Wednesday, 17 July 2013

Mukomuko Juga Berdarah



Sempat Hilang, Untung Ditemukan Jadi Mayat
METRO – Warga Kecamatan Kota Mukomuko, terutama yang berdomisili dekat dengan kawasan objek wisata pantai siang kemarin, sekitar pukul 14.31 WIB digegerkan dengan informasi penemuan sesosok mayat. Belakangan diketahui mayat tersebut adalah warga Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam bernama Untung Ihsan Hidayat (23). Dilihat dari kondisi tubuhnya, korban yang tidak mengenakan celana diperkirakan belum lama tewas. Korban sendiri sempat dinyatakan hilang dan dicari-cari oleh keluarganya.
Hingga berita ini diturunkan polisi belum dapat menyimpulkan penyebab tewasnya korban yang merupakan anak dari Ketua BPD Setia Budi, Sadiman. Selain masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis RSUD, polisi gabungan dari Polres Mukomuko, Polsek Kota dan Polsek Teras Terunjam juga sedang mendalami penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan sementara pihak RSUD, tidak ada ditemukan bekas luka dugaan penganiayaan ataupun luka benda tajam. 
‘’Ya, kita sudah melakukan otopsi. Tidak ada bekas luka robek atau benturan keras. Korban diduga meninggal karena banyak terminum air laut. Tubuhnya membiru. Darah yang keluar dari bagian kepala diduga akibat guncangan saat dievakuasi, karena kondisi tubuh korban sebagian besar sudah mulai membusuk,’’ terang dr. Tika.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Haerudin, SH didampingi Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik menyatakan bahwa penyebab kematian korban sedang dalam penyelidikan Polsek Kota (Mukomuko Utara, red) dan Polsek Teras Terunjam. Ini turut dibenarkan oleh Kapolsek Kota, AKP. Lukman Syahri, SH didampingi Kapolsek Teras Terunjam, Iptu. Rikky Operiady, S.Sos saat dikonfirmasi Radar Mukomuko (RM). 
‘’Setelah menerima laporan dari warga kita bersama anggota langsung turun ke TKP. Untuk sementara kita belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban, kita masih akan mendalami penyelidikan dulu sambil menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga nanti akan kita mintai keterangan,’’ ungkap kabag ops.
Korban diketahui sempat menghilang dari rumahnya sejak Selasa (16/7) sore. Pihak keluarga tidak mendapat keterangan mengenai arah tujuan korban. Di lain sisi, sebelum akhirnya diduga berjalan kaki ke arah pantai, korban lebih dulu memarkirkan sepeda motornya yang tidak bernopol dekat pos jaga gerbang Tanah Rekah Estate (TRE). 
Salah seorang petugas keamanan TRE, Lexin, warga Desa Pasar Bantal
menyebutkan, motor yang rupanya milik korban sudah diketahuinya sejak pagi kemarin, persisnya saat ia mulai bertugas, menggantikan rekannya. Lebih jauh apa yang dilakukan oleh pemilik motor, termasuk tujuannya memarkir motor di dekat pos, Lexin tidak mengetahui.
‘’Kita hanya mengetahui sebatas itu saja. Memang motor itu sudah ada sejak saya mulai tugas pagi. Kapan waktu motor itu diletakkan di sana, itu saya tidak jelas,’’ pungkas Lexin.(cw1)


Korban Dikenal Rajin Bekerja
KEMATIAN korban yang tragis menyisakan duka mendalam bagi warga Desa Setia Budi. Diungkapkan Kades Setia Budi, Mispan, korban yang masih bujangan dikenal rajin bekerja. Mulai dari menggeluti tani, mencari rumput untuk makanan ternak hingga berkebun. Dan lokasi korban mencari rumput yang biasanya di pinggir jalan abrasi. Terkait penyakit, korban disebutkan Mispan ada menderita keterbelakangan mental.
‘’Awalnya dari pihak keluarga tidak memberitahu kepada kami dan tetangga kemana perginya korban saat tidak pulang ke rumah. Keluarganya lebih memilih mencari sendiri. Baru tadi (kemarin, red) kami diberitahu kalau korban menghilang. Setelah mendapat informasi itu barulah kami bersama sekdes dan warga membantu mencarinya,’’ terang Mispan kepada Radar Mukomuko (RM).
Sampai setelah mayat korban selesai diperiksa oleh tim medis RSUD, perangkat desa yang mengurusi kepulangan korban ke rumah duka.
‘’Karena korban adalah warga kami, dan juga korban merupakan anaknya Ketua BPD maka kami berinisiatif membantu mengurusi segala keperluan sampai jenazah korban dimakamkan,’’ sambung Mispan.
Sekdes Setia Budi, Fathoni menambahkan bahwa usai jenazah korban tiba di rumah duka, sore kemarin jenazah korban langsung dimandikan, disalatkan dan kemudian dikuburkan di TPU setempat.
‘’Pemakaman juga dilakukan sore ini, karena mayat almarhum sudah bermalam, tak baik berlama-lama,’’ demikian Fathoni.(cw1/ray)

Polisi ‘’Garuk’’ 7 Pria Hidung Belang dan 3 PSK
METRO – Sasaran operasi pekat yang digeber jajaran kepolisian di wilayah hukum Polres Mukomuko tidak sebatas peredaran minuman keras (Miras) ataupun mercon saja. Pada Selasa (16/7) malam, polisi ‘’menggaruk’’ 7 orang pria hidung belang yang berasal dari Kecamatan Penarik, Teramang Jaya dan Ipuh dari sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Penarik. Bersama mereka terdapat juga 3 orang wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Ketiganya berinisial Su, warga Serang, Banten, UM, Warga Bengkulu Utara (BU) dan GR, warga Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Penggerebekan berlangsung bersamaan dengan digelarnya pesta miras di dalam kafe.
Selain menggelandang ketujuh pria dan tiga orang wanita, polisi juga membawa kunci mobil merk Toyota Rush, Suzuki APV dan kunci motor serta uang senilai jutaan rupiah. Setelah diinterogasi dan dibina, mereka langsung dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
‘’Ya, dalam operasi pekat tadi malam (Selasa, red) anggota berhasil manjaring warga yang ada di dalam kafe. Mereka langsung digelandang ke Mapolres. Kita mintai keterangan serta meminta identitas masing-masing. Setelah itu, seluruhnya diminta untuk mengisi surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan itu lagi khususnya selama bulan puasa ini. Setelah itu, baru kita pulangkan ke daerah asalnya. Mereka juga kita minta mengisi surat pernyataan,’’ terang Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik.
Ditambahkan kabag ops, pelaksanaan operasi pekat berakhir kemarin.  Selain berhasil menggerebek kafe, Jajaran Polsek Kota juga berhasil mengamankan 3.000 butir mercon lebih di Pasar Lubuk Sanai, Kecamatan Kota Mukomuko. Seluruh Barang Bukti (BB) langsung diserahkan ke mapolres.
‘’Untuk operasinya sudah selesai. Tetapi, kalau memang masih ada yang melanggar, anggota akan tetap mengambil tindakan tegas. Dan tadi (kemarin, red) anggota Polsek Kota menyerahkan ribuan mercon hasil tangkapan terakhir di Pasar Lubuk Sanai,’’ demikian kabag ops.(ray)

