partainya. Syamsuri menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Mundurnya Chaidir dan 3 orang caleg atas keinginan pribadi, bukan karena permasalahan partai ataupun individu pengurus partai.
Chaidir sendiri kendati mundur sebagai sekjen bukan berarti sepenuhnya mundur dari kancah politik. Chaidir masih tetap tercatat sebagai Caleg PAN untuk DPRD kabupaten Daerah pemilihan (Dapil) I nomor urut 1.
‘’Tidak ada konflik ataupun masalah lain. Pak Chaidir mundur dengan alasan yang jelas dan dengan cara baik-baik. Ia bukan mundur dari PAN sepenuhnya melainkan sebagai sekretaris saja. Kita memaklumi, sebab tugas pengurus PAN kedepan semakin berat dan dituntut kesehatan yang baik. Sebagai caleg pak Chaidir bisa tetap membesarkan partai dan membina politisi muda PAN,’’ kata Syamsuri.
Senada dengan ketua umum, Syamsuri optimis PAN akan mencapai target pada pemilu, yakni sebagai pemenang.
‘’Sekarang kita malah makin solid. Tidak ada terjadi konflik dan sebagainya. Kami akan tetap keluar sebagai pemenang pemilu,’’  demikian Syamsuri.(jar)

Politik Radar Mukomuko


Tiga Caleg Wanita PAN Resmi Diganti
POLITIK RM – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko memastikan 3 caleg wanita asal dapil II yang menyatakan mundur diganti. Kepastian ini sesuai dengan hasil rapat bersama petinggi PAN dan kadernya di Dapil II kemarin lusa. Calon penggantinya tengah digodok dan paling lambat 27 Juli 2013 sudah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko.
Disampaikan oleh Sekjen PAN yang baru Eranardi, S.IP, ia langsung memimpin pertemuan dengan seluruh caleg di Dapil II yang mengambil tempat di Penarik. Keputusannya semua caleg wanita diganti dengan calon lain dan sekarang sedang penjajakan siapa yang layak. Ketiganya mundur dengan alasan yang jelas dan bisa diterima oleh parpol. Sebab mereka tidak siap memenuhi persyaratan dari KPU.
‘’Kebetulan mereka guru honda yang digaji oleh daerah, untuk mencalon ya harus mengundurkan diri. Setelah sekian lama dipertimbangkannya, ternyata mereka berat meninggalkan tugas sebagai tenaga honor tersebut. Kita tidak masalahkan, karena itu pilihan mereka, yang jelas kami memastikan segera menetapkan calon penggantinya,’’ kata Era.
Lanjutnya, kejadian ini pada dasarnya belum diketahui sepenuhnya oleh ketua dan rencananya akan dilaporkan hari ini. Yang jelas ia menjamin PAN Mukomuko akan tetap solid seperti dulu kala dan merupakan kandidat kuat pemenang pemilu 2014. Selain 3 caleg ini tidak ada perubahan lain daftar caleg PAN dari DCS yang sudah ditetapkan KPU. Untuk dapil lain, semuanya solit dan siap menhadapi persaingan pemilu yang akan segera bergulir.
‘’yang jelas PAN tetap solid, masalah yang ini tidak akan banyak mempengaruhi kesiapan PAN menghadapi pemilu, bahkan kami rasa akan lebih memperkuat kesiapan semua caleg. Di dapil lain tidak ada perubahan daftar caleg, semua siap tempur,’’ demikian Era.(jar)