Final, 35 CJH Batal Berangkat
METRO – Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Kabupaten Mukomuko telah menetapkan data Calon Jemaah Haji (CJH) yang batal berangkat ke Tanah Suci. Berdasarkan kebijakan pemotongan 20 persen CJH dan hasil putusan rapat kemarin, jumlahnya mengalami peningkatan dari 35 orang menjadi 36 orang setelah ada 1 CJH yang meninggal dunia. Penetapan 35 orang CJH batal berangkat berdasarkan putusan rapat pada tanggal 27 Juni lalu. Artinya, dari 175 CJH, 139 CJH diprediksi berangkat setelah pemangkasan dan adanya CJH yang meninggal. Teknis pemangkasan CJH sendiri berdasarkan nomor porsi akhir. Selain itu, 6 orang CJH tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Kepala Kanmenag Kabupaten Mukomuko, Drs.H Zainal Abidin, MH melalui Kasi Urais dan Penyelenggaraan Ibadah Haji, H Busral, S.Pd menyampaikan bahwa pengurangan CJH setelah dipangkas telah final. Dan ia tidak bisa memastikan CJH yang pasti berangkat hingga hari H. Ia berharap agar CJH bisa menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan.
‘’Kalau pemangkasan 20 persen sudah kita terapkan. Dari 175 CJH, 36 CJH ditunda keberangkatannya. 35 orang memang terkena dampak pemangkasan, 1 orang atas nama Syamsu memang telah meninggal dunia. Kita juga tidak bisa memastikan apakah mereka (CJH, red) berangkat semua atau tidak. Itu tergantung dengan kondisi kesehatan serta kesiapannya,’’ ungkap Busral.
Menurut Busral, CJH yang telah melunasi BPIH berpeluang berangkat ke Tanah Suci tahun depan dan masuk kuota nasional. Ia mengimbau CJH untuk tidak berkecil hati. Jika Tuhan menghendaki, apa yang diinginkan pastinya akan tercapai.   
‘’Mau tidak mau, CJH yang batal berangkat harus menerima. Karena itu sudah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat. Bagi CJH yang sudah melunasi BPIH, tidak perlu khawatir, karena tahun depan sudah masuk kuota nasional,’’ imbuh Busral.
Lanjut Busral, CJH akan mengikuti beberapa kali tes pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk Pasfor telah diurus di Kabupaten Mukomuko.
‘’Kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, CJH akan diberangkatkan ke Embarkasi Antara, Bengkulu. Disana, CJH juga akan mengikuti tes pemeriksaan kesehatan. Kita harapkan tidak ada kendala lagi, sebelum CJH diberangkatkan,’’ pungkas Busral.(ray)
   
Wakapolres Ajak Tekan Angka Kriminalitas
METRO – Didaulat menjadi Inspektur Upacara (Irup) apel gabungan kemarin, Wakapolres Mukomuko, Kompol. Haerudin, SH mengajak seluruh pejabat, PNS dan pegawai serta masyarakat se Kabupaten Mukomuko memberantas peredaran narkoba. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang mencapai 38 kasus harus ditekan termasuk maraknya kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Dengan kerjasama yang baik, dipastikan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) akan tercipta, sehingga kondisi daerah akan tentram dan damai. Apel gabungan yang digelar di lapangan Kantor Bupati diikuti seluruh pejabat, PNS dan honorer di lingkungan Pemkab Mukomuko serta dihadiri anggota Polres Mukomuko.
‘’Kapolres sedang ada kegiatan di Polda Bengkulu. Karena itu itu, kita yang langsung menjadi inspektur upacara. Sesuai dengan program kita dan Pemkab Mukomuko, peredaran narkoba harus ditindak. Termasuk tingginya angka kecelakaan dan maraknya knalpot racing. Apalagi saat bulan puasa ini, tentu masyarakat menginginkan agar situasi aman dan tentram. Sehingga, masyarakat khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,’’ ungkap wakapolres.
Bagi warga atau pegawai yang kecanduan menggunakan narkoba, menurut wakapolres harus segera berobat dan melakukan rehabilitasi. Bagi yang tidak memiliki biaya, di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) terdapat tempat khusus rehabilitasi bagi yang mengkonsumsi dan ketergantungan narkoba.
‘’Kalau ada yang terbukti melakukan penyalahgunanaan narkoba, bisa ditindak melalui jalur hukum. Namun, kalau ada yang ingin berobat karena ketergantungan narkoba itu akan lebih baik. Kalau memang tidak ada biaya, ada tempat khusus untuk rehabilitasi. Tinggal berangkat ke Sukabumi saja,’’ demikian wakapolres.(ray)       

BLSM Mukomuko Cau



Protes BLSM, Kades Didemo
METRO – Tak salah jika mayoritas kades di Kabupaten Mukomuko menganggap program bantuan KPS dan BLSM sebagai musibah tersendiri bagi mereka. Apa pasal? Sementara mereka tidak tahu menahu soal data penerima bantuan tersebut, saat pembagian mereka jadi bulan-bulanan kekecewaan dan amarah warganya sendiri. Setelah sebelumnya ada perangkat desa yang terancam dipolisikan oleh penerima BLSM yang namanya diganti dengan orang lain, terdapat kades yang mengaku didemo oleh puluhan lansia masih terkait BLSM.
Sebagaimana disampaikan Kades Bunga Tanjung, Minsyahril. Kedatangan para lansia itu mempertanyakan kejelasan mengapa nama mereka tidak tercantum sebagai penerima bantuan. Di lain sisi, yang mendapat bantuan kebanyakan warga mampu yang tercatat sebagai karyawan sebuah perusahaan perkebunan.
Oleh Minsyahril dijelaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui persoalan itu.
Jumlah RTS penerima KPS dan BLSM di Desa Bunga Tanjung tergolong sedikit.  ‘’Intinya mereka kecewa karena sedikitnya jatah BLSM dan mengapa yang menerima malah orang yang tergolong lebih mapan. Ya saya sendiri terus terang menghadapi persoalan ini bingung, darimana data yang digunakan oleh pemerintah dalam penyaluran bantuan. Kita dari perangkat desa tidak ada dilibatkan,’’ kata Minsyahril. 
Wakil Ketua LSM LP3K, Edi Sukur ikut menyuarakan kekecewaannya atas carut marut pembagian KPS dan BLSM. Sebagian besar warga miskin yang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kesulitan tidak terdaftar sebagai penerima justru warga mampu yang memiliki harta berlebih terdaftar.
‘’Dimana-mana dari pantauan kami BLSM kacau balau, ini sangat tidak masuk akal. Anehnya kades malah lepas tangan begitu saja, didatangi warga hanya menjawab tidak paham,’’ kritik Edi.
Penelusuran Radar Mukomuko (RM) di Kecamatan Kota Mukomuko, ditemukan penerima KPS dan BLSM yang memiliki kendaraan roda empat. Menariknya saat disinggung rencana mengalihkan bantuan tersebut kepada orang yang benar-benar membutuhkan, dengan santai ia menjawab, bantuan itu merupakan rezeki tersendiri untuk dirinya.
Asboni menampik jika data yang digunakan untuk menyalurkan bantuan keliru. Sebab, saat dirinya didata pada tahun 2011 lalu memang ekonominya masih morat marit.
‘’Waktu itu saya tidak memiliki penghasilan tetap, dan harus membiayai empat orang anak yang masih sekolah. Mungkin ini menjadi pertimbangan dari pemerintah untuk memberikan bantuan. Ini merupakan rezeki saya, tentu saya terima,’’ bela Asboni.
Sementara ditemui terpisah, Masni, warga Koto Jaya begitu mengharapkan dirinya mendapatkan bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Masni yang menghuni rumah dengan kondisi memprihatinkan mengaku sedih melihat warga lain berbondong-bondong mendatangi kantor pos untuk mencairkan dana bantuan.(jar/cw2) 

Perangkat Desa Terancam Dipolisikan
//Keakuratan Data RTS Diragukan, Bupati Prihatin 
METRO – Permasalahan pembagian KPS dan dana BLSM di Kabupaten Mukomuko terus berlanjut. Di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, keluarga dari Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima KPS dan dana BLSM melayangkan protes keras kepada perangkat desa setempat. Pasalnya, perangkat desa mengganti data RTS yang semula menerima KPS dan dana BLSM dengan RTS lain. Adalah Solihin, yang belakangan diketahui namanya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Tak ayal hal ini menyulut emosi keluarganya. Malahan keluarga Solihin mengancam akan menempuh jalur hukum jika data tersebut tidak segera diubah kembali ke data awal.
‘’Kalau dalam dua hari ini tidak juga ada kejelasan, atas nama keluarga kami akan melaporkan perubahan nama penerima atas nama orang tua kami itu ke polisi. Kami tidak mau dibuat begini. Masa seenaknya saja pihak pemerintah desa merubah data penerima BLSM yang telah ditetapkan dari pemerintah pusat,’’ ungkap Hambali, menantu Solihin  kepada Radar Mukomuko (RM), kemarin.
Hambali menyebutkan, kalaulah Solihin tergolong orang kaya, mungkin tidak menjadi masalah ditukar kepada yang lebih berhak. Tetapi tidak demikian kenyataannya. Solihin merupakan lansia yang ekonomi keluarganya ke bawah alias miskin..
‘’Jangan ada permainan yang tidak sehat dalam pembagian BLSM ini. Saya kira orang tua kami yang sudah tercatat namanya sebagai penerima bantuan itu layak untuk menerimanya, selain sudah lansia beliau juga termasuk rumah tangga miskin,’’ tegas Hambali.
Ditempat terpisah, Kaur Pemerintahan Desa Dusun Baru V Koto, Dedi Saputra mengatakan, gejolak yang muncul di tengah-tengah masyarakat terkait persoalan jatah kompensasi kenaikan harga BBM subsidi, pihak pemerintah jangan tinggal diam saja.
‘’Jujur saja penerima BLSM di Dusun Baru memang tidak tepat sasaran.  selain ditemui orang kaya, punya kebun juga berbonceng pengurus pemerintahan desa yang semestinya masih mampu untuk menghidupkan keluarga mereka. Tetapi entah apa yang harus dikatakan lagi, mereka malah mengenyampingkan nasib para janda tua, panti jompo yang tergolong rumah tangga miskin,’’ tegas Dedi.
Di lain sisi, carut marut pada pembagian KPS dan dana BLSM sampai juga ke telinga Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Menurutnya, kejadian itu sesuai dengan firasat dan kekhawatiran yang selama ini menyelimuti. Bup mengaku prihatin penyaluran dana yang tidak tepat sasaran serta adanya indikasi pemungutan sejumlah uang dengan modus sebagai uang transport petugas kantor pos. Bup meminta agar data penerima BLSM tahap 2 diferivikasi ulang. Sehingga dana nama penerima berubah, namun jumlah tetap. Artinya, ada pengalihan dari penerima yang mampu kepada penerima yang benar-benar miskin.  
‘’Jujur saja, kita sangat prihatin sekali banyaknya informasi dan masalah yang timbul saat dana BLSM itu dibagikan. Dan memang benar terbukti, apa yang kita khawatirkan selama ini memang benar-benar terjadi. Dimana, penerima BLSM tidak sesuai lagi, karena dari segi ekonomi sudah mapan. Sedangkan, warga yang benar-benar miskin malah tidak mendapatnnya. Kita harus rubah data penerima, namun tidak mempengaruhi jumlah keseluruhan. Jadi, pencairan BLSM tahap 2 tidak ada kendala lagi,’’ ungkap Bup.
Terkait banyaknya jumlah warga miskin yang mencapai 8.333 orang se Kabupaten Mukomuko, Bup meragukannya. Karena data yang diserahkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011 lalu dinilai tidak valid lagi. Sedangkan yang mengetahui kondisi warga di lapangan adalah kades sampai ke bupati.
‘’Program kita dalam pengentasan kemiskinan terus berlanjut. Dan sejauh ini sudah ada perubahan. Jadi tidak mungkinlah, data warga yang benar-benar miskin di daerah kita mencapai segitu (8.333, red). Semua itu harus diverifikasi ulang agar jelas. Jangan sampa ada yang mengaku miskin saat ada bantuan dari pusat. Dan seluruh kades serta camat harus ikut bekerjasama,’’ imbuh Bup.
Kepala Kantor Pos Kota Mukomuko, Wawan mengatakan bahwa saat ini penyaluran dana BLSM sudah mencapai 85 persen. Ia menyalurkannya sesuai dengan data dari pusat. Jika nantinya ada perubahan, ia tidak akan mempermasalahkan. Karena ia hanya menunggu data dan dana yang langsung diserahkan dari pusat.
‘’Kalau kami hanya bekerja saja. Penyaluran sesuai dengan data yang langsung dari pusat. Sejauh ini berjalan lancar, meski kita akui di tingkat bawah banyak sekali permasalahan yang timbul. Kalau nantinya ada perubahan data ya silahkan, kita menunggu saja. Dan saat ini penyaluran hampir selesai,’’ terang Wawan.
Terkait adanya pemotongan yang diakomodir perangkat desa, Kades Maju Makmur, Kecamatan Penarik, Wakhidin membantahnya. Menurutnya, dana yang dikumpulkan tidak ada paksaan dan murni atas kemauan penerima sebagai ucapan terimakasih.
‘’Awalnya, penyaluran BLSM akan dilakukan di kantor pos, karena ada kesepakatan dan petugas kantor pos juga siap, penyaluran langsung dilakukan dib alai desa. Kita memang memantau agar tidak terjadi konflik. Kalau masalah potongan itu tidak ada. Warga hanya menyumbang ala kadarnya untuk uang transport. Dan ada juga yang tidak member. Mereka (warga, red) melakukan itu sebagai ungkapan terima kasih saja dan tidak ada unsur lain,’’ pungkas Wakhidin.(cw2/ray)

Lagi, Miras dan Mercon Diamankan
METRO – Razia bersandikan Operasi Pekat Nala 2013 yang digelar Polres Mukomuko dan jajaran kembali membuahkan hasil besar. Sekitar pukul 10.15 WIB kemarin, anggota gabungan dari Sat Reskrim, Sat Shabara, Sat Narkoba, Sat intelkam dan Sat Binmas berhasil menyita Minuman Keras (Miras) dan mercon. Rinciannya, 52 botol miras jenis malaga, anggur cap kucing, dan Anggur Merah (AM). Selanjutnya, 250 liter miras jenis tuak dan 25.000 butir mercon. Barang Bukti (BB) itu didapat dari warga asal Desa Penarik dan Mekar Mulya. Kemudian langsung diangkut ke mapolres.
Operasi yang dipimpin sejumlah perwira berlangsung lancar. Awalnya, setelah meluncur dari mapolres, anggota langsung menuju Pasar Penarik, Desa Penarik. Di situ, anggota yang berjumlah sekitar 25 orang berhasil mengamankan mercon. Di TKP lain di Desa Penarik, anggota mendapati miras jenis tuak kemudian diamankan. Tak berhenti sampai di situ, anggota langsung melakukan penggeledahan di sejumlah toko. Alhasil, 20 botol miras jenis malaga, AM dan anggur cap kucing turut diamankan. Dan terakhir di Desa Mekar Mulya, sekitar 32 botol miras jenis malaga ikut diangkut.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik mengatakan bahwa operasi pekat masih menyisakan waktu 2 hari lagi. Sejauh ini, torehan hasil dari operasi itu dinilai memuaskan dan akan terus ditingkatkan. Selain mercon, hasil terbanyak yakni miras.
‘’Tadi (kemarin, red) angora turun ke wilayah Kecamatan Penarik dan berhasil mengamankan miras dan mercon. BB-nya langsung diangkut ke sini (mapolres, red). Selain memang tidak ada izin, untuk penjualan miras dengan kadar alkohol di atas 10 persen memang tidak dibenar. Waktu 2 hari yang tersisa akan kita maksimalkan untuk melakukan operasi. Hasilnya nanti akan kita musnahkan bersama,’’ ungkap kabag ops.
Operasi yang digelar di seluruh wilayah mendapat dukungan dari Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM. Ia memberikan apresiasi kepada jajaran polres dan polsek dalam melakukan operasi serta meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
‘’Kami sangat mendukung operasi pekat itu. Apalagi dengan hasil yang memuaskan. Artinya masih banyak warga yang melakukan aktivitas tidak terpuji serta melanggar huku. Teguran dan pembinaan kepada warga harus diberlakukan. Kalau tingkat pelanggarannya fatal, tindakan tegas mesti diberikan,’’ pungkas Bup.(ray)