Pukul 00.00 WIB, Dewan Harus Mundur
POLITIK RM – Pukul 00.00 WIB pada 1 Agustus 2013 merupakan kesempatan terakhir anggota DPRD Mukomuko asal parpol non peserta pemilu 2014 untuk menentukan sikap, mundur atau gagal nyaleg. Hal ini sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 13 Tahun 2013 tentang syarat pencalonan anggota dewan yang loncat parpol dan caleg yang digaji dari APBN dan APBD.
Ditegaskan oleh salah seorang anggota KPU Mukomuko, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd saat ditemui di kantornya kemarin. Aturan tersebut tidak bisa diganggugat kembali. Pihaknya dalam hal ini hanya sebatas melaksanakan aturan sesuai dengan titah tugas yang mereka emban dari KPU pusat dan Mendagri.
‘’Pukul 00.00 WIB pada tanggal yang ditetapkan dewan loncat parpol wajib mengundurkan diri bila mau mencalonkan diri. Setelah itu calon yang tidak melengkapi syarat langsung dicoret dan tidak ada pergantian kembali. Aturan ini juga berlaku bagi pegawai pemerintah atau honorer dan kariawan BUMD yang digaji dari APBN dan APBD,’’ kata Siregar didampingi Dedy Desponsori, S.Hi dan Khairanzar.
Lanjutnya, lewat Pukul 00.00 WIB, pihaknya akan langsung melakukan penetapan calon yang akan diajukan untuk DCT. Mereka yang tidak memenuhi syarat akan langsung dicoret dari DCS. Dan harus diingat bagi calon yang sudah menyatakan mundur tidak dapat menarik kembali pernyataannya dengan alasan apapun. Keterangan ini sudah dijelaskan dengan rinci dalam aturan pemilu.
‘’Mereka yang tidak memenuhi syarat kita coret itu perintah undang-undang. Mereka yang sudah mengundurkan diri tidak lagi dapat menerik penyataannya tersebut,’’ tegas Siregar.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, M.Hum, mengakui belum ada satupun dewan yang menyatakan mundur dari jabatannya dengan alasan akan maju sebagai calon dewan kembali. Ia tidak mengetahui, apakah mereka tetap memutuskan nyaleg atau tidak. Yang jelas masih ada waktu beberapa hari lagi bagi mereka untuk mengambil keputusan.
‘’Sampai sekarang belum ada dewan yang menyatakan mudur secara tertulis yang kita terima. Kami dalam masalah ini tidak banyak ikut campur, hanya menunggu keputusan masing-masing mereka saja,’’ demikian sekwan.(jar)

Sambut Lebaran, Eks Cabup Gelar Acara
POLITIK RM – Informasinya tim sukses Eks calon bupati Sapuan, AK, SE, MM, lebaran nanti akan menggelar pertemuan akbar yang bertajuk ''Jalin silaturahmi''. Acara yang dipusatkan di Kota Kabupaten Mukomuko ini, juga dilengkapi dengan jamuan bersama. Untuk menu masakannya sudah dirancang dan disiapkan, diantaranya beberapa ekor kerbau. Akan diundang secara terbuka keluarga besar Sapuan di Mukomuko, mantan pendukung dan simpatisannya.
Dihubungi via telepon genggam, Sapuan tidak membantah informasi ini. Ia sudah pernah dihubungi oleh rekan-rekannya selaku penggagas acara. Tujuan untuk terus terjalinnya kerjasama yang baik antar sesama. Sapuan diminta hadir, namun hingga sekarang ia belum bisa memastikannya. Sebab Sapuan punya agenda lain pada saat lebaran mendatang di Jakarta.
‘’Kawan-kawan seperjuangan ingin berkumpul, mungkin sekedar mengenang perjuangan selama ini. Saya hanya diminta untuk hadir, waktunya setelah lebaran. Janjinya mereka mau memotong kerbau untuk jamuan terhadap masyarakat kita di kabupaten ini,’’ kata Sapuan.
Apakah ini ada hubungannya dengan isu ia akan kembali maju sebagai calon Bupati 2015 mendatang? Sapuan membantah hal tersebut. Menurutnya belum saatnya berpikir untuk ke arah sana. Ia sendiri sekarang ingin fokus melakoni pekerjaan yang sedang digulutinya. Baginya kegiatan silaturahmi bersama kawan-kawan seperjuangan adalah hal biasa apalagi mereka selama ini sibuk dengan aktivitas masing-masing.
‘’Tidak ada, saya dengan kawan-kawan di Mukomuko selalu berhubungan baik sejak lama. Wajar dong, sekali-kali kita ngumpul bersama dan sekalian ajak yang lain juga. Belum saatnya kita bicara soal pencalonan, dewan saja belum terpilih. Mari kita sama-sama dukung pemerintahan sekarang, itulah pesan saya untuk rekan-rekan di sana dan masyarakat kita,’’ lanjut Sapuan.
Juga dibenarkan oleh Herman, rencana dari keluarga besar di Mukomuko ini kabarnya sudah matang. Mereka menyiapkan kerbau untuk jamuan bersama. Tujuannya lain tidak bukan untuk menjaga silaturahmi dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin. Herman juga tidak setuju kegiatan ini dihubung-hubungkan dengan isu pencalonan Sapuan.
‘’Ini semata-mata kegiatan kebersamaan, kita sejak dulu selalu berhubungan baik, kami tidak ada istilah tim dan sebagainya, yang ada kawan-kawan seperjuangan,’’ demikian Herman.(jar)