Monday, 15 July 2013

Politik Mukomuko


Parpol ‘’Alamat Palsu’’, PPK Kebingungan
POLITIK RM – ‘’Di mana, di mana tinggalnya. Sekarang di mana tinggalnya’’, lirik lagu berjudul ‘’Alamat Palsu’’ yang sukses mengantar Ayu Ting-Ting menjadi pedangdut papan atas ini cocok menggambarkan keluhan para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) saat ini.
Baru-baru ini PPK melaporkan kepada bos mereka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, lantaran kebingungan mencari alamat sekretariat parpol di kecamatan. Menurut mereka sebagian besar parpol tak punya alamat sekretariat yang jelas di setiap kecamatan. Padahal PPK harus segera menyerahkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke setiap parpol tersebut sesuai aturan.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag, membenarkan permasalahan yang dialami oleh anggota PPK tersebut. Ia sudah mendapat laporan dari timnya,jika mereka tidak mengetahui alamat parpol di kecamatan. Pertanyaannya yang mereka ajukan, bolehkah setiap urusan dengan parpol ini langsung dengan calegnya saja. Sebab caleg mudah dicari, lantaran sebagian masyarakat mengenalnya. Pertanyaanya kalau tidak ada sekretariat, kok parpol bisa lolos verifikasi faktual parpol sebelumnya?
‘’Kebanyakan permasalahan yang dihadapi PPK itu sama, sekarang PPK harus menyerahkan data pemilih sementara ke setiap parpol, namun mereka tidak mengetahui alamatnya. Takutnya kalau diserahkan kepada salah-satu caleg tidak sampai kepada parpol, verifikasi itu sebelumnya, mungkin ada waktu itu,’’ ungkap Dawud.
Lanjut Dawud, rencana yang akan ditempuh, KPU akan segera melayangkan surat kepada setiap pimpinan parpol di kabupaten untuk memastikan alamat secretariat mereka. Sebab kebaradaan sekretariat sifatnya wajib bagi setiap parpol terutama peserta pemilu saat ini. Banyak hal yang menghubungkan KPU, PPK termasuk panwas dengan sekretariat parpol tersebut.
‘’Kita akan surati setiap parpol di kabupaten untuk memastikan sekretariatnya dimana dan harus ada papan merk serta dilengkapi dengan syarat sebuah sekretariat lainnya. Kedepannya banyak urusan penyelenggara pemilu terhadap parpol tersebut,’’ tegas Dawud.
Juga dibenarkan oleh anggota KPU lainnya, Khairanzar, permasalahan ini harus menjadi perhatian serius setiap partai. Sebab salah satu syarat parpol itu pada verifikasi bisa lolos sebagai peserta pemilu adalah sekretariatnya. Pada dasarnya masih ada juga parpol yang melengkapinya, namun kebanyakan tidak.
‘’Ada beberapa parpol masih lengkap sekretariat dan petugasnya, kebanyakan tidak jelas. Tanda sekretariat itu ada papan merk dan peralatan parpol di sana. Ini harus diperhatikan dengan serius,’’ demikian Khairanzar.(jar)

Maju ke Provinsi, 3 Dewan Mukomuko Pede
POLITIK RM – Tiga orang anggota DPRD Kabupaten Mukomuko dipastikan akan maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kabupaten Mukomuko. Mereka adalah, Mujiono, S.IP dari PDI Perjuangan, Bambang Afriadi, ST melalui PKB dan H Yusmardi, SH sebagai jagoan PAN. Sejauh ini ketiganya cukup percaya diri (Pede) bisa bersaing dengan calon lainnya, termasuk dengan 4 dewan provinsi incumbent.
Mujiono, saat ditanyai mengaku tidak ragu sedikitpun untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan provinsi. Meskipun ia mengetahui jika persaingan akan sangat berat dilalui. Ia berjanji akan berjuang sampai dengan titik terakhir untuk bisa meraih 1 tiket ke kursi DPRD Provinsi tersebut. Ia menganggap semua calon itu punya kekuatan yang sama untuk memperoleh dukungan dari warga Kabupaten Mukomuko.
‘’Kenapa kita harus ragu, maju terus pantang mundur. Soal lawan berat, semuanya sama saja, yang akan duduk adalah orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat. Sejauh ini meski pas-pasan saya terus berusaha. Apalagi dengan dibantu kawan-kawan di daerah peluang untuk menang terbuka lebar,’’ terang anggota Komisi II DPRD Mukomuko ini.
Juga Bambang, tidak mau kalah saing. Silakan setiap calon berusaha untuk menang, namun ia hanya menegaskan jatah satu kursi yang ke empat adalah miliknya. Misinya untuk membangun Mukomuko lebih baik lagi melalui kursi DPRD Provinsi Bengkulu. Apalagi dengan parpol PKB yang berada pada nomor urut dua, sangat gampang baginya untuk berkampanye kepada masyarakat, selain itu dukungan untuknya tetap terjaga sampai sekarang.
‘’Boleh saja bersaing, siapapun punya cara dan gaya. Saya cuman menargetkan kursi yang ke empat harus milik saya. Tujuan kita baik dan sejauh ini masyarakat masih memberi dukungan,’’ ungkap Bambang yang sekarang berada di Komisi III.
Waka I DPRD Mukomuko, H Yusmardi, SH, juga sedikitpun tak mau kalah soal target dan peluang untuk meraih dukungan. Satu hal yang sudah dipastikan, PAN diperkirakan wajib memiliki 1 jatah kursi ke Provinsi, tinggal lagi diantara mereka, siapa yang akan mendapat dukungan penuh. Ia merasa yakin  dengan suara masyarakat mudik dan pendukung PAN, mampu menembus tiket ke provinsu tersebut.
‘’Yang jelas kita jalani dulu, yang menentukan adalah masyarakat, kita untuk apa bingung-bingung, kalau dipercaya duduk kalau tidak kita masih sama saja,’’ demikian Yusmardi.(jar)

Disurati BPK, Anggaran Parpol Amburadul
POLITIK RM – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Provinsi Bengkulu menyurati Ketua DPC/DPD Partai Politik (Parpol) yang mengisi kursi parlemen Kabupaten Mukomuko. Surat tersebut berisi permintaan untuk mengkonfirmasi penggunaan anggaran parpol bantuan dari pemerintah melalui Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Sandi (Kesbangpo dan Sandi) Kabupaten Mukomuko. Informasi ada beberapa parpol hingga sekarang belum menyelesaikan laporan keuangan pada tahun sebelumnya hingga dana parpol mereka terancam tak bisa dicairkan.
Kepala Kesbangpol Mukomuko, Abu Hasan Rusli, S.Pd, membenarkan masalah ini. Ia sendiri mengaku cukup bingung dan terbesit emosi dengan sikap pengurus parpol yang kurang serius membuat laporan. Sebab BPK tahunya dengan kesbangpol, padahak berulang kali sudah disampaikan kepada masing-masing untuk menyegerakannya. Sebab menyangkut keuangan ini sangat rentan timbul permasalahan.
‘’Saya jadi bingung dengan kawan-kawan dari parpol, masa masih ada yang belum menyerahkan laporan tahun lalu, sementara BPK mendesak kami. Sekarang sebagian besar sudah tetapi masih ada yang belum,’’ ungkap Abu.
Lanjutnya, surat yang disampaikan kepada parpo dengan nomor 02/Banpol/MM/7/2013 adalah, yang berisi, sedang dilangsungkannya pemeriksaan atas pertanggungjawaban penerimaan dan penggunaan dana bantuan partai politik anggaran Tahun 2013. Ketua parpol diminta mengecek ulang penggunaan dana dan mengkonfirmasi kebenarannya kepada BPK.
‘’Surat itu kita yang serahkan kepada ketua parpol dan ini kita minta secepatnya dikonfirmasikan,’’ tegas Abu.
Ketua DPC PBB Kabupaten Mukomuko, Mukti Ali, S.Ip, membenarkan adanya surat ini, surat tersebut melampirkan catatan penggunaan dana oleh parpolnya. Ia sudah mengecek dan tidak ada permasalahan. Laporan sudah disampaikan kepada kesbangpol sejak awal dalam bentuk catatan penggunaan dana lengkap dengan buktinya.
‘’Surat itu hanya  untuk konfirmasikan lagi apakah benar apa tidak, saya rasa semuanya sudah betul, kami tidak ada masalah dengan keuangan,’’ demikian Mukti Ali.(jar)


Mukomuko Laka



Dekat TPU Bunga Tanjung, Truk Terguling
Bawa Kardus Rokok Diduga Ilegal
TERAMANG JAYA – Truk colt diesel bernopol BA 8278 GU mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya pada Sabtu (13/7) malam, persisnya di dekat kuburan atau TPU setempat. Posisi truk yang terguling membuat muatan di belakang berserakan. Dari pengakuan sopir truk, barang-barang yang dibawanya merupakan bantuan dari Gubernur DKI Jakarta, Jokowi untuk korban banjir di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Setelah sempat teronggok di TKP selama semalaman, truk baru dievakuasi siang kemarin. Kendati truk sudah dapat melanjutkan perjalanan, namun sopir truk dan kernetnya dihadapkan pada masalah yang membuat mereka menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Teramang Jaya.
Pasalnya, salah satu muatan yang dibawa truk, puluhan kardus berisikan rokok mengundang kecurigaan. Dari merknya saja, New MZ, Super Gulung Mas dan Executive terbilang langka. Ditambah lagi kejanggalan pada jumlah batang yang tertera pada bungkus rokok. Dimana di bungkusnya tertulis 16 batang, ternyata saat dibuka dan dihitung jumlahnya sebanyak 20 batang. Dilihat sepintas, bentuk rokok-rokok itu menyerupai rokok bermerk terkenal produksi Gudang Garam.
Salah seorang perangkat desa, Gori bersama dengan belasan warga lain yang ikut membantu evakuasi barang muatan truk menyampaikan, awalnya mereka mengira isi kardus adalah sembako. Selain dari barang lain yang dibawa, berupa kawan untuk pembangunan bronjong. Namun saat dibuka, ternyata kardus berisikan rokok.
‘’Kita awalnya hanya ingin mencoba rasa rokok yang bungkusnya terlihat baru yang sudah terbuka. Tapi kawan-kawan merasa aneh, sebab isinya berbeda dengan mereknya,’’ kata Gori yang diamini, Lamadi, Edi Boro, Iis dan warga lainnya.
Sementara sopir truk, Abeng didampingi rekannya mengakui jika kawat bronjong tersebut adalah bantuan dari Gubernur Jokowi dan ada surat keterangan resmi. Sementara untuk rokok disebutnya muatan tambahan yang mereka bawa dan tidak ada surat keterangan jelas. Mereka sendiri tidak mengetahui pasti apa isinya, sebab kardus-kardus itu dipindahkan dari kendaraan lain untuk dibawa dengan tujuan salah seorang pengusaha di Bypass, Padang, Sumbar.
‘’Kalau beronjong itu pesanan langsung, untuk rokok kami diminta bawa dan tidak tahu apa isinya, sebab dipindahkan dari mobil boks ke truk kami,’’ ungkap Aceng.
Kapolres Mukomuko AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik diwakili Kapolsek Teramang Jaya, Ipda. Muhardi Muin yang turun langsung memimpin anggotanya belum dapat memberikan keterangan pasti terkait temuan rokok pada truk.  Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan meminta keterangan dari sopir truk.
‘’Kita bawa dulu ke mapolsek dan akan meminta keterangan dari sopir, memang untuk awal mereka hanya bisa memperlihatkan keterangan surat untuk satu jenis muatan saja. Masalah rokok ini perlu telaah lebih jauh,’’ demikian kapolsek.(jar)


Berkalung Emas, Kebun Luas dan Rumah Mewah
Carut Marut Pembagian BLSM 
METRO – Kekhawatiran Bupati Mukomuko, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM akan pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menuai permasalahan serius di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Mukomuko terbukti benar. Pembagian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan dana BLSM kemarin diwarnai carut marut. Berdasarkan pantauan tim Radar Mukomuko (RM) mulai dari Kecamatan Air Rami hingga Lubuk Pinang, hampir sebagian besar penerima BLSM diduga tidak tepat. RM memergoki salah seorang penerimanya menggunakan kalung emas saat keluar dari kantor pos. Ada pula informasi dari warga, penerima BLSM memiliki kebun 2 hingga 3 hektare (Ha) serta yang lebih mencengangkan lagi, ada yang mempunyai rumah mewah namun menerima dana BLSM.
Kaur Umum Desa Dusun Baru V Koto, Kecamatan Air Dikit, Dedi Saputra tak menampik bahwa penerima BLSM tidak sedikit orang yang berada. Sedangkan di lain sisi, warga yang benar-benar miskin tidak tersentuh bantuan kompensasi kenaikan harga BBM subsidi. Malahan ada pula perangkat desa yang ikut menikmati dana BLSM itu.
‘’Sempat ricuh. Ada beberapa ibu-ibu yang merasa berhak menerima bantuan  mempertanyakan itu kepada saya dan perangkat desa lain. Kenapa mereka tidak dapat bantuan sedangkan warga mampu menerimanya. Jangankan warga, kita sendiri heran. Kok penerima ada yang memakai gelang dan kalung emas, pakai motor besar yang dibeli tunai, punya kebun melebihi 3 hektare dan rumah mewah. Bukannya kita iri atau sebagainya. Kalau kita mau berbicara adil, harusnya orang-orang mampu seperti itu, termasuk perangkat desa yang tercantum sebagai penerima BLSM dengan sadar diri menukarkan namanya kepada warga lain yang sangat membutuhkan,’’ kritik Dedi.
Sekadar diketahui, data penerima BLSM untuk Kecamatan Air Dikit, di Desa Dusun Baru V Koto sebanyak 29 RTS, Air Kasai 21 RTS, Air Dikit 44 RTS, Pondok Lunang 5 RTS, Sari Bulan 25 RTS, Sumber Sari 26 RTS dan Sumber Sari 22 RTS. Khusus di kecamatan ini, yang sudah dibagikan baru Desa  Pondok Lunang, Desa Dusun Baru dan Desa Air Kasai.
Kekecewaan juga diutarakan Edi Irawan, warga lain. Edi mengharapkan pemerintah bisa segera menanggulangi permasalahan BLSM agar tidak menimbulkan cemburu sosial yang berujung pada konflik sesama warga.
‘’Apa tidak malu, bagi mereka yang dinilai mapan tapi masih kebagian jatah BLSM yang jelas-jelas jatah rumah tangga miskin. Bagaimana solusi kedepannya, supaya masalah ini tidak berkepanjangan,’’ terang Edi.
Saat coba ditelusuri, salah seorang kadus di Kecamatan Teramang Jaya mengakui bahwa dirinya mendapat KPS yang merupakan persyaratan mengambil dana BLSM di kantor pos. Ia terkesan tidak memperdulikan imbauan hingga cemoohan orang-orang yang kecewa lantaran fakta di lapangan penerima BLSM tidak tepat sasaran.
Di Kecamatan Kota Mukomuko, jumlah RTS penerima BLSM sebanyak 476 RTS.
Drs. Marjohan menyebutkan, meskipun diwarnai protes namun tidak sampai mengganggu jalannya pembagian dana di kantor pos.
‘’Untuk tahap awal kemarin (Sabtu, red), pengambilan berjalan lancer.  Mudah-mudahan seterusnya juga demikian,’’ ungkap Marjohan.
Di tempat terpisah, penyaluran dana BLSM dan KPS di Desa Sungai Ipuh 1 tak lepas dari kericuhan. Pasalnya, data penerima sebanyak 25 RTM ditukar dengan nama lain setelah dianggap tidak berhak menerima oleh kades setempat.
‘’Awalnya nama kami tercatat sebagai penerima BLSM, tiba-tiba ditukar kades dengan nama lain. Perubahan itu sebanyak 25 orang, karena kami memprotes, tidak setuju untuk dilakukan perubahan nama, maka kami adakan rapat bersama. Akhirnya, malam tadi (kemarin, red) kades kembali memasukan nama kami sebagai penerima,’’ terang Mashuri.
Di Desa Lubuk Sahung, berdasarkan keterangan Kades Lubuk Sahung, Ali Martinus, BLSM di desanya dijatah untuk 64 RTS. 15 RTS dinyatakan bermasalah, karena ada yang meninggal dunia 1 orang, 5 RTS pindah rumah dan selebihnya masih dalam proses pencarian domisilinya. 
‘’Kita sudah tetapkan melalui rapat, karena ada yang bermasalah sekitar 15 RTS, ini akan kita bicarakan dan cari penggantinya. Ada yang meninggal dunia, pindah alamat dan tidak jelas alamatnya. Untuk penggantinya nanti juga dari rumah tangga miskin yang dinilai layak menerima,’’ jelas Ali.(tim)


//Diduga Disunat Rp 5 Rb sampai Rp 10 Rb
PENYALURAN dana BLSM dan juga KPS bantuan di beberapa desa diduga diwarnai aksi pemotongan. Dari total Rp 300 ribu/penerima atau RTS  dipotong Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Alasan pemotongan yang diakomodir perangkat desa itu untuk biaya transportasi petugas dari Kantor Pos. seperti yang terjadi di Desa Aur Cina dan Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, dan Maju Makmur, Kecamatan Penarik. Meski dinilai tidak memberatkan, namun tindakan itu jelas menyalahi aturan. Selain itu, mayoritas penerima BLSM merupakan warga dari kalangan mampu. Sementara, warga yang benar-benar miskin hanya dapat melihat sembari menggit jari.
Salim, Pemuda Desa Aur Cina mempertanyakan prosedur penyaluran dana BLSM. Menurutnya, penyaluran di Kantor Pos akan lebih efektif dibandingkan dengan penyaluran di kantor desa, balai desa atau rumah kades sekalipun.
‘’Khusus di Desa Aur Cina dan Talang Buai, pemotongan untuk uang transportasi poetugas dari kantor pos. Jumlah penerimanya mencapai ratusan, kalau dikalkulasikan bukan hanya untuk uang transport saja, bisa juga untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Kita ingin tahu bagaimana prosedurnya dan siapa yang berhal menerima BLSM itu,’’ ungkap Salim.
Hal senada disampaikan warga Maju Makmur, Kecamatan Penarik yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, penyaluran dana BLSM yang digelar dibalai desa selain tidak sesuai juga terdapat potongan. Ia mengaku sangat menyayangkan, karena bantuan itu seharusnya diterima dalam keadaan utuh. Total penerima mencapai 88 orang dan terbanyak se Kecamatan penarik.
‘’Harusnya bantuan itu utuh, jangan sampai ada pemotongan dengan berbagai alasan apapun. Itukan hak warga miskin, kalau bisa seharusnya ditambah bukannya dipotong,’’ terangnya.
Terpisah, Tokoh Masyarakat Kabupaten Mukomuko, Hamdani Makir, SH, M.Hum mengaku sangat prihatin adanya informasi pemotongan dana BLSM. Padahal, BLSM merupakan hak warga miskin dan tidak bisa disalahgunakan, termasuk penyaluran tidak tepat sasaran. Ia meminta kejelasan mengenai masalah itu. Jika menyalahi aturan, maka harus ada tindakan tegas.
‘’Jangan sampailah BLSM itu dipotong atau apalah alasannya. Karena BLSM langsung dari pusat dan harus diserahkan kepada yang bersangkutan. Apalagi kalau pungutan itu ada campur tangan perangkat desa. Itu sama saja membuat masalah baru. Sudah data penerima yang tidak jelas, ada juga pemotongan,’’ demikian Hamdani.(ray)