Panwaslu Masih Nyantai
POLITIK RM – Meski suhu politik sudah mulai memanas terutama di kalangan politisi, parpol bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Namun bagi Panwaslu Kabupaten Mukomuko, situasi jelang pemilu masih adem ayem. Keberadaan mereka yang bermarkas di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko masih tenang-tenang saja. Belum ada laporan dan temuan yang mereka dapat.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE, ditemui di ruangannya mengakui sejauh ini mereka belum menemukan pelanggaran pemilu yang dilakukan parpol ataupun KPU sendiri. Semua masih berjalan dengan baik dan mengikuti petunjuk yang sudah ada. Begitu juga laporan dari masyarakat atau pihak tertentu tentang kejanggalan pemilu tidak pernah diterimanya.
‘’Kita menyimpulkan masih adem ayem saja, proses persiapan pemilu berjalan sebagaimana mestinya. Kami tidak menemukan ada kejanggalan yang patut kita tindaklanjuti ataupun menerima laporan,’’ kata Muchtadir.
Tugas panwas terus berjalan, memantau proses di KPU kemudian turun ke lapangan meninjau proses verfikasi dan pendataan untuk pemilu. Semua hasil pantauan dilaporkan ke KPU Provinsi. Ia memprediksikan panwaslu baru full skejul dan banyak mendapat laporan setelah masa kampanye terbuka dimulau atau sebelum dan setelah pemilihan.
‘’Kini caleg juga sekedar bergerak di lingkungannya saja, belum ada pelnggaran berarti yang terjadi. Kita sejak awal terus melakukan pengawasan dengan seksama,’’ demikian Muchtadir.(jar)