Rumah Guru Kemalingan, Laptop dan Kamera Raib
TERAMANG JAYA – Apes dialami Kurniawan (33), warga Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Teramang Jaya. Kurniawan yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru salah satu SDN di Desa Teramang Jaya menjadi korban dugaan pencurian. Dari dalam rumah Kurniawan, pelaku membawa kabur 1 unit laptop dan kamera digital. Tidak terima atas peristiwa yang terjadi pada Sabtu (13/7), Kurniawan melapor ke Polsek Teramang Jaya.
Dari keterangan korban, bukan cuma kerugian materi yang disesalinya namun isi dokumen di dalam laptop yang diembat maling itu tak kalah penting. Yakni data-data mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Saat pencurian berlangsung, korban tengah bepergian ke desa tetangga.
‘’Ini yang membuat saya rugi dan susah berpikir lagi. Di dalam laptop itu tersimpan semua data-data penting sekolah, termasuk data penerimaan siswa baru kemarin. Kalau masalah barang kiranya bisa kita cari lagi, tetapi data yang tersimpan itu sangat berharga,’’ ungkap korban.
Kronologisnya, masih diuraikan korban. Sementara rumah dalam keadaan kosong, laptop sedang dicas di ruang depan kamarnya. Sedangkan kamera kesayangannya tersimpan di dalam lemari kamar. Diduga kuat pelaku masuk ke dalam rumah dengan merusak kunci pintu belakang. 
‘’Kalau kita lihat, kemungkinan besar pencurinya masuk dari pintu belakang rumah. Untuk laptop sedang dicas di dekat TV, kalau kamera di dalam lemari,’’ jelas korban.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik   melalui Kapolsek Teramang Jaya, Ipda. Muhardi Muin membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan pencurian yang dialami warga Desa Bunga Tanjung.(cw1)

Friday, 12 July 2013

Mukomuko Tak Bebas



Polisi Gencarkan Operasi Pekat
METRO – Memasuki hari ketiga puasa di bulan Ramadhan 1434 H, aparat kepolisian dari Polres Mukomuko kian gencar melakukan operasi Penyakit masyarakat (Pekat). Kendati sudah banyak menorehkan hasil, baik itu berupa petasan maupun minuman tuak, koprs seragam coklat tak lantas berpuas diri. Kemarin, digelar operasi yang menurunkan anggota gabungan dari Satreskrim, Sat Narkoba, Sat Sabhara, Sat Intelkam Polres Mukomuko.
Hasilnya, diperoleh 21 botol minuman keras (Miras) jenis anggur merah, anggur merk malaga dan anggur cap kucing. Selain itu, polisi menyita jerigen yang berisikan 35 liter tuak. Keberhasilan operasi sempat dinodai dengan dugaan bocornya informasi kepada pemilik kafe di wilayah Lubuk Pinang. Ketika kafe tersebut disambangi, polisi tak mendapatkan hasil memuaskan.
‘’Kita hanya mendapat 21 miras serta 35 liter minuman tuak. Sedangkan sasaran utama kita di kafe serta warung tuak yang kerap meresahkan warga malah nihil. Informasinya ada yang membocorkan operasi kita ini. Jadi sebelum kita sampai pemilik warung sudah terlebih dulu memindahkan mirasnya. Meski sudah kita geledah, namun hasilnya tidak ada. Begitu juga dengan pemilik kafe. Kafenya dalam kondisi tutup saat kita datangi tadi (kemarin, red),’’ terang Kapolres, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Narkoba, AKP. P Simarmata yang memimpin operasi.
Jalannya operasi, dari pantauan Radar Mukomuko (RM). Iring-iringan truk dalmas dan mobil operasional milik anggota polres kali pertama menyambangi sebuah warung di Jalan Danau Nibung. Menurut informasi, di warung ini menyediakan minuman tuak. Ternyata benar saja. Saat digeledah, polisi menemukan 1 jerigen tuak yang disimpan di dapur rumah.
Selanjutnya, tim bergerak menuju ke Kelurahan Bandar Ratu dan berhenti di warung milik Ml. Dari sini polisi mendapati miras. Tanpa berlama-lama, botol-botol miras itu diangkut dan dimasukkan ke dalam truk. Miras juga ditemukan di warung kawasan Pantai Indah Mukomuko (PIM), Kelurahan Koto Jaya.   
Kedatangan anggota kepolisian yang menggelar razia sempat menyita perhatian warga, pengguna jalan dan terlebih pemilik warung.
‘’Kami cemas juga, kenapa banyak polisi masuk ke warung itu. Kita khawatir kalau ada pelaku tindak kejahatan yang diincarnya. Ternyata mereka (polisi, red) sedang merazia minuman keras,’’ ungkap Yanto, salah seorang warga.(ray)


16 Rb Butir Mercon Disita
TERAS TERUNJAM – Jajaran Polsek Teras Terunjam yang dipimpin Kapolsek, Iptu. Rikky Operiady, S.Sos tak ingin menyiakan moment operasi penyakit masyarakat (Pekat). Dalam operasi teranyarnya, anggota berhasil mengamankan 16.000 butir mercon atau petasan dari tangan sejumlah pedagang. Hingga kemarin, Barang Bukti (BB) masih diamankan di mapolsek. Sedangkan kepada pedagangnya diberikan teguran keras.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Teras Terunjam menyampaikan sasaran operasi yakni di pasar serta penjualan petasan yang tidak memiliki izin. Dan dalam penertiban anggota berhasil mengamankan petasan.
‘’Sejauh ini kita terus mengamankan petasan. Sudah ada 26.000 petasan yang kita amankan dari sejumlah pedagang. Untuk miras, kita belum berhasil. Dan kita masih terus melakukan operasi sampai benar-benar aman terkendali,’’ ungkap Kapolsek.
Ditambahkannya, operasi digelar untuk meningkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) terutama kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, operasi akan terus ditingkatkan lagi dengan sasaran utama petasan dan miras.
‘’Sekarang ini kan bulan puasa, jadi warga hanya tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah. Karena itu, kegiatan yang dapat mengganggu seperti petasan mapun kegiatan pekat lainnya kita tertibkan. Kita minta di bulan puasa ini, semua pihak bisa saling menghargai dan menghormati. Kalau memang nekat, kita akan ambil tindakan tegas,’’ demikian kapolsek.(ray)

Mukomuko yang bijak..


Dilantik, 1 PPK Tak Hadiri
POLITIK RM – Sebagaimana rencana awal, kemarin berlangsung pelantikan 3 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pengganti 3 orang PPK yang mengundurkan diri. Pelantikan hanya diikuti 2 orang PPK saja, sementara 1 PPK asal Kecamatan Ipuh berhalangan. Pelantikan langsung dilakukan di aula sekretariat KPU Mukomuko oleh ketua KPU didampingi anggotanya, yang disaksikan perwakilan Kakanmenag dan undangan lainnya.
3 anggota PPK tersebut adalah, Rosmaleni asal Ipuh menggantikan Dedi Desponsori, SH.i, yang menjadi anggota KPU. Kedua, Azhar, menggantikan Tabrani, PPK Air Rami dan pengganti Efrida Rahmawati, PPK Kecamatan XIV Koto, Daryani, S.Pdi.
Ketua KPU, Dawud,S.Ag, dalam sambutannya berpesan kepada PPK pengganti ini untuk bisa langsung menjalankan tugas. Bergabung dengan PPK lainnya menyelesaikan tugas masing-masing. Sebab ditangan mereka ditentukan sukses atau tidaknya pemilu 2014. Proses pergantian ini sudah sesuai dengan prosedur, dengan dasar surat pengunduran diri dari PPK sebelumnya yang punya pilihan lain.
‘’Harapan kami, rekan-rekan PPK yang sekarang dilantik dapat bergabung secepatnya dengan rekan-rekan mereka sebelumnya untuk menjalankan tugas yang diberikan. Karena  ditangan kita ditentukan sukses atau tidaknya pemilu 2014,’’ kata Dawud.
Selanjutnya, Dawud, menekankan kepada PPK baik mereka yang dilantik kemarin maupun yang sudah bertugas. Jangan pernah berniat untuk melakukan tindakan curang atau berpihak kepada salah seorang kandidat. Jika ketahuan ada yang menggelembungkan suara atau mengurangi, akan diberi sangsi dan berhadapan dengan hukum. Tugas pelaksana pemilu hanya merekap suara yang masuk dan menghindari ada pihak yang berlaku semena-mena.
‘’Jangan sampai ada PPK yang kedapan melakukan kecurangan, jika terbukti maka langsung disangsi keras dan terancam berhadapan dengan hukum. Tugas kita menjalankan jadwal pemilu dengan baik dan mengatur jalannya sesuai petunjuk,’’ tegas Dawud.
Sementara mengenai PPK tak hadir dalam pelantikan kemarin, anggota KPU, Dedi Desponsory, S.Hi, yang juga merupakan PPK yang diganti, menjalaskan. PPK asal Ipuh atas nama Rosmalini, tidak bisa datang karena mendadak harus mengantar orang tuanya yang kritis ke rumah sakit di Bengkulu.
‘’Mamang yang dari Ipuh tidak bisa hadir lantaran ada urusan keluarga, kemarin orang tuanya harus dirujuk kebengkulu dan ia harus mendampinginya,’’ demikian Dedi.(jar)

KPU Nihil Tanggapan Warga
POLITIK RM – Jika di daerah lain, terdapat puluhan bahkan ratusan laporan atau tanggapan masuk ke meja Komisi Pemilihan Umum (KPU), terkait keberadaan seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg). Lain halnya di Kabupaten Mukomuko, sejak KPU mempublikasikan atau uji publik  daftar nama-nama Calon anggota dewan ini, melalui media massa, belum ada satu laporanpun yang masuk. Termasuk kepada panwas sendiri, tidak pernah ada pengaduan atau tanggapan dari warga terhadap calon wakilnya ini.
Pertanyaannya, apakah  masyarakat sudah sepakat dengan calon wakil mereka ini?. Benarkah mereka yang maju tidak ada problem di tengah masyarakat dan semuanya pantas. Atau jangan-jangan masyarakat tidak mau ambil pusing dan sama sekali tidak tertarik dengan keberadaan caleg di sekitar mereka?. Jawabannya tentu hanya masyarakat yang tahu. Bisa jadi sosialisasi dari KPU belum maksimal tentang hak untuk menanggai nama-nama caleg ini.
Sekretaris KPU Mukomuko, Junhari, B.Sc, mengakui jika pihaknya tidak pernah menerima laporan dari manapun soal caleg. Apa penyebabnya, sedangkan didaerah lain berbagai laporan masuk ke KPU, Junhari juga kurang paham. Yang jelas KPU sudah mengumumkan nama-nama calon melalui media selama 5 hari sesuai aturan berlaku.
‘’Mungkin semua caleg kita adalah orang-orang yang sudah layak dan memenuhi syarat serta tidak punya masalah di tengah masyarakat. Maka tidak ada yang perlu dilaporkan oleh masyarakat. Yang jelas KPU sudah menjalankan petunjuk yang diatur dalam peraturan pemilu ini,’’ kata Junhari.
Lanjutnya, pihaknya masih tetap menunggu laporan dari warga, hingga penetapan Daftar Calon Tetapn (DCT) mendatang. Kalau memang tidak ada yang menanggapi maka KPU akan langsung memproses beberapa syarat yang kurang dan jika ada perubahan yang diajukan pengurus parpol. Masih ada beberapa proses yang dilalui KPU, terutama terkait calon yang belum lengkapi syarat, seperti kades, PNS ataupun dewan.
‘’Kita tetap akan menerima jika ada laporan yang masuk, yang pasti tahapan tetap berjalan oleh anggota KPU. Kami sekretariat memfasilitasi dan membantu setiap pekerjaan mereka untuk kesuksesan,’’ lanjut Junhari.
Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchtadir Munib, SE, juga mengakui tidak mendapat laporan dalam bentuk apapun dari masyarakat. Menurutnya ada beberapa alasan, bisa jadi semua sudah sesuai dengan syarat atau warga enggan repot mengurusi caleg. Harapannya semua baik-baik saja hingga pemilu dilangsungkan.
‘’Kita tentu lebih nyaman kalau semua baik-baik saja. Masyarakat kalau memang ada hal yang janggal, tidak perlu takut, ini demia munculnya wakil yang berkualitas,’’ demikian Muchtadir.(jar)



KPU Harus Koreksi Persyaratan Caleg
//Pengunduran Diri, PNS, Honorer, Kades dan Dewan Diragukan
POLITIK RM – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Mukomuko diminta teliti dan mengkroscek ulang tentang persyaratan mundur dari PNS dan caleg  yang bekerja dibayar APBN dan APBD. Hal ini disampaikan oleh salah seorang aktivis asal Dapil III, Aprizal, Ak. Ia mencurigai pernyataan mundur dari caleg berstatus PNS dan pekerjaan lain hanya simbol saja. Padahal mereka tidak serius dan akan kembali bila dinyatakan tidak menang pemilu.
Dijelaskannya, dalam aturannya sudah jelas, mereka yang bekerja dengan dibayar menggunakan dana bersumber dari APBD dan APBN harus mengundurkan diri. Apalagi PNS, menurutnya harus jelas surat pengunduran dirinya sudah disahkan kepada daerah. Jangan sampai setelah tidak menang mereka malah menarik pengunduran diri dari PNS.
‘’Bisa saja terjadi, sebab mungkin mereka berada dibawah parpol orang kuat dan sebagainya. Maka kami minta KPU serius dalam masalah ini, kalau tidak ada SK mundur maka coret namanya dari daftar caleg secepatnya,’’ kata Aprizal.
Lanjutnya, kalau tidak tegas, maka KPU bisa terkena imbas dan dianggap tidak menjalankan aturan yang berlaku. Ketua DPD LSM LP3K ini juga mengaku curiga dengan  mudahnya para caleg tersebut dinyatakan lengkap.  Hal ini juga harus menjadi perhatian bagi KPU baru, sebab dari awal masalah ijazah, KTP dan persyaratan lain caleg, sempat diragukan, bahkan sama-sekali tidak sesuai. Dan terakhir mereka malah dinyatakan lolos seluruhnya.
‘’Yang jelas sebelum DCT harus jelas seluruhnya, jangan ada caleg yang syaratnya tidak lengkap, malah lolos. Ini dapat merusah suasana pemilu, masyarakat ingin dapat wakil yang baik malah ternyata salah,’’ demikian Aprizal.(jar)


PAN Tetapkan Pusat Kampanye Massal
POLITIK RM – Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD-PAN) Kabupaten Mukomuko terus mematangkan persiapan. Selain sudah menyusun jadwal, juga ditetapkan setidaknya ada 6 titik lokasi kampanye massal PAN di Mukomuko. Di masing-masing dapil terdapat dua titik lokasi.
Disampaikan ketua KPPD PAN Mukomuko, Eranardi, S.Ip, mewakili ketua DPD PAN, Ichwan Yunus, CPA, MM, sekarang sudah dirancang untuk penggelaran kampanye masaal. Namun titik pastinya belum bisa disebutkan, sebab masih perlu dirapatkan secara bersama-sama. Bisa jadi ada perubahan dan hal lainnya termasuk pengurangan wilayah.
‘’Kita merancangkan ada dua lokasi setiap dapilnya untuk penggelaran kampanye massal, namun ini belum pasti, sebab masih perlu melakukan penyesuaian,’’ kata Era.
Lanjutnya, pada saat kempanye massal ini akan hadir ketua DPD dan pengurus termasuk dari DPW. Bahkan PAN berencana menggandeng artis tenar yang juga dari PAN pada saat kampanye di beberapa tempat di Mukomuko nantinya. Tujuannya lain tidka bukan untuk mengejar target paling sedikit PAN harus meraih 5 kursi untuk DPRD Mukomuko.
‘’PAN harus bisa mengejar target yang dari awal sudah dirancang, maka berbagai persiapan harus kita lakukan, dan rasanya dengan kesiapan dan kamampuan caleg sekarang bukan pekerjaan yang sulit bagi PAN,’’ demikian Era.(jar)