Diundang KPU, PPK Mengeluh
POLITIK RM – Kemarin berlangsung pertemuan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko dengan ketua Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se kabupaten. Dalam bertempat di aula sekretariat KPU ini, membahas tentang masa perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPD). Dalam pertemuan yang dihadir Kepala Dinas Dukcapil, Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd dan tim pengawas pemilu (Panwaslu), PPK banyak menyampaikan keluhan selama mereka menjalankan tugas.
Diantara masalah yang mereka keluhkan adalah, data yang harus dilengkapi terlalu besar, kurangnya kesadaran calon pemilih, adanya warga yang tidak punya KTP bahkan KK juga banyak persoalan lain. Termasuk mengenai fasilitas PPK sendiri masih minim. Juga dalam hal ini KPU meminta PPK untuk memperbaiki data pemilih yang belum lengkap sebelumnya untuk dilengkapi sesuai petunjuk.
Salah seorang anggota KPU yang memimpin rapat, Khairanzar, menjelaskan data yang kurang perlu dilengkapi. Tahap selanjutnya, setiap laporan dari masyarakat soal DPS harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai saat DCT ditetapkan ada nama pemilih yang sudah memberi laporan tidak masuk dan ini akan berdampak butuk bagi pelasana pemilu.
‘’Dalam pengambilan data sudah ada petunjuk yang jelas dan harus menjadi pedoman. Kesalahan harus dibenahi dan laporan dari warga yang namanya belum masuk, pastikan kebenarannya dan masukkan ke DPS untuk ditetapkan sebagai DCT,’’kata Khairanzar.
Kepala Dukcapil, Jawoto, mengatakan pada dasarnya proses pendataan oleh KPU melalui petugasnya sudah sangat simple. Untuk nomor NIK tidak perlu, tinggal data-data inti saja. Selama ini Capil memproses data dengan jauh lebih rumit. Untuk itu meski bukan lagi wewenangnya Dukcapil berharap semua berjalan sebagaimana mestinya.
‘’Dalam DP4 sudah ada semuanya, namun kita tidak pungkiri tetap ada kekeliruan, maka ada perbedaan data. Sekarang tugas pendataan oleh petugas pemilu sipatnya lebih simple dibanding dengan yang ada di dinas,’’ demikian Jawoto.(jar)

Pengunduran Sekjen Pengaruhi Citra PAN
METRO – Sebagai partai penguasa di Kabupaten Mukomuko, gerak gerik Partai Amanat Nasional (PAN) selalu jadi sorotan publik. Mundurnya Chaidirisman, SH sebagai Sekjen menyisakan tanda tanya besar. Alasan yang dikemukakan Chaidir yakni lantaran faktor kesehatan yang tidak mendukung dinilai bukan sebagai alasan utama. Lantas apa sebenarnya yang terjadi di internal DPD PAN? Hingga kemarin Radar Mukomuko (RM) belum berhasil mendapatkan konfirmasi resmi dari Ketua Umum, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM.
Dari kacamata salah seorang praktisi politik Unib, mundurnya Chaidir dapat mempengaruhi citra parpol sekaligus mengancam kepercayaan publik. Sebab andil Chaidir dalam membesarkan PAN selama kepemimpinan Ichwan Yunus cukup besar. Bahkan Chaidir juga lah yang mengantar pasangan Ichwan Yunus - Choirul Huda duduk di singgasana Bupati – Wakil Bupati kali kedua.
‘’Walaupun masih ada ketua, sekjen tetap berpengaruh. Karena seluruh administrasi sekjenlah yang mengelolanya. Pengurus PAN harus mengambil sikap secepatnya agar masalah itu tidak berkepanjangan. Bukan tidak mungkin nantinya bakal muncul masalah baru yang lebih serius. Kalau tidak segera ditindaklanjuti menjelang pemilu ini tentu akan mempengaruhi citra dan tingkat kepercayaan masyarakat juga akan menurun. Sekarang ini kami menerima informasi selain sekjen ada caleg yang mengundurkan diri juga. Artinya, di tubuh PAN sendiri mulai ada permasalahan. Setiap masalah harus diselesaikan secepatnya dan pengurus harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah timbulnya masalah baru,’’ ungkap Sugeng.
Terpisah, tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum turut menyayangkan adanya informasi bertukarnya Sekjen DPD PAN. Jika PAN ingin segera mengembalikan citra dan tidak menjadikan masyarakat bertanya-tanya, Hamdani menyarankan untuk ketua umum mengambil langkah dengan menggelar rapat dengan seluruh pengurus. Jika ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin sebelum pemilu digelar PAN sudah lebih dulu keok. 
‘’Kalau di tubuh PAN ada masalah jelas banyak menjadi sorotan. Bisa saja warga berpandangan negatif. Kalau terbukti tentunya akan menimbulkan gejolak,’’ demikian Hamdani.(ray)


Wednesday, 17 July 2013

Mukomuko Juga Berdarah



Sempat Hilang, Untung Ditemukan Jadi Mayat
METRO – Warga Kecamatan Kota Mukomuko, terutama yang berdomisili dekat dengan kawasan objek wisata pantai siang kemarin, sekitar pukul 14.31 WIB digegerkan dengan informasi penemuan sesosok mayat. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah warga Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam bernama Untung Ihsan Hidayat (23). Dilihat dari kondisi tubuhnya, korban yang tidak mengenakan celana diperkirakan belum lama tewas. Korban sendiri sempat dinyatakan hilang dan dicari-cari oleh keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab tewasnya korban yang merupakan anak dari Ketua BPD Setia Budi, Sadiman. Selain masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis RSUD, polisi gabungan dari Polres Mukomuko, Polsek Kota dan Polsek Teras Terunjam juga sedang mendalami penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan sementara pihak RSUD, tidak ada ditemukan bekas luka dugaan penganiayaan ataupun luka benda tajam. 
‘’Ya, kita sudah melakukan otopsi. Tidak ada bekas luka robek atau benturan keras. Korban diduga meninggal karena banyak terminum air laut. Tubuhnya membiru. Darah yang keluar dari bagian kepala diduga akibat guncangan saat dievakuasi, karena kondisi tubuh korban sebagian besar sudah mulai membusuk,’’ terang dr. Tika.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Haerudin, SH didampingi Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik menyatakan bahwa penyebab kematian korban sedang dalam penyelidikan Polsek Kota (Mukomuko Utara, red) dan Polsek Teras Terunjam. Ini turut dibenarkan oleh Kapolsek Kota, AKP. Lukman Syahri, SH didampingi Kapolsek Teras Terunjam, Iptu. Rikky Operiady, S.Sos saat dikonfirmasi Radar Mukomuko (RM). 
‘’Setelah menerima laporan dari warga kita bersama anggota langsung turun ke TKP. Untuk sementara kita belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban, kita masih akan mendalami penyelidikan dulu sambil menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga nanti akan kita mintai keterangan,’’ ungkap kabag ops.
Korban diketahui sempat menghilang dari rumahnya sejak Selasa (16/7) sore. Pihak keluarga tidak mendapat keterangan mengenai arah tujuan korban. Di lain sisi, sebelum akhirnya diduga berjalan kaki ke arah pantai, korban lebih dulu memarkirkan sepeda motornya yang tidak bernopol dekat pos jaga gerbang Tanah Rekah Estate (TRE). 
Salah seorang petugas keamanan TRE, Lexin, warga Desa Pasar Bantal
menyebutkan, motor yang rupanya milik korban sudah diketahuinya sejak pagi kemarin, persisnya saat ia mulai bertugas, menggantikan rekannya. Lebih jauh apa yang dilakukan oleh pemilik motor, termasuk tujuannya memarkir motor di dekat pos, Lexin tidak mengetahui.
‘’Kita hanya mengetahui sebatas itu saja. Memang motor itu sudah ada sejak saya mulai tugas pagi. Kapan waktu motor itu diletakkan di sana, itu saya tidak jelas,’’ pungkas Lexin.(cw1)