Guru SD Kena Tipu, Rp 18 Juta LenyapNiatan Memesan Al Quran Digital Pen
METRO – Kemarin, Yeni, warga Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko yang merupakan adik dari Kasatpol PP, AKBP PP. Iskameri, S.Pd, M.Si melapor ke Mapolres Mukomuko. Apa pasal? Yeni yang berstatus guru di SDN 10 Kota Mukomuko menjadi korban dugaan penipuan oleh pelaku yang mengaku sebagai salesman asal Bandar Lampung, berinisial Hr.
Tak tanggung-tanggung, dalam aksi tersebut, uang sebesar Rp 18 juta melayang. Semula uang untuk pemesanan produk Al Quran Digital Pen dari 24 orang guru yang merupakan rekan kerja Yeni. Harga 1 buah Al Quran yang ditawarkan Rp 1,2 juta. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 11 Juni lalu setelah sebelumnya pemesanan untuk 11 orang berjalan lancar.
Koronologis kejadian bermula pada saat pelaku datang dan menawarkan Al Quran itu kepada korban. Karena banyak pemesan, pelaku meminta korban untuk mengakomodir. Pemesanan awal berjalan lancar. Kemudian pada Juni lalu, korban pun kembali memesan lantaran banyak guru-guru lain yang juga memesan.
Pada tanggal 11 Juni, pelaku mendatangi rumah korban bermaksud meminta uang Rp 18 juta. Tak menaruh keraguan, korban dengan mudahnya menyerahkan uang sebanyak itu. Tak lama setelah itu, korban melakukan pengecekan, dan ternyata Al Quran itu belum diterimanya. Mengetahui menjadi korban penipuan, ia langsung melapor ke mapolres saat mengetahui kemarin terdapat sales tengah memasarkan produk yang sama.   
Setelah mendapat laporan dari korban, sekitar pukul 13.35 WIB, anggota Polres langsung mengamankan 3 orang pemuda, berinisial Af, Rd dan Jr saat menawarkan Al Quran di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Mukomuko. Af dan Jr warga Bogor, Jawa Barat (Jabar) dan Lampung berstatus sebagai sales, sedangkan Rd sebagai sopir. Tanpa pikir panjang, dibantu anggota Satpol PP yang sebelumnya telah standby di TKP langsung menggiring pemuda itu ke Mapolres.
‘’Memang benar, kita telah mengamankan 3 pemuda yang memasarkan Al Quran Digital Pen. Mereka kita amankan karena ada laporan dari warga yang menjadi korban penipuan. Statusnya saat ini sebagai saksi, karena pelaku berinisial Hr belum ditemukan. Kita masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mencari tahu apakah ada korban lain atau tidak,’’ ungkap Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Haerudin, SH didampingi Kabag Ops, Kompol. Laba Meliala, S.Ik diamini Kanit Pidum, Bripka. Madyana.
Saat ditemui, Yeni menerangkan bahwa awalnya masih menunggu jika barang tersebut tiba. Pada saat ada sales lain yang berjualan, ia berniat mempertanyakan. Namun, sales bersangkutan berbelit-belit. Hingga akhirnya ia menghubungi Kasatpol PP untuk berkoordinasi dengan polisi.
‘’Kejadiannya Juni lalu, dan sempat menunggu juga dengan harapan barang itu memang benar-benar tiba. Tetapi tidak ada tanda-tanda barang itu akan sampai. Banyak uang yang kita keluarkan, karena awalnya memang lancar, karena itu saya berani. Nah, pada saat ada berjualan kita langsung datangi. Tak juga ada alasan, saya langsung menghubungi kakak (Kasatpol PP, red). Tidak lama langsung sales itu dibawa ke Polres Mukomuko,’’ demikian Yeni didampingi Iskameri.(ray)


KPU Cek Ulang Syarat Caleg
POLITIK RM – Menjawab keraguan beberapa pihak tentang syarat pencalonan caleg, terutama mereka yang bekerja dan digaji dengan sumber APBD dan APBN. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan mengecek ulang berkas masing-masing calon tersebut. Tujuannya untuk memastikan, jika syarat pencalonan masing-masing sesuai  dengan yang diatur dalam peraturan KPU.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag, saat diminta tanggapannya memastikan jika ia akan mengecek satu persatu persyaratan caleg setiap parpol, terutama mereka yang harus memenuhi surat BB, seperti BB4, BB5 dan seterusnya. Bukan saja PNS, Honorer dan anggota dewan yang wajib mundur, berkas-berkas lain juga bakal dicek lagi satu persatu untuk memastikannya.
‘’Kita akan cek kembali setiap syarat yang diajukan caleg sebelum penetapan DCT. Untuk pemeriksaan DCS seluruhnya masih KPU yang lama. Sejauh ini kami belum mengecek kondisi DCS tersebut, karena kesibukan lain,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, bila diketahui calon tidak melengkapi syarat sebagaimana yang sudah ada dalam aturan KPU. Maka pihaknya dengan terpaksa akan menyatakan Tidak Memenuhi syarat (TMS). Dalam penetapan DCT calon TMS tidak lagi ada kesempatan melakukan perubahan. Mereka langsung dibubarkan dari daftar caleg. Parpol juga tidak dapat melakukan penggantian calon yang dinyatakan tidak lolos.
‘’Kita menetapkan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau mereka tidak melengkapi syarat tentu dengan terpaksa dinyatakan TMS. Parpol dapat mengganti calon yang mundur atau mereka yang tidak melengkapi syarat tersebut,’’ demikian Dawud.(jar)


Politisi PKPI Belum Menyerah
POLITIK RM – Meski banyak prediksi yang menyebutkan Partai Keadilan dan Pertsatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Mukomuko sulit bersaing dengan parpol lain, lantaran persiapan mereka tidak sempurna. Namun para kader PKPI sama sekali tidak mau menyerah dengan prediksi dan perkiraan orang. Mereka akan terus berjuang sampai pada titik terakhir dengan target memperoleh seminim-minimnya 1 kursi per dapil.
Dihubungi kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC-PKP Indonesia) Mukomuko, Alpian, SE, dengan tegas menyatakan jika sekarang seluruh kader dan politisi PKPI dalam kondisi stabil untuk menghadang pemilu. Setiap caleg terus bergerilya untuk mempertahankan basis masing-masing dan melakukan eksapansi ke daerah lain,  guna  memastikan bisa meraih suara sebanyak-banyaknya pada pemilu 2014.
‘’Kami baik-baik saja, semua caleg tidak ada yang diam, mereka bergerak ke setiap daerah untuk memastikan pemilih PKPI masih setia. Sama dengan parpol lain,  kami punya target kursi dan harus diupayakan bisa dicapai,’’ kata Alpian.
Lanjutnya, setiap caleg dan kader diminta terus mengibarkan semangat PKPI di tangah masyarakat. Sejauh ini tanggapan masyarakat masih cukup baik dengan PKPI. Memang permasalahannya PKPI tidak serentak dengan parpol lain menyiapkan syarat pemilu, lantaran MK belum memutuskan. Namun dengan kemampuan caleg dan kesiapan masing-masing menghadapi pemilu, maka PKPI tetap siap bersaing. Apalagi pengaruh dari caleg yang punya keuletan di tengan masyarakat, bakal memuluskan langkah PKPI menuju kemenangan.
‘’Kita sekarang sama dengan parpol lain, kalau meliat kualitas caleg, PKPI tidak akan kalah saing, kami akan buktikan PKPI akan memperoleh kemenangan di 2014,’’ demikian Alpian.(jar)

Kader PDIP Mukomuko Bawa Randang Untuk Megawati

METRO – Seperti diinformasikan, besok (5/2) Presiden Joko Widodo bersama, megawati, Ketua DPR RI Puan Maharani dan Kemensos akan datang k...