Korban Dikenal Rajin Bekerja
KEMATIAN korban yang tragis menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Setia Budi. Diungkapkan Kades Setia Budi, Mispan, korban yang masih bujangan dikenal rajin bekerja. Mulai dari menggeluti tani, mencari rumput untuk makanan ternak hingga berkebun. Dan lokasi korban mencari rumput yang biasanya di pinggir jalan abrasi. Terkait penyakit, korban disebutkan Mispan ada menderita keterbelakangan mental.
‘’Awalnya dari pihak keluarga tidak memberitahu kepada kami dan tetangga kemana perginya korban saat tidak pulang ke rumah. Keluarganya lebih memilih mencari sendiri. Baru tadi (kemarin, red) kami diberitahu kalau korban menghilang. Setelah mendapat informasi itu barulah kami bersama sekdes dan warga membantu mencarinya,’’ terang Mispan kepada Radar Mukomuko (RM).
Sampai setelah mayat korban selesai diperiksa oleh tim medis RSUD, perangkat desa yang mengurusi kepulangan korban ke rumah duka.
‘’Karena korban adalah warga kami, dan juga korban merupakan anaknya Ketua BPD maka kami berinisiatif membantu mengurusi segala keperluan sampai jenazah korban dimakamkan,’’ sambung Mispan.
Sekdes Setia Budi, Fathoni menambahkan bahwa usai jenazah korban tiba di rumah duka, sore kemarin jenazah korban langsung dimandikan, disalatkan dan kemudian dikuburkan di TPU setempat.
‘’Pemakaman juga dilakukan sore ini, karena mayat almarhum sudah bermalam, tak baik berlama-lama,’’ demikian Fathoni.(cw1/ray)

Polisi ‘’Garuk’’ 7 Pria Hidung Belang dan 3 PSK
METRO – Sasaran operasi pekat yang digeber jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Mukomuko tidak sebatas peredaran minuman keras (Miras) ataupun mercon saja. Pada Selasa (16/7) malam, polisi ‘’menggaruk’’ 7 orang pria hidung belang yang berasal dari Kecamatan Penarik, Teramang Jaya dan Ipuh dari sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Penarik. Bersama mereka terdapat juga 3 orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Ketiganya berinisial Su, warga Serang, Banten, UM, Warga Bengkulu Utara (BU) dan GR, warga Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Penggerebekan berlangsung bersamaan dengan digelarnya pesta miras di dalam kafe.
Selain menggelandang ketujuh pria dan tiga orang wanita, polisi juga membawa kunci mobil merk Toyota Rush, Suzuki APV dan kunci motor serta uang senilai jutaan rupiah. Setelah diinterogasi dan dibina, mereka langsung dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
‘’Ya, dalam operasi pekat tadi malam (Selasa, red) anggota berhasil manjaring warga yang ada di dalam kafe. Mereka langsung digelandang ke Mapolres. Kita mintai keterangan serta meminta identitas masing-masing. Setelah itu, seluruhnya diminta untuk mengisi surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan itu lagi khususnya selama bulan puasa ini. Setelah itu, baru kita pulangkan ke daerah asalnya. Mereka juga kita minta mengisi surat pernyataan,’’ terang Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik.
Ditambahkan kabag ops, pelaksanaan operasi pekat berakhir kemarin.  Selain berhasil menggerebek kafe, Jajaran Polsek Kota juga berhasil mengamankan 3.000 butir mercon lebih di Pasar Lubuk Sanai, Kecamatan Kota Mukomuko. Seluruh Barang Bukti (BB) langsung diserahkan ke mapolres.
‘’Untuk operasinya sudah selesai. Tetapi, kalau memang masih ada yang melanggar, anggota akan tetap mengambil tindakan tegas. Dan tadi (kemarin, red) anggota Polsek Kota menyerahkan ribuan mercon hasil tangkapan terakhir di Pasar Lubuk Sanai,’’ demikian kabag ops.(ray)

Final, 35 CJH Batal Berangkat
METRO – Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Kabupaten Mukomuko telah menetapkan data Calon Jemaah Haji (CJH) yang batal berangkat ke Tanah Suci. Berdasarkan kebijakan pemotongan 20 persen CJH dan hasil putusan rapat kemarin, jumlahnya mengalami peningkatan dari 35 orang menjadi 36 orang setelah ada 1 CJH yang meninggal dunia. Penetapan 35 orang CJH batal berangkat berdasarkan putusan rapat pada tanggal 27 Juni lalu. Artinya, dari 175 CJH, 139 CJH diprediksi berangkat setelah pemangkasan dan adanya CJH yang meninggal. Teknis pemangkasan CJH sendiri berdasarkan nomor porsi akhir. Selain itu, 6 orang CJH tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Kepala Kanmenag Kabupaten Mukomuko, Drs.H Zainal Abidin, MH melalui Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji, H Busral, S.Pd menyampaikan bahwa pengurangan CJH setelah dipangkas telah final. Dan ia tidak bisa memastikan CJH yang pasti berangkat hingga hari H. Ia berharap agar CJH bisa menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan.
‘’Kalau pemangkasan 20 persen sudah kita terapkan. Dari 175 CJH, 36 CJH ditunda keberangkatannya. 35 orang memang terkena dampak pemangkasan, 1 orang atas nama Syamsu memang telah meninggal dunia. Kita juga tidak bisa memastikan apakah mereka (CJH, red) berangkat semua atau tidak. Itu tergantung dengan kondisi kesehatan serta kesiapannya,’’ ungkap Busral.
Menurut Busral, CJH yang telah melunasi BPIH berpeluang berangkat ke Tanah Suci tahun depan dan masuk kuota nasional. Ia mengimbau CJH untuk tidak berkecil hati. Jika Tuhan menghendaki, apa yang diinginkan pastinya akan tercapai.   
‘’Mau tidak mau, CJH yang batal berangkat harus menerima. Karena itu sudah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. Bagi CJH yang sudah melunasi BPIH, tidak perlu khawatir, karena tahun depan sudah masuk kuota nasional,’’ imbuh Busral.
Lanjut Busral, CJH akan mengikuti beberapa kali tes pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk Pasfor telah diurus di Kabupaten Mukomuko.
‘’Kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, CJH akan diberangkatkan ke Embarkasi Antara, Bengkulu. Disana, CJH juga akan mengikuti tes pemeriksaan kesehatan. Kita harapkan tidak ada kendala lagi, sebelum CJH diberangkatkan,’’ pungkas Busral.(ray)
   
Wakapolres Ajak Tekan Angka Kriminalitas
METRO – Didaulat menjadi Inspektur Upacara (Irup) apel gabungan kemarin, Wakapolres Mukomuko, Kompol. Haerudin, SH mengajak seluruh pejabat, PNS dan pegawai serta masyarakat se Kabupaten Mukomuko memberantas peredaran narkoba. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 38 kasus harus ditekan termasuk maraknya kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Dengan kerjasama yang baik, dipastikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) akan tercipta, sehingga kondisi daerah akan tentram dan damai. Apel gabungan yang digelar di lapangan Kantor Bupati diikuti seluruh pejabat, PNS dan honorer di lingkungan Pemkab Mukomuko serta dihadiri anggota Polres Mukomuko.
‘’Kapolres sedang ada kegiatan di Polda Bengkulu. Karena itu itu, kita yang langsung menjadi inspektur upacara. Sesuai dengan program kita dan Pemkab Mukomuko, peredaran narkoba harus ditindak. Termasuk tingginya angka kecelakaan dan maraknya knalpot racing. Apalagi saat bulan puasa ini, tentu masyarakat menginginkan agar situasi aman dan tentram. Sehingga, masyarakat khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,’’ ungkap wakapolres.
Bagi warga atau pegawai yang kecanduan menggunakan narkoba, menurut wakapolres harus segera berobat dan melakukan rehabilitasi. Bagi yang tidak memiliki biaya, di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) terdapat tempat khusus rehabilitasi bagi yang mengkonsumsi dan ketergantungan narkoba.
‘’Kalau ada yang terbukti melakukan penyalahgunanaan narkoba, bisa ditindak melalui jalur hukum. Namun, kalau ada yang ingin berobat karena ketergantungan narkoba itu akan lebih baik. Kalau memang tidak ada biaya, ada tempat khusus untuk rehabilitasi. Tinggal berangkat ke Sukabumi saja,’’ demikian wakapolres.(ray)       

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...